Demi menyelamatkan perusahaan dan hidup suaminya. Renata terpaksa menerima kenyataan bahwa dirinya harus menikah dengan rekan bisnis suaminya. Berpisah dengan orang yang kita cintai, memang sangat menyakitkan. Pil pahit pernikahan harus dirasakan oleh keduanya saat memutuskan untuk merelakan cinta mereka.
Akankah mampu Renata menjalani nya?penasaran? Yuk langsung baca!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @melaniptri__, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TJC EPISODE 34
"Sayang..."
Entah sudah berapa kali Rey membangunkan istrinya, Namun tetap saja istrinya itu tak mau bangun.
Apa mimpinya terlalu indah?
Sebuah senyuman tipis terhias di wajah tampan Rey. Dia tau cara cepat membangunkan istrinya, Dengan singgap dia langsung menindih tubuh Renata.
"Emm... Aahhh... Mass!!!" Pekik Renata saat Rey menghissap buah nya, Begitu kuat dan sangat kuat.
Rey tersenyum, Dia mengecup kening Renata. "Bangun sayang... Kamu tidak mau bertemu dengan teman-temanmu??"
Renata mengerutkan keningnya, "Siapa??" Tanya Renata dengan bingung.
Rey bangkit dari tidurnya, Dia menarik Renata untuk bangun dari tidurnya. Rey mengangkat tubuh Renata dan membawanya ke dalam kamar mandi.
"Nanti kamu tau. Sekarang ayo kita mandi..." Jawab Rey dengan menaikan sebelah alisnya.
Tidak!!!
Batin Renata rasanya ingin berteriak, Dia sungguh tak mau mandi bersama Rey. Bukan tanpa hal, tapi pastinya bukan hanya mandi.
"A-aku bisa mandi sendiri, Keluarlah!" Usir Renata, Dia tak mau pagi hari ini dia berubah menjadi macan tutul.
Siapa lagi kalau bukan ulah suaminya. Renata bahkan tak habis pikir dengan tenaga suaminya itu.
Bukannya pergi, Justru Rey malah mengunci pintu kamar mandi. Dia mulai membuka bajunya, Dan terakhir mendekat ke arah Renata.
Renata spontan berjalan mundur, Tapi sialnya dia malah membentrok dinding.
"Kita hanya mandi kan?!"
Rey menganggukkan kepalanya. "Iya mandi, emang mau ngapain lagi??"
"Oh... Kamu mau??" Rey mengangkat alisnya, Dia semakin mendekat ke arah Renata.
Gluk!
Meskipun sudah beberapa kali, Tapi tetap saja Renata merasakan kegugupan yang sama. Ahh!!! Ingin kabur tak bisa!
Cup...
Rey mengecup bibir Renata.
Dan terbukti, Mandi yang seharusnya hanya memakan waktu beberapa menit. Kini menjadi 2 jam lebih.
Renata tak henti-hentinya menggerutu kesal, Tubuhnya remuk redam! Apalagi pinggangnya.
Mendengar gerutukan kesal istrinya, Rey hanya tertawa. Dia memeluk Renata yang kini dalam mode ngambek.
"Maafkan aku sayang... Kamu kan tau kalo aku gabisa tahan."
Renata hanya memutar bola matanya malas.
Keduanya keluar dari kamar, Mereka menuju ke ruang tamu.
"RENA!!!" Teriak ketiga wanita yang langsung menggema di mansion, Sepertinya toa masjid pun akan kalah. Ck!
Renata melongo tak percaya, Saat ketiga sahabatnya yang dulu tinggal bersama dipanti, kini berada di hadapannya.
Rasa rindu dan kangen, Ahhh!! Renata langsung menghampiri mereka.
Mereka berpelukan bersama.
"Astaga!! Kenapa kalian tidak memberitahukan kalau mau kesini??"
"Ck! Kamu ini kan udah jadi nyonya mohana. Mana mungkin kita berani," Sahut Anna dengan tertawa kecil.
Renata menggelengkan kepalanya, Dia mengajak teman-temannya untuk mengobrol di teras belakang.
Tak lupa Renata juga meminta maid untuk membawakan makanan dan minuman.
"Jelaskan?!"
Renata mengerutkan keningnya, "Jelaskan apanya??"
"Ya jelaskan, Kenapa kamu tidak memberitahu kami kalau kamu mengalami hal seperti ini? Apa kamu tidak lagi menganggap kami sebagai sahabat??"
Deg.
Renata memandang sendu, Dia langsung menggelengkan kepalanya. "Bukan maksudku. Aku hanya tidak ingin kalian terlibat dalam masalahku, Aku hanya takut menambah pikiran kalian..." Jawab Renata.
Bugh!
Dewi menimpuk lengan Renata. "Apa maksudnya coba?? Justru kalau kamu tidak bicara, Kami mendapatkan beban pikiran. Kamu tau? Sepanjang hari kita selalu mencari cara untuk bisa menemuimu."
"Sampai akhirnya... Kita bertemu dengan suamimu, Ah maksudku Tuan Rey. Dia mengizinkan kita bertemu denganmu, Ya walaupun harus melewati tahap pemeriksaan." Renata sedikit tertawa dengan kalimat terakhir Dewi.
Flasback On
"Gimana??" Tanya Tiara.
Dewi menggelengkan kepalanya, "Tidak bisa. Mereka tidak mengizinkan kita bertemu langsung dengan Rena." Jawab Dewi dengan lemas.
Anna menghela nafasnya, Sejujurnya dia bisa saja meminta Daddy nya untuk membantunya. Tapi dia tau, kalau keluarga Mohana bukanlah tandingan yang mudah.
Sebuah ide muncul di pikiran Tiara. Dia meminta kedua sahabatnya itu untuk mendekat ke arahnya.
"Apa akan berhasil??" Tanya Dewi yang tak yakin.
Tiara menganggukkan kepalanya. Dia yakin kalau rencananya untuk bertemu sahabatnya itu akan berhasil.
"Iya.. Aku yakin kita akan berhasil! Ayo!!"
Mereka langsung menerobos segerombolan karyawan yang hendak masuk, Dengan postur tubuh mungil tentunya mereka mudah tak terlihat.
Sampai akhirnya ketiganya berhasil masuk ke dalam perusahaan Rey.
Ketiganya langsung masuk ke dalam ruangan Rey.
Brak!
Wildan dan Rey yang tengah memeriksa dokumen, Mereka tersentak kaget saat mendengar suara pintu yang ditutup cukup keras.
Wildan membulatkan matanya, Bagaimana bisa ketiga wanita itu masuk ke dalam ruangan tuannya? Ahh!! Gawat!!
"Hey!! Kenapa kalian masuk??!!" Pekik Wildan, Dia langsung mengusir ketiga wanita itu.
"Tidak tuan! Aku mohon jangan usir kami, Kami hanya ingin bertemu dengan suami sahabat kami!"
Rey mengerutkan keningnya, "Will?" Dia mengisyaratkan Wildan untuk terdiam.
Saat kesempatan berbicara, Ketiganya langsung mendekat ke arah Rey.
"Maaf tuan kalau kedatangan kami sungguh lancang. Tapi kami ingin bertemu dengan Renata, Istri anda."
Rey mengerutkan keningnya. "Ada perlu apa??"
Tiara maju ke depan. "kami sahabat Renata, ini (Tiara menunjukkan foto-foto kebersamaan mereka kepada Rey.) Kami tak bohong, kami ingin bertemu dengan Renata."
Rey akhinya mengizinkan ketiga sahabat istrinya itu untuk ke mansion. Tentunya dengan beberapa pemeriksaan, Rey tak mau ambil resiko. Apalagi saat ini istrinya tengah mengandung.
Flasback Of.
Renata tak henti-hentinya tertawa, Aksi ketiga sahabatnya ini sungguh sangat lucu.
"Malah ketawa!" Kesal Anna.
"Hahaha... Maaf maaf."
Renata memeluk ketiga sahabatnya, "Terimakasih... Terimakasih karna kalian sudah mau bertemu denganku, aku merindukan kalian.."
"Dan satu lagi, Maafkan aku??" Lanjut Renata.
"Baiklah, Kami akan memaafkan dirimu. Tapi ada syaratnya? Bagaimana??"
"Apa itu?"
"Ajak kita ke mall??"
Renata menganggukkan kepalanya. "Ayo!"
Anna membisikkan sesuatu ke telinga Renata, Terlihat Renata langsung membulatkan kedua matanya. "Tidak! Bagaimana kalau nanti Rey marah??"
Dewi tertawa kecil, "Tentu saja tidak! Ayolah..."
Setelah memikirkan beberapa kali, Akhirnya Renata menganggukkan kepalanya. "hmm baiklah. Tapi nanti kalian harus membantuku menjelaskannya kepada Rey?!"
"Itu mah gampang. Sekarang ayo kita masak bersama? Sepertinya sudah lama sekali kita tidak masak bersama??"
Mereka langsung menuju dapur untuk memasak, Mungkin lebih tepatnya membuat dapur berantakan.
Tapi tenang saja, Mereka tentunya bisa jaga diri.
"Kali-kali ke Ren, Kenalin ke kenalan suamimu. Pasti mereka ganteng ganteng."
Tuk!
Anna mengetuk kening Dewi. "Sadar diri Dew!"
Semuanya tertawa bersama. Mereka sudah lama sekali tak berkumpul seperti ini, Dibesarkan secara bersamaan tentunya membuat ikatan mereka semakin kuat.
Mereka di pisahkan karna mengejar cita-cita masing-masing. Namun tak terkecuali untuk Renata, Dia memilih untuk menikah dengan Yuda. Ya walaupun akhirnya, Dia berpisah.
"Ren. Kalo anak lu cewe, jodohin aja ya nanti sama anak gue??"
"Yehh!! Emang lu yakin nanti anak pertama lu cewe? Gimana kalo cowo?"
Dewi menggaruk tengkuknya yang tak gatal, "Heheee gatau juga sih. Tapi kan bisa aja gitu nanti anak pertama gue cewe. Kan enak nanti punya menantu dan besan tajir hahaha..."
"Dasar!!"
----------------
Hay, Salam hangat dari author. Seperti biasa author minta dukungan dan support nya dari kalian semua untuk novel author.
LIKE+KOMEN+VOTE!!
RATE BINTANG 5 DAN TEBARKAN BUNGA KALIAN 🌹🌹🌹