Devano William seorang cowok yang mempunyai sifat dingin suatu hari karena sebuah kejadian dia bertemu dengan aluna khaina yang mempunyai sifat ceria, dan bawel .Mampukah Aluna mencairkan sifat dingin Devano?
Ini hanyalah sebuah cerita dengan konflik yang ringan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RJ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
-34- Jelasin
"Tapikan disini bukan hanya gue aja, bang vano juga"
"Ada apa sih, jangan bikin gue penasaran dong" ucap marcel
"Bagus lo jelasin al" ucap syera
"Yaudah deh, iii tapi gue malu" ucap aluna sambil menutup mukanya
"Jelasin, jelasin, jelasin" ucap rin, angel, syera, carvin, marcel, dan sunny
"Oke, oke" ucap aluna sambil menarik nafas dalam dalam
"Jadi saat pulang sekolah kemarin itu gue bohong dengan bang vano jadi bang vano... iii gue malu"
"Gue nyium pipi dia" sambung devano dengan nada dinginnya, aluna yang menutup mukanya pun melihat devano
Keadaan di meja tersebut hening sesaat, mereka berenam melihat ke arah aluna dan devano tanpa berbicara.
"Ya ampun devanooo lo itu belum pacaran udah kayak gitu" ucap marcel histeris
Aluna langsung beranjak dari kursi tersebut dan berlari ke kelasnya, karena takut diejek. Rin, syera, dan angel yang melihat aluna pergi, mereka pun langsung pergi tapi berbeda dengan aluna yang langsung pergi tanpa pamit, mereka bertiga saat akan pergi dari tempat itu pamit terlebih dahulu.
"Alunaaa" teriak syera dari jauh yang membuat aluna menoleh
"Lo jangan ngambek dong" ucap syera sudah dekat
"Gue tuh nggak ngambek, tapi malu, lagian kalian bertiga kok bisa kompak banget sih, padahal dulu kalian nggak dekat kan" ucap aluna sambil memasang wajah ngambeknya itu
"Ya, gue juga nggak tau, dan rin ternyata juga orangnya seru jadi kita bisa dekat, barusan hari ini kok kita dekat" jelas syera
"Jangan ngambek ya" ucap rin yang tiba tiba datang dan merangkul aluna
"Gue punya rencana balasan untuk devano" ucap angel sontak aluna, rin, dan syera menoleh ke arahnya
"Bukan rencana lo tapi gue" ucap carvin yang menyela omongan angel
"Bang carvin kok disini, bang vano, bang marcel, dengan bang sunny mana?" tanya aluna sambil melihat sekelilingnya
"Mereka lagi di kantin, gue bilang ke mereka gue mau ke toilet dan kebetulan gue ada rencana untuk balas devano"
"Apa rencananya?"
"Tapi lo harus setuju dulu dong" ucap carvin
"Kenapa harus setuju dulu?"
"Supaya lo tetap ngelakuin ini, lo kan kalau dilihat dari tampang lo, lo nggak tega-an banget dengan orang"
"Bang carvin ngerencana-in apa sih?"
"Lo pengen tau?" tanya carvin
"Iya"
"Tapi lo harus setuju dulu"
"Bang carvin mau ngecelakain bang vano?" tanya aluna dengan tampang polos
"Enggaklah, masa gue nyelakain devano, sedangkan devano itu sahabat gue"
"Lalu kenapa bang carvin bilang aluna harus setuju dulu baru dikasih tau rencananya?"
"Pokoknya lo setuju atau nggak"
"Ya udah deh, setuju"
"Kalian bertiga jadi saksi kalau aluna udah setuju" ucap carvin dan mereka bertiga hanya mengangguk pertanda 'iya'
"Apaan rencananya?" tanya aluna yang sudah sangat penasaran
"Rencananya...
Kring...Kring... Kring
Saat carvin ingin memberi tau kepada aluna rencananya bel masuk berbunyi membuat aluna kesal dengan bel masuk, karena dia sudah sangat penasaran dengan rencana carvin. Carvin yang mendengar bel masuk pun segera ke kelasnya, karena guru yang akan mengajarnya ini adalah guru killer.
"Udah bel, gue masuk dulu, pulang sekolah gue beri tau rencananya, soalnya gurunya killer" ucap carvin yang langsung pergi ke kelasnya
"Ayo, kita ke kelas juga udah bel nih" ucap syera
"Gue kesal, gue tuh udah kepo banget, dasar bel" ucap aluna, rin pun langsung mengandeng aluna untuk ke kelas