NovelToon NovelToon
GARA [Perjuangan Cinta]

GARA [Perjuangan Cinta]

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Terlarang / Percintaan Konglomerat / Teen Angst
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: linsi putri

Bercerita tentang hubungan percintaan antara Galih dan Asmara. Sebuah kisah cinta yang dipenuhi dengan berbagai lika-liku kehidupan.

Senang, sedih, air mata serta trauma yang begitu kelam. Keduanya saling jatuh cinta secara instan, namun seiring berjalannya waktu kejadian tak diinginkan pun terjadi.

Hingga mereka dihadapkan pada suatu pilihan, BERTAHAN atau BERAKHIR.

Akankah Asmara dan Galih dapat mempertahankan hubungannya sampai akhir?

Atau Mala berakhir dengan tragis?

yuk baca dan simak kisahnya sampai akhir ya😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linsi putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siuman

...☘️HAPPY READING☘️...

...-------------...

Hari yang ditunggu semua orang akhirnya tiba, dimana Galih sadar dari komanya. Dokter yang menangani keadaan pemuda itu sangat amat bersyukur dengan hal ini, walau sebenarnya mereka tak bisa menyembunyikan keterkejutannya sebab tak ada tanda-tanda perkembangan baik keadaan Galih sebelumnya. Namun lihatlah, saat ini pemuda itu sudah tersadar.

Tangisan Bunda pun pecah saat mengetahui kabar bahagia ini, putra semata wayangnya telah terbangun dari tidur yang memakan waktu selama dua bulan.

Riri pun segera menghubungi Ayah Galih untuk memberitahukan hal ini, begitu juga dengan Alex namun setelah beberapa kali panggilan dilayangkan sepupu nya itu tak kunjung mengangkat hingga akhirnya Bunda yang berinisiatif menelfon barulah terhubung dan mengatakan akan segera datang.

"Bun...," lirih pemuda itu dengan suara lemahnya.

"Iya sayang ini bunda," Jasmin mati-matian menahan air matanya. Wanita itu tak ingin terlihat sedih didepan putranya.

"Galih dimana?"

"Dirumah sakit sayang," ucap Jasmin sambil menampilkan senyuman tipis diujung bibirnya namun tetap tak bisa menyembunyikan raut kesedihan diwajahnya.

"Bunda kenapa?" tanya Galih saat matanya melihat kemanik mata Bundanya yang berkaca-kaca.

"Bunda gak papa sayang," Jasmin mengusap kepala putranya yang masih terlihat lemah tak bertenaga.

Galih memejamkan matanya saat merasakan pening yang tiba-tiba muncul dikepalanya.

"Kenapa Galih disini Bun?" tanyanya kemudian. Sepertinya Galih lupa akan kecelakaan yang telah menimpanya dua bulan lalu.

Jasmin shock bukan main saat mendengar ucapan putranya. Apakah kecelakaan itu membuat Galih lupa ingatan?

Belum sempat Jasmin menjawab pertanyaan putranya tiba-tiba saja pintu terbuka yang membuat pandangannya teralihkan. Dua orang dengan berbeda jenis muncul dari balik pintu, keduanya seketika mematung dengan tatapan tak percaya.

"Loh, kok udah sadar?" celetuk Alex tanpa sadar membuat Galih tak bisa menahan senyumannya, jika saja tubuhnya dalam keadaan sehat pasti ia sudah menjitak kepala sepupunya itu. Namun berbeda dengan Jasmin yang langsung menatap Alex dengan tajam.

Alex berjalan mendekat kearah Galih dan langsung mencubit pipi pemuda itu.

Bugh

"Heh!"sentak Riri setelah mendaratkan pukulan dilengan Alex. "Gila Lo ya, orang baru sadar bukannya diucapin selamet mala dicubit."

Alex mengusap lengan Atasnya. "Sakit bego!"

"Makanya punya tangan tu dijaga,"

Lihatlah dua manusia ini, selalu saja ribut tanpa mengenal tempat sama sekali.

"Udah, gue gak papa." ucap Galih dengan suara lemahnya.

"Syukur deh loh cepet sadar, jadi gue gak perlu bolak-balik lagi kerumah sakit buat jagain Lo,"

"Sembarang! jenguk cuma sekali aja belagu Lo." ucap Riri yang tak terima membuat Alex langsung nyengir tanpa dosa.

"Yehh.. Lo paling gak bisa diajak becanda," Alex mencebikkan bibirnya. "Iya gak, Gal?" ia beralih menatap Galih yang masih terbaring tak berdaya diranjangnya. Pemuda itu hanya tersenyum tanpa berniat menimpali ucapan kedua sepupunya itu.

Hingga akhirnya mata Galih pun beralih menatap gadis cantik berambut sebahu yang sedari tadi berdiri paling jauh darinya. Asmara bersandar pada dinding yang bersebelahan dengan pintu.

"Come..,"

Semua orang yang ada diruangan mengikuti kemana arah pandangan Galih, mereka yang paham pun langsung mengerti dan satu persatu pun meninggalkan ruangan, memberi kesempatan bagi keduanya.

"Galih..,"

Dengan langkah pelan Asmara berjalan mendekati ranjang lalu duduk disalah satu kursi yang paling dekat dengan pemuda itu.

"Ma-mafin aku," Hanya kata itu yang terucap oleh Asmara saat ini. Kepalanya bahkan tertunduk kebawah untuk menutupi kegugupannya. Satu sisi ia bahagia atas sadarnya pemuda itu namun disisi lain ia juga masih merasa sangat bersalah atas kecelakaan yang membuat Galih koma.

"Gue gak papa, kenapa harus minta maaf." jawab Galih dengan suara lemah.

"I-ini salah aku, ya... ini salah aku" Asmara meremas tangannya sendiri. Jujur saja, jika tadi ia sangat ingin ada disamping Galih tapi kini niatnya itu berubah dan mala ingin menjauhinya.

Kenapa? tentu saja karena Asmara takut tak akan bisa lepas dari pemuda itu. Asmara hanya ingin menemani Galih sampai sadar dari koma bukan dalam kondisi sadar seperti sekarang.

Beberapa waktu lalu Asmara sudah berjanji pada Mamanya untuk tak lagi berhubungan dengan Galih namun jika keadaannya sudah begini apakah Asmara benar-benar bisa memenuhi janjinya itu?

Tangan Galih mengelus surai kecoklatan milik Asmara lalu menyelipkan beberapa helai rambut gadisnya ke belakang telinga.

"Cantik," ucap Galih menatap lekat rambut sebahu Asmara membuat gadis itu seketika susah payah menelan salivanya.

"Tapi lebih cantik waktu panjang seperti kemarin, kenapa dipotong?" tanya Galih pelan. Namun Asmara yakin jika Galih pasti kecewa terlihat dari ekspresi yang ditergambar diwajahnya.

Galih sangat menyukai rambut panjang Asmara bahkan pemuda itu suka sekali memainkan rambutnya disaat menjelang dan bangun tidur, jadi tak heran jika Galih pasti sangat kecewa karena Asmara memotongnya tanpa bertanya dengannya lebih dulu.

"Lagi pingin aja, bosen sama model yang lama." Asmara menatap gencar ke sekeliling ruangan, mencoba menghindari tatapan Galih yang terus saja menatapnya sedari tadi tanpa berkedip. "Kenapa, kamu gak suka ya?" tanyanya kemudian.

Galih menggeleng lemah.

"Apapun yang kamu lakuin, aku bakalan suka Bee..," jika saja tubuh Galih tak selemah saat ini, sudah ia pastikan akan memeluk tubuh gadisnya itu karena terlihat menggemaskan.

Asmara mengerjakan matanya beberapa kali sebelum akhirnya ia kembali bersuara.

"Aku mau kuliah,"

Galih tersenyum. "Ia gak papa Bee, entar kalo udah sembuh.. aku bakalan nyusul kamu." ucapnya yang seketika membuat tatapan Asmara tertuju padanya.

"Ma-maksud kamu apa?"

"Ya aku bakalan ikut kuliah bareng kamu Bee, biar kita bisa sama-sama terus."

Tiba-tiba hening menerpa keduanya, tak ada yang bersuara. Mereka sibuk akan pikirannya masing-masing.

"Bee,"

"Hmm,"

"G-gue..,"

"Iya kenapa?"

"G-gue..mau kita__,"

"AARrrggghh!!"

Galih tiba-tiba berteriak saat kepalanya merasakan pusing yang luar biasa, berlipat-lipat dari rasa yang sebelumnya menyerang kepalanya.

Asmara yang melihat pun langsung bangkit dengan tatapan bingung.

"Kamu kenapa?" tanyanya dengan panik.

"Sakit Bee.., kepalaku sakit." Galih merintih tak karuan membuat Asmara tak tahan untuk segera memencet tombol darurat agar para dokter segera memberi pertolongan.

Namun yang terjadi diluar dugaan karena gerakan tangannya tiba-tiba terhenti saat Galih meraih cepat pergelangannya dan membuat tubuh Asmara terhuyung dan menjadi lebih dekat dengan Galih.

"Aku gak butuh dokter,"

"Hah! t-tapi kamu kesakitan,"

Galih menggeleng. Namun Asmara bersikeras hendak meraih tombol merah itu sebab ia tak tega melihat Galih yang terus merintih kesakitan.

"Plis jangan dipencet," ucap Galih dengan tatapan memohon bahkan matanya kini sudah memerah dan berkaca-kaca.

1
վմղíα | HV💕
salam kenal Thor mampir juga kecerita ku 👃
Authophille09
lagi kak, kok udh jarang update skrg? padahal kita nungguin motifnya terus
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
lanjut kka, kok jarang bngt up nya, kangen ni🥺
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
makin seru, lanjut kka
NR
iya kak, Alhamdulillah 😊
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
lanjut kka,, 🌹 untukmu biar makin semangat
NR: makasih kak😘
total 1 replies
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
syukurlah asmara sudah siuman
gegechan (ig:@aboutgege_)
bener emang, semua orang punya porsi untuk mendapatkan suatu hal di dunia ini...
semangat terus kak, salam dari ARCTURUS, jangan lupa mampir ya
Lily Flow
tidak ada anak yg ingin terlahir tanpa ayah ataupun ibu
Lily Flow
thor emang ada perut bagian belakang?
kenapa di kasih keterangan perut bagian depan, kan perut emang cuma di depan😃
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
kasian 🐕🐩 dibawa dlm masalah ini☺️🤭

semoga asmara dan galih cepet pulih, ntar sama siapa lagi aku nitip pop ice😁🤭

🌹 untuk author,, semangat sllu kka🤗🤗
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
cepet lanjutt kka, aku kasih dua tangkai 🌹 biar cepet Up yg banyak🤗
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
ini terlalu menyedihkan 😭😭 semoga mereka berdua selamat
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
ajjaakk aku, ni pengen banget ke pasar malem naik bianglala, tapi disini ada pasar malem becek tempatnya, hujan terus, kan ngga lucu klo aku jatuh😱🤭
Aira Lim
kenapa ada bawang disini😭
Aira Lim
biang keladi mah, kamu kali galih🤭
nona er
jadi pengen bikin kentang bola keju mozzarella huaaaa
Nuna_Endah
galih konyol sekali wkwkkw. kaki smpe terpijak pengunjung lain. wkwkkw Awaa pulang nggak dpt imbalan dari asmara..
Nuna_Endah
apa ini kok sensor wkwkw
NR: apa ya, kayanya nen*n🤭😁
total 1 replies
NR
Tau tuh si Galih, persis kaya gada tempat lain aja🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!