Sequel AIR MATA CINTA ALANA
Gadis cantik yang di jual oleh Ayah Kandungnya pada seorang juragan sapi di kampungnya,memliki lima orang istri dan gadis yang bernama Aurora itu akan di jadikan istri ke enamnya, karena tidak ingin di jadikan selir akhirnya Aurora lari ke kota dan bekerja sebagai Maid.
Aurora bahagia bisa lari dari desa dan mendapatkan pekerjaan di kota,namun kebahagiaan Aurora tidak bertahan lama saat kehormatannya di renggut dan menyisakan benih di rahimnya.
ALDRICK LOUIS EL BARAK,putra Alana dan Aldrick,Pria kejam yang tidak mengenal kata ampun, malam itu dirinya pulang dalam keadaan mabuk dan terpengaruh obat perangsang sehingga tanpa sadar merenggut kesucian Aurora.
Apakah Aldrick akan bertanggung jawab atau justru sebaliknya??
Baca yuk!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ido fawaiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bayi Tua
Happy reading guys 😘😘😘
Hari hari Aurora lalui dengan penuh kebahagiaan, namun dia terkadang kesal sendiri pada Aldrick yang merebutkan diri nya dengan sang putra, seperti saat ini Aldrick ngotot tiduran di paha Aurora, sementara Brian minta di pangku Aurora jadi keduanya saling pandang dengan tajam.
"Papa bangun,,, jangan tidul cama Mama !" usir Brian.
"No,,! Papa akan carikan kamu pengasuh biar tidak mengganggu istri Papa."
"Ini Mama Blayen bukan Istli Papa."
"Mas,,, mengalah sedikit ya sama Brian." ucap Aurora.
"Papa Cudah tua ." ejek Brian.
Mendengar ejekan Brian Aldrick malah memeluk perut Aurora membuat Brian makin kesal, dia menarik rambut Aldrick.
"Akh,,, lepasin Boy."
"Papa Nakal, lasain,, lasain."
"Sayang,, tidak boleh seperti itu Papanya kesakitan loh." ucap Aurora lembut.
Tapi Brian tetap menarik rambut Aldrick dan Aldrick tetap memeluk perut Aurora.
Tidak tahu lagi Aurora memisahkan keduanya, mereka mulai merebut kan Aurora sejak Brian berusia tiga tahun, menurut Aldrick Brian mulai menyita seluruh waktu Aurora.
"Lepasin Boy,, nanti Papa botak ."
"Bialin caja Papa Botak, bial Mama tidak cayang lagi cama Papa."
"Dasar bocah edan, anak siapa sih kamu."
"Blayen anak Mama Aulola."
Aurora yang sudah jengah dengan keduanya langsung menarik telinga Aldrick dan Brian.
"Ahk,,, Cakit Ma."
"Akh,, Dear sakit,,."
Ucap Aldrick dan Brian bersamaan.
"Kamu itu Mas,, kenapa suka sekali sih menggoda Brian."
"Dan Brian tidak boleh gitu sama Papa."
"Papa Jahat nanti Mama culuh cali Papa Balu saja."
" Hah,,, Kalau kamu cari Papa baru,nanti siapa yang akan membelikan Brian Mainan, Es krim dan Coklat yang banyak?"
"O,,, Iya Blayen lupa Papa Blayen kan olang paling kaya, gak jadi lah cali Papa balu takut nanti dapat yang miskin."
Aurora tidak tahu lagi dengan jalan pikiran Brian, meskipun masih kecil tapi suka sekali belanja menghabiskan uang Papanya.
"Good Boy." Aldrick mengelus kepala Putranya bangga.
Tadi saja berantem bagai Tom And Jerry sekarang sudah akur lagi, begitu seterusnya.
Hari terus berlalu berganti Tahun, tidak terasa Sudah lebih dari dua puluh tahun Aurora membina rumah tangga bersama Aldrick, suka duka mereka lewati bersama.
Aurora sangat bersyukur memiliki suami yang baik seperti Aldrick, meskipun kadang sikap posesifnya sangat berlebihan, seperti tidak boleh keluar rumah tanpa dirinya, Aldrick sangat pencemburu bahkan pada Brian sekalipun dia sangat cemburu.
Semenjak Usia Brian lima tahun,Brian sudah terbiasa tidur di kamarnya sendiri, Aurora hanya boleh tidur dengan Aldrick,pergi perjalanan bisnis kemanapun selalu membawa anak dan istrinya, namun semenjak Brian masuk sekolah dasar dia memilih tidak ikut Papanya karena dia selalu ketinggalan pelajaran jika ikut Papanya,Brian hanya meminta agar mengizinkan Liam Anaknya Roy tinggal bersamanya.
Besar bersama membuat Brian dan Liam bersahabat dan akhirnya menjadi orang kepercayaan Brian di perusahaan, Brian terbiasa dengan bisnis mulai usia tujuh belas tahun sehingga saat dua puluh satu tahun resmi menggantikan bisnis Papanya, Aldrick lebih sering menghabiskan waktunya bersama Aurora menghabiskan waktu hingga menua bersama.
"Sayang,,, mau sarapan apa nak?" tanya Aurora meskipun usia sudah tidak muda lagi namun Aura kecantikannya tidak berkurang sama sekali.
"Roti saja Ma." jawab Brian.
Aldrick menatap tajam Brian " Tidak usah merepotkan istri Papa."
"Papa tidak lupa kan jika istri Papa itu Mamanya Brian." balas Brian santai.
"Makan yang banyak Nak." ucap Aurora lembut.
"Terimakasih Ma, sekarang Mama urus bayi tua Mama saja."
Begitulah kehidupan keluarga Aurora setiap harinya,namun dibalik itu semua Aldrick sangat menyayangi Brian begitu juga sebaliknya.
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘