NovelToon NovelToon
First Love Rubi Salman

First Love Rubi Salman

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Hamil di luar nikah / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:59.6k
Nilai: 5
Nama Author: fania Mikaila AzZahrah

Pertemuan dalam keadaan yang tidak biasa membuat keduanya memiliki hubungan hingga bertahun-tahun lamanya.

Tapi karena adanya ambisi dan keegoisan untuk balas dendam membuat ia memilih jalan pintas untuk memanfaatkan keadaan yang terbuka lebar di hadapannya.

Tapi gadis itu harus hamil di luar nikah hingga menghancurkan masa depannya dan membuat seluruh keluarganya dikucilkan dari Lingkungan serta kehidupan keluarganya, sedangkan pria itu menghilang hingga bertahun-tahun lamanya.

Fariz dan bundanya menjadi penyemangat hidupnya hingga bangkit dari keterpurukannya dan memulai kehidupan baru bersama seorang gadis kecil yang imut dengan pipi chubby yang sudah empat tahun lebih menemaninya.

Menjadi single parent diusianya yang masih muda dan tanpa ada ikatan pernikahan menjadi polemik tersendiri yang dihadapinya dan harus berpindah-pindah tempat demi psikis buah hatinya.

Makassar menjadi kota pelabuhan terakhir mereka untuk memulai hidup baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 34

Fariz memapah Bundanya untuk berjalan mengikuti beberapa menit perawat yang berjalan tergesa-gesa karena kondisinya Rubi mengkhawatirkan.

"Ya Allah... sembuhkanlah anakku, berikan lah kesabaran dan ketabahan pada kami, aku sudah Ikhlas menerima kondisi putriku yang harus hamil tanpa suami, aku hanya berharap dan meminta padaMu ya Allah... jaga dan lindungilah anakku dan calon bayinya, apa pun yang terjadi saya tidak akan mengijinkan siapa pun untuk membunuh calon bayi yang ada di dalam kandungannya Rubi," bathin nya Ibu Humairah.

Beberapa jam kemudian, Rubi berhasil ditangani dengan baik oleh dokter. Fariz dan Bu Humairah sudah bisa bernafas dengan lega dan tenang. Rubi masih dalam pengaruh obat bius sehingga belum sadarkan diri. Wajahnya nampak pucat pasi dalam keadaan tertidur.

Bu Humairah sama sekali tidak beranjak dari tempat duduknya seraya memegang kedua tangan putrinya itu.

"Bunda, sangat tahu kalau semua ini pasti bukan keinginanmu, Bunda tidak marah ataupun kecewa padamu, Bunda hanya sedih dengan nasib malang yang menimpa kehidupanmu, Bunda berharap kamu bisa nantinya melewati ujian ini dengan penuh kesabaran dan ketabahan serta keikhlasan," batinnya Ibu Humairah seraya menyeka air matanya yang mewakili kegundahan hatinya itu.

Fariz yang baru saja datang karena harus mengurus semua administrasi perawatan adiknya terenyuh melihat bundanya yang meneteskan air matanya.

"Bunda! Maafkan aku, mungkin semua ini terjadi karena kesalahan aku yang tidak sanggup menjaga adikku dengan baik, aku tak sanggup melihat air mata kalian, hati ini seperti teriris ribuan jarum yang langsung mengenai jantungku," Lirihnya Fariz sembari memegang dadanya yang tiba-tiba sesak.

Ibu Humairah yang menyadari kedatangan anak sulungnya segera menghentikan tangisannya,ia menolehkan kepalanya ke arah lain agar tidak ketahuan jika sedang menangis.

Fariz berjalan ke arah perempuan yang telah melahirkannya itu seraya menghapus jejak air matanya yang masih mengalir perlahan," Bunda menangislah jika itu yang bisa membuat hatinya bunda tenang dan berkeluh kesah lah di hadapannya putramu ini karena aku siap sedia untuk selalu mendengarkan semuanya."

Fariz memeluk tubuh bundanya dalam dekapannya itu,Bu Humairah menumpahkan segala gunda gulananya itu. Bu Humairah tak segan menangis tersedu-sedu agar suasana hatinya bisa lebih tenang.

"Abang, gimana sudah nasib adikmu jika Ia harus hamil tanpa suami, baginya bunda itu tidak masalah tapi, bunda khawatir jika adikmu tidak mampu untuk menanggung beban dari tanggapan negatif orang lain, bunda tidak sanggup melihat adikmu dihina, tapi Abang jangan sekali-kali berfikiran untuk menggugurkan kandungannya Rubi karena itu hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT," tuturnya Bu Humairah.

"Abang punya usul itupun kalau Bunda tidak keberatan," ujarnya Fariz.

Apa yang sedang mereka perbincangkan sebenarnya didengar langsung oleh kedua pasang telinganya Rubi Almeera Aliya Aziz. Ia menutup mulutnya saking tidak kuasanya menahan kesedihannya.

"Ya Allah… aku sudah sangat berdosa telah memberikan beban masalah untuk bundaku dan Abang, tapi aku sama sekali tidak pernah berfikir apalagi membayangkan jika aku akan berada diposisi seperti ini, ya Allah… tunjukkan aku jalan yang lurus,jalan terbaik jalan yang Engkau ridhoi untukku," Rubi membatin yang memejamkan matanya yang berpura-pura tertidur.

Bu Humairah menatap intens ke arah putra semata wayangnya itu," maksud Abang! Usul! Usul yang bagaimana?" Tanyanya dengan raut wajahnya yang keheranan.

Fariz mencium punggung tangan bundanya itu dengan penuh kasih sayang dan kelembutan," setelah Humairah keluar dari rumah sakit, bagaimana kalau Bunda dan Rubi ikut bersama Abang ke pulau Sulawesi saja," tawarnya Fariz yang memberikan masukan kepada bundanya itu.

"Tapi, gimana dengan kuliahnya adikmu, kasihan sudah semester 6 dan sisa satu tahun lagi selesai," tampiknya Bu Humairah di hadapan anaknya itu.

"Coba Bunda pikir apa kira-kira Rubi bisa menghadapi tekanan mental dari tetangga, keluarga atau teman satu kampusnya, kalau kita tutupi masalah ini sampai kapan hingga mereka mengetahuinya jadi menurutnya Abang jalan yang terbaik Bunda dengan Rubi ikut Abang pindah saja, gimana dengan rencanaku?" Tanyanya Fariz yang berharap agar anggota keluarganya itu menerima rencananya dengan baik.

"Apa itu sama saja lari dan sembunyi dari masalah, terus kalau sampai di Makassar apa tidak akan ada yang curiga dengan kondisi adikmu? Pasti mereka akan mengetahui jika adikmu masih gadis yang harus hamil di luar nikah," tampiknya Bu Humairah.

Fariz tersenyum tipis," itu jalan satu-satunya yang terbaik untuk Rubi, sesampainya di sana Abang yang akan mengurus semuanya, masalah kuliahnya kalau menurut saya biarkan Rubi cuti kuliah dulu selama satu tahun hingga Rubi melahirkan dan anaknya besar barulah Rubi bisa melanjutkan pendidikannya lagi, tapi itu pun jika Bunda setuju dan siap menjalankan rencanaku ini," imbuhnya Fariz panjang lebar.

"Mungkin ini jalan keluar yang terbaik untuk permasalahan dan cobaan yang dihadapi oleh putriku, ya Allah… lancarkan lah semuanya dan ikhlaskan selalu hati kami," gumam Bu Humairah.

"Aku harus mencari kemana lagi Salman agar ia bisa bertanggung jawab terhadap apa yang sudah ia lakukan terhadap adikku," cicitnya Fariz.

Sedangkan jauh dari sana, seorang wanita yang berbadan besar karena sedang hamil jalan tujuh bulan tersenyum sumringah bahagia. Alasannya karena ia baru saja mendapatkan kiriman sebuket bunga mawar merah yang sangat cantik.

"Ya Allah… Abang Salman romantis banget deh, kenapa yah suamiku aku rasa setiap hari semakin sweet saja," lirihnya Ayesha sambil tak hentinya menciumi dan menghirup aroma wangi bunga mawar itu.

Saking gembiranya mendapatkan hadiah dari suaminya setiap hari,ia tidak memperhatikan jalan yang dilaluinya. Hingga ia tersandung dengan jalan yang dilaluinya itu. Lantai keramik yang ujungnya berundak tanpa disadarinya kakinya menginjak ujungnya lantai itu.

Brukk!!!!

"Aaahhhhh!!!" Teriaknya Ayesha yang sudah tengkurap di atas lantai dengan kondisi yang sangat mengenaskan dengan darah segar mengalir di sekujur kakinya membasahi seluruh dress selutut berwarna peach blossom itu hingga berubah warna.

"Tolong!!!!" Jeritnya.

Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...

Mampir juga dinovel aku yang lain:

Merebut Hati Mantan Istri.

Duren, i love you

Bukan Yang Pertama

Cinta Pertama

Makasih banyak all readers… I love you all..

by Fania Mikaila Azzahrah

Takalar, Kamis, tgl 1 Desember 2022

1
Ranny
sudah 2 kali loh Thor Rubi di ganti jadi Raisa
Oira Akiem
next
Oira Akiem
lanjut
Rosa Linda
ceritanya bagus
Natasya
lanjutt
Umu Mustafidah
up lg ka
Nurul Sarahmah
ko blm ad up lg
kavena ayunda
karma buat salman jd orang bejattt rasain anakmu mati
bunda f2: mampir juga kak ke karyaku, maaf yang terlambat, ditunggu ya...
total 1 replies
Umu Mustafidah
karma buat salman tuh.istrinya jatuh trus anaknya ga selamat
bunda f2: mampir juga kak ke karyaku, maaf yang terlambat. ditunggu ya...
total 1 replies
Umu Mustafidah
ko blm up ka
GeGe Fani@🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: insya Allah besok kak kalau gak sibuk ikut kampanye 🤭✌️
total 1 replies
Berlian Indah
Rubi semoga baik saja
Berlian Indah
semoga Rubi selamat pulangnya
MauLya 💟andi
jahat
Berlian Indah
lanjut😘😘
Andara bia
kucing hitam di kampungku juga ada yg percaya gituan
Arinda
semoga ditolong dengan orang yang tepat
Masitha Hamrud💗
lanjut cerutanya suka
Zaenab ali Said
bagaimana tidak sakit kalau sudah itu kamu saja yang terlalu lugu 🤭✌️
Karmila Kaa
Salman kah yang mengirim chat tersebut
Amaira Singkil
kalau Rubi hamil kasihan nasibnya Bagus kalau Salman bertanggung jawab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!