"Menutup auratnya, tapi kelakuannya kayak wanita murahan!! Sampai-sampai hamil diluar nikah!!! Dasar kau wanita banyak drama!!" ejek salah satu tamu undangan.
"Mana ada pria yang mau menikahinya!!"
"Iya, wanita menjijikkan!"
Sara hanya sabar dengan perkataan yang dilontarkan oleh para tamu undangan. Sungguh batinnya saat ini menangis pilu mendengar cemohan dari orang-orang disekitarnya. Bagaimana yang akan terjadi selanjutnya?¿?¿?
yuk simak kelanjutan kisahnya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Meilina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
•34
~TAHIAT MAHW AL' AMIA~
BUAT PARA PEMBACA SEMOGA TETAP SUKA DENGAN NOVELKU INI YA....
SUKHRAAN....
*******
Keesokan harinya, Zidan dan keluarga pergi ke bandara untuk menjemput Key. Sebelum mereka pergi ke bandara, mereka pergi ke rumah Sara untuk menjemput nya. Setelah merek menjemput Sara, mereka langsung pergi ke bandara.
Di bandara, Zidan dan keluarga menunggu Key datang. Setelah beberapa menit menunggu, Key datang dengan membawa koper di tangannya. Key berlari ke arah Zidan dan keluarga. Sara yang melihat itu hanya tersenyum, karena dia juga belum kenal dengan Key.
"Mah, Pah...." Ucap Key memeluk orangtuanya.
"Sayang, akhirnya kamu pulang juga." Ucap Bu Oca.
"Hemm, memangnya kamu gak kangen ya sama kakak?" Tanya Zidan.
"Tentu saja kangen dong, aku juga kangen sama si imut ini..." Ucap Key sambil membelai pipi Rangga.
"Apa ini calon kakak iparku?" Tanya Key.
"Iya sayang, memangnya kenapa?" Ucap Bu Oca.
"Pantesan kak Zidan kepincut, orang calon kakak iparku cantik banget sih." Ucap Key menggoda.
"Bisa aja kamu..." Balas Zidan.
"Siapa namamu kak?" Tanya Key pada Sara.
"Sara Mikaya...." Jawab Sara sambil tersenyum.
"Emm nama yang bagus, kenalin kak namaku Keyla Putrinadin. Panggil aja Key atau Eyla juga boleh. kakak tau gak? Kalau kak Zidan itu orangnya penakut lo..." Ucap Key sambil melirik ke arah Zidan.
"Benarkah? Memangnya takut apa?"
"Takut sama kucing kak, Hahahaha...."
"Hahaha..."
Key orangnya memang periang dan cepat akrab dengan orang yang baru dia kenal. Key dan Sara terus membicarakan tentang Zidan. Namun Bu Oca langsung mensudahinya, kini mereka sedang makan siang di restoran cepat saji. Key membawa banyak oleh-oleh di kopernya, dan dia terkenal tidak pelit. Key selalu memberi hadiah atau oleh-oleh yang dia bawa kepada semua orang yang ada di dalam rumahnya termasuk pembantu rumah tangga dan para suster pengasuh.
Setelah mereka makan siang, mereka langsung pulang ke rumah. Di sepanjang jalan, Key menceritakan semua tentang Zidan pada Sara. Sara hanya bisa tertawa dan tersenyum mendengar kan cerita Key.
"Apakah kak Sara sedang hamil?" Tanya Key pada Sara.
Seketika suasana didalam mobil tampak hening. Pertanyaan Key membuat jantung Sara dag dig dug. Ya walaupun semua keluarga Zidan sudah tahu kenyataan ceritanya, namun hanya Key belum tahu.
"I-ya, Key...." Jawab Sara dengan suara pelan dan lembut.
"Hamil anak siapa kak? Kak Zidan?"
Mata Sara mulai berkaca-kaca, namun Bu Oca langsung menenangkan Sara. Sedangkan Zidan, dia hanya fokus menyetir mobilnya.
"Kak, maafkan key. Kalau Key salah bicara pada kak Sara." Ucap Key memeluk Sara.
"Tidak apa kok Key, kamu pasti akan tahu cerita sebenarnya." Ucap Sara membelai pipi Key dan tersenyum.
"Tapi Key yakin kalau kak Sara itu orang baik dan sholehah."
Sara hanya tersenyum. Bu Oca juga tersenyum melihat Key dan Sara yang saling mengerti perasaan satu sama lain. Sara menceritakan semuanya pada Key. Key yang mendengar cerita Sara tak kuat untuk menahan tangisnya. Key berpikir, kalau ia yang berada di posisi Sara saat ini mungkin dia sudah tak sanggup untuk menghadapi berbagai macam hinaan dan padangan buruk di mata orang lain.
"Kak, kakak wanita yang hebat. Kalau aku jadi bayi yang kini sedang di kandung oleh dirimu, mungkin diriku sangat beruntung karena memiliki seorang Ibu yang hebat." Ucap Key pada Sara.
"Key, aku hanyalah wanita biasa. Aku juga bersyukur pada Allah swt, karena dialah aku masih diberi kekuatan untuk menghadapi berbagai macam cobaan. Sesulit apapun cobaan nya, kita harus tetap berbaik sangka pada Allah swt. Karena kita harus yakin bahwa Allah swt akan memberi jalan keluarnya." Ucap Sara tersenyum.
jadi penasaran