~S1
Keyra Angelista Mahendra, 21 tahun.
"Aku tidak ingin disalahkan karena hati ... Maaf telah masuk diatara kalian. Semoga kalian bahagia."
Kemanapun angin membawaku pergi, aku selalu bertemu orang-orang dari masa laluku ... Aku juga bertemu dengan orang baru yang selalu membuat masalah dihidupku.
Aku harus memilih salah satu dari tujuh pria yang mendekatiku, untuk menjadi pendamping hidupku, selamanya.
~S2
Kaila Ataya Mahendra.
"Terimakasih sudah mencintaiku ... meskipun awalnya hatimu beku, seperti tak bisa dilelehkan, akhirnya aku berhasil membuatmu mencintaiku, bahkan kamu memperlakukanku lebih baik dari siapapun didunia ini! Terimakasih untuk segalanya, kamu sudah banyak mengajarkanku arti sebuah kesabaran dan penantian. Menyakitkan, tetapi indah pada saatnya," ujar wanita cantik berambut panjang bergelombang itu.
"Tidak ada yang tahu takdir Tuhan, tetapi aku percaya rencana-Nya lebih indah dari yang aku perkirakan," timpal pria kutub.
@emekama_penulis sampah~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emekama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab_34,
Yang masih setia menunggu cerita ini buat update, terimakasih. Selamat membaca. 😁👍
Reyhan segera menyusul Keyra ke tempat yang ditunjukkan oleh nenek tadi.
***
"Permisi, apa Bapak punya kalung seperti ini?" tanya Keyra sambil menyodorkan kalung mahal yang patah tadi.
"Maaf, Mbak, tidak ada kalung seperti itu di sini," jawab pemilik toko.
"Ko ga ada, sih?"
"Ini kalung antik dan harganya sangat mahal, coba cari di kota Q, saya pernah melihatnya di sana."
"Mohon maaf, perjalanan dari sini ke kota Q, berapa lama ya, Pak?"
"Empat jam dengan jalan kaki, satu setengah jam dengan sepeda motor. Karena jalan menuju sana sangat terjal."
Tiba-tiba Reyhan datang dan menyahut. "Boleh saya pinjam sepeda motor, Bapak?"
Pemilik toko itu hanya diam, ragu untuk meminjamkan motornya ke Reyhan.
"Tenang saja, saya akan memberikan Anda uang sama jumlahnya saat Anda membeli motor itu pertama kali," jelas Reyhan meyakinkan pemilik toko tersebut.
Lelaki paruh baya itu terkejut dan ternganga.
"Boleh saya menerima uangnya sekarang?"
Reyhan segera mengeluarkan kartu ATM dari saku celana dan memberikannya pada si bapak.
"Loh, kok warnanya hitam? Ini bisa di tarik ga uangnya, kartu ini sudah kadaluarsa mungkin," celoteh pemilik toko.
"Ini kartu limit milik saya, Pak, silakan ambil sesuai dengan harga motor Bapak. Akan saya tunggu di sini."
Pemilik toko itu masih tidak percaya dengan ucapan Reyhan, ia tak segera menarik uang dari kartu itu dan malah sibuk memerhatikannya.
Reyhan menggebrak kaca yang melindungi perhiasan-perhiasan yang ada di toko itu dengan keras dan membuat kaca di sana retak.
Keyra dan pemilik toko itu tersentak melihat kelakuan Reyhan.
"Saya tidak punya banyak waktu! Hari semakin gelap! Cepat Ambil!" suruh Reyhan dengan mata berapi-api.
"Ba-baik," ucap pemilik toko dengan gugup, ia takut Reyhan akan membunuhnya.
Pemilik toko itu segera menggesekkan black card tersebut ke desktop mini penarik uang miliknya. Reyhan pun menekan sandi di sana agar bisa langsung ditransfer ke rekening bapak paruh baya itu.
Keyra hanya bisa geleng-geleng kepala melihat perlakuan Reyhan kepada orang lain, bahkan orang setua itu.
Bagaimana jika Keyra sudah menjadi isterinya? Apakah Reyhan juga akan memperlakukan gadis itu dengan seenaknya.
Black card, kartu yang hanya dimiliki oleh orang tertentu dan memiliki limit kredit US$ 300 atau setara dengan 4,4 miliar.
Manusia apa, sih, ini? Kan bisa dijelasin baik-baik, maen gebrak aja, batin Keyra sambil geleng-geleng kepala.
***
"Ayo, Key, naik!" perintah Reyhan yang duduk di atas motor yang sudah dibayarnya tadi.
Keyra menurut, ia segera duduk di jok belakang. Reyhan langsung melajukan motor itu dengan kencang. Keyra memegang bahu pria posesif itu dengan erat. Ia berhenti sejenak sebelum melalui jalan yang terjal.
Reyhan meraih tangan Keyra yang ada di bahunya, ia melingkarkan tangan gadis itu di perutnya. Jantung gadis itu berdetak lebih kencang dari biasanya.
"Pegangan yang bener, jalannya terjal, naik turun gunung, tuh!" perintah Reyhan agar gadis itu tidak salah paham dengan apa yang ia lakukan.
"O-oke."
Mereka berdua menuju ke kota Q.
Meskipun jalannya cukup terjal dan membutuhkan banyak waktu untuk tiba di kota Q, Reyhan dan Keyra tidak kecewa karena di suguhi oleh pemandangan yang luar biasa indahnya.
Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, Reyhan tahu gadis itu belum makan sejak pagi. Pria posesif itu terus membujuk Keyra agar mau ikut makan bersamanya.
Keyra sangat keras kepala, ia tidak akan makan sebelum menemukan pengganti dari kalung itu. Meskipun begitu si gadis tetap mengalah dan lebih memilih untuk menuruti kemauan Reyhan daripada ia ditinggalkan di sini atau bahkan bisa saja dibunuh dan di mutilasi oleh Reyhan. Gadis itu geleng-geleng kepala, kembali menormalkan pikirannya yang liar.
Apa lagi yang bisa dilakukan Keyra selain menuruti calon suaminya itu. Calon suami yang tidak diinginkan, sih.
Batu melawan batu bakal jadi api jika sekelilingnya ada kayu bakar.
***
Mereka berhenti di restoran yang menyediakan makanan khas dari kota P, walaupun mereka sekarang ada di kota Q.
Tiwul atau gaplek adalah makanan khas kari kota P, makanan yang berasal dari singkong itu sangat enak bagi mereka.
Apalagi mereka baru kali ini memakannya. Dengan lauk lele bakar yang di atasnya terdapat sambal tomat yang menyegarkan terasa sangat nikmat. Mereka memesan minuman jahe agar tubuh mereka hangat. Karena udara di kota P dan Q lebih dingin dibandingkan dengan kota lain.
Itu disebabkan karena mereka tinggal di daratan tinggi yang masih asri dengan pepohonan.
Setelah selesai makan, Reyhan dan Keyra istirahat sebentar di rumah makan tradisional itu.
"Kita ga bisa lanjutin pencarian malam-malam gini, Key. Malam ini cari penginapan dulu, ya?" sahut Reyhan.
"Apa kita ga buang-buang waktu?"
"Masih sisa dua hari, kita besok masih punya banyak waktu," tegas Reyhan.
"Terus kalo ditanya sama temen-temen gue gimana? Gue harus jawab apa coba?"
"Gue yang bakal jawab. Lo tenang aja," tegas Reyhan.
"Tapi...." gadis itu ragu untuk melanjutkan kalimatnya, ia takut membuat pria itu marah.
Gadis itu akan membiasakan diri dari sekarang untuk menahan amarahnya dan lebih mengalah dari pria keras kepala itu.
Keyra sadar, tanpa bantuan dari Reyhan dia tidak akan menemukan pengganti kalung itu.
Mungkin ia akan dipecat karena kelalaiannya dalam bekerja, bahkan ia bisa masuk penjara.
Intinya gadis itu lebih memilih untuk menjadi air yang bisa meredakan api. Pikirannya sempit, ia tak bisa berpikir lebih jauh lagi untuk sekarang.
***
Setelah berkeliling kota Q hampir dua jam, akhirnya mereka menemukan penginapan dengan kamar kosong.
Kota Q dan P memang terkenal akan wisatanya. Banyak pengunjung dari luar kota berdatangan, bahkan dari luar negeri juga ada beberapa.
Mereka melangkahkan kaki memasuki tempat tersebut, belum sampai lima langkah. Pemilik tempat itu langsung menyahut kedatangan mereka dengan ceria.
"Selamat datang di penginapan Surya Drama. Kalian memasuki penginapan yang tepat sekali. Kamar tinggal satu. Ini kuncinya, silakan!" sahut pemilik penginapan yang tak terlalu mewah itu.
Padahal mereka berdua belum menanyakan apapun tetapi, pemilik tempat itu sudah tahu saja kalau mereka sedang membutuhkan tempat istirahat.
Reyhan segera menerima kunci yang diberikan orang tersebut.
Dengan berat hati Keyra mengiyakan apa saja yang Reyhan sarankan, ia terlalu lelah hari ini.
Semoga gue ga di apa-apain sama Reyhan, walaupun pada akhirnya gue jadi isteri sahnya nanti, batin Keyra sedikit khawatir.
Mohon maaf atas keterlambatan updatenya, saya selalu berusaha meluangkan waktu untuk update.
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORIT.
Terimakasih dukungannya. 😊
bnyak x cownya
si key terkesan murahan gtu