NovelToon NovelToon
My Husband Is A Ketos

My Husband Is A Ketos

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Ketos
Popularitas:169.2k
Nilai: 4.5
Nama Author: Intan

Seorang gadis nakal atau bisa dibilang bad girl yang selalu membuat masalah di sekolah
dipertemukan dengan ketua osis yang ternyata adalah anak dari sahabat Ayahnya. Hingga kejadian tak terduga menjerumuskan mereka ke dalam sebuah pernikahan. Akankah mereka bisa saling mencintai atau malah saling menyakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cerita Baru

Hallo guys!

Kangen gak sama Emely dan Nathan dkk? Mau aku update cerita ini gak? Tapi ada syaratnya:(

Jadi, gini ... aku buat cerita di lapak sebelah (wp), masih on going juga, tapi aku mau kalian ramein. Kalian mau gaa? Atau mau ceritanya aku publish di NT juga?

Mungkin ada yang pengen tau kenapa aku minta kalian baca cerita aku yang itu. Novel aku yang judulnya "Lumina" itu rencananya mau diterbitkan. Udah pasti aku mau cari pembaca sebanyak-banyaknya. Jadi, kalau kalian setuju berarti novel ini gak jadi hiatus. Habis ujian nanti aku bakal up, tapi aku lebih mentingin yang Lumina, ya, karena ngejar deadline.

Aku kasih potongan cerita Lumina, ya, mungkin kalian bakal tertarik untuk baca dan beli novelnya nanti.

Blurb:

Cinta itu bagaikan lentera kehidupan. Yang suram akan menjadi bersinar. Yang indah akan semakin indah dengan adanya cinta. Tapi bagaimana jika salah mencintai orang?

Nendra sang maniak game online jatuh cinta dengan Zelmira si otak udang dari kelas 11 Ips 3. "Gak minat" dua kata yang selalu diucapkan Zelmira ketika Nendra menyatakan perasaannya. Kesekian kalinya Nendra menyatakan perasaannya dan akhirnya diterima, tapi ternyata itu bukan Zelmira melainkan Zafira kembaran Zelmira.

Bagaimana kisah asmara mereka jika suatu saat nanti Nendra mengetahui kebenarannya? Akankah Nendra meninggalkan Zafira? Akankah Nendra kembali mengejar Zelmira? Akankah mereka berpisah?

...BAB 4...

"Zel," panggil Raya lirih.

"Apa?!" Tanpa sadar suara yang dikeluarkan Zelmira begitu keras dan terkesan membentak.

"I-ini, ada surat buat lo," ucap Raya sedikit terbata. Jujur ia sedikit takut dengan Zelmira yang ada di hadapannya sekarang. Raya menyerahkan sebuah amplop berwarna pink dan langsung di serobot oleh Zelmira.

Dengan terburu-buru Zelmira membuka surat itu. Bukan karena ia antusias tapi karena ia ingin tau apa surat yang ditulis oleh pria menyebalkan itu untuknya.

Untuk Zelmira, sang pujaan hati.

Sejak pertama kali gue lihat lo, gue udah jatuh cinta. Terlalu aneh memang kalau gue nembak lo di awal pertemuan kita. Saat itu gue lagi dimabuk cinta. Mata jernih lo mengalirkan lebih dari 100ml bir cinta di setiap detiknya. Dan di setiap 100 ml darah gue mengandung lebih dari 20 ml alkohol cinta. Alkohol itu meningkatkan fungsi emosional gue sampai maksimal dan akhirnya kalimat itu terucap. Gue jatuh cinta sama lo, Zelmira.

Saat gue lihat mata indah lo, gue selalu terpana. Setiap lo ada di deket gue atau bahkan hanya dalam mimpi, jantung gue akan berdetak dua kali lebih cepat. Menurut gue ini bukan lagi cinta monyet, melainkan cinta sejati yang sudah Tuhan takdirkan. Lo jodoh gue dan gue jodoh lo. Sampai lebaran monyet pun itu gak akan berubah. Nama lo akan selalu memenuhi pikiran dan hati gue, sampai suatu saat mata dan pikiran gue terhenti menatap sosok lo, tapi satu yang harus lo ingat, meskipun pikiran gue terhenti, mata yang selalu menatap lo ini tertutup, dan jantung yang selama ini berdebar telah terhenti, hati gue selamanya tetap milik lo. Milik gadis cantik berambut sebahu yang udah buat gue jatuh cinta pada pandangan pertama, yaitu lo, Gaozhan Naisha Zelmira, gadis yang gue cintai. Gue pengen lo jadi pacar gue, Zelmira.

So, will you be my girlfriend? Yes or yes?

Gue tunggu lo di taman belakang sekolah setelah pulang sekolah nanti.

From your prince, Graha Danendra.

Ekspresi Zelmira seketika berubah. "Setelah buat gue marah, sekarang dia mau gue jadi pacarnya? Hah? Mimpi!"

Zelmira membuang surat itu asal. Ia mencuci tangannya dengan kasar seolah benda yang tadi ia pegang adalah sumber kuman yang harus segera ia hempas. "Surat menjijikkan, yang nulis juga sama-sama menjijikkan. Semuanya menjijikkan!" gerutu Zelmira.

Raya dan Fara saling pandang. Dengan isyarat mata dari Fara, Raya mengambil surat yang terjatuh di lantai itu. Seketika tawa mereka pecah. Rasa takut yang sempat hinggap kini hilang entah kemana.

Raya tiba-tiba mendorong Fara hingga terpojok ke tembok adan ia mengurungnya dengan kedua tangannya yang ia letakkan di samping kepala Fara. Mereka saling bertatapan. "Udah ngalir berapa liter, Ray?" tanya Fara dengan wajah yang sangat kentara menahan tawa.

"Seratus mili lagi gue mabuk." Beberapa detik kemudian Raya kembali berucap, "Gue udah mabuk, Far."

Raya mendekatkan wajahnya ke Fara, salah satu tangannya terulur mengelus pipi Fara, lalu ia berucap, "Sekarang, di setiap seratus mili darah gue mengandung dua puluh mili alkohol cinta. Lo ma--uhmpp ...." Zelmira menyumpal mulut Raya menggunakan tisu. Matanya menatap kedua gadis itu dengan sorot penuh ancaman, lalu ia pun bergegas pergi meninggalkan kedua temannya yang sudah terbahak di dalam toilet.

"Nendra, sialan!" umpat Zelmira dalam hati.

...~OoO~...

Bel pulang sekolah berbunyi. Siswa-siswi berhamburan keluar kelasnya masing-masing. Sekolah yang beberapa menit lalu tampak ramai kini berubah menjadi sepi. Suara sepatu yang bertubrukan dengan lantai menggema di koridor kelas sebelas. Gadis dengan rambut sebahu berjalan sembari menyampirkan tas sekolahnya ke pundak.

Sepatu berwarna hitam dengan tali sepatu putih itu kini menapaki tanah yang dibalut rumput. Zelmira, gadis berambut sebahu itu melangkahkan kakinya menuju seorang pria yang duduk di kursi panjang yang sudah sedikit berkarat.

Mendapati sebuah bayangan yang menutupi tubuhnya dari sinar matahari, Nendra pun mendongak dan matanya bersibobrok dengan mata jernih Zelmira. Meski matanya sedikit menyipit Nendra tetap bisa melihat dengan jelas bagaimana helaian rambut gadis itu menari-nari dan menutupi sebagian wajah cantiknya. Untuk kesekian kalinya Nendra kembali terpesona dengan gadis mungil di hadapannya itu.

Nendra mengarahkan telapak tangannya yang terbuka ke depan wajahnya saat Zelmira dengan sengaja menggeser posisi tubuhnya sehingga sinar matahari menusuk mata Nendra. "Sini, duduk, sini," pinta Nendra sambil menepuk-nepuk bagian kursi yang kosong di sampingnya setelah meletakkan jaket hitmanya di sana.

"Gak perlu," ketus Zelmira sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Matanya menatap Nendra dengan penuh ketidaksukaan.

Nendra bangkit dari duduknya dan berdiri di hadapan Zelmira. Bibirnya menyunggingkan senyum manis andalannya. "Jadi, jawaban lo apa?" tanyanya harap-harap cemas.

"Gak minat dan gak akan pernah minat jadi pacar lo. Jadi, mulai sekarang lo berhenti ganggu hidup gue, karena gue udah muak sama lo!" tekan Zelmira sambil mendorong pelan dada Nendra. Saat ini amarah menguasai dirinya. Ia benar-benar sudah muak dengan kelakuan Nendra selama ini.

Senyum Nendra tak luntur sedikit pun. Meskipun begitu matanya menyiratkan kekecewaan dengan sangat sejelas. Sejenak Zelmira merasa bersalah tapi egonya lebih besar daripada simpatinya.

"Lo benci sama gue, Ra?" tanya Nendra lirih. Matanya menatap wajah Zelmira yang mulai memerah karena paparan sinar matahari.

"Iya! Gue benci banget sama lo!"

Nendra menarik napas dan kembali tersenyum. "Lo beneran benci banget sebanget-bangetnya sama gue?" tanyanya sekali lagi.

"Iya! Gue benci banget sebanget-bangetnya sama lo!"

"Banget, sebanget-banget, banget, banget, bangetnya?"

"Iya! Banget, sebanget-bangetnya, banget, bangetnya!"

"Lo tau, Ra?"

"Nggak!"

Nendra terkekeh pelan menatap Zelmira yang mulai terpancing emosi. "Kata orang benci sama cinta itu beda tipis. Kalau benci aja udah beda tipis sama cinta, apalagi yang bencinya banget, sebanget-banget, banget, banget nya, berarti udah gak ada perbedaan yang menjadi pembeda lagi. Lo cinta sama gue, Ra, tapi lo gak sadar."

Nendra mengambil sejumput rambut Zelmira dan membawanya ke belakang telinga Zelmira. "Lo sadar gak, kalau lo itu perlahan mulai berubah? Lo gak secuek dulu, bahkan sekarang lo ngomong lebih banyak dari biasanya. Lo udah berubah, Ra, lo berubah karena lo mulai punya rasa ke gue," sambung Nendra yang kini kedua telapak tangannya sudah hinggap di pipi Zelmira.

Untuk sesaat Zelmira tertegun. Memori dimana dirinya menyumpah serapahi Nendra, bahkan berani mencubit pria itu. Ini bukan dirinya. Zelmira yang asli akan memilih untuk memendam perasaannya, meskipun itu amarah, Zelmira pasti lebih memilih diam. Zelmira tidak pernah bermain tangan pada siapapun, tapi tadi? Ah, tidak. Sudah dari beberapa hari yang lalu ia berani mencubit atau memukul Nendra. Apa benar dirinya jatuh cinta pada pria yang baru ia kenal kurang dari dua minggu itu?

Zelmira mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum menepis tangan Nendra dengan kuat. Ia mendongak menatap Nendra yang lebih tinggi darinya. "Menutup mata dari kebenaran gak akan merubah kebenaran itu menjadi seperti apa yang lo mau. Jangan nunggu keadaan memaksa lo untuk membuka mata, karena sakitnya akan lebih sakit dari yang lo bayangin."

"Gue gak cinta sama lo adalah kenyataan! Lo yang buat diri lo sendiri terus berharap padahal lo tau hasilnya. Lo nyusahin diri lo sendiri, Ndra!" Setelah mengatakan itu, Zelmira berbalik dan pergi meninggalkan Nendra yang terdiam.

Teriknya sinar matahari kini telah redup tertutup awan gelap yang siap mengeluarkan isinya. Cuaca seakan mendukung suasana kepedihan yang dirasakan oleh Nandra. Bahkan ketika rintikan hujan turun pun laki-laki tersebut tetap bergeming.

"Ndra! Ayo pulang! Lo ngapain berdiri di situ?! Woi, Ndra! Nendra!" Teriakan dari Andra membuat Nendra tersadar. Ia mengusap wajahnya lalu meraih tas dan jaketnya yang berada di kursi lalu berlari menghampiri Andra dengan jaket yang menjadi payungnya.

"Entah apa yang membuat gue bisa sekuat ini untuk bertahan. Sebanyak apapun lo nolak cinta gue, gak akan buat gue berhenti untuk terus mencintai. Seandainya pun kita gak berjodoh, gue berharap Tuhan menyiapkan sesosok pria yang tulus mencintai dan bisa menjaga lo disaat gue udah gak bisa menjadi pahlawan yang selalu ada buat lo, Ra. Sebelum pria itu hadir, gue akan terus berusaha dan terus mencintai lo, meskipun lo sekuat tenaga menghancurkan perasaan gue."

Hujan hari ini menjadi saksi bagaimana kuatnya kekuatan cinta yang tidak bisa hancur meskipun terus di serang dengan pahitnya penolakan. Cinta yang hadir tanpa alasan, sangat sulit dihilangkan meskipun dengan ribuan alasan. Nendra kecewa. Nendra sakit hati. Tapi rasa cintanya lebih besar dari sakit hatinya atau mungkin berhenti mencintai lebih sulit sehingga Nendra lebih memilih bertahan meskipun harapan cintanya terbalas adalah kemustahilan.

..._________________________________________...

TERTARIK GAK? TERTARIK GAK? TERTARIK LAH MASA ENGGAK!

Jadi deal gak, nih?

PLEASE KOMEN! JAWAB! KALAU GAK JAWAB BERARTI NOVELNYA HIATUS LAGIIII SAMPE AKU LULUS SEKOLAH! AKU MAKSA PAKE BANGET!

1
Tri Utami
ga mudeng terlalu banyak panggilan membanggongkan jadi terkesan sulit di pahmi
ᵉˡ̳༆yuli@_sm 💜💜💜💜
😭😭😭😭😭😭
rahima humaira(bundae rizky)
next thoorrr
Emilia Cha Cha
visual yg lainnya mna kak... penasaran nich
Sita Aryanti
syukuriin
Ulfa Fa
sip
Ulfa Fa
lagi
Ayura
mampir kak
Ulfa Fa
menjengkelkan
Ulfa Fa
kenapa gantung
Ulfa Fa
cepet up
Ulfa Fa
oh jd ini sangat membangongkan
Novasha (HIATUS): uuuhh bingung. Tunggu aja kelanjutannya ya, Neng😇
total 1 replies
Ulfa Fa
eh tan bangsol emng
Novasha (HIATUS): cieee ... nongol. Si Riski pa kabar?
total 1 replies
Intan prameswari nabila
next thor
Novasha (HIATUS): nanti malam aku update ya🥰
total 1 replies
Zahira Nurhidyat
lanjut dong
Zahira Nurhidyat
jodohin ulfa sama si riski pasti gak bakalan selingkuh tu soalnya mereka uda pada kenal dan sahabatan
Miya Kinabe
keren
Miya Kinabe
keren Thor the best lah
Sita Aryanti
Ulfa JHT
Sita Aryanti
sbnere ada pa ta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!