NovelToon NovelToon
Istri Yang Digadaikan

Istri Yang Digadaikan

Status: tamat
Genre:Suami Tak Berguna / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Tamat
Popularitas:124.2k
Nilai: 5
Nama Author: Indriani_LeeJeeAe

Karena Kalah berjudi Audrey digadaikan suaminya kepada pemilik bar sekaligus pewaris hotel bernama Akandra.

Awalnya semua berjalan rumit bagi Audrey, hidup yang ia dambakan akan berjalan lurus, nyatanya tak seperti bayangan yang ia idamkan.

Menjadi seorang budak bagi Audrey menjadikan mimpi buruk bagi dirinya setiap malam.

Akan tetapi, ketika semua hal yang ia anggap mengerikan ternyata berbanding terbalik dari semua asumsinya, dan lambat laun ia merasa nyaman dengan sikap Akandra padanya.

Lantas, apakah Audrey akan tetap bersama Akandra atau kembali pada suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indriani_LeeJeeAe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 > Akandra Yang Usil

"Kak, aku mau bicara sesuatu," ujar Audrey sembari menoleh ke samping.

"Katakan, aku akan dengarkan itu," timpal Akandra tanpa menoleh sedikitpun.

"Besok aku akan pergi,"

Ckitt!

Seketika Akandra langsung menghentikan mobilnya saat itu juga. Kedua bola matanya membelalak dengan sempurna. Dia yang awalnya tetap fokus menatap ke depan dan memperhatikan jalanan, kini kedua matanya tertuju pada Audrey.

"Apa maksudmu? Kamu mau pergi ke mana?" tanya Akandra dengan mimik yang serius.

"Aku berencana untuk tinggal di kontrakan. Aku tidak mungkin terus-terusan tinggal satu atap denganmu, Kak. Kita belum menikah, tidak baik jika kita tinggal satu atap walaupun beda kamar. Aku harap Kakak tidak keberatan," jelas Audrey dengan tatapan yang teduh.

"Apa kamu tidak percaya padaku, Audrey? Apa kamu mengira aku akan menodaimu?"

"Bukan begitu, Kak. Kakak salah paham. Aku hanya akan tinggal satu atap dengan Kakak jika kita sudah menikah. Dan untuk sekarang, kita tinggal pisah dulu ya. Tapi, jika Kakak mau, Kakak bisa berkunjung ke kontrakanku kapan pun Kakak mau." Audrey tersenyum manis membuat gigi-giginya yang rapi terlihat.

"Baiklah, jika itu maumu. Aku tidak akan keberatan. Aku akan menyuruh Daniel untuk membeli apartemen untukmu. Aku tidak ingin kamu tinggal di kontrakan yang biasa. Aku juga akan menyewa dua bodyguard untuk berjaga di depan unit agar mantan suamimu tidak bisa menemuimu," jelas Akandra dengan bibir yang cemberut.

"Ya Allah, Kakak. Sampai segitunya, Kakak ini. Ingatlah, aku ini sudah dewasa, aku tidak butuh bodyguard. Aku bisa mengurus diriku dengan baik. Kakak tidak perlu cemas akan hal itu. Dan mengenai Devanka, dia tidak akan berani menemuiku. Percayalah padamu," bujuk Audrey sembari memegang tangan kekar Akandra.

"Bagaimana caranya? Sepertinya kamu lupa, seperti apa Devanka itu. Aku mengenal dia dengan sangat baik. Aku yakin dia akan mencarimu lagi pada saat uangnya sudah habis. Kita lihat nanti."

"Itu tidak mungkin. Dia sudah menandatangani surat itu."

"Kita lihat saja nanti." Akandra tersenyum kecut sembari melajukan mobilnya.

****

Panti asuhan Harapan Mama ....

Setelah beberapa menit kemudian, Akandra dan Audrey pun telah sampai di panti asuhan. Dia memarkirkan mobilnya diparkiran yang sudah disiapkan. Setelah itu, datang seorang security dan dengan sigap membantu Akandra menurunkan box berukuran besar yang berisi nasi kotak kebuli.

"Bawa semua box ini masuk, Pak. Kami akan pergi menemui Ibu panti terlebih dahulu. Ayo, Audrey." Akandra mengajak Audrey.

"Baik, Tuan." Security itu pun menuruti perintah Akandra.

Sementara itu Akandra dan Audrey berjalan menuju ruangan Ibu panti. Sesampainya di depan pintu, Audrey mengetuk pintu sebanyak tiga kali. "Silakan masuk," ucap Ibu panti dari dalam.

Mereka pun segera masuk dengan mengucapkan salam secara bersamaan. "Nak Audrey, Nak Akandra?" panggil Ibu panti seraya beranjak dari meja kerjanya.

Kemudian Ibu panti menyambut kedatangan Akandra dan juga Audrey.  "Ibu, bagaimana kabarnya?" tanya Audrey sambil mencium punggung tangan Ibu panti.

"Alhamdulillah, baik. Bagaimana dengan kalian?" Ibu panti balik bertanya pada Audrey dan juga Akandra.

"Alhamdulillah, kami baik." Audrey tersenyum ramah.

"Syukur alhamdulillah. Silakan duduk." Ibu panti mempersilakan Audrey dan Akandra duduk.

Audrey dan Akandra menanggapinya dengan senyuman sembari duduk berhadapan dengan sang pemilik panti. "Kalian mau minum apa?" tanya Ibu panti.

"Tidak perlu, Bu. Tujuan kami datang ke mari ingin memberikan nasi kebuli khusus untuk anak-anak panti. Selain itu, kami juga ingin bersilaturahmi," jelas Akandra.

"Apa yang dikatakan Kak Akandra memang benar, Bu. Kami datang ke mari ingin mengajak anak-anak untuk makan nasi kebuli bersama. Dan Ibu tahu? Yang memasak nasi kebuli adalah Kak Akandra sendiri," sahut Audrey sembari menoleh ke arah Akandra.

"Benarkah? Kalau begitu, nasi kebulinya pasti enak sekali," puji Ibu panti.

"Itu tidak benar, Bu. Saya baru membuatnya dua kali, semoga saja rasanya tidak mengecewakan anak-anak," jawab Akandra dengan sedikit senyuman.

"Ya sudah, sekarang kita temui anak-anak dan makan bersama, mari." Ibu panti mengajak Audrey dan juga Akandra.

"Iya, Bu. Mari." Audrey beranjak dari duduknya.

Begitupun dengan Akandra. Dia beranjak dari duduknya dan mengikuti Audrey beserta Ibu panti. Mereka bertiga berjalan menuju salah satu ruangan. Ibu panti membuka pintunya dan mereka bertiga masuk.

Tak lama kemudian, security datang dengan membawa box yang berisi nasi kotak kebuli. "Pak, bantu Nak Audrey dan juga Nak Akandra. Saya akan panggilkan anak-anak dulu," ujar Ibu panti pada security.

"Baik, Bu."

Ibu panti pun segera meninggalkan ruangan tersebut dan berjalan menuju kamar anak-anak. Sementara itu, Akandra dan juga Audrey menyusun makanan agar mudah ketika dibagikan kepada anak-anak nanti. Tak membutuhkan waktu lama, kini mereka mendengar suara anak-anak beserta langkah kakinya menuju ruangan itu.

Dan benar saja, tak lama kemudian Ibu panti datang bersama anak-anak. "Assalamu'alaikum," ucap Ibu panti bersamaan dengan anak-anak.

"Wa'alaikumsalam," jawab Akandra, Audrey dan security.

"Anak-anak, duduk dengan rapi di sebelah sana. Ibu akan sampaikan sesuatu," ujar Ibu panti.

Dengan cepat semua anak-anak pun duduk di tempat yang Ibu panti tunjukkan. Setelah itu, acara pun dimulai. "Anak-anak, apa kalian masih ingat dengan Kakak yang satu ini?" tanya Ibu panti kepada seluruh anak panti.

"Tentu saja, Kakak ini 'kan Kak Akandra, tunangannya Kak Alessa," jawab salah satu anak panti yang berjenis kelamin perempuan.

Deg!

Seketika pandangan Audrey langsung tertuju pada Akandra. Begitupun dengan Akandra. Dia menoleh ke arah Audrey.

Akandra dengan cepat berdiri dan menyapa seluruh anak panti, guna mengalihkan pembicaraan mengenai mendiang Alessa. "Assalamu'alaikum, anak-anak," ucap Akandra dengan senyuman yang ramah.

"Wa'alaikumsalam, Kak Akandra," jawab anak-anak serentak.

"Bagaimana kabar kalian? Kakak beryukur karena kalian masih mengingat Kakak sampai sekarang. Oh iya, Kakak mau memperkenalkan calon istri Kakak sekarang," jelas Akandra seraya menoleh ke arah Audrey.

"Alhamdulillah, Baik. Siapa calon istri Kakak? Apakah Kak Alessa? Di mana Kak Alessa? Kenapa Kak Alessa tidak pernah datang ke panti?" salah satu anak panti membanjiri Akandra dengan beberapa pertanyaan.

"Alessa sudah pulang beberapa tahun yang lalu. Sekarang calon istri Kakak adalah Kak Audrey. Dia adalah saudarinya Kak Alessa. Sayang, perkenalkan dirimu." Akandra mengulurkan tangannya pada Audrey.

Audrey pun berdiri. "Halo, anak-anak. Sepertinya kalian sudah tahu siapa Kakak. Meski begitu, Kakak akan memperkenalkan diri lagi kepada kalian. Perkenalkan Kakak, Audrey. Kakak adalah--"

"Calon istrinya Akandra," potong Akandra sembari tertawa kecil.

"Cieee!" Anak-anak bersorak melihat keusilan Akandra.

Audrey yang melihat serta mendengar itu hanya tersenyum kecil dengan wajah yang sedikit merona bak kepiting rebus. Dia benar-benar tersipu malu karena ulah Akandra. Ibu panti yang melihat anak-anak bersorak pun ikut tertawa kecil.

****

Stay tune :)

1
Inasitinurhasanah
alur nya bikin bagus tpi baca bab alesa dan .....berhubungan badn jdi muak
Jetva
UNTUNG LANGSUNG LIAT AKHIRX...KLO GA KENA TIPU...
edi susanto
kalau suami nya seperti ini, kasih sianida aja..itu kata dari orang lain bukan aku
edi susanto
aku masih menghargai karyamu.. karena membuat novel tak semudah yang dibayangkan..
edi susanto
buatlah musim kedua
edi susanto
ayolahh/Smile/
edi susanto
em...mungkin ada musim yang kedua ayolah...
Alanna Th
lhooo, tamatnya kq begini???
nyesel deh aq baca karyamu, thor /Sob//Brokenheart//Brokenheart//Brokenheart/
Alanna Th
Luar biasa
Alanna Th
sblm mmprtemukn kakek dg audrey, rupanya akandra blm cerita 'sejarah' audrey, shg kakek trkejut dg cerita alessa
Alanna Th
hanya tindakan tegas akandra yg bisa mnghentikn alessa dari prbwtn biadabnya
Alanna Th
mungkin mntn pcr prtm akandra opas jadi alessa utk mrebut akandra???
Alanna Th
waaa, bisa" dnikahkn warga nie
Emi Kurniawati
Luar biasa
Juan Sastra
sebenarnya terlalu banyak kalimat rancu 🙏🙏🙏
Li Pena: mohon maaf ya, Kak. atas ketidaknyamanannya. saya sedang belajar kepenulisan juga. 🙏 saya akan perbaiki kekurangan saya. Terima kasih sudah mengoreksi karya saya 🙏ᥬ😇᭄
total 1 replies
Juan Sastra
punya istri cantik justru di gadaikan lalu memungut lacur jalanan.. audrey kok betah malah minta di bunuh segala,, jadi wanita jgn terlalu bego napa,,heh audrey dunia tak selebar daun kelor
Li Pena: Hehe, Sabar, Kak. Masih pagi. mari kita ngopi dulu ᥬ🤭᭄
total 1 replies
Juan Sastra
nuntut cerai aja drey,, minta bantuan kandra
Juan Sastra
ceraikan dulu bik lina masa poliandri
Juan Sastra
apa persyaratannya thorr..kok ggak di sebut
Juan Sastra
sudah tua masih labil aja pak akandra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!