NovelToon NovelToon
CINTA UNTUK ARA

CINTA UNTUK ARA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:375.8k
Nilai: 5
Nama Author: Astirai

"Ara... mas sudah bilang, mas tidak peduli kamu membalas cinta mas atau tidak, tapi mari kita melangkah berdua. Kita bergandengan tangan bersama dengan ikatan suci. Mas ingin mengikrarkan janji nikah hanya dengan kamu."



Kata-kata itulah yang akhirnya membuat Ara mengambil keputusan menerima Sony, meskipun tanpa cinta, ditengah-tengah rasa sakit akibat cintanya dikhianati.



Kata-kata CINTA itu sangat menyakitkan bagi Ara.
Cinta seperti apakah yang akan diterima oleh Ara? Seorang gadis cantik yang menjadi kesayangan keluarga, terutama papinya.




Ikutin terus yuk kisahnya dan tinggalin jejaknya dengan like, komen & vote





Sebelumnya baca juga Bukalah Hatimu Untukku ya.... Biar nyambung cerita dan tokoh-tokohnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astirai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Surprise

“Papi dan mami sangat menyayangi Ara begitu juga dengan kakak adiknya. Jadi papi mohon sayangi Ara, jangan

sia-siakan Ara, didiklah dia dengan baik. Sabarlah untuk menghadapi Ara. Dan kalau sampai kesabaranmu sudah habis dan tidak sanggup lagi menghadapi Ara, tolong jangan berbuat kasar pada Ara. Kembalikan Ara kepada kami secara baik-baik seperti saat kamu memintanya.”

Kembali Seno diam sejenak untuk mengambil nafas panjang.

“Itulah yang ingin papi bicarakan sama kamu. Papi sangat berharap, kamu mau memenuhi permohonan papi.”

Ruangan kemudian hening.

“Papi… tanpa papi minta, Sony akan terus mencintai dan menyayangi Ara. Tidak ada niat sedikitpun dari Sony untuk menyakiti Ara. Kami memang masih dalam taraf belajar untuk saling memahami, saling memberi, saling menerima dan saling melengkapi. Tapi kami akan terus berproses dan kami butuh bimbingan dari papi dan mami. Dan saat ini sebagai seorang laki-laki, di depan papi dan mas El, Sony berjanji akan terus mencintai Ara dan hanya maut yang bisa memisahkan kami…” Suara Sony dengan tegas dan penuh kesungguhan.

Seno bangkit lalu menghampiri Sony dan memeluknya.

“Papi titipkan Ara kepadamu….” Kata Seno sambil menepuk-nepuk punggung menantunya.

Tidak hanya kepada Sony, Arapun yang pagi itu datang ke rumah orang tuanya untuk mengambil beberapa

barang yang masih tertinggal, mendapat nasehat macam-macam dari maminya. Apa kewajibannya sebagai seorang isteri dan ibu, juga nasehat bagaimana menghadapi permasalahan dalam keluarganya.

"Kalau ada masalah dengan rumah tanggamu, jangan berlari pada orang lain. Tapi ceritalah kepada papi dan mami. Bukan kami mau ikut campur, tetapi paling tidak kami akan membantu untuk mencari solusi" Kata Karina dengan suara lembutnya.

Yang membuat Ara terdiam adalah saat maminya menyinggung tentang kewajiban isteri, karena sampai saat

ini Ara belum dapat memenuhi satu kewajibannya sebagai isteri, namun Ara berjanji dalam hati untuk segera melaksanakan satu kewajibannya itu, yaitu memenuhi kebutuhan batin suaminya

Sore menjelang malam itu Sony hendak mengajak Ara keluar berdua untuk memberikan surprise, sedangkan

Chacha sudah anteng di rumah dengan mainan baru yang dibelikan mamanya.

“Mau kemana sih mas…?” Tanya Ara penasaran.

“Sudah…. tenang aja. Kalau dikasih tahu sekarang, nggak surprise dong namanya….” Jawab ony sambil terkekeh,

yang membuat Ara tambah cemberut karena sejak siang selalu itu jawaban suaminya.

Setelah perjalanan kira-kira setengah jam, Sony menepikan mobilnya dan berhenti. Ara heran karena mereka

berhenti di tempat yang sepi.

Sony mengeluarkan kain hitam dari saku celananya.

“Sekarang ditutup matanya ya, biar tambah asyik.” Kata Sony sambil mengulurkan tangannya yang memegang

kain hitam itu, tetapi tangan Ara menahan.

“Tunggu mas, apa ini maksudnya…?”

“Sudah nurut aja, nggak bakal diapa-apain kok. Oke…?”

Arapun diam menurut apa maunya Sony.

“Nah selesai, kita lanjut lagi.” Kata Sony lalu menjalankan mobilnya setelah yakin kalau mata Ara tidak bisa melihat apa-apa. Kira-kira sepuluh menit kemudian, mobil sepertinya berbelok dan tak lama berhenti. Sony keluar dari mobil dan membuka pintu di sisi Ara.

“Sudah sampai sayang, kita turun ya…?”

Sony menggandeng tangan Ara, dengan pelan mereka melangkah terus.

“Awas naik tangga ya pelan-pelan……”

Mereka terus melangkah pelan dengan rasa penasaran Ara yang makin besar.

“Stop…., sekarang dibuka ya….”

Mereka berdiri berhadapan. Dengan sangat pelan Sony membuka kain yang menutup mata Ara. Setelah terbuka, Ara perlu waktu sebentar untuk menyesuikan pandangannya. Tak lama kemudian Ara terkejut saat di depannya terdapat sebuah meja dengan lilin di atasnya dan mawar putih dalam sebuah vas serta beberapa makanan untuk dinner. Matanya memandang sekeliling. Ada yang asing.

Ini bukan di restaurant karena sepi, namun seperti di sebuah rumah.

“Mas…. ini….?” Tanya Ara heran.

“Lihat dengan cermat sekelilingmu…” Sony memeluk Ara dari belakang dan membawa Ara berputar.

“Ini rumah kita, yang akan kita tinggali bersama anak-anak kita…” Bisik Sony di telinga Ara, yang membuat bulu

romanya berdiri.

“Untuk yang pertama, ayo kita makan dulu, mas sudah laper. Setelah itu mas akan menemanimu keliling.”

“Mas… siapa yang menyiapkan semua ini? Tadi mas pergi, apakan untuk ini semua….?” Tanya Ara.

“Tidak usah mempermasalahkan siapa yang menyiapkan, yang penting sekarang kita dinner dulu ya…?”

Dengan diam, mereka menikmati hidangan yang ada di hadapannya. Sesekali Sony menyuapi Ara unuk

memaksa Ara mencicipi semua makanan yang ada. Ara merasa grogi dengan perlakuan manis suaminya. Dia tidak menyangka Sony bisa bersikap romantis, padahal di luaran penampilannya cuek, bahkan terkesan dingin.

“Ayo sekarang mas temani untuk keliling… Kita mulai dari lantai bawah dulu ya….” kata Sony sambil berdiri, Arapun mengikutinya.

Ara tidak menyangka kalau rumah ini dirancang dengan begitu artistic. Terlihat foto pernikahannya yang

cukup besar terpampang di ruang tamu dan ruang keluarga. Rumah juga sudah terisi perabot cukup komplit.

“Di belakang ada taman dan kolam renang.”

Ara merasa rumah yang disiapkan Sony cukup besar dengan halaman yang luas meskipun dia belum melihat dengan jelas terutama di luar rumah karena malam hari.

“Oke sekarang kita ke atas ya…” Sony menggandeng tangan Ara menaiki tangga. Satu persatu Sony menjelaskan

masing-masing ruangan. Ada beberapa kamar yang katanya persiapan untuk kamar anak-anak.

“Sekarang masih ada satu lagi yang harus kita lihat…” Sony mengajak memasuki sebuah kamar yang masih

gelap.

Klek

Sony menyalakan lampu.

Ara takjub. Di depannya sebuah kamar tidur dengan ranjang king size yang ditata seperti ranjang pengantin.

“Inilah kamar tidur kita. Ayo kita lihat pemandangan dari balkon…”

Ternyata dari kamar mereka terlihat taman belakang dan kolam renang yang dihiasi lampu-lampu.

“Disinilah kita akan menikmati hari-hari kita. Hanya rumah seperti ini yang mampu mas berikan untukmu sebagai

hadiah pernikahan…” Bisik Sony di telinga Ara dengan suara lembut sambil menciumu harum rambut Ara.

“Mas tidak bisa menjanjikan apa-apa, tetapi mas akan terus mencintaimu dan membahagiakanmu…”

Ada getaran halus di dada Ara mendengar semua perkataan Sony, Ara tidak tahu apa artinya ini. Tetapi yang

jelas, dia benar-benar terharu dengan ketulusan cinta Sony.

Ara berbalik dan menatap wajah suaminya. Ada air mata yang meleleh.

“Mas… terimakasih kalau mas mau mencintai Ara…” Terdengar suara Ara bergetar.

“Justru mas yang terima kasih, Ara mau menerima mas yang hanya seorang duda…” Sony memeluk Ara dan

mencium keningnya. Tatapan mata mereka beradu, ibu jarinya menghapus air mata Ara, dan pelan-pelan Sony mendekatkan wajahnya, dan beberapa detik kemudian bibir Sony sudah menempel di bibir Ara. Tidak ada penolakan, bahkan mata Ara terpejam.

Ara merasa kakinya melemas, inilah ciman pertama baginya.

Sony memegang tengkuk Ara\, ******* lembut bibir Ara yang tertutup dan tidak ada respon\, lalu menggigit pelan bibir Ara yang menyebabkan Ara membuka mulutnya. Sony terus melakukan lu***an-lu***an lembut dan mengabsen mulut Ara dengan lidahnya yang membuat Ara makin merasa tidak karuan. Yang bisa dilakukan hanya meremas kemeja Sony untuk menahan gelenyar-gelenyar aneh yang belum pernah dia rasakan.

Sony melepaskan bibirnya untuk memberi kesempatan mengambil nafas sejenak, kemudian melanjutkan lagi ciumannya yang lembut, namun makin lama makin menuntut. Apalagi dia sudah puasa beberapa tahun, dan sebagai laki-laki dewasa dia butuh untuk menuntaskan hasratnya. Namun Sony masih berusaha mengendalikan keinginannya, Dia harus membuat Ara nyaman. Ciuman Sony kemudian beralih menelusuri area pipi, mata dan telinga Ara.

*****

Demi readers tersayang, kembali aku up di tengah malam.

Dan dari readers tersayang pula, aku mengharap like, komen dan vote yang banyak setelah kalian selesai membaca hasil karya tengah malam ini.

1
Amarantha Chitoz
cakeeeepppp/Good//Good//Good/
Amarantha Chitoz
sabar ya el...
Amarantha Chitoz
jangan2...
Amarantha Chitoz
lanjut ah.....
Amarantha Chitoz
whalaaaaahhhh..../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Amarantha Chitoz
tenang ara...
Amarantha Chitoz
so sweeettttt
Amarantha Chitoz
seruuuu.... banyak bocil
Amarantha Chitoz
selamat....
Amarantha Chitoz
senengnya.... bahagia terus
Amarantha Chitoz
om sony bnr2 kejar setorang/Grin//Grin/
Amarantha Chitoz
naahhh....kannn...
Amarantha Chitoz
naahhh....kannn
Amarantha Chitoz
ampunnn mike, lucu amat sih kamu/Drool/
Amarantha Chitoz
duuuhhh gemesin smua ya
Amarantha Chitoz
syukur lancar
Amarantha Chitoz
smoga lancar...
Amarantha Chitoz
smoga lancar
Amarantha Chitoz
rayuan maut/Grin//Grin//Grin/
Amarantha Chitoz
hamil?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!