Ibarat air dan minyak yang tidak akan pernah bersatu begitu lah Elang dan Ayah nya. Om Wijaya ingin jika Elang menjadi dokter namun beda lagi dengan Elang yang memiliki hoby balapan liar.
Elang Samudra seorang cowok berandal yang hobi balapan liar. Baginya, kehidupan malam lebih indah di banding kehidupan nya yang berantakan.
Walaupun Elang terlahir dari keluarga kaya raya namun Elang selalu merasa kesepian. Sang ayah terlalu sibuk dengan kerjaan nya. kakak nya yang bernama Revan juga sibuk mengajar di kampus. Sedangkan ibu nya selalu terlihat murung kadang juga ibu nya sering melakukan percobaan bunuh diri.
Namun karena sebuah peristiwa, Elang terpaksa menikahi seorang gadis cantik yang baik hati. Apakah kehadiran gadis tersebut dapat merubah kehidupan kelam Elang? Yuk baca novel author 🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SENJA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
UKS
Namun baru beberapa langkah tubuh Elina malah tersungkur di tanah karena kelelahan. "Elina" teriak Aldo yang pertama kali melihat Elina pingsan dan segera menghampiri nya.
Dan dengan cepat kakel yang berada di lapangan pun menghampiri Elina. "Cepat bawa ke ruang UKS" perintah Reno pada Aldo yang sedang memangku kepala Elina, Aldo nampak khawatir karena wajah Elina sangat pucat.
Mendengar instruksi dari Reno, Aldo dengan cepat menggendong Elina menuju UKS di temani oleh Adhyt, sedangkan Reno segera mencari Elang dan Ryan.
Reno berlari menyusuri koridor sekolah sembari celinguk kan mencari keberadaan Elang dan Ryan. Hingga akhirnya Reno bisa bernafas lega saat melihat Elang baru saja keluar dari ruangan pak Haris. "Lang" teriak Reno menggema.
Elang menekuk alis menatap Reno yang berlari ke arah nya. "Ada apa?" tanya Elang saat Reno sudah berada di depan nya dengan nafas terpenggal.
"Elina pingsan di lapangan" kata nya sembari sedikit menunduk seraya memegang kedua lutut sebagai tumpuan.
Terlihat jelas raut wajah Elang berubah drastis. "Sekarang dia di mana?" tanya Elang to the point.
"Gue suruh Aldo buat gendong Elina ke UKS*
"Ck!" Elang berdecak mendengar bahwa Elina di gendong oleh pria lain namun di sisi lain, Elang nampak panik dan khawatir sembari berlari menuju UKS, fikiran Elang sudah tak karuan. Namun saat sampai di UKS Elang di buat terkejut melihat Aldo yang duduk di samping Elina sembari memegang kedua tangan Elina.
Dan yang buat Elang lebih terkejut adalah Elina, ternyata Elina tidak pingsan dan sekarang Elina terlihat tersenyum pada Aldo bahkan Elina tidak marah sama sekali saat Aldo memegang tangan nya.
Entah mengapa Elang merasa marah saat melihat interaksi mereka berdua yang seperti layak nya orang yang sudah lama dekat. "Sialan!!" Elang mengumpat lalu pergi dari UKS dengan keadaan marah.
Sebenarnya Elina tidak pingsan, hanya saja rasa lelah yang tak dapat dia tahan lagi dan pandangan nya juga tiba- tiba buram hingga tubuh Elina terjatuh begitu saja ke tanah.
****
"Lang, makan dulu" sembari mengunyah nasi, Reno meminta Elang untuk segera makan karena dari tadi pria itu hanya diam saja tanpa menyentuh makanan nya.
"Lo kenapa sih lang?" tanya Ryan sembari memperhatikan pandangan Elang yang terus tertuju pada ruangan UKS "Makan dulu gih Lang, kasian tuh nasi dah mohon mohon buat di makan tapi di anggurin aja" celoteh Adhyt.
Plakk
"Bisa diem ngak lo!" kata Elang sembari melemparkan kerupuk ke arah Adhyt yang dengan tepat sasaran mengenai kepala Adhyt.
"Kerupuk di makan bukan di lempar" tegur Ryan pada Elang, "Lagian lo kenapa sih Lang kayak ngak mood gitu" tanya Ryan namun Elang hanya diam saja.
"Kacang kacang" ucap Adhyt sembari tertawa puas karena sudah dua kali Ryan bertanya namun tidak di gubris oleh Elang.
"Nyesel gue bertanya" ucap Ryan lalu kembali menyantap nasi kotak yang di berikan oleh pak Haris.
Beberapa menit kemudian saat mereka hampir menyelesaikan santapan nya, Vira datang ke arah mereka dengan nafas yang tersenggal senggal.
"Lang" Elang seolah tidak perduli saat Vira memanggilnya dan terus menyuapi nasi ke dalam mulut tanpa perduli keberadaan Vira.
"Lo kenapa dah Vir, di kejar setan lo?" tanya Reno kemudian.
Vira menunjuk ke arah UKS "Itu.. Elina" mendengar nama Elina, seketika raut wajah Elang berubah drastis. "Kalian, lo harus ikut gue, Elina butuh bantuan"
Elang lalu berdiri. "Elina kenapa" tanya Elang datar namun terlihat jelas raut wajah khawatir.
"Elina alergi makanan" ucap Vira namun belum sempat Vira menjelas kan kronologi nya, Elang sudah berlalu dari hadapan mereka dan kembali berlari menuju UKS.
revan juga salah kenapa gk ngasih tau ortunya itu sama aja malah membuat elang semakin buruk di mata ayah dan bunda kalian