(KARYA EVENT PERCINTAAN NON HUMAN)
Menceritakan tentang gadis berdarah suci bernama Lily 18 tahun ,seorang tunawisma kasta rendah di wilayah Switzerland.
Lily rutin menjual darahnya di pusat bank darah kota, hingga suatu hari datang seorang pria menawarkan kerja sama.
"Tuanku sedang sakit dan butuh darahmu untuk terapi." ucap asisten Mouhan.
"Berapa kalian akan membayar ?" kata Lily penasaran,
"Per kantong akan kami bayar 10ribu dollar, dengan syarat.. "
"Baiklah,kapan kita mulai ??" Lily antusias menyanggupi tanpa berpikir dua kali.
Tanpa Lily sadari jika Kastil tempat dia bekerja adalah milik keluarga Vampir ras murni klan Salvatore,dan tuan muda yang dimaksud adalah Pangeran Jonathan.
Suatu hari Pangeran Jonathan menginginkan Lily untuk jadi kekasihnya, disisi lain ada pangeran Damon yang juga tertarik mendapatkan darah suci Lily.
Siapakah yang berhasil mendapatkan darah perawan suci Lily ? dan bagaimana akhir percintaan non human mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sweet_mochi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 Hari terakhir
Kamar pangeran Jonathan saat ini memiliki atmosfer yang sangat tidak bersahabat, bagaimana kedua orang tua pangeran Jonathan duduk dengan angkuh di sebuah sofa panjang dekat jendela dengan raut muka dingin dan serius menatap ketiga orang yang baru saja masuk dari arah pintu.
Tampak raja Claude sedikit mengerinyitkan dahi saat melihat sang putra menggandeng wanita yang bukan calon istrinya.
Apa apaan anak itu.. geram ayah Claude saat Nathan sama sekali tidak gentar saat netra mereka bertumpu.
Suara derap langkah kaki ketiga anak muda yaitu Nathan, Alicr dan Lily terhenti dalam jarak beberapa meter dari raja dan ratu.
"Ayah.. ibu.. " ucap Nathan memberikan salam hormat diikuti Alice, sedangkan Lily masih hanya berdiri membeku di samping Nathan.
"Putraku Nathan.. astaga sudah lama sekali ibu tidak melihatmu, kemarilah.. " ibu Claudya melangkah menghampiri Nathan sambil merentangkan tangan untuk memberi pelukan hangat ibu kepada anak.
Ibu Claudya dan Nathan berpelukan beberapa saat hingga, sesuatu menggoda sudut mata ibu Claudya.
Usai mengurai pelukan, ratu Claudya melirik menatap kearah Lily. Lirikan mata yang cukup tajam dan membuat Lily merasa gemetar takut disaat yang bersamaan.
"Apakah ini terapismu sayang ?" tanya ibu Claudya pada Nathan dengan pandangan tertumpu sepenuhnya pada Lily.
"Iya.. dan kami juga.. " hampir saja Nathan mengucapkan jika mereka kini adalah sepasang kekasih tapi ibu Claudya menyela dengan cepat, "Cantik.. dan unik.." tiba tiba saja sosok wanita berdarah suci itu menarik perhatian ibu Claudya.
Seett.. dalam satu gerakan cepat ibu Claudya sudah berdiri menatap intens ke arah Lily yang masih gemetar ketakutan.
Bagaimana Lily tidak ketakutan jika sosok yang berdiri hadapannya saat ini adalah seorang ratu vampir yang memiliki aroma khas bunga mawar dan sedikit amis darah.
Seketika tekanan udara disekitar Lily semakin sesak, Lily seperti kesulitan bernafas dan.. Tarik nafas.. hembuskan.. ayolah Lily jangan sampai pingsan. batin Lily.
"Dari mana asalmu nona.. " tanya ibu Claudya tanpa mengalihkan tatapannya pada Lily.
"Sa.. saya.. " Lily tidak bisa berkata kata, wajahnya pucat pasi seakan otak Lily ikut membeku.
Eghem..
"Ayah.. ibu.. maaf, bukankah ada hal yang lebih penting saat ini? " tiba tiba Alice menyela dan mengalihkan perhatian ibu Claudya.
"Ah.. iya benar. Baiklah.. " ibu Claudya kembali duduk di samping sang suami.
"Nathan.. Alice.. pernikahan kalian akan dipercepat dan sebaiknya kita semua segera kembali ke istana utama, bukankah kondisimu sudah pulih sepenuhnya Nathan ?" ucapan sang ayah membuat Nathan berpikir cepat.
Apa yang terjadi, kenapa tiba tiba jadi begini.. batin Nathan yang ditambah refleks menggenggam erat tangan Lily.
"Dan kamu, Lily.. tugasmu sebagai terapis putraku selesai sampai disini. Setelah ini mungkin kamu bisa segera kembali ke tempat asalmu di dunia manusia. Apa ada hal yang ingin kamu sampaikan sebelum pergi ?" ayah Claude membuat Lily semakin tergagu, tidak tahu harus menjawab bagaimana.
"Tu.. tuan.. saya akan terima apapun kepitusan yang anda berikan. " jawaban singkat Lily membuat Nathan terkejut, "Apa katamu Lily.. kamu tidak boleh tunduk pada siapapun kecuali aku, mengerti !" nada bicara Nathan pelan namun tegas.
"Lily ada di bawah perlindunganku ayah, ayah tidak berhak mengatur apa yang harus dia lakukan. Dia akan selalu bersamaku, titik !" Nathan berbicara tegas menatap ayahnya dengan berani.
Ayo cari Nathan,Nathan juga lg bersama Lily setelah mlm panjang mereka..