Velicia menikah dengan Arnold pria yang selama ini di kiranya yang pernah masuk dalam kenangan masa lalunya...
Cinta yang berawal dari lantunan piano dari seorang pria yang memainkan lagu Sleep in the deep sea yang biasa di mainkan ibu Velicia sewaktu sang ibu masih hidup...
Pernikahan Aliansi yang terjadi di antara mereka, bukan membuat Velicia bahagia namun malah membiat dia terluka hingga penyakit mematikan menyerang hidupnya...
akankah Arnold bisa mencintai Velicia??
yukk baca novelku...!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CINTA DALAM LUKA (Bab 34)
“ And, hidupku saat ini benar-benar telah hancur ... dan tak ada lagi gunanya aku hidup ... lebih baik aku berkumpul dengan kedua orang tua ku ..., “ ujar Velicia, membuat Andreas merasa kasihan pada Velicia.
“ Veli, aku berjanji akan selalu berada di sampingmu selama pengobatamu di luar negeri, kamu jangan mengkhawatirkan hal uyang lain ...,” ujar Andreas memberikan secercah harapan bagi Velicia untuk hidup.
“ And, kamulah pria yang kucintai semenjak kecil, namun mengapa aku tak merasakan getaran cinta itu padamu? Apakah saat ini cintaku benar-benar tercurah kepada Arnold? Atau aku hanya takut untuk mencoba kembali mencintaimu seperti dulu” bathin Velicia di dalam hati, dia menatap dalam pada pria yang telah rela meluangkan waktunya untuk menjaga seseorang yang bisa di bilang baru saja di kenalnya setelah sekian lama tak berjumpa.
“ Gadis kecil teruslah berjuang menjalani kehidupan yang berliku ini, cukup sudah aku melihatmu bersedih ... kali ini aku akan berusaha mengembalikan senyuman indah di wajahmu ...,” bathin Andreas yang juga menatap dalam pada wanita yang merupakan cinta pertamanya di masa kecil.
Flash back On...
Andreas sedang memainkan piano dengan judul lagu {{Sleep in the Deep sea}} untuk menyelesaikan ujian seni di sekolahnya. Seorang gadis kecil mengintip permainan piano Andreas di balik jendela ruangan musik. Dia terlihat sangat tertarik dengan permainan piano yang di tampilkan oleh Andreas.
Saat Andreas baru saja menyelesaikan permainannya, dia melihat sosok gadis kecil yang menikmati permainan pianonya, Andreas tersenyum lalu keluar dari ruangan musikuntuk menemui gadis kecil itu. Andreas mencari gadis kecil di luar ruang musik namun dia tak lagi berada di depan ruangan musik.
Andreas mencoba mencari gadis kecil itu ke seluruh lorong sekolah namun Andreas tak dapat menemukannya, setelah lelah mencari sng gadis kecil, Andreas melihat gadis kecil sedang duduk menyendiri di taman belakang sekolah. Andreas menangkap aura kesedihan di wajahnya.
Semenjak hari itu Andreas selalu memperhatikan gerak gerik si gadis kecil itu dari jauh tanpa diketahui oleh si gadis kecil. Saat itulah terbesit di hati Andreas untuk selalu menjaga si gadis kecil dari kejauhan.
Flash back Off...
“ Maaf nona, tuan” ucap seorang perawat yang masuk ke dalam ruangan Velicia, dia merasa gugup telah mengganggu aksi Velicia dan Andreas yang salin menatap dalam.
Andreas dan Velicia tertegun.
“ Ya sus” ucap Andreas menghilangkan rasa canggung yang baru saja tercipta.
“ Saya hanya mengantarkan makan siang buat nona Velicia, karena dia sudah sadar makan tubuhnya butuh nutrisi agar lebih cepat pulih” ujar sang perawat sambil menaruh makanan yang di bawanya di atas meja yang ada di samping brangkar Velicia.
“ Iya sus, terima kasih” ucap Andreas sebelum sang perawat keluar dari ruangan rawat Velicia.
Setelah memastikan si perawat keluar dari ruangan Velicia, Andreass mengambil piring makanan Velicia.
“ Kamu makan dulu ya” ujar Andreas bersiap-siapuntuk menyuapi Velicia.
“ A ... aku bisa makan sendiri” ujar Velicia malu-malu.
“ Diamlah, aku akan menyuapimu agar kamu menghabiskan makanan ini” ujar Andreas.
Lalu Andreas pun menyuapi Velicia dengan telaten, sedangkan Veliciamulai mengunyah makan yang ada di mulutnya. Andreas mengambil segelas air minum setelah makanan yang di dalam piring Velicia habis.
Setelah Velicia seeaimakan, Andreas menyodorkan beberapa butir obat pada Velicia untuk di minum. Velicia menerimaobat tersebut lalu meminumnya. Velicia merasa bahagia mendapatkan perhatian dari Andreas.
“ Veli, kamu beristirahatlah terlebih dahulu ... aku akan pergi ke Villamu untuk mengambil beberapa berkas yang harus di siapkan” ujar Andreas sebelum meninggalkan Velicia sendirian di rumah sakit.
“ Baiklah, nanti kamu tanyakan saja semua yang kamu butuhkan dengan kepala pelayan yang ada di Villa, tapi aku mohon tolong katakan kepada pelayan jangan beritahukan keberadaanku saat ini pada mantan suamiku ...,” ujar Velicia.
Hati Andreas merasa kecewa saat mendengar kata-kata Velicia yang menyatakan dia pernah menikah. Tapi dia berusaha menutupi rasa kecewanya, dia berfikir mungkin Velicia dengan suaminya bercerai karena Velicia tak pernah mendapatkan kebahagiaan dari sang suami.
“ Baiklah, aku pergi dulu ya” ujar Andreas.
Sebelum Andreas keluar dari ruangan Velicia, dia memastikan terlebih dahulu Velicia sudah berbaring dan terlelap. Andreas keluar dari ruang rawat Velicia, lalu melangkah menuju parkiran untuk mengambil mobilnya.
Andreas masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobilnya menuju Villa keluarga Arista, hampir semua orang di kota Ternate mengetahui alamat Villa keluarga Arista karena keluarga Arista merupakan orang nomor satu di kota Ternate.
Setelah tiga puluh menit perjalanan, Andreas telah sampai di depan gerbang Villa, Andreas membuka kaca mobilnya dan memberi tahukan kepada satpam tujuan kedatangannya.
Satpam tersenyum lalu membukakan gerbang untuk Andreas dengan bertanya-tanya di dalam hatinya.
Di depan pintu utama Villa keluarga Arista Andreas mendapati Arnold yang hendak keluar dari Villa.
“ Kau?” ujar Andreas dan Arnold secara bersamaan.
“ Apayang kau lakukan disini?”tanya Arnold pada sang kakak dengan nada yang datar.
“ Itu bukan urusanmu” jawab Andreas ketus.
Andreas tak mengacuhkan keberadaan Arnold di kediaman Velicia, dia masuk ke dalam Villa tanpa menghiraukan Arnold.
“ Berhenti! “ Seru Arnold tak terima dengan sikap Andreas.
Andreas dan Arnold memang tidak akur, sejak mereka terpisah yang di sebabkan oleh perceraian yang terjadi antara kedua orang tua mereka.
Flash back On...
“ Ceraikan aku! Aku tak sanggup lagi hidup bersamamu” ujar mama Arnold dengan nada yang tinggi. Mama Arnold tak sanggup lagi hidup bersama tuan besar Setyawan karena sifatnya yang mulai tergila-gila dengan wanita j***ng yang berkeliaran di luar sana.
“ Baik, mulai saat ini aku ceraikan dirimu dan kau bukan lagi istriku”ujar tuan besar Setyawan.
Mama Arnold pun keluar dari kediaman keluarga Setyawan, dia menarik tangan Andreas dan Arnold keluar dari rumah megah milik Setyawan. Mereka meninggalkan Setyawan seorang diri dengan harta yang melimpah di rumah itu.
Mama Arnold membawa kedua putranyapergi ke kampung halamannya, di sana mama Arnold mulai berjuang menghidupi kedua putranya. Arnold tak tahan hidup dengan susah bersama mamanya sehingga akhirnya Arnold memilih untuk ikut bersama papanya sehingga akhirnya mereka pun berpisah.
Andreas tak terima dengan sikap adiknya, sehingga timbul rasa benci di hatinya pada Arnold. Tak berapa lama setelah kepergian Arnold dari kehidupan mereka, mama Arnold membawa Andreas untuk pindah ke luar negeri untuk melupakan kesedihannya. Mama Arnold berjuang membesarkan Andreas seorang diri di luar negeri, hingga akhirnya Andreas tumbuh menjadi dewasa.
Flash back Off...
Bersambung...
.
.
.
.
.
Terima kasih Readers yang udah baca karya owner...🙏🙏.
Jangan lupa dukung terus karya Owner dengan meninggalkan jejak...
\=> Like
\=> koment
\=> Hadiah
\=> Vote...
Terima kasih atas dukungannya...🙏🙏🙏
Sukses bwt kk 😊💐