NovelToon NovelToon
My Cold Husband, Rafael

My Cold Husband, Rafael

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Noor.H.y

Patah hati setelah memergoki kekasih yang begitu ia cintai berselingkuh di belakangnya, membuat Kanaya menyerah pada keadaan. Dengan hati yang masih terluka dan kecewa, ia akhirnya menerima perjodohan yang sejak lama telah direncanakan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria bernama Rafael. Seorang pria tampan namun dingin, tenang, dan sulit di tebak.
Bagi Kanaya, pernikahan itu hanyalah jalan pelarian untuk mengubur rasa sakit hatinya. Namun, siapa sangka dibalik sikap Rafael yang kaku dan tak perduli, tersimpan ketulusan yang perlahan mampu membuat hati Kanaya kembali percaya pada cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noor.H.y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Makan malam

Tok... Tok... Tok...

Suara ketukan terdengar di balik pintu ruang kerja Rafael.

"Masuk."

Pintu pun terbuka perlahan. Andra melangkah masuk dengan map berwarna hitam ditangannya. Pria itu berjalan mendekati meja kerja Rafael yang masih fokus menatap layar laptopnya.

"Ada beberapa berkas yang perlu anda tanda tangani, Pak." ucap Andra profesional.

Rafael mengalihkan pandangannya dari layar laptop, lalu menerima map yang di sodorkan kepadanya. Ia membuka satu persatu dokumen tersebut, membaca isinya dengan teliti sebelum membubuhkan tanda tangannya.

"Bagaimana hasil pertemuan dengan pihak Sentra Karya ?" tanya Rafael tanpa mengangkat kepala.

"Berjalan lancar Pak. Mereka menyetujui seluruh poin kerja sama yang kemarin anda ajukan. Draft kontraknya juga sudah mereka kirim dan siap di proses."

Rafael mengangguk singkat.

"Baik. Minta tim legal meninjaunya sekali lagi sebelum di tandatangani."

"Baik, Pak."

Andra terdiam beberapa detik sebelum kembali membuka suara.

"Oh ya pak. Pak Handoko meminta kesempatan sekali lagi untuk bertemu Bapak, untuk membahas tentang Proyek baru di Bogor."

Tangan Rafael yang sedang membalik halaman dokumen berhenti sejenak.

"Apa malam ini masih ada jadwal meeting ?" tanya Rafael.

Andra terdiam sejenak, ia membuka tablet di tangannya lalu mengecek jadwal Rafael hari ini.

"Kebetulan terakhir meeting anda jam lima Pak. Sehabis itu tidak ada jadwal lagi," lirihnya.

"Baik, kabari dia. Untuk bertemu nanti malam di tempat biasa saja."

"Baik, Pak."

Andra mengangguk hormat, lalu berbalik meninggalkan ruangan.

* *

Setelah selesai meeting, Rafael berjalan keluar dari kantor dengan langkah tenang. Jas abu-abu gelap yang membalut tubuh tegapnya masih terlihat rapi meski seharian dipakai bekerja. Ia kemudian masuk ke dalam mobil dan melajukan kendaraanya untuk menemui salah satu rekan bisnis yang telah membuat janji dengannya.

Lalu lintas malam itu cukup padat. Rafael mengemudikan mobilnya dengan fokus. Hingga mobil nya melaju di jalanan yang cukup sepi, perhatiannya teralihkan oleh keributan kecil di tepi jalan.

Seorang pria nampak tengah beradu argumen dengan seorang wanita. Suara mereka memang tidak terdengar dari dalam mobil Rafael, namun gerak-gerik keduanya cukup jelas terlihat. Pria itu terlihat emosi, sementara wanita tersebut berusaha melepaskan genggaman tangannya.

Rafael sedikit memperlambat laju mobilnya.

Keningnya berkerut saat melihat pria itu tiba-tiba menarik paksa lengan sang wanita.

Tatapan Rafael menyipit. Entah mengapa sosok wanita terasa tak asing dan familiar baginya.

Ia memperhatikan lebih seksama dari balik kaca mobil.

Rambut panjang bergelombang, tubuh mungil, dengan wajah cantik yang kini terlihat kesal dan tidak nyaman.

"Kanaya," bisiknya.

Rafael langsung menginjak rem perlahan hingga mobilnya berhenti di pinggir jalan.

Disisi lain, Kanaya berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Raditya yang terus memaksanya untuk mendengarkan penjelasannya.

"Tolong!!" seru Kanaya.

"Aku bilang lepasinkan!" bentak Kanaya dengan wajah memerah menahan emosi.

"Tidak akan, Nay. Sebelum kamu mendengarkan penjelasanku." Raditya terus menarik Kanaya, hingga mendekat kearah mobil miliknya.

"Sampai kapanpun, aku nggak akan pernah menerima penjelasan apapun yang keluar dari dalam mulut buayamu. Lepasin!!"

Raditya terkekeh, "Aku tidak akan melepaskanmu kali ini, Nay."

"Tunggu!"

"Lepaskan dia!!"

Mereka berdua menoleh bersamaan, saat mendengar suara berat mendekat ke arah mereka.

Kanaya membelalakan mata ketika melihat Rafael berdiri tak jauh dari sana. Pria itu menatap Raditya, dengan wajah yang datar khasnya. Namun sorot matanya terasa dingin dan menekan.

Sementara Raditya menatapnya dengan senyum sinis, tanpa melepaskan tangan Kanaya.

Rafael melangkah mendekat, lalu menarik Kanaya hingga tangannya terlepas dari cengkraman Raditya.

"Pria yang baik tidak perlu menarik paksa seorang wanita untuk berbicara dengannya," ucap Rafael tenang, namun setiap katanya terdengar tegas.

Kanaya yang sejak tadi menahan kesal mendadak merasa lega melihat kehadiran Rafael. Meski ia sendiri tidak menyangka pria itu akan muncul di tempat seperti ini.

"Siapa kamu sebenarnya ?!"

"Kenapa kamu selalu menganggu urusanku dengan Kanaya.. Hm ?" tanya Raditya, dengan tatapan tajam.

"Apa kamu lupa ? Atau.. pura-pura lupa ?" lirihnya, namun cukup menekan.

"Saya calon suami Kanaya." tegasnya.

Raditya melebarkan matanya, saat mendengar itu.

Sebenarnya ia masih mengingat Rafael, namun ia masih mencoba menyangkal karena waktu itu Rafael hanya diam tidak mengatakan apapun saat Kanaya mengakuinya sebagai calon suami di depannya.

Ia merasa bahwa Kanaya hanya mengaku-ngaku saja. Lagian, menurut dirinya Kanaya tidak akan mungkin bisa move on darinya secepat itu.

Namun argumennya terpatahkan, saat mendengar dari melihat tatapan pria itu saat mengatakan bahwa dirinya calon suami Kanaya dengan tegas.

Kanaya pun melirik pria di sampingnya kaget, saat Rafael mengakui dirinya dengan tegas sebagai calon suaminya di depan Raditya.

Untuk beberapa detik, suasana di antara mereka bertiga terasa menegang.

Raditya mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat. Rahangnya mengeras menahan emosi yang perlahan naik ke permukaan.

"Nay, kamu tidak serius kan ?" lirihnya pelan tertawa sinis, menatap Kanaya. Berharap dia menyangkalnya.

Kanaya terkekeh, "Sangat serius malah. Seperti yang kamu dengar, dia calon suami aku. Jadi lebih baik kamu jangan pernah mengangguku lagi !."

Kanaya menarik tangan Rafael, "Ayo kak, kita pergi saja dari sini." ucapnya.

Ia mengambil tasnya yang masih berada di mobil. Lalu berjalan masuk ke dalam mobil Rafael, meninggalkan Raditya yang masih berdiri mematung di sana.

"Sial!" seru Raditya frustasi, menendang ban mobilnya sendiri saat mobil Rafael melesat pergi.

* *

Kanaya menarik napas panjang, berusaha menenangkan debaran jantungnya yang sejak tadi belum juga stabil. Dengan gerakan santai, ia meraih karet kuncir yang berada di tas kecilnya lalu mengikat rambut panjangnya menjadi ekor kuda rendah.

"Syukurlah," gumamnya pelan, lebih kepada dirinya sendiri.

Ia menyandarkan tubuh ke kursi, menatap jalanan yang mulai di penuhi lampu-lampu malam dari balik jendela mobil.

Disampingnya, Rafael tetap fokus mengemudi. Kedua tangannya mantap menggenggam setir, sementara tatapan matanya lurus ke depan. Namun sesekali, pria itu melirik Kanaya dengan ekor matanya.

Penampilan gadis itu masih sedikit berantakan. Beberapa helai rambut masih keluar dari ikatannya, napasnya masih belum sepenuhnya teratur, dan wajahnya masih menyisakan ketegangan akibat kejadian beberapa menit lalu.

"Pacar ?" tanya Rafael tiba-tiba.

Kanaya yang sedang menatap keluar jendela menoleh.

"Hah ? eh, lebih tepatnya sih mantan."

Rafael mengangguk singkat.

"Sedang apa kamu di sana malam-malam ?"

"Pulang kampus lah. Tapi, apesnya malam mobil mogok, ponsel lowbat. Eh malah ketemu mantan stress. Hufft.." balasnya, lalu menepuk jidatnya.

Kanaya menoleh menatap Rafael, "Oh iya kak, aku boleh pinjam ponsel nggak ? Buat menghubungi bengkel ?"

"Sudah saya hubungi, mobilmu sudah di bawah ke bengkel."

"Hah ? Kapan ?"

"Perasaan dari tadi bareng, kenapa aku nggak lihat ya.."

Namun Rafael tak menjawab.

Mobil kembali dipenuhi keheningan, beberapa detik berlalu hingga Kanaya menghembuskan napasnya pelan.

"Terima kasih,"

Rafael melirik sekilas.

"Untuk apa ?."

Kanaya memutar bola matanya malas.

"Ya.. Karenaa sudah nolongin aku. Masa harus di jelasin sih ?"

"Aku hanya lewat,"

"Kalau cuma lewat, kamu bisa saja pura-pura tidak lihat."

Rafael tidak langsung menjawab. Rahanya sedikit mengeras sebelum akhirnya berkata.

"Aku bukan tipe orang yang akan membiarkan tindakan seseorang yang bersikap buruk kepada orang lain,"

Ucapan itu membuat Kanaya terdiam, hingga..

"Kruyuk... Kruyuk.."

Suara itu membuat Kanaya spontan memegang perutnya, dan memejamkan matanya. Ia mencoba menahan malu. Bisa-bisa perutnya tidak bisa di ajak berkompromi di saat seperti ini.

Rafael mengerutkan dahi, menoleh sekilas menatap Kanaya. Senyum tipis pun tersungging di sudut bibirnya.

"Kita ke sini sebentar, sebelum pulang." lirih Rafael.

"Eh ?" Kanaya membuka matanya. Lalu melihat Rafael membelokkan mobilnya memasuki sebuah resto.

"Ngapain kesini kak ?" tanyanya, pura-pura tak mengerti.

Padahal di sudut hatinya dia sudah bersorak gembira, setidaknya dia bisa makan dong. Sungguh, dia sangat lapar sekarang. Karena terakhir ia cuma makan seblak dower di kampus bareng Keisya.

"Saya ada janji ketemu dengan rekan bisnis sebentar," balasnya datar.

Kanaya berjalan masuk lebih dahulu, sedangkan Rafael mencoba untuk mengirim pesan pada Andra, kalau tempat pertemuannya di rubah menjadi di resto nusantara. Setelah itu, ia pun menyusul Kanaya masuk ke dalam.

Kanaya tanpa ragu memesan berbagai menu makanan, dari menu pembuka sampai penutup. Meja di depannya perlahan di penuhi dengan berbagai macam hidang enak.

Sementara itu, di meja yang berada tidak terlalu jauh darinya. Rafael duduk bersama dengan rekan bisnisnya.

Sesekali Kanaya menatap ke arah Rafael, yang sedang berbicara serius di depan sana bersama rekan bisnisnya membuat Kanaya terpaku sesaat.

"Ganteng.." gumamnya pelan.

* * * *

1
Noey Aprilia
Ya suami kutub lh,apa lg.....🤣🤣🤣....
Noey Aprilia
Mskpn klkas,tp ttp prhtian....
skrng psah kmar,tar lma2 jg dia dtng sndri.....🤭🤭🤭...
Noey Aprilia
Rafael nih tipe2 kulkas,tp aslinya prhtian....dia ga tau msti brskap ky gmna,mkanya kya acuh gt....tp ykin bgt kl bntr lg dia bkln bucin parah....
Noey Aprilia
Kanaya....tau ga kl sbnrnya km yg nyosor dluan?????🤭🤭🤭....
yg ngsih btas spa,yg lmpar bntal spa...
tp gengsi buat ngaku sih.....
Noey Aprilia
Enth spa yg bkln bucin dluan....ga sbr aja nunggu mreka mesra,trs bkin sng mntan nangis guling2...
Noey Aprilia
Hai kk...
Aku udh mmpir....slm knal....
btw,gmna nih mlm prtmanya???
bkln perang atw sling adu punggung???atw yg 1 tdr d rnjang,yg 1 d sofa....🤣🤣🤣
Noey Aprilia: Sama2....smngttt...😘😘😘
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!