NovelToon NovelToon
All For Dreams

All For Dreams

Status: tamat
Genre:Komedi / Action / Teen / Cintamanis / Cintapertama / Teen Angst / Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:90.6k
Nilai: 5
Nama Author: Kang-jun!!!

Feron itu anak Vein dan Vein itu anak manusia kaya raya.
Kehidupan anak sekolah itu penuh intrik dan suka duka, termasuk masa SMK. Masa paling menggelora dan penuh prahara cinta.
Tak luput juga bagi Feron yang masih memikirkan Afni yang malah sudah tak satu sekolah dengannya, namun atas nama First love Feron bertahan walau jarak dan sekolah memisahkan mereka berdua.
Sampai ia bertemu dan memutuskan untuk bersahabat dengan Nanda, tentu sebagai seorang sahabat kamu akan bercerita lebih bukan?

Tentunya, dan itulah yang di lakukan Feron yang tanpa sadar malah menyakiti hati Nanda secara tidak sadar.

UP : senin & kamis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kang-jun!!!, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumahnya

"Apa!!" Teriak Afni.

"Ya apa?" Ucap Meilin menimpali.

"Itu benar Afni, pastinya jika lo tidak sakit hati dengan ucapannya berarti lo tu suka ama dia" Terang Wilda berucap pada Afni yang sudah mondar-mandir layaknya orang gila.

"Gak mungkin!" Teriak Afni "Gak boleh..." Lanjutnya bergumam dan kembali duduk dikursinya.

Wilda dan Meilin saling bertatapan, tidak habis pikir dengan Afni yang selalu menyangkal semua bukti ini, apalagi dengan sikap anehnya yang selalu mondar-mandir tidak jelas saat dilema.

"Memangnya si Feron buat kegaduhan apa dirumah lo ha?" Tanya Wilda memandang Afni yang menggaruk jilbabnya frustasi.

"Jadi gini..... " Ucap Afni memulai kejadian 12 jam yang lalu.

...Flashback...

"Lu bilang Gua jual diri!? Tidak bisa dimaafkan, dasar jahat" Teriak Afni memukul kepala Feron kuat hingga Feron hampir limbung dan untungnya mereka sudah sampai dihalaman rumah Afni, jadi jatuhnya sudah tidak menyakiti hati aspal yang selalu dipijak pengendara.

"Wiih, akhirnya lo berenti pake bahasa baku juga. Jujur gua agak gatal denger lo ngomong baku kek pen imut tapi gagal itu" Balas Feron mengusap tengkuk.

"Mau gua hajar lagi lo!" Ucap Afni dendam menunjukkan kepalan tangannya pada Feron yang langsung menggelengkan kepala seraya menutup mulut dengan kedua tangannya.

***'

Setelah memarkirkan motor Luna ditempat yang sudah disediakan, Feron beralih menggendong Afni di punggungnya.

"Tadi lu gendong gua ala bridal style sekarang lu gendong dipunggung, dasar semua cowok sama aja gak konsisten" Sindir Afni tanpa sadar.

"Berarti Suga juga gak konsisten ya orangnya" Balas Feron mangut-mangut.

"Dia beda bodoh, maksud gua sama cowok lain" Balas Afni kesal mencubit pipi Feron hingga sang empunya mengaduh kesakitan.

"Berarti bapak lo sifatnya gak konsisten juga ya?" Tanya Feron.

"Sekali lagi lo ngomong, ucapkan selamat tinggal pada masa depan penerus bangsa" Balas Afni sudah panas dingin.

"Anjir, garang" Balas Feron lagi berhenti berjalan.

"Kenapa lo berhenti" Tanya Afni memandang Feron yang menampilkan wajah ketakutan hingga wajahnya kehilangan warna.

Afni yang penasaran dengan ekspresi Feron sontak langsung mengikuti arah pandangan sang pemuda, dan hal mengejutkan terlihat jelas diambang pintu rumah Afni.

Srink!

Srink!

"Turunkan Afni atau senja tidak akan bersamamu lagi" Ancam papa Afni mengasah golok tepat diambang pintu seraya memainkan kumis tebalnya dengan tatapan sangar.

Brukk!!

"Awwww..." Teriak Afni kesakitan.

Entah karna sengaja atau apa, Feron langsung menjatuhkan Afni diubin Rumah sang gadis hingga menyebabkan bunyi jatuh yang cukup nyaring.

Feron langsung mengangkat kedua tangannya seakan memparodikan seorang pencuri yang sudah tertangkap basah mencuri guci mahal seorang konglomerat.

"AFNI!!!!" Teriak sang papa langsung berlari kearah sang putri tanpa menghiraukan Feron yang menatapnya aneh.

****

Slurppp!!

"Jadi begitu ceritanya, saya paham sekarang" Ucap papa Afni menyeruput kopi dengan khidmat, sementara Feron yang diapit oleh kedua saudara laki-laki Afni hanya bisa tegang dengan keringat jagung yang senantiasa mengisi mukanya yang sudah seperti menatap malaikat izrail.

"Silahkan diminum kopinya nak Feron, maaf ya Tante belum sempat belanja kebutuhan dapur minggu ini" Ujar mama Afni mempersilahkan Feron untuk meminum kopinya.

"I-iya tante makasih" Jawab Feron mengambil cangkir dengan gemetar. Ditatap tajam oleh kedua pemuda kekar dikiri dan kanannya membuat Feron jadi berfantasi aneh mengenai keluarga Afni yang aneh-aneh ini.

Untuk pertama kalinya, gua baru mengakui kalau bunga teratai akan selalu tumbuh di kubangan lumpur

Inner Feron asal menyeruput perlahan kopinya seraya melihat seluruh keluarga Afni yang menampilkan senyum aneh.

"Jadi kamu ini pacar baru Afni ya?" Tanya kakak Afni disebelah kiri.

"Nama kamu Bruno kan? Tapi kok rambutnya gak belah tengah?" Tanya kakak Afni disebelah kanan memainkan rambut acak-acakan Feron.

"S-saya bukan bang, saya cuma temannya Afni gak lebih" Jawab Feron meletakkan kembali cangkir porselen ketempat semula.

"Hmmm..." Gumam papa Afni memainkan kumis dengan tatapan intens menatap Feron dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Mungkin sebaiknya gua pulang aja

Ucap isi hati Feron.

"Om tante, sepertinya hari semakin larut. Saya takut di cariin ibu" Ucap Feron ingin beranjak pergi namun langsung dihalang oleh kakak perempuan Afni yang tiba-tiba saja berada didepan Feron dengan membawa cemilan dikedua tangannya.

"Ck!" Dengan lantang gadis itu berdecih menatap tajam Feron yang langsung menelan air ludahnya kembali.

"Kenapa terburu-buru, duduklah lebih lama" Basa-basi mama Afni, dan pada akhirnya Feron hanya bisa pasrah mengikuti skenario seraya mengumpat diri.

Duduk dengan aura intimidasi begini benar-benar awkward. Ditengah renungan Feron, tiba-tiba retakan gelas berbunyi, pelaku adalah papa Afni yang tanpa sengaja membelah gelas porselen menjadi dua bagian.

"Muka kamu tidak asing, apa kita pernah bertemu?" Tanya papa Afni menatap Feron aneh.

"Aaaaa..... Mmm S-saya anaknya Vein om, Vein adidjaya" Jawab Feron jujur.

"APA!?" Teriak mama dan papa Afni bersamaan.

"Jadi kamuuuuuu...

...*? *? *+*+*? *??"?) *...

"Trus mama gua bilang 'Jadi kamu anak Vein mantan saya itu? Gak mungkin....' Ucap mama gua frustasi dan terjadilah aksi perkelahian baru antara mama dan papa tentang masa lalu yang tak bisa terlupakan hingga Feron menghilang seperti angin" Terang Afni panjang lebar pada dua temannya.

Meilin dan Wilda hanya terperangah dengan badan yang sudah mencondong ke Afni yang semakin lama bercerita semakin kecil suaranya.

"Jadi tadi malam gak ada yang menarik" Celetuk Meilin langsung kembali ketempat duduknya.

"Ah! Kecewa" Sambung Wilda juga kembali ketempat duduk seraya mengambil posisi siap belajar.

"HA? Hei tunggu dulu, bukan begitu intinya teman-teman heiii. Gua cuma pengen Feron tau kal-"

"Kalau apa beb?" Tanya Bruno tiba-tiba sudah duduk disebelah Afni.

Afni yang mendengar suara Bruno seketika langsung mengalihkan atensinya menatap Bruno yang sudah duduk nyaman seraya memangku pipi dengan tangan kirinya menatap tepat pada Afni yang sudah mematung ditempat tidak bisa melanjutkan ucapan.

"Beb, aku nanya lo, kok kamu anggurin si?" Tanya Bruno kembali dengan tangan kanan yang langsung menggenggam tangan Afni mengisyaratkan untuk duduk dengan benar dikursinya.

Afni duduk, ekspresinya langsung pias. Aura Bruno benar-benar mengisyaratkan rasa cemburu yang hebat.

" Lo habis ngapain sama Feron ha!" Seketika genggaman tangan Bruno berubah menjadi cengkraman yang membuat Afni langsung mengaduh kesakitan ditempatnya.

"Kalau sampai gua denger lo ketemuan ama tu orang, bersiap-siaplah dengan hukuman lainnya Afni, lo camkan itu baik-baik di otak tumpul lo yang hina ini" Bisik Bruno menatap tajam Afni seraya menunjukkan sebuah bukti foto Afni yang sedang tersenyum saat Feron mengobati kakinya yang terluka.

"Sejak kapan lo ngikutin gua? " Ucap Afni pelan, tidak ingin siapapun mendengar kecuali Bruno.

"Semenjak lo berteriak layaknya ja*lang di gang sempit" Bisik Bruno tepat di telinga kanan Afni.

Afni langsung bergetar, ia hanya dapat melirik Bruno yang kembali duduk dengan nyaman bersiap untuk memulai pelajaran. Guru juga sudah masuk dan akan memberikan materinya.

"Lu ******* yang pro Afni, memanfaatkan kebaikan seseorang lalu membunuhnya. Menarik sekali" Bisik Bruno ternyum miring.

Sementara itu....

*****

"Feroooonnnn!!!!!!" Teriak Ryou mencubit pipi kanan Feron brutal.

"Auauau!!! Ampun pak ampun" Ucap Feron memohon belas kasih.

"Kenapa kamu lagi-lagi cari masalah sama guruuuuuuuu!!!!!!" Geram Ryou Frustasi membenturkan kepala pada meja guru.

...TBC...

1
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Ayyana
authornya anak smk ya duluu /Doge//Doge/
Protocetus: jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
total 1 replies
kimraina
Ehem . . Ehem . . Jd gatel tenggorokan 😹
𝐇⃟⃝ᵧꕥ❥␠⃝ ͭ🍁J💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩: Yok komix nya 😁
total 1 replies
kimraina
😂 Pria pemarah ga tuh . .
kimraina: Aku wanita ka . . Kadang pemarah jg loh apalagi klo lg bulan datang 😆
total 2 replies
kimraina
Dah lama aku g mampir 😹 kakak dah hebat euy dah author kontrak daebak 😸 aku kapan ya 😹
kimraina: Iya ka siap . . Mudah2an ga down lg aku-nya 😹
total 2 replies
Avyana Oktavia Machiko
mantaps
Boba🧊
semangat kaa🙌 kukasih setangkai bunga untukmu 🌹
𝐇⃟⃝ᵧꕥ❥␠⃝ ͭ🍁J💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩: Waaahhhh... Terimakasih, senang rasanya masih dilirik. Semoga pemberian kk dibalas berlipat. 😊
total 1 replies
IF
semangat kaka Jun... udah lama nda Up
IF: sama kak... ini aja tak sempetin Up, ya utk hiburan tersendiri😁

ttp semangat yakk😊
total 2 replies
IF
PacMan berkunjung lagi kak Jun

cemangatttt
𝐇⃟⃝ᵧꕥ❥␠⃝ ͭ🍁J💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩: Iya, terima kasih
total 1 replies
Rini Antika
Semangat terus Kak..💪💪
Rini Antika: sama"
total 2 replies
Rini Antika
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak bacanya
𝐇⃟⃝ᵧꕥ❥␠⃝ ͭ🍁J💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩: Terima kasih
total 1 replies
Rini Antika
Nah lho, dr benci kayaknya jd cinta deh
𝐇⃟⃝ᵧꕥ❥␠⃝ ͭ🍁J💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩: Aaaaa~ 🤧🤧🤧
total 3 replies
Rini Antika
jgn macem" sama Nanda kalau gak mau Pawangnya keluar..🤭
𝐇⃟⃝ᵧꕥ❥␠⃝ ͭ🍁J💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩: Aduh.... Hehehhehehehe
total 1 replies
You know
Ending yang membagongkan
You know
Cuma berduaan 🤫🤫🤫
You know
Anjas keras ucapannya sieee
IF
lanjut kaka Jun... semangat ya😊
aira bandles
nahhh ini nih, lanjutkan naks
Rini Antika
Semangat Terus Kak..💪💪
Rini Antika
Padahal kalian seneng Adu jotos, ini sama Nanda aja malah pada kabur..hadeuh..
Rini Antika
hedeuh..🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!