NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Kinanti

Cinta Untuk Kinanti

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:309.5k
Nilai: 5
Nama Author: Shanti san

Mengkisahkan seorang wanita miskin yang sangat beruntung,di cintai oleh banyak orang - orang di sekeliling nya,meski pun semua tidak selalu berjalan dengan mulus.

Begitu banyak cobaan dari ketidak sukaan orang pada nya dan pada akhirnya membuat Hidup Kinanti tidak tenang,akan kah ada hari bahagia untuk diri nya?

Yuk di baca!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34 - Malam Yang Sedih

Malam Itu.

Kinanti sedang membersihkan gelas - gelas yang kotor bekas para Staf yang sudah pulang.

Tiba -tiba ponsel Kinanti berbunyi, ia lekas mengangkat nya. "Hallo."

"Sayang, aku udah di luar ya."Ucap Sham.

"Kinanti Sham." balas Kinanti dengan malas karena Sham selalu memanggil nya sayang.

"Iya, Kinanti sayang."Balas Sham tersenyum.

"Ya udah, aku mau ganti baju dulu Sham."Ucap Kinanti.

"Oke, aku tunggu ya." balas Sham.

Saat Kinanti keluar dari ruang ganti dan mengunci loker nya, ia mendengar suara langkah seseorang dan batuk seseorang. Kinanti lekas keluar melihat untuk melihat siapa yang ada di luar.

"Pak Vano."

Kinanti lekas menghampiri Vani yang tampak sedang batuk-batuk.

"Pak Vano gak apa-apa?" Tanya Kinanti.

"Gak Apa-apa."Balas Vano sembari batuk-batuk.

"Ayo pak ikut saya ke dapur, saya bikinkan air jahe untuk bapak, nanti batuk bapak makin parah loh, apa lagi sudah malam nanti kena angin malam."Ucap Kinanti.

"Tapi kamu kan sudah mau pulang." ucap Vano.

"Gak apa-apa pak, kan hanya sebentar."Balas Kinanti tersenyum.

Kinanti dan Vano pun kembali ke dapur, Pria itu duduk melihat Kinanti sedang memasak air panas dan memotong jahe. Vano tersenyum karena Kinanti begitu perduli dengan orang lain.

"Bentar ya pak."Ucap Kinanti menoleh ke Vano dan Vano mengangguk.

"Kinanti mana sih, katanya cuman sebentar." Gumam Sham karena Kinanti tak kunjung Keluar.

"Ini pak, Di minum hangat-hangat air nya."Ucap Kinanti dan Vano mulai meminum nya.

Kinanti memperhatikan Vano meminum air jahe buatan nya, namun tiba-tiba ponsel nya berbunyi, Kinanti izin untuk mengangkat telefon itu.

"Kin. kok belum keluar?." Tanya Sham.

"Aku jadi khawatir tahu gak." Ucap Sham lagi.

"Iya Sham, ini juga sudah selesai."Balas Kinanti.

"Oh ya udah."Balas Sham dan mematikan sambungan telefon nya.

Baru Saja sambungan telefon Kinanti terputus, Fira Pacar Vano datang ke dapur menghampiri Vano.

"Vano kamu ngapain disini?,sama cewek kampung ini lagi." Tanya Fira dengan ketus nya.

Vano pun berdiri dan tidak enak mendengar pertanyaan Fira yang menyinggung.

"Maaf Mbak, saya cuman buatkan air jahe karena pak Vano batuk-batuk."Ucap Kinanti.

"Diam kamu, aku gak tanya sama kamu."Ucap Fira dengan kesal nya. Kinanti pun hanya bisa diam dan agak menunduk.

"Fira, kamu bisa gak sih sopan sedikit."Ucap Vano.

"Sopan?, sama dia yang lagi berdua sama kamu disini malam-malam."Ucap Fira.

"Van, baru saja kita bertengkar kemarin gaea-gara dia, dan kamu baru minta maaf, sekarang kamu mau bela dia lagi?." Ucap Fira kesal.

"Gak habis pikir aku sama kamu Van."Ucap Fira dan mau pergi, namun Vano menahan nya.

"Fir, udah lah, ini cuman salah paham, aku memang lagi sakit."Ucap Vano.

"Aku minta maaf, kalau buat kamu cemburu."Ucap Vano lagi. Fira yang mendengar pun sedikit lulus, namun rasa tidak suka dengan Kinanti sudah melekat di hati nya.

"Maaf Ya Mbak, Pak Vano, saya permisi pulang dulu."Ucap Kinanti dan berlalu pergi dari hadapan mereka.

Vano sebenarnya ingin memanggil Kinanti dan meminta maaf, tapi karena ada Fira, ia tak bisa mengatakan nya, karena Fira yang cemburuan.

"Ya udah, ayo pulang, kata nya mau temani aku makan."Ucap Fira dengan manja bercampur cemberut.

"Ya udah, Ayuk."Balas Vano dan kedua nya berjalan keluar setelah Vano menghabiskan air jahe dari Kinanti.

Diluar.

Kinanti keluar dan lekas di samperin oleh Sham. "Akhirnya keluar juga." Kata Sham tersenyum.

"Maaf ya Sham, kamu jadi nunggu kelamaan."Ucap Kinanti.

"Gak apa-apa ,tapi kenapa muka kamu murung gitu?." Tanya Sham namun Kinanti hanya diam saja, berpapasan dengan Vano dan Fira yang keluar.

Sham menatap kedua nya itu dan nyakin Kinanti pasti ada masalah dengan mereka, karena Sham melihat tatapan tidak suka Fira pada Kinanti.

"Ya udah, pulang yuk."Ajak Sham memegangi tangan Kinanti dan membawa nya ke mobil. Vano yang sudah ada di mobil melihat itu semua, ia melihat Kinanti tampak murung.

"Pasti dia sakit hati sekali karena ulah Fira."Batin Vano menatap Kinanti yang masuk ke dalam Mobil Sham.

"Kenapa, kok cemberut?, cerita dong."Ucap Sham pada Kinanti yang duduk di samping nya.

Kinanti menoleh dan menghela nafas.

"Kadang jadi orang baik itu gak enak ya Sham, kita balikin orang malah di pikir jahat."Ucap Kinanti.

"Aku ngerti."Balas Sham.

"Tadi itu loh, kan Bos ku batuk - batuk, aku bikin kan minum, tapi malah aku di marahin sama pacar nya."Ucap Kinanti.

"Oh yang tadi itu."Balas Sham tersenyum.

"Iya."

"Sabar ya Cantik, mungkin dia cemburu nya da over dosis, kenjang-kenjang jadi nya."Ucap Sham dan membuat Kinanti yang mendengar tersenyum.

"memang nya minum obat, sampai over dosis." balas Kinanti.

"Nah gitu dong, kan cantik kalau senyum."Ucap Sham.

"Makasih ya Sham, kamu tu selalu bisa buat aku senang, meski kadang nyebelin."Ucap Kinanti.

"Sama-sama."Balas Sham sembari memperbaiki rambut nya. dan membuat Kinanti kembali tersenyum.

"Eh Sham-sham." Ucap Kinanti membuat Sham kaget dan menghentikan mobil nya.

"Kenapa?."

"Makan yuk,Aku bayarin, anggap ucapan terima kasih karena kamu udah baik sama aku selama ini."Ucap Kinanti.

"Oke, Ayuk."Balas Sham dan menepi kan mobil di pinggiran jalan.

Mereka duduk untuk makan bakso.

"Gak apa-apa kan makan disini?." tanya Kinanti sembari menikmati bakso nya.

"Gak apa- apa lah, bakso nya enak kok."Balas Sham.

Di restoran.

Vano yang tak sabar ingin pulang pun mengajak Fira untuk pulang meski makanan mereka belum habis.

"Fir, pulanh yuk, aku lagi gak enak badan."Ucap Vano.

"Oh ya udah dech, maaf ya aku maksa kamu makan, karena aku memang bekum makan."Balas Fira.

"Gak apa-apa."Balas Vano tersenyum tipis.

Dalam perjalanan pulang, Vano berhenti di lampu merah, menunggu lampu berganti hijau, mata nya melirik ke sekitaran, tanpa sengaja ia melihat Kinanti dan Sham makan Bakso di pikiran jalan, tampak wanita itu tertawa mengobrol dengan Sham.

Vano Tersenyum karena Kinanti tak lagi murung seperti sebelum nya. Fira yang juga melihat pun cemberut karena Vano tampak melihat gadis yang tidak ia sukai itu.

1
Ernalita Sitompul
perasaan diawal logat bapak kinan bukan kayak betawi...
Verawati Khaira
Luar biasa
Detri Eni
endingnya sesuai harapan
Vera Wilda
terima kasih Thor, akhirnya.... 🤗😄
Vera Wilda
Bijaksana sekali papa nya Fira .... 👍
Vera Wilda
kenapa mesti malu pak, harus nya elu bangga SM anak elu pak... 😄
Vera Wilda
Perjuangan Sham untuk Kinanti ...
Vera Wilda
semoga aja Kinanti tidak mengecewakan Sham ....
kasihan Sham berharap SM Kinanti tp Kinanti nya sok cuek
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
wah nama nya sama kaya aq ya ... novel nya juga bagus ... semangat berkarya
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
Kinan mampir ... semangat ya 🤗
maya ummu ihsan
jalan pakai kaki
Maria Agustina Bungalay
tiba² jadi mobil
Maria Agustina Bungalay
yg pakai motor siapa ya?
huh leganya,bersuamikan laki2 humoris itu sangat menyenangkan...
jng2 kinanti itunadiknya vano lagi..yess itu lebih baik
berharap vano bijaksana,tidak mengganggu hubungan syam ma kinan...
Eka suci
Vani punya penyakit apa ya? apa orang tua nya tau🤔
Eka suci
cuma tebakan saja jodoh Kinanti itu vino, nasib Sham gimana?🙄
Sri Puji Lestari
lanjut thor
n4th4n14e4
yeyy bahagiaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!