“[Ikan Langka! Hadiah 100 Emas!]”
Beni hanyalah nelayan miskin yang hidup penuh penderitaan. Ia dikhianati istrinya, dijebak hingga terlilit hutang, dan hampir kehilangan harapan hidup.
Namun saat berlayar di tengah badai, ia malah tersesat ke lautan misterius yang dipenuhi bahaya. Di sanalah sebuah sistem aneh tiba-tiba muncul di hadapannya.
Dengan bantuan sistem pengumpul emas, bisakah Ye Fan mengubah nasibnya dan menjadi orang terkaya di lautan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33: Bonus sistem
Kehangatan matahari siang yang mulai menyengat menembus ventilasi rumah kayu membangunkan Beni dari tidur nyenyaknya. Mamun, hal pertama yang ia rasakan bukanlah kesegaran, melainkan sesuatu yang kenyal, halus, dan berbau pasir menempel telak di pipi kanannya.
Beni mengerjapkan mata, mencoba mengumpulkan kesadarannya. Begitu pandangannya jernih, matanya langsung melotot sempurna.
"Apa-apaan?!" seru Beni tertahan.
Ternyata, posisi tidur mereka sudah berubah total. Kepala wanita duyung itu berada di dekat kakinya, sedangkan salah satu kaki mulusnya melintang ke atas dan mendarat dengan sukses di wajah Beni.
Dengan wajah masam, Beni segera menepis kaki wanita itu dari pipinya, lalu bangkit berdiri sambil meregangkan badannya yang terasa kaku.
Ia menatap ke bawah. Wanita berambut hitam itu masih meringkuk di atas lantai kayu yang keras, terbungkus jaket kebesaran Beni. Napasnya teratur, tampak sangat lelap setelah energinya terkuras habis semalam.
Beni menghela napas, rasa jengkelnya sedikit mereda digantikan rasa iba yang samar. "Hm... Kasian juga lihat dia tiduran di lantai dingin begini."
Beni menggelengkan kepala. Ia berjongkok perlahan, menyurukkan kedua tangannya di bawah tubuh wanita itu, lalu mengangkatnya dalam gendongan bridal style menuju satu-satunya kamar di rumah tersebut.
Tubuh wanita itu terasa anehringan namun memiliki kepadatan otot yang tidak biasa, mungkin karena efek fisik makhluk laut.
Beni melangkah hati-hati masuk ke kamar. Ia membungkuk, bersiap membaringkannya di atas kasur kapuknya yang empuk. Namun, tepat saat tubuh wanita itu perlahan menyentuh sprei...
BUGG!
Sebuah hantaman mentah mendarat telak di pipi kiri Beni.
"Aw!" Beni memekik spontan.
Sentakan mendadak itu membuat Beni refleks melepaskan tangannya. BRUK! Wanita duyung itu jatuh bebas ke atas kasur.
Ajaibnya, bukannya terbangun karena benturan, wanita itu hanya menggeliat pelan, memeluk bantal Beni erat-erat, lalu kembali mendengkur halus dengan posisi membelakangi Beni.
Beni berdiri mematung di tepi kasur, mengusap pipi kirinya yang terasa berdenyut-denyut. "Aduh, kampret! Ngigo apaan sih nih cewek sampai-sampai mukul?! Kuat banget lagi tenaganya!" umpat Beni dengan bisikan penuh kekesalan.
Sambil terus mengomel dalam hati, Beni berjalan keluar kamar dan melirik jam dinding tuanya. "Sudah siang saja. Aku harus mempersiapkan semuanya untuk restoran."
Mengingat ruko yang baru disewanya di kota masih kosong melongpong, Beni sadar ia butuh modal besar untuk membeli meja, kursi, peralatan dapur modern, hingga dekorasi.
Ia membuka layar virtual sistem miliknya. Tatapannya tertuju pada tumpukan belasan ikan spiritual rendah dan beberapa ikan level 1 hasil tangkapan semalam yang tersimpan rapi di ruang penyimpanan.
"Ya sudahlah, ikan masih bisa dicari lagi. Sekarang, yang paling butuh adalah uang tunai buat modal," gumam Beni mantap. Ia memilih opsi untuk menjual seluruh sisa tangkapannya ke toko sistem.
DING!
[Penjualan Massal Berhasil! Tuan Rumah mendapatkan 500 Emas!]
[Pemberitahuan Khusus: Selamat! Karena Tuan Rumah berhasil melakukan penjualan bersih tanpa menyisakan stok dalam satu sesi, Bonus 500 Emas ditambahkan!]
[Jumlah total Emas Tuan Rumah saat ini: 1000 Emas!]
[Apakah Tuan Rumah ingin menukarkannya? Ya/Tidak]
Beni terbelalak menatap angka 1000 keping emas yang berkilauan di layarnya. Rasa nyeri di pipinya akibat pukulan tadi langsung sirna tak berbekas. Sebuah senyum bahagia yang sangat lebar terukir di wajahnya.
"Beneran nih, my sistem tercinta? Kau tidak sedang bercanda kan?" tanya Beni dengan nada super manis yang dibuat-buat, saking bahagianya.
DING!
[( ̄へ  ̄ 凸]
[Peringatan: Nada bicara Tuan Rumah terdeteksi sangat menjijikkan! Menjauhlah dari layar kesadaran!]
"Sialan! Kau benar-benar menyebalkan, Sistem!" Beni mengumpat dengan wajah jengkel, meskipun hatinya tetap bersorak kegirangan. Dengan cepat, ia menekan tombol konfirmasi. "Ya sudahlah, tukar saja semuanya!"
DING!
[Memproses Penukaran: 1000 Emas berhasil dikonversi menjadi 100.000.000 (Seratus Juta)!]
DING!
[Bonus Tambahan: Selamat! Karena ini adalah pertama kalinya Tuan Rumah menukarkan nominal 1000 Emas, Bonus 100.000.000 tunai diberikan!]
[Total Uang Fana yang Diterima: 200.000.000! Uang telah dimaterialisasi ke dalam bentuk fisik di inventaris!]
Beni yang awalnya jengkel karena dihina sistem langsung membeku. Sedetik kemudian, tawa lepasnya pecah memenuhi rumah kayu tersebut.
"Hahaha! Aku kaya! Jadi ini rasanya punya banyak uang?!"