"Bia, dimana ayah kandungku?" tanya seorang gadis kecil berusia sekitar 5tahun itu.
Kembali ke beberapa tahun yang lalu, menceritakan kembali cerita tentang seorang Gadis yang saat itu berusia 18 tahun , dipaksa harus merelakan kesuciannya pada seseorang yang tak ia kenal , Laki-laki yang tak sengaja ia jumpai saat acara jamuan bersama para pengusaha . Kebetulan ia saat itu datang mewakili perusahaan milik ayahnya, laki-laki itulah yang pada akhirnya meninggalkan benih di perutnya.
Namun saat ia akan meminta pertanggungjawaban, nasib buruk kembali menimpa dirinya .
akankah ia akan lanjut menuntut pertanggungjawaban? ataukah ada cerita lainnya setelah ini?
silahkan di tebak, dan jangan lupa baca kisah lengkapnya !
Ini Karya Asli hasil Pikiran Author,
Jangan lupa berikan like, komen, gift 🎁 dan jangan lupa jadikan favorite agar mendapat notif saat novel ini up.
Oh ya , Sebelum baca follow dulu akun Author ya kak ^_^
sekalian Ig nya juga boleh .. @prmth.ayu . Xixixi 😅
Selamat menikmati ~
Semoga sehat selalu ~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Pramitah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34 "Akhir dari Robby"
"Sialan , kenapa ada dia juga di sini !!!" Umpat Robby kesal.
"Sebaiknya aku harus segera pergi dari sini, sebelum menjadi rumit!!" lanjutnya.
Robby pun pamit kepada Pak Setyo . Namun saat hendak membuka pintu dengan buru Azham mencegahnya.
"Stop !!! Mau kemana anda tuan Robby ??!" Pekik Azham.
"Tania kamu hubungi polisi segera!!" bisik azham pada tania.
Tania yang saat itu masih menangis kalut dalam perasaannya, seketika kaget atas perintah yang di berikan azham. Namun kemudian ia menuruti perintah azham dan menghubungi nomor telpon kantor polisi.
"tuan Robby, tunggu sebentar. Ada sesuatu yang ingin saya luruskan dengan anda!!!" ucap Azham dengan ketus.
"Ada apa ini !!!" Suara keras yang juga muncul dari mulut pak Setyo.
"Pak Setyo, boleh ceritakan apa yang sudah orang ini tunjukkan kepada anda ??" tanyanya dengan telunjuk menunjuk ke arah Robby.
"Maksud kamu apa Zham?" tanya pak Setyo heran.
"Saya ingin memastikan sampai mana kebohongan yang dia katakan kepada anda, pak Setyo!"
"Kebohongan, maksut kamu sebenarnya apa zham ? jelaskan !!"
"Huh" Terdengar suara nafas kasar dari mulut azham.
"Jadi begini pak, saya yakin orang ini sudah memberikan bukti palsu kepada pak Setyo mengenai rekaman cctv!"
"Palsu?" Ucap tania dan pak setyo.
"Ya pak, biar saya luruskan . Saat kejadian itu semua cctv hotel dalam keadaan sudah di retas, dan dialah pelakunya !"
"Anda jangan bicara sembarangan, mana buktinya jika saya meretas cctv!!" ucap Robby tak terima.
"Yakin anda ingin buktinya ? Asal anda tahu, sayangnya pemilik dari hotel tersebut adalah sahabat dekat saya ! Saya sudah mendapat semua rekaman cctv yang asli tentunya berkat kerja keras orang-orang IT kepercayaan saya! apa anda ingin melihatnya juga?" Ucap Azham berseringai.
"Mana yang asli zham? tunjukkan pada kami!" ucap Tania.
Robby pun terlihat membeku di tempatnya berdiri, ia tak bisa mengelak lagi. Sungguh hari ini memanglah hari sial untuknya! Senjata makan Tuan !!
Kemudian pak Setyo dan Tania melihat dengan teliti setiap detik dari rekaman yang di berikan oleh Azham.
"Jadi kamu yang merencanakan semua ini!!!" Bentak pak Setyo setelah selesai melihatnya.
"Kenapa tega sekali dengan ku ? Aku salah apa!!! Aku saja tidak mengenalmu sama sekali!!" Susul suara keras yang berasal dari tania .
Plaakkkkk !!!! Saat itu juga tamparan keras mendarat di wajah Robby, bukan dari tania maupun pak Setyo. Melainkan bu Nimas lah yang melakukannya. Beliau yang semula berada di kamar yang berjarak cukup jauh dari tempat mereka berada mendengar suara bising dari lantai bawah, beliau pun turun . Tapi saat beliau mendapati Tania, Azham, dan pak Setyo dengan wajah yang sudah merah memendam Amarah, beliau hanya berdiri di balik tembok sambil mendengarkan percakapan antara mereka.
"Saya membesarkan anak saya dengan tulus kasih sayang serta penuh cinta, saya benar-benar menjaga dan mendidiknya agar tumbuh menjadi gadis Sholehah dan bisa membanggakan kedua orangtuanya, terbukti dia yang sukses di usia muda, dan saya yakin anak saya juga bukan orang yang berperilaku buruk! lalu mengapa Anda sampai hati melakukan hal ini kepada anak saya?!!!" Ucap bu Nimas tak terima.
"Tapi bukan saya yang melakukan semua itu pada Tania, saya hanya melakukannya kepada Arshaka!! saya juga tidak tahu mengapa Tania bisa di sana!" bantah Robby.
"Kamu masih mengelak ?? Kamu tahu karena ulah kamu Anak saya harus menanggung semua akibatnya, dia hamil tanpa suami ! dia pun melahirkan seorang diri dengan mempertaruhkan nyawanya !! kamu tahu saat itu anak saya masih berusia belasan tahun, disaat anak-anak seusianya masih asik bermain di luar sana , anak saya menghabiskan masa mudanya di rumah, berdiam diri , bahkan dia terpaksa cuti dari kuliahnya. disaat itu dia harus menanggung penderitaan sebagai single parents !!! Kamu tahu? Anak saya adalah belahan jiwa saya, saya selalu memanjakan tania, namun setelah kejadian itu dia harus dituntut menjadi dewasa!! Kamu tahu betapa teririsnya hati saya melihat keadaan anak saya!!!" ucap bu Nimas di selingi air mata yang sudah membasahi pipinya.
"Tapi benar-benar bukan saya yang membuat Tania seperti itu!!" Ucap Robby masih mengelak.
"Ya, memang bukan kamu pelakunya!!" Sahut Azham.
"Maksud kamu apa zham?" tanya tania.
"Kamu ingat perempuan yang menghampirimu saat kamu baru tiba di hotel?"
"Ya aku ingat, Kalau tidak salah dia bernama Clara!!"
"Clara?" Gumam Robby.
"Kamu ingat apa yang dikatakan Clara? Atau siapa yang datang bersama Clara?"
"Entahlah, tapi dia bilang bersama tunangan atau suaminya gitu lupa aku."
"Kamu tahu siapa tunangannya?" Tanya Azham.
Tania hanya menggeleng.
"Dialah orang itu, tunangan dari Clara. seseorang yang sudah membuat mu mabuk saat itu!" Ucap Azham dengan telunjuk kembali menunjuk ke arah Robby.
"Jadi tidak mungkin jika orang ini juga tidak terlibat dengan gadis itu!" Lanjutnya.
"K..kau ,,!!!" Ucap Robby terputus.
Robby yang hendak melancarkan umpatannya mendadak berhenti saat merdengar suara sirine dari arah depan rumah. Nampaknya Polisi yang di hubungi tania sebelumnya sudah tiba.
Pintu pun di ketuk, kemudian tania berjalan membukakannya.
"Selamat sore apakah benar di sini kediaman Pamungkas?"
"Benar pak, saya Tania yang tadi menelpon ke kantor polisi"
"Ada yang bisa kami bantu?"
"Pak, saya mau memenjarakan orang ini !! Karena dia sudah merencanakan perbuatan kriminal enam tahun silam . Saya memiliki bukti kejadian itu, dan wanita ini serta kakak saya sendiri yang menjadi korban, saya juga memiliki saksi untuk kasus ini!!" Sela Azham.
"Kalau begitu, silahkan Anda ikut kami ke kantor polisi ! Untuk menjelaskan perkara yang sebenarnya!" Ucap Polisi pada Robby.
"Brengsek Kau zham !!! Awas saja tunggu pembalasanku !!!" Ucap Robby yang hanya di abaikan oleh Azham.
Polisi pun membawa Robby beserta barang bukti ke kantor Polisi. Suasana menjadi haru dan sedikit tenang sepeninggalan Robby.
"Tania, maafkan ayah nak. Harusnya saat itu ayah menyelidiki semuanya , dan saat itu juga Robby pasti sudah tertangkap . Jadi kejadian ini tidak akan berlarut larut seperti ini" Sesal Pak Setyo.
"Ini semua bukan salah ayah, ini memang keputusan tania . Karena tania tidak ingin arshaka tahu tentang kehamilan tania, itu akan merusak pertunangan Arshaka dengan istrinya sekarang!"
"Ya Allah nak, kamu rela merelakan kebahagiaanmu untuk kebahagiaan oranglain" Ucap Bu Nimas dengan isak tangis.
"Bunda, tania sudah bahagia dengan hidup tania sekarang ini. Tania ikhlas menerima semua ini." Kemudian ia pun berhambur memeluk bundanya.
"Semoga kamu mendapat balasan yang lebih baik kedepannya ya sayang, semoga kamu menemukan pria yang benar-benar tulus dengan mu!"
"Ibu dan Bapak , sebenarnya tujuan saya ke sini tadi ingin memohon izin kepada Anda sekalian untuk menikahi tania!" Sela azham.
"Benarkah kamu ingin menikahinya nak Azham?" tanya bu Nimas meyakinkan.
"Benar Bu, saya mencintai tania dengan tulus!"
"Apakah keluargamu tahu mengenai kejadian ini?" tanya pak Setyo.
"Keluarga saya belum tahu, termasuk kakak saya. Tapi perlahan saya dan tania akan menjelaskan kepada mereka !"
"Baiklah, jika kamu bersungguh-sungguh dengan Tania, Om dan tante akan merestui ! Om serahkan tanggung jawab atas tania dan Agatha kepadamu, karena Om yakin kamu pria yang baik. Sebelum itu kamu tuntaskan semua masalah ini terlebih dahulu, kamu jelaskan pada keluargamu terutama Arshaka, saya tidak ingin terjadi sesuatu pada Tania maupun Agatha ke depannya" Ucap pak Setyo
"Baik pak, saya akan buktikan kepada anda"
...—bersambung—...
...Jangan lupa tinggalkan like dan komen ya readers 🥰...
semangat thorr,lanjutt