Di kehidupan sebelumnya keluarganya membencinya sampai tega membunuhnya dan mengambil hak miliknya.
Di kehidupan ini dia terlahir kembali di tubuh seorang gadis yang memiliki riwayat penyakit jantung. Untungnya dia mempunyai orang tua yang sangat menyayanginya dan memanjakannya.
Lu Yunhan adalah seorang Ceo yang terkenal kejam dan berdarah dingin. Dia dikenal tak kenal ampun kepada musuh musuhnya. Hal yang paling dibencinya adalah wanita yang lemah sakit sakitan. Menurutnya wanita seperti itu pasti terus bergantung kepada pria selama sisa hidupnya dan itu menjijikkan.
Sampai pertemuannya dengan Duan Qing, nona muda yang terkenal lemah dan sakit sakitan. Semua perkataannya tentang wanita lemah, ia tarik kembali.
"Apa itu wanita lemah, saya sangat menyukainya. Membuat saya merasa sangat diandalkan dan perasaan itu sangat bagus." kata Lu Yunhan.
Duan Qing hanya mendengus dingin mendengar perkataannya.
Novel ini hanya sekedar hiburan saja ya. Jangan terlalu dianggap serius, oke.😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KimHana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengumuman!!!!!!
Halo readers!! Pembaca setia dari novel KimHana..
Salam hangat dan salam sayang buat kalian semua, semoga selalu sehat dan diberikan umur panjang oleh Allah SWT. Author ada kabar gembira nih buat kalian semua. Author udah bikin novel baru!! Ceritanya seru habis dan masih on going, jangan lupa dibaca ya readers.
Buat novel ini, mohon maaf author nggak bisa lanjutin karena ide author udah buntu nggak bisa jalan. Daripada nanti amburadul, mendingan author stop aja.. Mohon maaf ya readers...🙏🙏
......................
...Penggalan Cerita---...
"Ck." Pemuda itu berdecak sambil memandang ke sudut sofa yang kini telah di tempati oleh seseorang. Biasanya sudut itu jarang di tempati karena sedikitnya orang yang berkunjung ke rumahnya.
"Yang mulia putri Clarisse, ada gerangan apa anda mengunjungi kediaman saya yang rendah hati ini?" ucapan itu terdengar sopan namun entah kenapa Clarisse bisa mendengar nada sinis dalam suaranya.
"Saya datang kesini karena ingin membuat sebuah kesepakatan." jawab Clarisse dengan tenang. Namun bertentangan dengan nada suaranya yang tenang, jantungnya berdetak dengan liar di sertai keringat dingin yang mengucur di punggungnya.
"Kesepakatan?" Aillard mengernyitkan alisnya lalu menatap perempuan di depannya dengan curiga.
Putri ke 9 ingin membuat kesepakatan dengannya? Bukankah itu terlihat sangat mencurigakan? Siapa yang tidak tau hubungannya dengan kerajaan sangat tegang hingga mereka terlihat saling membunuh. Apakah laki-laki tua bangka itu yang mengutusnya?
Clarisse menelan ludahnya gugup di bawah tatapan terang-terangan sang Grand Duke Timothee, lalu dengan cepat dia berkata, "Mari kita menikah!"