Demi menghindari rentenir kejam yang hampir melecehkannya, Raisa terpaksa meninggalkan kekasihnya Yudha dan memilih merantau ke Kota metropolitan.
Raisa mengikuti jejak temannya bekerja di kelab malam, tanpa diduga Raisa bertemu dengan seorang pengusaha muda angkuh dan berwatak dingin yaitu Dava. Pertemuan itu membawa mereka pada kontrak pernikahan.
Bagaimana rumah tangga Raisa dan Dava yang diawali tanpa ada cinta?
Pada siapa akhirnya cinta Raisa akan berlabuh? Dava atau Yudha?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. Berkelahi
34
Dava mundur dua langkah, namun ia masih bisa menjaga keseimbangannya, dengan ibu jarinya Dava menghapus setitik darah dari sudut bibirnya, dan kembali tersenyum sinis, senyum yang membuat Raisa menjadi semakin takut, karena Raisa tahu dibalik senyuman Dava terselip kebencian, Dava bukanlah seorang laki-laki yang pandai menyembunyikan emosinya.
"Kau tidak mencintainya, dan Raisa hanya mencintaiku jadi...akhiri pernikahan palsu kalian ini !" tegas Yudha.
"Jaga sikapmu...sudah aku katakan, aku tidak akan pernah menceraikan Raisa !" seru Dava menunjuk dada Yudha dengan angkuh.
"Hahahahahah laki-laki pengecut! apa kau tidak bisa mencari wanita lain di luar sana huh! aku sudah tahu...kau melunasi semua hutang ibu Raisa, dan sebagai imbalannya, kau mendapatkan kesucian Raisa, pernikahan kalian ini palsu, jadi...cepat ceraikan Raisa!"
Semua yang dikatakan rivalnya ini, membuat Dava tersulut emosi, ia merasa Yudha sudah lancang ikut campur dengan pernikahannya, guratan halus di tangannya terlihat nyata, ia sudah siap melayangkan pukulan di wajah Yudha, hanya Raisa yang dapat membaca ekspresi sikap Dava, dengan cepat Raisa berdiri berhadapan dengan Dava, dan ia memunggungi Yudha. Raisa mencoba untuk mencegah kemungkinan yang akan terjadi.
"Mas...
"Kau sudah berani menantangku?" Dava memotong pembicaraan Raisa, kedua tangannya semakin mengepal kuat, saat menyadari istrinya membela laki-laki lain di hadapannya.
"Ak-aku cuma...
"Menyingkirlah !aku akan menghabisi kekasihmu ini!" dengan kasar Dava menarik tangan Raisa, tapi tidak sengaja terlepas dari genggamannya sampai Raisa jatuh tersungkur di lantai yang licin.
"Sayang !" Yudha membantu Raisa berdiri.
Dava semakin muak melihat Yudha yang sudah berani lagi menyentuh istrinya. Dengan kasar Dava menarik kerah baju Yudha lalu ia jatuhkan di keramik itu.
"Jauhkan tanganmu dari istriku!" teriak Dava dengan tatapan membunuh, ia menarik tangan Raisa dengan kasar, sampai Raisa berdiri di sampingnya.
"Mas sakit..." lirih Raisa, berusaha melepaskan cekalan tangan Dava.
"Dava kau yang harus melepaskan Raisa, jangan lagi menyakitinya ! " teriak Yudha yang sudah berdiri.
Dava tidak bergeming, ia terus menarik Raisa menuju anak tangga, tapi dengan cepat Yudha menghalangi jalan Dava, ia tidak suka kekasihnya di perlakukan dengan kasar.
"Aku sudah bilang, aku kesini untuk menjemput kekasihku, jadi biarkan dia ikut denganku," Yudha memegang satu tangan Raisa, membuat keduanya berebut satu wanita.
"Aku bilang jauhkan tanganmu dari istriku !" teriak Dava, dengan keras ia memukul wajah Yudha.
Brakkkkkk (Yudha kembali terjatuh )
Bukkk
Bukkk
Dava terus memukul Yudha, dengan lutut yang menyentuh lantai, ia terus melayangkan tinjunya di wajah Yudha yang berada di bawah kendalinya. Begitu juga sebaliknya, Yudha juga terus berusaha membalas pukulan Dava dengan sisa-sisa tenaga yang dia punya, sampai keduanya saling memukul.
Raisa melihat ada bercak darah di tangan Dava, membuatnya semakin panik, ia mendekat dan menarik lengan Dava. "Mas...aku mohon jangan seperti ini...lepaskan Yudha Mas!" ucap Raisa.
Dava berdiri mundur dua langkah, sentara Yudha masih tergeletak di lantai. "Kau membelanya? kau membela kekasihmu ini huh?!! " teriak Dava tidak terima, melihat amarah Dava membuat nyali Raisa menciut, ia cuma bisa diam dan melirik Yudha yang sedikit kesakitan.
Yudha menghapus darah dari hidungnya, dan berusaha berdiri, dengan sedikit sempoyongan dia mendekati Dava. "Hahahahahah kenapa kau marah? apa kau cemburu? sampai kapan'pun Raisa akan tetap mencintaiku, Raisa akan tetap memilihku, pernikahan kalian akan berakhir, dan aku akan membawa Raisa keluar dari rumah ini." ancam Yudha.
Dava kembali tersulut emosi, ia melayangkan pukulan di wajah Yudha, sampai Yudha terjatuh lagi, sungguh malang niatnya datang ke kota untuk menjemput kekasih, ternyata yang didapatkannya hanyalah kekecewaan dan pukulan dari suami kekasihnya.
Melihat Yudha yang seperti ini, membuat Raisa kembali menangis, tanpa perduli dengan Dava, Raisa melangkah mendekati Yudha, ia menekuk lututnya di lantai dan dengan kedua tangannya ia merengkuh wajah Yudha.
"Yudha...apa ini sakit? maafkan aku huhuhu!"
Yudha menghapus air mata Raisa yang jatuh membasahi pipi mulusnya. "Jangan menangis...ini bukanlah apa-apa, ini tidak sebanding dengan sakit hatiku...jadi aku mohon, ikutlah denganku Raisa." jawab Yudha dan ia mengecup tangan Raisa.
"Yudha ak...
"Berdiri...cepat berdiri." Dava menarik tangan Raisa, sampai Raisa berdiri, ia kembali menarik dan memaksa Raisa mengikuti langkahnya.
"Bawa dia keluar dari rumah ini... dan jangan biarkan dia kembali lagi ke rumah ini !" Perintah Dava kepada satpam
"Mas...aku mohon jangan seperti ini. Aku mohon lepaskan Yudha Mas, jangan sakiti dia Mas...Aku mohon..." pinta Raisa memelas, melihat Yudha sudah diapit dua orang suruhan Dava.
"Lepas...! aku akan keluar dari rumah ini, tapi aku tidak akan keluar sendirian, aku akan membawa Raisa bersamaku !" kekeh Yudha.
"Katakan kalau kau tidak akan ikut dengannya, kalau kau berani membantahku, aku akan habisi dia di hadapanmu." Bisik Dava dengan nada yang mengancam.
Raisa semakin takut, ia tidak punya pilihan lain, mengingat ancaman Dava bukanlah main-main.
"Maafkan aku Yudha...Aku tidak bisa ikut denganmu...." lirih Raisa.
"Gak...Aku gak akan pergi Sa. Aku gak akan pergi tanpamu, tolong Sa...dengarkan isi hatimu !!" teriak Yudha melihat Raisa dan Dava yang sudah menaiki anak tangga menuju lantai atas.
Raisa cuma bisa diam dan menangis mengikuti langkah kaki Dava, bahkan ia tidak berani menoleh sedikitpun melihat Yudha.
Di dalam kamar.
Brakkkkkkkkk
Dava menutup pintu kamar dengan emosi, bayangan saat Yudha memeluk dan menghapus air mata Raisa membuatnya marah, ia seperti memergoki istrinya selingkuh dengan laki-laki brenga*k, padahal hubungan mereka di dasari tanpa cinta. Dava terus menyangkal perasaannya, tapi tubuhnya terus memaksa untuk tetap berada di dekat Raisa.
"Mas sakit...lepaskan tanganku Mas !" teriak Raisa, tapi Dava tetap diam dan membawa Raisa ke dalam kamar mandi.
Dengan kasar, Dava memasukan Raisa ke dalam bak mandi.
Brakkkkkkkkkkkkk
Raisa terduduk di bak mandi. "Mas...jangan seperti ini, apa yang Mas Dava lakukan?" Raisa semakin ketakutan, ia berdiri dengan tubuh yang gemetar.
"Mas...jangan seperti ini," ucap Raisa.
Dava masih diam seribu bahasa, ia sudah mulai menghidupkan air dan mengguyur Raisa, dari ujung rambut sampai membuat seluruh tubuh Raisa basah.
"Mas...lepaskan aku. Kenapa Mas Dava selalu menyiksaku? aku mohon biarkan aku pergi hiks hiks!" Raisa sudah menangis ketakutan, tapi Dava tidak menghentikan gerakannya.
"Buka bajumu !" perintah Dava, rasanya ia ingin menghapus semua jejak yang ditinggalkan rivalnya itu.
"Tidak...Mas Dava mau apa ?" Raisa menyilangkan kedua tangannya di depan dada, ia merasa terhina dengan perlakuan Dava.
Tankkk
Dava membanting kran air dengan kasar dan ikut masuk ke dalam bak mandi, bergabung dengan Raisa, ia menjatuhkan tangan Raisa yang menutup dadanya.
Kruakkkkkkkkkkkkkk
Dengan penuh emosi Dava mengoyak baju Raisa.
lanjut kakakakk...
💖💖💖💖
Raisa beda loh mas Dava dr cewe2 yg lain 😁