NovelToon NovelToon
HIJRAH

HIJRAH

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / PSK / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Spiritual / Tamat
Popularitas:370.1k
Nilai: 4.5
Nama Author: Intan Gemilang

Lea, adalah wanita muda yang berperan menjadi wanita penghibur. kerasnya kehidupan membuat gadis dengan paras cantik nan Ayu tersebut mengambil jalan pintas demi memenuhi kebutuhan nya. Lea hidup sebatang kara kedua orang tua nya telah meninggal karna sakit. "MOHON AMPUN YA ALLAH" ucap Lea kala ia mendapat sebuah hidayah untuk merubah jalan hidupnya. Namun perjalanan yang ia tempuh tidak lah mudah. Lea mendapat beberapa penekanan bahkan ancaman yang membahayakan hidupnya. Jika ia sampai bertaubat dan berhenti menjadi wanita penghibur. Akan kah Lea berhasil terbebas dari dunia malam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Gemilang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

"BERTEMU ZIAN DAN ZANI"

Obrolan kami terus berlanjut, ibunda mbak Nurma menceritakan semua yang di ceritakan mbak Nurma padanya.

bahkan niat mbak Nurma yang akan membawa ku pulang ke kampung nya. Namun nomor telpon ku keburu tidak aktif dan tidak bisa di hubungi.

Ya, aku tahu. kala itu saat ponsel ku di rampas. pasti mbak Nurma menghubungiku.

Namun aku tidak tahu, bahwa mbak Nurma berniat memboyongku ke kampung nya. dan yang membuatku tercengang.

kala mbak Nurma mencari ku selama tiga hari lamanya. dia berkeliling menyusuri jalanan mencari keberadaan ku. namun dia tidak menemukan ku. Kekhawatiran nya berpuncak kala dia melihat mbak Siti lewat rumah majikan nya berjalan menuju taman yang ada di area komplek. hingga dia memutuskan untuk menemui wanita jahat itu. dan menegur atas perbuatan nya padaku.

dan berniat untuk meminta wanita itu memberi tahu majikan nya. bahwa aku tidak bersalah. dan hanya di fitnah olehnya. namun sikap mbak Siti yang memang sangat arogan itu. akhirnya mengantar mbak nurma pada kematian. mbak Nurma bukan hanya tidak mendapat hasil dari pencarian ku. dia juga tidak mendapat keadilan bagiku.

Mendengar setiap cerita yang di katakan ibunda mbak Nurma. membuatku dan kak Sindi tak henti hentinya meneteskan air mata. sebegitu baiknya wanita itu?

Andai hari itu. aku tidak merasa malu dan takut membebani mbak Nurma. dan menemuinya. pasti saat ini beliau masih ada bersama kami. namun inilah yang di sebut penyesalan.

mengapa penyesalan selalu datang di belakangan. mengapa tidak terlintas sedikitpun. di pikiran ku untuk menemui mbak Nurma. dan mengatakan semua nya. bahwa uang ku telah di rampas oleh mbak Siti. dan aku tidak bisa pergi jauh, Namun itulah. rasa malu akan membebani mbak Nurma. justru berhasil mengantarkan ku pada penyesalan yang luar biasa.

Beberapa orang yang tadi berkumpul mengelilingi kami di ruang tamu rumah ini, beberapa di antara mereka ada yang kembali keluar. dan masih ada beberapa orang yang masih setia mendengarkan obrolan kami.

"Saya sangat malu Bu," ucapku kala mendengar setiap cerita ibu mbak Nurma.

"Mengapa kamu harus malu nak?" jawabnya.

"Kebaikan yang di berikan mbak Nurma pada saya, belum sempat saya bisa membalas nya" ucapku sembari mengelap air mata di sudut mataku.

"Dia sangat menyayangimu" jawabnya.

"Iya saya tahu itu, selama ini dia sangat baik terhadap saya. dan tidak menunjukan rasa jijik akan jati diri saya yang sebenarnya" ucapku.

"Dengar Nak, kesalahan yang di perbuat orang tuamu. bukan lah kesalahan mu, alasan mengapa kamu terlahir. itu adalah takdir tuhan. mereka adalah orang tua kandung mu. Tapi, ayah dan ibu angkat mu lah. yang patut di anggap sebagai sosok orang tua bagimu" jawabnya.

"Iya Bu, saya sangat membenci perbuatan mereka. andai waktu itu mereka tidak membuang saya di kampung yang sudah jelas akan menolak kehadiran saya. Ayah dan Ibu tidak akan nekat merawat saya. dan akhirnya di kucil kan serta mengalami tindakan yang tak patut dari para warga yang merasa paling baik itu" ucapku dengan sesak di dada.

"Saya tahu apa yang kamu rasakan Nak" jawabnya.

"Saya membenci hidup saya Bu, entah mengapa? saya merasa setiap orang baik pada saya. akan bernasib sial" ucapku dengan tangis yang mulai keras, terbayang kematian Ayah dan Ibu yang sangat baik padaku, dan kematian mbak Nurma. yang tak kalah baik juga padaku.

"Kamu jangan bicara begitu Nak, Nurma dan orang tua angkat mu. sangat menyayangimu. jika kamu sendiri membenci hidupmu, maka hiduplah untuk mereka bertiga" jawabnya sembari mengusap air matanya.

"Iya Bu, sekali lagi maaf kan saya. andaikan mbak Nurma tidak bertemu dengan saya. tentulah ini semua tidak akan terjadi" ucapku.

"Pertemuan kalian sudah takdir. tidak ada yang bisa membaca dan merubah takdir, begitupun kematian Nurma." jawabnya seraya mengusap air di matanya.

Ya, aku tahu seberapa besar kesedihan yang di rasakan oleh ibu ini, bagaimana pun mbak Nurma adalah anak tunggal di keluarga ini. dan selama ini pula. dia lah yang menjadi tulang punggung di keluarga ini. dia bekerja merantau jauh ke kota. untuk membantu perekonomian keluarga serta membiayai kedua anak nya.

"Oh iya Bu, dimana kedua anak mbak Nurma?" tanyaku karna sedari tadi aku tidak menemukan sosok anak kecil di rumah ini.

"Mereka berada di kamar kakek nya, semenjak ibu mereka tiada. mereka sempat terpukul hingga sakit selama satu Minggu lamanya, bagaimana pun. selama ini mereka hidup bersama dengan ibunya. dari kecil mereka di tinggal Ayah nya. hingga kepergian ibunya pasti membuat mereka terpukul." jawab nya.

"Kasihan sekali mereka, apa saya bisa menemui mereka?" ucapku memohon untuk menemui mereka. dan berharap ada jawaban IYA, yang di lontarkan ibu ini.

"Iya" jawabnya yang membuatku lega.

Ibu ini meminta salah satu wanita yang kebetulan duduk dengan kami, dengan menggunakan bahasa daerah nya. wanita itu menuruti apa yang di perintahkan oleh ibunda mbak Nurma.

tak berapa lama, wanita itu datang bersama dua orang anak yang masih sangat kecil, ku perkirakan umur mereka belum ada yang menginjak usia 10 tahun.

"Zian, Zani. ayo salam pada kak Lea. dia teman mamah kalian di kota" ucap ibu mbak Nurma memerintahkan dua anak itu untuk memberi salam padaku dan kak Sindi.

Tanpa menunggu lama, kedua anak itu menuruti apa yang di perintahkan oleh nenek nya. dan duduk di samping nenek nya.

"Zian, Zani. usia kalian berapa tahun?" tanyaku pada dua anak di hadapan ku.

"8 tahun" jawab mereka serentak.

"Zian dan Zani ini kembar. Zian terlahir lebih dulu. mereka hanya terhalang waktu 5 menit saja" ucap ibu mbak nurma menjelaskan.

"Oh, pantas saja mereka terlihat seumuran. dan wajah nya nampak sangat mirip" jawabku.

"Apa mereka masih bersekolah?" tanya kak Sindi

"Masih," jawab ibu mbak Nurma.

"Zian, Zani. kalau sudah besar mau jadi apa sayang?" tanyaku pada dua malaikat mbak Nurma.

"Polisi, dokter" jawab Zian dan Zani berbarengan.

"Wah bagus sekali cita cita kalian." jawabku takjub akan cita cita mereka berdua.

"Mengapa Zian mau jadi polisi?" tanya kak Sindi pada anak lelaki itu.

"Biar bisa membanggakan mamah, dan bisa menjadi pelindung untuk keluarga." jawabnya polos

"Kalau Zani, mengapa mau jadi dokter?" lagi lagi kak Sindi bertanya.

"Biar bisa mengobati kakek, kasihan mamah. dia bekerja jauh dan tinggal sendiri. demi membiayai kakek yang sedang sakit. kalau Zani jadi dokter. Zani bisa mengobati kakek sampai sembuh. dan mamah akan bahagia" jawab nya panjang lebar.

Namun entah kenapa? jawaban gadis kecil ini membuat aku dan kak Sindi tersentuh. mereka masih sangat kecil. namun jiwa mereka nampak sangat dewasa. mereka sangat menyayangi mbak Nurma.

"Cita cita kalian sangat bagus, Tante doakan semua cita cita kalian dapat terkabul dengan mudah." jawabku.yang di sambut dengan jawaban Aamiin dari semua orang yang duduk bersama kami.

"Boleh Tante meluk kalian berdua?" pinta ku.

Mereka sempat melirik ke arah nenek nya. dan setelah mendapat anggukan dari sang nenek. mereka berhambur Memeluk tubuh ku erat, entah kenapa pelukan yang mereka berikan. terasa sama dengan pelukan yang sering mbak Nurma berikan padaku?

Rasa nya sangat sama persis. pelukan ini berhasil membuatku menitikan air mata kembali. ku kecup pucuk kepala anak anak ini. hingga mereka melepaskan pelukan nya. dan duduk kembali dekat nenek nya.

"Bagaimana dengan kondisi bapak Bu?" tanyaku pada ibu mbak Nurma.

"Sudah hampir satu tahun bapak terbaring di atas kasur, dia sudah tidak bisa beraktivitas seperti yang lain" jawabnya

"Memangnya bapak sakit apa?" tanya kak Sindi.

"Struk, semua anggota tubuhnya mati total" jawab ibu.

"Apa kami bisa Menemui bapak?" tanyaku.

"Bisa" jawabnya.

Kami pun bangkit dari duduk, dan mengikuti langkah bungkuk ibunda mbak Nurma. ada rasa kasihan kala melihat wanita tua ini berjalan. dengan langkah yang mulai lunglai. dia terus berjalan. aku tak tahu berapa usianya? Namun dia sangat tua.

Hingga kami berdiri di depan sebuah gorden yang menutup sebuah pintu kamar.

...........

1
mY
Astagfirullah, ini mengingatkan aku yg tdk pandai bersyukur 😭😭😭
Wahyu Kasep: Lea ' akan ber hijrah dan mengenal Sunnah ☝️
lalu merangkap jadi ustadzah
total 1 replies
Muawanah
mewek dah bc nya....😭😭😭
aku ksh secangkir ☕ nieh kak
Muawanah
dah aku ksh secangkir ☕ nieh kak
Muawanah
next bc aahhh...
dah aku ksh vote y kak
Muawanah
mdh2n menjadi awal yang baik buat Lea
Muawanah
dah aku ksh secangkir ☕...
Muawanah
nyesek...
Muawanah
aku mampir nieh kak
Niswah
ya Allah,
Niswah
nyesek bangeet,
Tita Hamja
aku kok kyk gak suka Ama Siti
Tita Hamja
Kecewa
Ra Jib
kurang greget
Vhe
ini sptinya kisah nyata seseorang yg tersakiti.,, dan menuangkannya ke novel.
aku yakin ini pasti kisah nyata.,
Sugiharti Rusli
memang sabar dan ikhlas itu mudah diucapkan, tapi belum tentu semua orang bisa melakukannya tanpa taufik dari Allah SWT
Sugiharti Rusli
yah kita semua adalah pendosa, tinggal kita mau cepat bertobat atau tidak
Sugiharti Rusli
yah paling kebenaran sudah terungkap semua, cuma kalo diberi hukuman mati tuh kalo tidak salah prosesnya lama deh bisa tahunan kalo di kehidupan nyata sih
Sugiharti Rusli
hadeh ribet yah, mau buat kejutan malah di suudhon in, bukan bilang aja ini Lea dengan penampilan baru gitu dok,,,
Azaidane Azaidane
bayak sekali pelajaran yg bisa d pelajari.... nikmat Allah luar biasa tiada batas....
Mamah Sura
semangat terus nulis nya, nex kilat kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!