"Memilikimu Dalam Hati 2" merupakan kelanjutan kisah Velix dan Jesi pada novel "Memilikimu Dalam Hati" sebelumnya. Dalam kisah ini, cinta Velix dan Jesi pun kembali diuji meski mereka sudah hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga yang bahagia. Dibandingkan dengan versi 1, di versi ini akan lebih banyak konflik yang menguras emosi pembaca.
Nanti keseruan ceritanya... Dan selalu tunggu updatenya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lhanly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tempat Sujud Yang Sama
"Aku janji aku tak kan melakukannya lagi. Tapi ku mohon biarkan aku di sini. Aku ingin sekali bersama mu." Ucap Velix pada Jessi.
"Baiklah, jangan mengulangi nya lagi." Jawab Jessi.
"Siap bos.." Jawab Velix bercanda.
Jawaban Velix membuat Jessi melupakan kemarahannya dan kemudian menyunggingkan sebuah senyuman.
"Istirahat lah sayang, aku akan menemani mu di sini." Ucap Velix.
"Iya." Jawab Jessi.
Setelah tidur selama hampir satu jam akhirnya Jessi terbangun dari tidurnya.
"Kau sudah bangun sayang?" Sahut Velix seketika saat melihat istrinya itu bangun dari tidurnya.
"Yaa ampun, aku belum sempat sholat Ashar." Jawab Jessi sambil melihat jam weker yang ada di sisi tempat tidur nya.
"Waktu nya masih panjang kok. Ayo sholat bersama ku. Aku sengaja menunggu mu bangun." Ucap Velix.
"Baiklah, aku siap siap dulu." Jawab Jessi sambil bergerak bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi di kamar mereka.
Setelah keduanya siap, mereka kemudian sholat Ashar berdua. Velix menjadi imam nya, Jessi makmum nya. Ini sholat jamaah mereka pertama kali setelah beberapa lama mereka bertengkar tak ada habis nya.
Setelah menjalankan sholat berjamaah, Jessi meraih tangan Velix dan mencium punggung tangan nya. Dengan lembut Velix mengelus kepala Jessi yang masih tertutup dengan mukena itu. dan kemudian mendaratkan kecupan hangat nya di dahi Jessi. Jessi menyambut nya dengan menutup mata nya dan menyunggingkan senyuman manis untuk Velix.
"Maafkan atas semua sikap ku selama ini pada mu sayang." Bisik Velix di telinga Jessi.
"Aku juga minta maaf pada mu. Aku tahu aku juga sudah bersikap tidak layak untuk mu selama ini." Jawab Jessi.
"Kamu makan dulu, lalu aku antar kamu ke bandara ya?" Ucap Velix.
"Iya sayang." Jawab Jessi sambil tersenyum.
Sholat berjamaah. Itulah solusi dari permasalahan Jessi dan Velix. Saat kedua suami istri itu disatukan dalam tempat sujud yang sama hanya untuk menyembah kepada Allah, maka di saat itulah semua emosi dan rasa egois dari kedua nya seakan hilang tanpa jejak. Dan yang tersisa hanyalah rasa cinta yang amat dalam untuk sang pencipta.
Setelah selesai sholat Ashar, Velix mengajak Jessi ke meja makan. Makanan kesukaan Jessi sudah hadir berjejer di sana.
"Kau menyiapkan semua ini?" Tanya Jessi.
"Iya, apa kau suka?" Tanya Velix.
"Tapi kapan?" Tanya Jessi.
"Saat kau tertidur dengan nyenyak nya. Aku tidak bisa memasak, jadi semuanya aku pesan di restoran favorit mu. Hehehehe..." Ucap Velix sambil menggaruk kepala nya.
"Hehehehe... Ini semua makanan kesukaan ku. Makasih ya sayang." Ucap Jessi sambil memeluk Velix.
"Anggap saja ini sebagai ucapan permintaan maaf ku pada mu. Ayo makan." Jawab Velix.
"Tapi ibu ke mana? Aku akan ajak ibu makan bersama kita dulu." Jawab Jessi.
"Ibu tadi pergi, menjenguk teman nya yang sakit. Tapi dia akan segera kembali sebelum kamu berangkat." Jawab Velix.
"Oh begitu, baiklah. Ayo makan." Jawab Jessi.
"Assalamualaikum..." Sahut ibu Robiyah yang baru saja kembali dari menjenguk temannya.
"Waalaikumsalam Bu, kita baru saja masuk makan. Ayo makanlah bersama kami Bu." Ajak Jessi.
"Ibu sudah makan siang nak. Kalian makan lah dulu." Ucap Ibu Robiyah.
"Ajak Sesil makan bersama kalian saja. Ayo masuk nak Sil." Ucap Ibu Robiyah.
"Sesil?" Ucap Jessi.
"Assalamualaikum, hai semuanya." Sahut Sesil sambil tersenyum.
"Waalaikumsalam." Ucap Jessi.
"Nak Sesil ini bertemu ibu di rumah sakit. Dia menolong ibu mencari ruangan teman ibu. Ibu bilang kalau kamu ada di rumah, jadi dia ikut kemari. Dia sudah sangat ingin menemui mu Jess." Jelas Ibu Robiyah.
"Oh, begitu. Mari Sil, ayo makanlah bersama kami." Ajak Jessi.
Sejenak Jessi melirik ke arah Velix, wajah Velix seketika berubah. Baru saja Velix merasakan bahagia karena sudah berbaikan dengan Jessi, sekarang Sesil datang lagi seolah membawa masalah baru dalam rumah tangga mereka.
"Hai Velix, apa kabar." Sahut Sesil pada Velix.
"Eh, Hai... Kalian berdua makan lah. Aku masih ada pekerjaan di kamar." Ucap Velix.
"Sayang, habiskan dulu makanan nya. Duduklah di sini bersama kami." Ucap Jessi.
"Maaf jika kedatangan ku ternyata mengganggu kalian berdua. Saat mendengar kalian berdua ada di sini, aku jadi ingin sekali ikut dengan Tante Robiyah untuk bertemu kalian." Jawab Sesil.
"Apa kau ingin mengatakan sesuatu pada kami? Katakan sekarang saja." Ucap Velix ketus.
"Tidak, tidak. Aku hanya ingin menjelaskan tentang kejadian makan siang kita pada Jessi. Maksud ku agar Jessi tidak salah paham dengan kita berdua." Jawab Sesil.
"Hubungan ku dengan Jessi saat ini baik baik saja. Bahkan sangat baik dari sebelum nya. Jadi, kau tidak perlu menjelaskan apa pun. Jessi tidak menganggap kejadian itu sebagai masalah." Jawab Velix.
"Oh begitu ya. Syukurlah kalau begitu." Jawab Sesil sedikit kesal saat mendengar ucapan Velix.
"Sesil, ayo makanlah bersama kami." Ajak Jessi.
"Baiklah Jess. Terima kasih." Ucap Sesil sambil menarik kursi makan yang berada di depan Jessi.
"Makanan nya enak sekali. Apa kau yang masak semua ini Jess." Ucap Sesil sesaat setelah memakan makanan itu di suapan pertama nya.
"Sama sekali tidak, suami ku yang menyediakan nya untuk ku." Ucap Jessi sambil tersenyum menatap Velix.
"Kau memasak semua ini kah Velix?" Tanya Sesil.
Beberapa saat Sesil menunggu jawaban dari Velix, tapi Velix sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Sesil.
"Velix hanya memesan nya di restoran favorit ku. Dia pilih semua makanan kesukaan ku sampai aku sendiri sangat susah menghabiskan nya. Hehehheh." Jawab Jessi.
BERSAMBUNG...
trs semangat ka Lhanly🤗😘