Qiarra dan Queen Gallagher adalah kembar identik yang sangat dekat satu sama lain. Hingga mereka berusia 25 tahun, dan sudah menjadi dokter, salah satu rekan bisnis opanya ingin menjodohkan cucunya dengan salah satu dari si kembar. Sang cucu bernama Jupiter Samudra Prawira jatuh cinta dengan Qiarra tapi Queen lah yang jatuh cinta pada Samudra. Saat menikah, Queen menggantikan Qiarra yg tidak mencintai Samudra. Usai pernikahan, Qiarra terbang ke Hokkaido dan menjadi dokter di desa nelayan disana. Qiarra tidak mau Samudra mencarinya dan memakai nama depannya, Nabila. Di desa itu Qiarra bertemu dengan nelayan bernama Kaito Yamada yang tidak suka melihat gadis bule tapi jago bahasa Jepang itu menjadi dokter disana. Dua orang keras kepala itu akhirnya jatuh cinta.
Sementara Samudra merasa dibohongi karena bukan Qiarra yang menikah dengannya, marah besar. Samudra hendak menceraikan Queen tapi gadis itu meminta agar mereka menikah selama enam bulan dulu.
Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Samudra Mencari Tahu
Sapporo Hokkaido Hospital
Kaito melihat Qiarra makan nasi ayam katsunya macam kelaparan. Dia terhenti sejenak untuk minum teh oolong lalu makan lagi.
"Kamu lapar berat ya?" goda Kaito.
"Hmm?" Qiarra hanya mengangguk sambil mengunyah makanannya. Setelah menelannya, baru dia bicara lagi. "Aku lapar sangat! Makanya tadi aku langsung hajar suami tolol itu! Aku kalau lapar sangat cranky!"
Kaito tertawa kecil. "Pantas!"
Qiarra tidak menjawab tapi melanjutkan makannya. Tiba-tiba Ami datang dengan wajah panik.
"Nabila-sensei ... Anda dipanggil direktur rumah sakit!" Ami menatap wajah Qiarra yang masih ada nasi di sudut bibirnya.
"Hah? Dipanggil?" tanya Qiarra bingung. "Ada apa?"
"Saya kurang tahu," jawab Ami.
"Oke ... aku pergi." Qiarra pun berdiri tapi Kaito menyentuh bahunya.
"Duduk dulu sebentar," ucapnya sambil memegang tissue.
"Ada apa?" tanya Qiarra bingung.
Kaito tidak menjawab tapi mengulurkan tissue nya ke sudut bibir Qiarra. "Masa kamu mau bertemu dengan direktur rumah sakit, masih ada nasinya?"
Begini kira-kira visualnya
Pipi Qiarra merona. Antara malu dan terkejut karena Kaito begitu dekat dan perhatian.
"Do ... Domo arigato," bisik Qiarra.
"Sama-sama. Aku tahu kamu lapar tapi jangan berantakan juga," kekeh Kaito.
Qiarra pun berdiri dan Ami tampak kikuk melihat kejadian di depannya.
"Mari Nabila-sensei. Saya antarkan ke ruang direktur rumah sakit," ucap Ami setelah berdehem pelan.
Qiarra menoleh ke Kaito. "Nasiku jangan dimakan!" ucapnya judes lalu berbalik dan mengikuti Ami.
"Memangnya seenak itu makanannya?" gumam Kaito sambil memakan nasi ayam katsu milik Qiarra. "Enak ternyata."
***
Qiarra duduk di kursi depan direktur rumah sakit Sapporo Hokkaido Hospital. Pria bernama Yuiji Tada itu menatap gemas ke arah Qiarra yang tampak santai.
"Nabila-sensei, saya tahu Anda sudah berusaha keras tapi tolong, jangan brutal macam tadi. Apa karena Anda masih ada hubungan kekerabatan dengan Yakuza Takara Bianchi dan Azuma jadi seperti ini?" ucap dokter Yuiji Tada gemas.
Qiarra terkejut. "Bagaimana Anda tahu?"
"Nabila-sensei, ijazah Anda? Membuat saya mencari tahu soal Anda. Dan ternyata Anda adalah putri dokter Billy Gallagher, salah satu neurosurgeon terkenal di dunia neurologi. Bagaimana Anda yang sudah nyaman di London, pindah ke Hokkaido? Bahkan tinggal di Furubira? Bukankah itu desa nelayan yang agak jauh dari Sapporo?" dokter Yuiji Tada menatap Qiarra yang tampak terdiam..
"Apakah direktur akan memberitahukan ayah saya ataupun keluarga saya di Jepang?" tanya Qiarra.
"Tidak. Saya tahu Anda pasti punya alasan tersendiri. Tapi benar kan Anda memiliki kekerabatan dengan dua keluarga Yakuza itu?" dokter Yuiji Tada tampak penasaran.
"Dan Watanabe. Saya iparnya dokter Daigo Watanabe."
Dokter Yuiji Tada memegang pelipisnya. "Kamisama ... Keluarga Anda ... menyeramkan! Tidak heran jika Anda tadi bodo amat menghajar pria malang itu."
"Maafkan saya, Direktur. Tadi saya lapar dan mendapatkan seorang suami malah menyalahkan kami yang sudah berjibaku demi keselamatan dua nyawa. Jadi ... Begitulah. Saya lupa mengontrol emosi," ucap Qiarra dengan nada tidak enak.
"Daijoubu. Saya jadi paham, dari mana keberanian Anda. Ternyata beking Anda seram," kekeh dokter Yuiji Tada.
"Tapi saya tidak membawa-bawa nama keluarga saya. Jika Anda hendak menghukum saya, bisa diterima. Saya juga akan menghadap ke pria itu untuk minta maaf," jawab Qiarra tegas.
Dokter Yuiji Tada mengangguk. "Permintaan maaf itu sangat cocok."
***
Qiarra menemui pria yang dihajarnya dan meminta maaf dengan tulus. Begitu juga dengan pria itu yang sudah dimarahi oleh istrinya. Keduanya pun berdamai dan semua selesai dengan baik. Setelahnya dia kembali ke cafetaria untuk melanjutkan makannya tapi ternyata sudah tidak ada.
"Sumimasen, piring saya kemana ya?" tanya Qiarra ke pelayan cafetaria.
"Sudah dihabiskan oleh Yamada-sensei. Katanya sayang nanti nasinya keras. Oh, Yamada-sensei sudah minta kalau Nabila-sensei datang, ada nasi ayam katsu baru. Sudah dibayar juga termasuk teh oolong dingin," jawab pelayan itu sambil menyiapkan makanan baru buat Qiarra.
Gadis itu tertawa kesal. "Pesan aku yang mana yang tidak bisa dimengerti agar tidak makan makanan aku sih!" sungutnya dengan bahasa Inggris dan berkacak pinggang.
"Sensei mengatakan sesuatu?" tanya pelayan itu sambil menyerahkan nampan ke Qiarra.
"Tidak. Aku hanya merapal mantra kutukan!" jawab Qiarra asal membuat pelayan itu melongo.
***
Kaito yang sedang melakukan visite, merasa tengkuknya merinding. Dia pun menoleh ke arah pintu. Seperti ada yang mengawasi dirinya.
"Sensei tidak apa-apa?" tanya salah satu suster yang ikut.
"Eh? Tidak apa-apa," jawab Kaito. Tapi kok aku merinding ya?
***
Glasgow University Hospital Skotlandia
Samudra mendatangi rumah sakit tempat Queen bekerja dan dia pun segera mencari dokter Harry Gregg. Samudra berharap tidak bertemu dengan Queen yang berada di rumah sakit. Dirinya beruntung karena sempat melihat Queen sedang bersama dengan dokter-dokter lainnya.
Samudra segera ke ruangan dokter Harry Gregg setelah mendapatkan izin dari asistennya. Siapa juga yang tidak memberikan izin salah satu produsen obat-obatan di rumah sakit seluruh Inggris.
"Ah Jupiter. Ada acara apa kemari? Apa membawa obat baru?" sapa dokter Harry Gregg sambil bersalaman dengan Samudra.
"Ah tidak. Belum," balas Samudra sambil tersenyum sopan.
"Silakan duduk, Jupiter. Ada yang bisa aku bantu?" tanya dokter Harry Gregg sambil duduk.
Samudra pun duduk. "Katakan yang sejujurnya. Apakah Queen sakit?"
Dokter Harry Gregg hanya bisa terdiam. "Kenapa tidak kamu tanyakan pada Queen?" ucapnya kemudian.
"Queen tidak mau mengatakan padaku," jawab Samudra. "Apa dokter tahu alasannya?"
Dokter Harry Gregg tersenyum lembut. "Maaf, kerahasiaan pasien dengan dokter. Aku tidak bisa mengatakan padamu. Jika memang kamu mau tahu, ajak bicara Queen baik-baik."
Samudra hanya mengusap dagunya kasar. "Queen sakit kan? Breast cancer? Jujur padaku, Dok ... stadium berapa?"
Dokter Harry Gregg tetap tersenyum. "Aku tidak bisa mengatakan padamu."
"Aku suaminya Dok!" seru Samudra.
"Jika memang begitu, sebagai suaminya, kenapa tidak kamu bicarakan pada istrimu. Ingat, Queen tidak mau dikasihani. Oke?" jawab dokter Harry Gregg.
Samudra menatap tajam. "Dokter Gregg, aku sangat menghargai Anda dan aku punya hak soal pemberitahuan kondisi Queen! Katakan padaku! Queen sakit apa?"
Suara ketukan di pintu terdengar dan tidak lama Queen pun masuk sambil membawa papan pasien tanpa melihat siapa di dalam.
"Dokter Gregg. Pasien bernama Matthew Defalco masih muntah-muntah dan aku rasa, efek dari kemo kema ...." Queen menghentikan ucapannya saat melihat seniornya tidak sendiri. "Mas Sam ...."
Samudra menatap tajam ke Queen. "Apa yang kamu sembunyikan, Queen?"
Queen menatap wajah dokter Harry Gregg yang menggeleng pelan. Pertanda Samudra belum tahu sebenarnya.
"A ... Aku ...."
"Katakan saja Queen. Yang sebenarnya," ucap dokter Harry Gregg serius.
***
Yuhuuu up malam yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
kamu pasti akan sangat menyesal Sam
Alhamdulillah semua keluarga mendukungmu queen
cepat sembuh ya queen, gapai bahagiamu lagi dengan laki-laki yang tulus menyayangimu
dukungan keluarga ke Queen smg bs menjadi penyemangat utk sembuh dan ingat hati yg gembira adalah obat
dan akhirnya keluarga pun tau Qia ada di furubira yg amaze nya mlh pada gatau itu ada di mana, sama nek aku 🤭 soale kalo di Osaka ntar gampang cepet ketahuannya 😆😆
untung aku bacanya pagi habis sarapan
coba kalo belum, bisa nggak jadi sarapan aku😭😭😭😭
kamu kuat queeny😓😓
kira kira Jodoh Queen ada yang baru atau masih Samudera yang pikirannya cupet , Mbak Hana ?