NovelToon NovelToon
Aku Tidak Mandul Ibu Mertua

Aku Tidak Mandul Ibu Mertua

Status: tamat
Genre:Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:418.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dwi cahya rahma R

Adira Alin Harmita wanita cantik yang menikah dengan seorang laki-laki tajir yang bernama Malio Ardian Mehesa yang biasa di sapa Ardi. Adira yang berasal dari keluarga sederhana selalu menjadi bulan-bulan ibu mertuanya yang tidak suka kepadanya. Bahkan ibu mertua pun selalu meminta kepada anaknya untuk menikah lagi.

"Ceraikan Adira Ar, dia tidak pantas bersama mu." ucap mama Erlin.

"Kenapa mama selalu meminta aku untuk menceraikan Adira, kita saling mencintai ma." sangkal Ardi yang tidak setuju dengan ucapan mamanya.

"Adira itu wanita mandul, dia tidak bisa punya keturunan, apa kamu mau hidup dengan seorang wanita tapi tidak bisa punya anak."

"Adira itu tidak mandul ma." Ardi yang tidak terima istrinya di katakan mandul.

"Buktinya, sampai sekarang dia tak kunjung hamil."

"Mungkin Allah belum mengizinkain kita untuk menjaga amanahnya yaitu seorang anak."

"Halah! pokoknya kamu harus ceraikan Adira, dan menikahlah lagi." ucap mama Erlin dengan sangat tegas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi cahya rahma R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Marahnya Mama Erlin

"Ma.. Delisa bisa jelasin video itu, itu tidak benar." Delisa yang terus memohon kepada ibu mertuanya.

"Coba jelaskan, dan apa maksut kamu menjebak Adira." sahut Ardi sambil menunjuk ke arah ponselnya yang masih di bawa mama Erlin.

"Jadi sebenarnya Adira tidak dekat dengan Kelvin-Kelvin itu?." tanya mama Erlin.

"Tidak ma.. itu semua perbuatan Delisa." jawab Ardi menatap ke arah Delisa.

"Jadi yang ada di dalam kandungan Adira bukan lah anak orang lain?." tanya mama Erlin lagi.

"Apa mama tidak pernah melihat, seperti apa aku dan Adira berjuang untuk bisa memberikan mama cucu, Ardi dan Adira selalu melakukan berbagai cara, agar allah segera menitipkan kita seorang anak."

Mama Erlin yang mendengar ucapan Ardi pun seketika mengingat kejadian di mana saat itu mama Erlin mengusir Adira dari rumah, dan menyuruhnya untuk bercerai dengan Ardi. Lalu menuduh Adira berselingkuh dengan laki-laki lain.

Mama Erlin pun seketika menatap ke arah Delisa. "Kenapa kamu bohongin mama Delisa, apa kamu tidak tau atas perbuatan kamu ini, Adira dan calon cucu mama sengsara."

"Maafkan Delisa ma." ucap Delisa terus menunduk.

"Orang yang selalu mama bangga-banggakan ternyata di belakang seperti ini, mama kecewa dengan mu Delisa." mama Erlin yang terus menerka-nerka.

"Delisa melakukan semua itu karena Delisa merasa iri kepada Adira ma, karena semua penghuni di rumah ini menyayangi Delisa, lalu apa gunanya dengan kehadiranku di rumah ini, jika tidak di anggap."

"Kemasi barang-barangmu, dan pergi dari rumah ini sekarang." ucap mama Erlin dengan tegas.

Delisa yang mendengar ucapan mama Erlin semakin terkejut. "Mama mengusir Delisa?." tanya Delisa yang masih tidak percaya.

"Apa perkataanku kurang jelas, pergi dari rumah ini sekarang, aku tidak sudi mempunyai menantu pengadu domba sepertimu." ucap mama Erlin lalu berjalan pergi masuk ke dalam rumah.

"Ma.. Delisa minta maaf ma." Delisa yang mencoba mengejar mertuanya, hingga bersimpuh di bawah lutut.

"Lepaskan.. aku tidak suka dengan orang pembohong." mama Erlin yang terus berjalan tanpa mengindahkan Delisa.

"Ma.. Delisa minta maaf." Delisa yang terus menangis di lantai.

Ardi yang melihat Delisa terus memohon kepada mamanya, seketika mendekat. "Kau sendiri tadi yang bilang, bahwa kau sudah siap untuk angkat kaki dari rumah ini jika benar-benar bersalah, lalu kenapa sekarang kau memohon." ucap Ardi di belakang Delisa.

Delisa yang mendengar ucapan Ardi pun langsung menoleh, dan mendekat ke arah Ardi. "Maaf kan aku mas, maafkan aku."

"Jangan menyentuhku." Ardi yang berjalan mundur menghindari Delisa."Kau tau Delisa atas ke angkuhan mu, ke egoisan mu, dan kerakusan mu, kau tega menghancurkan kebahagian orang lain, kau hanya ingin menang, kau hanya ingin di akui, tanpa ingin kalah, kau buta akan ke dengkian dan ke irian, hatimu gelap, hanya ada dendam dan kebencian, sehingga kau tidak memikirkan kebahagian orang lain."

"Aku tau aku salah mas." Delisa yang mencoba meraih tubuh Ardi, namun Ardi terus saja menghindar.

"Jangan pernah merusak kebahagian orang lain, demi untuk menciptakan kebahagian mu sendiri." ucap Ardi, lalu berjalan pergi meninggalkan Delisa begitu saja.

"Mas Ardi, mas, aku tidak mau pergi dari rumah ini, tolong jangan usir aku." Delisa yang seketika beranjak berdiri lalu menggenggam tangan Ardi.

"Bukan aku yang mengusir mu, tapi mama Erlin yang mengusir mu, orang yang selama ini percaya penuh kepadamu, namun pada akhirnya kau hianati."

"Aku begini karena aku terlalu mencintaimu mas, tapi kamu tidak pernah sedikit pun mencintaiku, dan cinta mu hanya untuk Adira saja."

"Bagaimana aku bisa mencintaimu, tidak ada alasan untuk aku mencintaimu, tidak ada hal yang bisa kamu buktikan kepadaku, agar aku mempunyai alasan untuk mencintaimu, semua yang terlihat dari dirimu hal buruk Delisa, lalu dasar apa aku mencintaimu, apa karena kamu model papan atas, orang terkenal, karir mu bagus, aku tidak butuh semua itu, aku hanya butuh istri yang sholehah, bisa di bimbing di jalan yang benar."

"Ternyata kamu selama ini memandang ku buruk mas?." tanya Delisa di depan Ardi.

"Lalu kalau tidak buruk apa, jika hati mu baik, kau tidak akan pernah mau masuk ke dalam pernikahan orang lain, apapun itu alasannya, di fikir itu."

"Aku masuk ke kehidupanmu karena permintaan orang tuamu, dan memang faktanya aku lebih-lebih sempurna dari istrimu itu, dari segi fisik, karir, dan pendidikan."

"Fisik, karir, dan pendidikan mu memang sempurna Delisa, tapi hatimu jauh dari kata sempurna." Ardi yang menarik tangannya dari genggaman Delisa secara kasar.

"Peegilah, kau sudah tidak di terima lagi di keluarga ini." ucap Ardi lagi, lalu berjalan pergi masuk ke dalam rumah.

"Tidak.. aku tidak akan pergi dari rumah ini." teriak Delisa.

"Security.. Security.. seret dia keluar dari rumah ini." teriak Ardi, lalu kembali berjalan.

Dua security pun datang, dan membawa Delisa keluar dari kediaman keluarga Mahesa.

"Ingat Ardi, kau akan menyesal telah membuang ku, kau akan bersimpuh di lutut ku, aku akan membalas dendam kepadamu."

"Aku tunggu balas dendammu nona Delisa terhormat." Ardi yang menoleh ke arah Delisa dengan sedikit tersenyum.

1
Nani Te'ne
suka
Rea Sitta
Luar biasa
Dewi Dama
bagus cerita nya singkat dn padat
Dewi Dama
Luar biasa
Dewi Dama
pergi ajaaa...
Dewi Dama
ada y...mertua dan calon besan yg seperti..ini...kata nya orang kayaa...tpi..kok mulut nya kayak orang...gk.ber pendidikan..alias mulut comberan
angel
kog jd istri pasrah aj ...emang ada ya di dunia nyata ....
Mei Mei
Luar biasa
Wisteria
ya elah baru 1th dikata mandul
falea sezi
apakah delisa uda pernah tidur ma. suaminya
falea sezi
cerai aja lah bodoh bgt mau di madu tolol
Nurlaila Hasan
keren
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
sungguh mantap sekali
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
mantap
Yunerty Blessa
nama yang baik..
Yunerty Blessa
tahniah buat kelahiran bayi kembar nya..
Yunerty Blessa
carilah lelaki lain yang bisa kau jadikan teman main mu 🤭
Yunerty Blessa
tangisan kebohongan ma lampir
Yunerty Blessa
datang lagi nenek lampir 🤦‍♀️
Yunerty Blessa
memang benar apa yang dikatakan oleh Mailo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!