NovelToon NovelToon
Putri Hebat Sang CEO

Putri Hebat Sang CEO

Status: tamat
Genre:One Night Stand
Popularitas:784k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nadziroh

Siapa sangka bekerja di sebuah hotel akan mengantarkan kesucian yang di jaganya, Dhea harus kehilangan mahkotanya di saat seorang pria memaksanya untuk melayaninya saat mengantar minuman.

Hingga gadis itu hamil dan melahirkan anak kembar yang sangat cantik.

Arya Ghora prasida, bahkan pria itu pun tak tau siapa wanita yang sudah berhasil membuatnya puas hanya dengan satu malam, hingga rasa itu menjadi candu baginya, dan Arya tak bisa melupakannya walaupun sekejap.

Sampai lima tahun penantian yang hampa, akhirnya mereka di pertemukan kembali, meskipun tak saling mengenal, Arya merasa ada sebuah aliran listrik yang menyengat di saat ia berdekatan dengan Dhea.

apakah dunia akan mempersatukan mereka dengan hadirnya si kembar yang hebat?
ataukah Dhea memilih untuk hidup sendiri, dengan kedua putrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemarahan Restu

Dengan wajah yang merah padam, mata menyala, Restu memasuki gedung perusahaan milik Arya, tak ada yang mencegah langkahnya, semua hanya menyapa, karena para karyawan sudah tau siapa Restu.

''Di mana kak Arya?'' Tanya Restu dengan nada ketus.

Vita hanya menunjuk ke arah pintu ruangan Arya, karena wanita itu tau ada sesuatu yang tidak beres dari wajah pria dihadapannya.

Kelihatannya pak Restu marah, aku harus gimana ini, para karyawan nggak mungkin berani mencegah.

Akhirnya Vita menghampiri Restu yang sudah berada tepat di depan ruangan Arya.

''Maaf, Pak. Kayaknya Tuan Arya tidak bisa di ganggu.'' Terpaksa Vita merentangkan tangannya di depan Restu. Menghalangi pria itu untuk tidak masuk.

''Apa kamu bilang, kamu tau kan siapa aku?'' tegas Restu.

Vita mengangguk, namun gadis itu tak ingin menyingkir dari hadapan Restu begitu saja.

Ceklek, tiba tiba saja pintu ruangan terbuka, Arya mematung dibelakang Vita.

''Ada apa ini?'' Arya menatap kedua tangan Restu yang mengepal.

"Vita kamu kembali saja!"

Meskipun hatinya masih gelisah melihat keduanya, Vita tetap pergi atas perintah Arya.

Bug

Sebuah pukulan mendarat di perut Arya. Vita yang belum sampai di ruangannya itu menoleh saat mendengar pekikan bosnya, karena khawatir, Vita berlari kecil menghampiri Arya yang kini membungkuk.

"Tuan tidak apa apa?" tanya Vita, memegang kedua lengan Arya.

Arya hanya menggeleng, kini semua karyawan ikut berhamburan mendekat, bahkan beberapa karyawan langsung merengkuh tubuh Restu, mencegah pria itu untuk melanjutkan aksinya.

"Lepaskan Restu!" titah Arya, menatap satu persatu karyawannya.

Setelah mereka melepaskan tubuh kekar Restu, Arya kembali melangkahkan kakinya tepat di depan sepupunya.

"Pukul aku sepuas yang kamu mau!" Arya mendekatkan dirinya. Seakan menantang Restu untuk meluapkan amarahnya.

Bug, lagi lagi Restu memukul perut Arya untuk yang kedua kali.

Setelah puas dengan tonjokannya, Restu menarik kerah baju Arya.

"Asal kakak tau, kali kali ini aku tidak akan mengalah, dulu aku diam saat kakek lebih menyayangi kakak dari pada aku, dan aku diam saat kakak yang di pilih untuk memimpin perusahaan. Tapi untuk sekarang aku tidak akan mengalah. Aku akan berjuang untuk mendapatkan Dhea."

Memori berapa tahun yang lalu kembali melintas, dimana Arya memang selalu menjadi yang lebih utama dari pada Restu, meskipun sifatnya dingin dan suka main perempuan, nyatanya ia lah yang paling unggul di antara keluarga Prasida yang lain. Dan itu masih terbesit di dalam otak Arya maupun Restu sebagai cucu laki laki.

''Sekarang apa mau kamu?" tanya Arya mencoba untuk berdiri tegap manahan rasa sakit akibat tonjokan dari Restu.

Restu melepaskan Arya dan menunjuk wajah Arya dengan satu jarinya.

"Aku kesini ingin memberi tau kakak, kalau aku akan menikahi Dhea minggu depan." Ucap Restu dengan tegas.

"Apakah hanya itu? Jika kamu menginginkan perusahaan ini, silakan, aku pun siap untuk melepas jabatanku."

Mata Arya berkaca. Tak menyangka kalau sepupunya memendam dendam atas keputusan Sang Kakek.

Cih

Restu berdecih.

"Jangan munafik, aku tau kalau kakak memang ingin menguasai semuanya, tapi jangan lupa, sekarang Rania dan Reina adalah milikku, mereka akan menjadi milikku."

"Enggak, sampai kapanpun mereka adalah putriku, aku papanya, tidak ada nama yang berhak menggantikan statusku." Untuk yang lain Arya bisa mengalah, namun saat menyangkut darah dagingnya, Arya tak mau kalah.

Kali ini Restu tak hanya memukul perut Arya, dengan emosinya yang masih menggebu, Restu beralih memukul wajah Arya hingga jatuh tersungkur.

Vita tak bisa tinggal diam, gadis itu benar benar mendorong tubuh Restu hingga tersentak kebelakang.

"Maaf pak Restu, silahkan bapak pergi dari sini!" pinta Vita menangkup kedua tangannya.

"Nggak, Vit, kamu yang pergi, ini urusanku dengan Restu, dan kamu nggak berhak ikut campur." Tukas Arya.

Akhirnya Vita pergi seraya memencet ponsel di tangannya.

Baru juga menempelkan benda pipihnya di telinga, Vita tersenyum saat menatap gerangan yang datang.

"Kebetulan mas Damar datang, mas tolong bantu tuan Arya!" Memohon.

Dari jauh Damar menatap Arya dan Restu yang masih berkelahi, ralat bukan berkelahi, Restu memukul Arya hingga pria itu tak berdaya.

"Cukup!" pekik Damar menarik tubuh Restu.

"Pergi kamu!" Menunjuk ke arah luar, tak peduli dengan Arya yang terus menggeleng, yang pastinya Damar sudah kasihan melihat sahabatnya yang runtuh.

"Ingat kak, minggu depan aku akan menikahi Dhea." Ucap Restu sebelum benar benar berlalu.

"Vita, bantu aku!"

Vita segera mendekat setelah mendengar ucapan Damar.

Dengan sekuat tenaga Damar dan Vita memapah Arya kembali ke ruangannya.

"Makan apa sih kamu tadi pagi, berat banget." keluh Damar.

Vita hanya menahan tawa, bisa bisanya Damar ngajak bercanda di saat Arya terkena musibah.

Dengan perlahan Damar membaringkan tubuh Arya di atas kasur, dan tak lupa menyuruh Vita untuk mengambilkan obat dan air hangat.

"Sebenarnya ada apa dengan kalian? Kenapa si Restu bisa sampai ngamuk ngamuk kayak gitu?" tanya Damar membantu melepas sepatu Arya.

Arya mengusap darah yang mengalir dari sudut bibirnya. Ia sendiri juga tak menyangka kalau Restu akan semarah itu.

"Dia sudah tau semuanya, dan dia marah saat aku bilang ke Maya kalau aku mau menikahi Dhea," jelasnya.

"Pantas saja dia itu seperti kesurupan, terus sekarang bagaimana?"

"Aku akan mengalah, demi kebahagiaan Restu, aku akan melepaskan Dhea untuknya, urusan anak anak, aku bisa merawatnya dari jauh.''

Meskipun hatinya merasa sakit saat mengucapkan itu, Arya tak mau egois, apa lagi Restu sudah mengoloknya tentang masa lalu mereka.

"Terus, bagaimana dengan Dhea?"

Arya menghela napas, "Aku juga nggak tau, dan mungkin saja dia memang jodohnya Restu."

''Ini pak air hangatnya.'' Ucap Vita menyelak Damar yang akan melanjutkan pertanyaannya, dengan perlahan gadis itu membantu Arya bangun. Hingga rambut gadis itu menerpa wajah Damar yang ada di sampingnya.

Ini mah godaan iman, sayang kalau nggak di jabanin.

''Vita, kamu sudah punya pacar belum?''

Cetak, sebuah jitakan mendarat di dahi Damar, pelakunya adalah Arya.

Bisa bisanya pria itu menggoda sekretaris di depan Arya.

''Jaga mata, jangan sampai aku pecat kamu sebagai sahabat.'' Cetus Arya

Terpaksa Damar diam dan membantu Arya mengelap lukanya.

Vita hanya tersenyum, ternyata di balik kegagahan kedua pria itu ada sikap yang sedikit humoris juga.

''Jawab dong Vit, sudah punya pacar belum?'' kali ini Damar sedikit berbisik dan menutup wajahnya dengan apu tangan basah.

Vita melirik Arya yang fokus pada lukanya. Kemudian menggeleng tanpa suara.

Seketika hati Damar berlonjak kegirangan mendapat jawaban dari Vita.

"Nanti malam kita dinner ya!" Masih mode berbisik.

"Nggak boleh, Vit, besok ada rapat penting, jadi kamu jangan sampai telat," sahut Arya tanpa menatap sahabatnya.

"Baik, Tuan.

"Sekarang kamu pergi, jangan sampai kena rayuan keong racun ini." Arya menyungutkan kepalanya ke arah Damar yang masih setia duduk disampingnya.

Nggak rela banget kalau sahabatnya bahagia.

Gerutu Damar dalam hati.

1
Lina Carolina
selalu suka karya author
Rosnah Yusuf
ikut baca ya thor, terima kasih /Smile/
🌹🪴eiv🪴🌹
terimakasih untuk tulisan indah mu thor

typo ya thor,yg paling aneh di apartemen tapi denger klakson dan deru mobil 🙈
🌹🪴eiv🪴🌹
harusnya mati 🤣🤣🤣🤣
🌹🪴eiv🪴🌹
bukannya tinggal di apartemen ya thor
kok di klakson mobilnya naik keatas 🙈😛
Nurlaila Hasan
Luar biasa
Al^Grizzly🐨
Harusnya ada Ceritanya kenapa Bisa kedua anaknya bisa berurusan dgn Polisi dan di anggap Pahlawan...apa keahlian kedua anaknya itu.
Hasanah Ana
astaga sking asyikx baca smpai gak kbaca tulisan tamat🤣🤣
Rafanda 2018
pasti hp mahal...jatuh kelantai ga apa apa
Rafanda 2018
sukurin ....katanya iQ tingi ko si kembar ga ada pinternya
Rafanda 2018
damar goblok.tolol cok....arya ceo jg goblok,penggawal dua jg tolol
Rafanda 2018
nyonya septi terlalu lebay anak da tua kaya anak kecil selalu di kekang
Rafanda 2018
cok,,,bertele tele...bercanda doang ga faedah
Rafanda 2018
karakter ator mungkin klo ada masalah mabok kenapa arya harus begitu kaya ator
Aidah Djafar
Ending mengharukan 😁😍
terharu biru 💕
makasih Thor 🙏
cerita ny keren 👌👍
Aidah Djafar
bahagia dari cerita kamar gelap sampai cerita kamar terang 🤦😁😂 Dhea vs Arya 😁😂😍
Aidah Djafar
belah duren malam kedua
Arya vs Dhea wkwkwkwk
Aidah Djafar
heeeem akhirnya jodoh nya Dhea Arya 😍 bahagianya akhirnya bersatu 🤔
cocok nih Restu sama Yesi 🤔 akhirnya Restu menemui tambatan hatinya yaitu sahabatny Dhea c Yesi 🤔
terus Maya sama siapa nih 🤔
Aidah Djafar
hadiah apa nih dari Restu🤔 Arya kah yg jadi pengantin pria 🤔
Aidah Djafar
Restu ngertiin donk biar gimana Arya biologisnya kembar lho 🤔🤦 klo Maya sih ngk usah di minta pengertian namany juga Mak lampir 🤦🤣🤣🤣
Rafanda 2018: restu sebagai saudara jg egois bin tolol
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!