NovelToon NovelToon
Galaxy Wars : Solar System Defender

Galaxy Wars : Solar System Defender

Status: tamat
Genre:Sci-Fi / Sistem / Tamat
Popularitas:238.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dyoka

Perang antar galaksi yang terjadi antara Ras Mogoley dan Ras Hujole belumlah usai. Banyak galaksi, sistem tata surya lain, sekarang sudah menjadi arena pertempuran dari perang besar itu. Lalu kini, perang tersebut sudah mengarah ke tata surya di mana Bumi berada.

Lintang Cahya Sendira, salah satu orang yang baru saja lulus dari kuliah jurusan programer miliknya, mendapatkan sebuah hadiah yang sangat tidak terduga, sebuah Sistem. Lalu, misi yang diberikan oleh Sistem tersebut sangatlah memberatkan Lintang.



“Membuat sebanyak mungkin orang di Bumi menjadi kuat dan mampu mengikuti perang antar galaksi? Bagaimana bisa aku melakukan hal itu?” tanya Lintang kepada Sistem tidak lama setelah mendapatkannya.

Tidak lama setelah berpikir keras dan hampir membuatnya stres, Lintang pada akhirnya menemukan cara untuk bisa membuat manusia di Bumi bisa mengikuti perang antar galaksi.

“Jika mereka tidak bisa melakukan perang secara langsung, bagaimana jika kita menjadikan perang itu sebagai lata

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyoka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GW 34 Game Master

Lintang sekarang sudah memasuki game miliknya sebagai pemain. Di depannya, sudah ada hologram dari lima ras yang menjadi pilihan dasar para pemain. Tanpa berpikir lebih lama, Lintang memilih Ras Natra sebagai pilihannya.

Lintang memilih ras ini karena ras ini yang memiliki kekuatan cukup besar serta kelincahan yang tidak kalah. Ras Elf adalah ras yang memiliki kelincahan tinggi, tetapi kekuatan mereka tidak sebesar Ras Natra.

Lalu, untuk nama dalam gamenya, Lintang memilih nama Bintang, sama seperti nama aslinya. Ini karena Star telah Lintang pakai sebagai nama dari Walikota Star City. Dengan begitu, identitasnya tidak akan tercampur satu sama lain.

Setelah persiapannya selesai, Lintang langsung memasuki game Galaxy Warior. Ia memandangi penampilannya. Semuanya tidak terlalu buruk. Apalagi dengan perlengkapan yang ia pakai. Lintang sengaja menggunakan hal istimewanya sebagai game developer untuk memilih senjata.

Jika para pemain pada umumnya memiliki senjata tingkat E ketika mereka pertama masuk game, maka Lintang sudah memiliki senjata tingkay B. Dari senjata saja sudah terlihat jelas perbedaan antara Lintang dan pemain pada umumnya.

Bisa saja Lintang meminta senjata tingkat A, S atau bahkan SSS. Namun, keberadaan senjata tingkat itu justru akan menarik perhatian dari para pemain. Jika nanti Lintang sudah mencapai level tinggi, barulah ia akan mengubah perlengkapan miliknya. Untuk sekarang, senjata tingkat B sudah cukup. Dengan senjata ini, Lintang yakin dirinya bisa dengan cepat menaikan level miliknya.

Benar saja, senjata ini benar-benar membantu Lintang dalam membunuh monster. Dalam waktu dua puluh menit, Lintang sudah membunuh belasan kelinci. Ia hanya perlu melakukan satu hingga dua kali tebasan untuk membunuh para kelinci. Berbeda dengan para pemain pada umumnya yang perlu melakukan empat hingga enam kali serangan untuk membunuh monster.

Jika saja Lintang tidak sedang berebut monster dengan pemain lain, maka kecepatan Lintang dalam membunuh monster akan jauh lebih cepat lagi. Perlahan, level milik Lintang juga mulai naik.

Apa yang Lintang lakukan ini, mulai menarik perhatian beberapa orang pemain yang ada di sana. Mereka cukup heran dengan kecepatan Lintang dalam membunuh monster. Ketika yang lain berusaha dengan keras, Lintang terlihat sangat santai dalam membunuh monster.

"Lihatlah pemain itu, dia cepat sekali dalam membunuh monster. Kita bersusah payah membunuh kelinci, sedangkan dia terlihat seperti memotong rumput. Sekali tebas satu kelinci mati."

"Kamu benar. Bagaimana bisa dia melakukan itu? Apakah dia bernuat curang? Mungkin dia meretas game ini dan mencoba mencari cela agar bisa naik level lebih cepat."

"Tidak mungkin. Itu tidak mungkin terjadi. Sebelumnya temanku mencoba meretas game ini dan membuat program yang bisa membantunya untuk bermain curang. Namun, temanku itu tidak bisa melakkukannya."

"Pasti keahlian dari temanmu itu sangat kurang. Jadi, dia tidak bisa meretas game ini. Mungkin orang itu memiliki kemampuan meretas yang bagus. Jadi, dia bisa berbuat curang."

"Itu juga tidak mungkin terjadi. Memang harus aku akui kalau kemampuan meretas temanku tidak sejago itu. Namun, karena banyak yang gagal dalam meretas game ini, banyak peretas terhebat mulai mencoba meretas game ini. Mereka berlomba-lomba menjadi yang pertama meretas game ini."

"Sampai seperti itu?"

"Ya, sampai seperti itu. Aku dengar, beberapa peretas mulai masuk ke game ini. Mereka belum mau menyerah. Karena mereka tidak bisa menyerang dari luar, para peretas itu masuk ke game dengan harapan menemukan cela dari dalam."

"Jadi, pemain itu tidak meretas game ini?"

"Kemungkinan besar tidak. Namun, aku yakin dia berbuat curang. Entah apa yang dia lakukan untuk bisa melakukan kecurangan ini. Yang jelas, dia bukan meretas game ini. Karena jika dia meretas game ini, sudah pasti ia akan mengumumkannya di forum khusu para peretas."

"Apakah dia Game Master? Jika dia seorang Game Master itu sangat mungkin bukan? Game Master memiliki andil besar di dalam game. Mereka bisa melakukan apa pun dan bahkan memberikan saran untuk melakukan perubahan pada game. Jika dia adalah Game Master, semua ini terdengar sangat masuk akal."

"Ah ... Kamu benar. Kemungkinan besar dia adalah Game Master. Kalau begitu, hafalkan nama dari Game Master ini. Nanti, jika kalian ingin melakukan PK, jangan ganggu pemain ini. Bisa jadi, akun kalian akan hilang dari game. Kalian tahu sendiri bukan bahwa satu orang hanya bisa membuat satu akun saja."

"Bintang. Baiklah, kita akan mengingat nama ini dengan baik. Aku juga akan memberitahu teman dekatku mengenai hal ini."

Sementara itu, Lintang yang menjadi objek pembicaraan, sama sekali tidak mengetahui bahwa beberapa pemain sudah menganggapnya sebagai Game Master dari Galaxy Wars. Kalaupun Lintang tahu, ia juga tidak akan peduli.

Jika dipikirkan lebih jauh, Lintang bisa dibilang sebagai seorang Game Master. Akun Game Master sendiri adalah akun yang bisa dipakai oleh game developer untuk mencoba langsung game milik mereka. Dengan begitu, mereka bisa tahu kekurangan yang dimiliki oleh game milik mereka.

"Akhirnya aku sudah sampai di level 10. Sekarang, waktunya aku berganti senjata. Sistem, berikan aku senjata serta baju zirah level 10 tingkat S."

[Tentu, Host.]

Di kotak penyimpanannya, sekarang sudah ada peralatan baru yang memiliki level 10 dan berada pada tingkat S. Tanpa menunggu lama, Lintang langsung mengubah peralatan yang ia pakai.

"Aku ingin segera menaikan level milikku. Bagaimanapun juga, kehilangan makanan dan juga senjata pasti membuat musuh menjadi marah. Aku yakin dalam waktu dekat mereka akan menyerang ke kota ini."

Saat ini, level tertinggi dari para pemain adalah level 35, itu masih sangat jauh dari level terendah musuh. Meskipun ada anak buah Seno yang nanti berperan sebagai kartu as, tetapi Lintang masih berharap pemain miliknya bisa menghancurkan musuh dengan kekuatan mereka sendiri.

"Sistem, berapa lama pembuatan senjata baru yang dibuat berdasarkan senjata musuh?" tanya Lintang.

Untuk meniru dan memproduksi secara masal senjata dari musuh, Lintang sudah menghabiskan seratus ribu poin game miliknya. Ini sebanding dengan banyaknya senjata yang perlu di dibuat.

[Satu jam lagi semuanya selesai dibuat, Host. Jadi, satu jam lagi para pemain bisa membeli senjata ini dari toko senjata. Host tidak perlu mengkhawatirkan mengenai hal ini. Sebelum peperangan terjadi, para pemain sudah pasti memiliki senjata ini.]

"Baguslah kalau begitu. Terus pantau keadaan musuh, Sistem. Jika ada pemain yang diketahui oleh musuh dan sampai terbunuh, segera kabari aku," pinta Lintang.

[Tentu, Host.]

Lintang sendiri belum tahu kapan pihak musuh mengetahui keberadaan para pemain. Sebelumnya, Sistem memberikan Lintang misi untuk menghancurkan musuh dalam empat belas hari.

Namun, itu terjadi karena baik Lintang atau pun para pemain belum mengadakan kontak langsung dengan musuh. Sekarang, mereka tidak hanya menyusup ke markas musuh, tetapi juga mengambil makanan serta senjata musuh. Sudah pasti kontak langsung yang berujung konflik akan segera terjadi.

Tiga jam kemudian, Lintang sudah berada di level 25. Cukup cepat baginya menaikan level meskipun ia tidak dalam regu. Semua ini bisa Lintang capai berkat kontribusi dari senjatanya yang semakin lama semakin kuat.

Lintang tidak hanya memakai senjata tajam, ia juga memakai senjata api yang dirilis oleh Sistem di toko senjata. Berkat senjata ini pula Lintang bisa cepat menaikan level miliknya. Beberapa senjata dari musuh bisa membuat Lintang melakukan serangan area. Ini memberikan EXP yang cukup banyak untuknya.

[Host, salah satu pemainmu sudah diketahui oleh musuh. Sekarang, mereka telah ditangkap dan dibawa ke markas musuh.]

Pemberitahuan yang tiba-tiba dari Sistem itu, sedikit mengganggu fokus Lintang yang masih bertarung dengan musuh. Untung saja itu tidak membuat Lintang kehilangan nyawanya. Lintang buru-buru membunuh monster yang ia hadapi. Lintang perlu fokus untuk berbicara dengan Sistem.

"Jadi, salah satu pemainku sudah ada yang ditawan oleh musuh rupanya. Mungkin musuh ingin mencari informasi dari mereka sehingga para pemainku itu tidak langsung di bunuh. Kalau begitu, Sistem berikan pengumuman kepada seluruh lemain bahwa pejuang kita ada yang ditawan oleh musuh."

"Umumkan juga bahwa perang ini sudah tidak bisa dihindari. Kita akan berperang lebih awal daripada perkiraan. Semua pemain yang mau mengiku perang, akan berkumpul di luar kota bagian utara."

[Baiklah, Host. Sistem akan mengumumkan semua itu kepada para pemain sekarang.]

Lintang mengangguk pelan. Ia lalu melihat ke arah panel status miliknya. Sebentar lagi dirinya akan naik ke level 26, ini masih jauh dari cukup untuk bisa bertahan dalam peperangan. Dengan level ini, Lintang hanya bisa menyerang dari belakang saja.

Namun, itu tidak menjadi masalah besar. Lintang yakin perang ini tidak akan selesai dalam sehari. Ia pasti memiliki kesempatan untuk menaikkan level. Dalam perang nanti, Lintang bisa memanen EXP dengan cara membunuh sebanyak mungkin musuh.

"Aku harap siapa pun itu yang ditahan oleh musuh, tidak memberikan informasi mengenai para pemain," gumam Lintang.

1
Dwi rezqi Damayanti
/Sob/
Sri Rusmini
novel nya bagus banget tapi sayang kan jika ending nya gantung, jadi tolong lanjutin thor
Sampah Satu
ditunggu thor lanjutan cerita luar biasa ini
Sampah Satu
lanjutkan
Sampah Satu
ceritanya sangat bagus, semoga oanjang dan mempertahankan detil dan alur cerita
adib: lah hiatus...
total 1 replies
Amma Pasar
othor udah meninggoy
ཧᜰ꙰ꦿ➢TrX Miaw ༒
thorr sambung chaternya dah lama aku tunggu
ARnurta
up thor
ARnurta
othor lgi ke planet mars, perbaikin kapal induk
Ghiets'Enay
sayang bgt kalo ga diterusin,seru bgt...
yang baru2baca ditahun-tahun ini juga pasti menyayangkan karena tidak diteruskan 😥😥😥
John Singgih
lanjut
John Singgih
lanjut kayaknya bakal sukses nih gamenya
John Singgih
kakeknya punya sistem awet muda kali
John Singgih
ide bagus makanya disetujui
John Singgih
datang-datang sistemnya udah membuat ancaman
useless god
wait kenapa gak masukin orang ke dimensi siseno aja anggap aj wajib militer
Endra Doe
update thor, masa sampai sini doank
Bagus + / Jelek -
thor kurangin bacot mcnya
mending buat mc yg jenius
Bagus + / Jelek -
yahh padahal tadi dah ada yg menarik dan unik dari novel ini yaitu mengendalikan dari balik bayangan...
sekarang dah kurang menarik karena ikut terekspos
sangat real
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!