NovelToon NovelToon
TUMBAL

TUMBAL

Status: tamat
Genre:Spiritual / Rumahhantu / Tumbal / Horor / Tamat
Popularitas:38.2k
Nilai: 5
Nama Author: Endah puji astuti

Sebuah ujian kesulitan hidup, memaksa seorang pria bernama Rudi memilih menempuh jalan yang salah. Sebuah iming-iming kekayaan di depan mata membuatnya gelap mata. Dengan mengikuti sebuah ajakan seseorang, membuatnya terikat dengan perjanjian ghaib. Dimana dia harus rela kehilangan anak-anaknya untuk di jadikan tumbal agar memperoleh kekayaan dengan cara instan. Hingga akhirnya ia juga harus kehilangan istrinya tercinta. Pada akhirnya, sebuah kejahatan sekecil apap pun itu, akan mendapatkan balasan dari apa yang telah di perbuatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Endah puji astuti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali Di Teror

Suara sirine ambulan memecah kesunyian daerah komplek dimana aku tinggal. Terlihat banyak warga yang kami lewati tampak menoleh ke asal sumber suara. Sesampai di rumah, sudah tampak beberapa tetangga berdatangan untuk membantu mempersiapkan pemakaman Zulfa yang tentunya sudah di kabari lebih dulu oleh Dhafi.

"Turut berbela sungkawa, Pak Rudi."

"Yang sabar, ya, Pak. InsyaAllah anaknya akan menjemput orang tuanya di pintu surga."

Begitulah ucapan para tetangga yang sibuk mengalami ku saat aku turun dari ambulan. Jenazah Zulfa sudah di turunkan dan di bawa masuk ke dalam rumah terlebih dahulu. Tak perlu lagi di mandikan ataupun di kafani, karena semua sudah ku minta melakukan semua itu saat di Rumah Sakit. Jenazah Zulfa sampai di rumah sudah dalam kondisi rapi.

"Ayo kita sholati dulu jenazahnya." ucap Pak Fauzan selaku salah satu pemuka agama di komplek kami.

"Eee... te-terimakasih banyak, Bapak-bapak. Tapi, apa tidak sebaiknya kita langsung saja memakamkan jenazah Zulfa sebelum hari terlalu larut malam?" tanyaku, mengingat semua prosesi ini akan di lanjutkan meskipun hari sudah malam.

"Tetap di shalat kan, Pak. Hanya sebentar saja. Mari Bapak-bapak" jawab Pak Fauzan yang di setujui oleh semua orang yang hadir. Aku tak bisa melarang, mau tidak mau aku mengiyakan ucapan mereka sebagai rasa penghormatan terakhir untuk jenazah Zulfa. Tentu saja aku tak ikut menyolatkan. Aku lebih memilih untuk pura-pura terpuruk dan tak kuasa untuk berpisah dengan Zulfa barang sedetik. Aku menunggui jenazah Zulfa di ujung ruangan sambil menangis sesenggukan.

"Sudah, Pak. Ikhlaskan saja, kasihan anaknya kalau Bapak menangis seperti ini terus." ucap Pak Fauzan setelah selesai menyolatkan.

Jam sepuluh malam, jenazah Zulfa segera kembali di angkat dan di masukkan ke dalam ambulan untuk di bawa ke tempat pemakaman umum. Aku pun turut ikut serta.

"Kasihan, ya, dua anaknya meninggal semua."

"Iya, yang dulu meninggal mengenaskan. Yang ini juga sama."

"Jangan-jangan kondisinya rusak parah akibat kecelakaan, makanya kafannya tidak boleh di buka." terdengar suara bisik-bisik di tengah-tengah proses pemakaman.

"Ibunya kok nggak ada?"

"Katanya koma di Rumah Sakit."

Kembali terdengat bisik-bisik dari tetangga yang tentu saja mampu ku dengar dengan jelas. Hanya saja aku memilih untuk berpura-pura tak mendengar.

"Pak, Bapak mau menurunkan jenazah anak Bapak?" tanya salah satu petugas yang ikut membantu memakamkan Zulfa. Aku menggeleng, aku berpura-pura menyeka air mata.

"Sa-saya tidak kuat, Mas. To-tolong lakukan saja." ucapku di sertai isak tangis yang tentunya semuanya ku buat-buat.

"Baik, Pak."

Proses pemakaman berjalan cepat. Tiak sampai satu jam semua sudah selesai. Para warga kembali bubar untuk pulang ke rumah masing-masing. Sedangkan aku memilih untuk pulang ke rumah terlebih dahulu untuk mencari keberadaan Lembayung.

Brraaakkkk...

Ku buka paksa pintu kamar gadis aneh itu. Kosong. Bahkan tidak ada tanda-tanda jika gadis itu pernah menempati kamar itu.

"Bayung... Lembayung." panggil ku pada nama gadis aneh itu.

Tak ada jawaban. Yang ada semua sepi, bahkan kamarnya pun terlihat seperti sudah tidak di tempati cukup lama.

"Keanehan macam apa ini?" gumamku seorang diri. Aku mencoba mencari ke seluruh ruangan, namun tak ada tanda-tanda gadis itu ada di rumah. Bahkan pakaian ataupun barang-barang miliknya pun tak yang tersisa.

"Jangan-jangan dia kabur. Tapi bagaimana bisa?" aku merasa bingung dan heran. Bagaimana bisa gadis aneh itu menempati kamar yang kotor dan berdebu selama ini. Bahkan lemari tempat dia meletakkan baju tampak sangat berdebu seperti tak pernah di jamahnya selama ini. Padahal Lembayung tinggal di rumah ini sudah lima tahun, seusia dengan Zulfa. Namun, tak ada tanda-tanda bahwa dia pernah tinggal di rumah ini barang sehari. Semua jejaknya hilang tak berbekas.

"Siapa dia sebenarnya? Harus ku tanyakan besok pada Pak Parmo." gumamku geram.

Aku bangkit dan berjalan cepat menuju gudang. Untung saja aku teringat akan gentong yang mungkin sudah terisi penuh itu. Seketika rasa kesal dan marahku terhadap Lembayung sirna begitu saja setelah mengingat apa yang akan ku dapat.

"Hahahahahahaha..."

"Aaaakkkuuu kkaaayyyaaaa...." ku raup dan ku hamburkan lembaran merah dan biru dari dalam gentong. Begitu banyak lembaran berwarna merah biru itu di dalamnya. Tak hanya itu, emas batangan pun juga terlihat menumpuk di dasar gentong.

"Hahahahaha..." aku tertawa puas dengan apa yang ku lihat. Apalagi mengingat Widi juga sedang hamil anakku dan sebentar lagi akan melahirkan. Itu artinya, kekayaanku akan bertambah tanpa harus menunggu lama. Semua bayangan itu sudah menari-nari di depan mata.

"Hhaaaaaaa.... ternyata seperti ini rasanya jadi orang kaya. Pantas saja banyak orang kaya yang semena-mena dengan orang lain. Jika uang sudah berbicara, apapun bisa di lakukan.

"Hhhhmmm..." aku menghela nafas lega sambil menikmati harumnya tumpukan rupiah yang entah berapa banyaknya. Sebagian ku kibas-kibaskan ke arahku untuk merasakan sejuknya angin dari lembaran-lembaran yang memiliki nilai nominal tinggi.

"Aaahhhh... harumnya. Pantas jika benda ini sangat di cintai. Bahkan orang-orang akan menghalalkan segala cara demi mendapatkan semua ini." gumamku dengan senyum merekah.

Malam ini aku memutuskan untuk tidur di rumah. Lagi pula, aku tak akan boleh masuk ke ruangan ICU jika aku memaksakan untuk datang ke rumah sakit.

"Kemana gadis aneh itu sebenernya." Tiba-tiba saja pikiranku teringat pada Lembayung yang tiba-tiba saja menghilang di saat semua ini terjadi. Apalagi tadi aku sempat melihatnya di dalam ruang perawat ICU, sedangkan mereka sepertinya tidak menyadari keberadaan Lembayung di sana. Ku gapai gawai yang sedari tadi tergeletak di atas meja. Sambil mencari sebuah nomor yang perlu ku mintai klarifikasi tentang Lembayung, otakku berpikir keras dimana sebenarnya anak itu.

"Nah ini." nama Pak Surya terpampang jelas di gawai. Berkali-kali aku mencoba untuk menghubungi beliau, namun tak ada satu pun yang di angkat.

"Ah, ternyata sama anehnya." gumamku kesal. Ku lempar gawai ku ke tempat tidur dan berniat untuk tidur. Lelah sekali rasanya badan karena seharian ini mengalami hal-hal di luar nalar.

"Hahahahaha... puas kamu, Rudi?" tiba-tiba sebuah suara muncul di saat aku baru mulai terlelap.

"Si-siapa kamu?" aku bangkit dan mencari sumber suara.

"Hahahahaha... apa kau mencariku, Rudi?" suara itu kembali terdengar.

"Bayung, aku tahu itu kamu. Keluar kamu. Dimana kamu? Jangan kurang ajar, ya." makiku pada gadis aneh yang lima tahun ini tinggal di rumahku.

"Hahahaha... Kamu penasaran siapa aku?" tanya suara itu. Tubuhku gemetar mendengar suara yang menggemamenggema di kamar. Entah dari mana asal suara itu.

Brraaaakkk... pintu kamar tiba-tiba terbuka sendiri lalu di banting dengan keras. Rupanya teror gaib belum berakhir.

1
ChaManda
kasian aryaa/Whimper/
Srikandi Aulia Deandra
Bu Wati jangan2 ibunya pak Rudi ya😁
FiaNasa
terlambat....penyesalan itu slalu dtangnya terlambat pak.rudi..nikmatilah smua itu atas keserakahan mu pada harta dunia
FiaNasa
ya ampun pak Rudi...anak meninggal tragis gitu malah senyum² mikirin pundi² uang di gentongnya...otakmu udah pindah ke.dengkul kali pak..binatang aja gak tega nyakitin anak tp kamu.....kau lebih rendah dr binatang sekalipun
Endah_Merry: iya.. udh di sesat jalan hidupnya. jdi udh gk mikirin akhirat. yg dia pikirin cuma dunia
total 1 replies
FiaNasa
klau Surti sudah tau Zulfa kayak Arya dulu knp gak minta bantuan ustad gitu..blo' on gitu surti
Endah_Merry: dia terlalu takut sama suaminya. surti terlalu penurut sama suaminya. akhirnya semua terlambat
total 1 replies
estycatwoman
nice
FiaNasa
smoga Surti gak hamil.lagi kasian
FiaNasa
bagaimana nanti klau Surti tau bahwa Arya dijadikan tumbal oleh suaminya demi harta untuk membahagiakan dirinya
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: Rudinya dijadiin tumbal gantian🤣
total 4 replies
FiaNasa
hidup kaya raya tp didapat dg menjual nyawa anaknya
FiaNasa
sudah buta harta nyawa anak pun tiada artinya
Endah_Merry: iya benar. namanya serakah.
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
terlambat pak Rudy..Ter lam bat..😢😢
Ai Emy Ningrum: nasi liwet ikan asin 😚😙🤤🤤
nasi timbel komplit 🤤🤤
total 5 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
pas udah metong, pak Rudy baru tau kebohongan Widi, telaaaatttt.. /Toasted/
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : yo wis to manut o ae penak.. penak
total 10 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
akhirnya yang ngasih tau kalau itu bukan anaknya pak Rudy adalah si demit, mirisss 😂😂😂
Ai Emy Ningrum: demit nya udah bete bnget tuh roman nya ,pen cepet kelarin ,nge log out nyawa nya pak Rudi 😆😆😆
total 5 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
Bu Wati baik bener, masih mau ngurusin mbah dukun 😥😥
Ai Emy Ningrum: 🐒🐒🐒bntukan ,rupa sampe ke tabiatnya jg sama /Facepalm//Facepalm/
total 17 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
simbah lagi kena azab, sebentar lagi giliran Pak Rudy
Ai Emy Ningrum: -selesai- ..
total 14 replies
Ai Emy Ningrum
ada jg yaaa jin penyadap suara ato jin kepo /Shy/
Ai Emy Ningrum: sambil ngopi sambil gali inpo sana sini 🙈🙈
total 6 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
iiih jangan mau tinggal di rumah itu Bu Surti, ada peliharaannya si bapack #bisik2
Ai Emy Ningrum: setan makan nya kemenyan 🙈🙈
total 12 replies
Ai Emy Ningrum
setan apa yg merasuki ibu Surti?? yg lebih setan tu bapak ,bersekutu dgn setan pula , menjual jiwa bapak pada iblis demi harta😒😒
khilaf tp diterusin,cinta tp mendua..
bullshit 😡
Endah_Merry: di gimanain ya enaknya 🤔🤔hhmm...
total 7 replies
Ai Emy Ningrum
"iya bnr bapak yg menumbal kan anak2 kita buk"
🥲 iisshh lama nyaa terungkap ,kasihan buk Surti 🥺
Endah_Merry: iya bener 🤣🤣
total 13 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
Pak Rudy saya tau bapack gak pinter2 banget, tapi mbok ya jangan bodoh2 banget juga gitu loh 😋
Ai Emy Ningrum: mantap 👍🏻👍🏻😍😍
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!