NovelToon NovelToon
I Love You, Cinta

I Love You, Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Beda Usia / Trauma masa lalu
Popularitas:129.4k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Cinta Kirana, hidup dengan masa lalu yang tragis ditinggalkan orangtua. Menyisakan trauma sampai dengan ia dewasa. Siapa sangka, seorang datang mengganti luka dengan suka cita. Perbedaan usia, status sosial dan keterkaitan di masa lalu membuatnya Cinta terpuruk dan kembali terluka. Akankah Cinta bisa menerima kenyataan yang menghampiri?

===

“Namaku Cinta, banyak yang cinta udah pasti. Yakin masih mau sama aku?”

“I love you, Cinta. Sekarang, nanti dan selamanya.”

“Masa?”

“Mahameru pantang ingkar janji.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Kencan (2)

Bab 18

Cinta tau Eru mungkin ada perasaan dengannya, tapi tidak menduga akan sevulg4r dan seberani ini. Perlu meraba apa yang dia rasakan benar sayang antara lawan jenis atau hanya sebatas rekan kerja rasa saudara seperti hubungannya dengan Asep dan Umar. Perkenalan mereka belum lama, apa mungkin cinta datang secepat itu.

“Ru ….”

“Nggak mesti dijawab sekarang, lagian aku bukan bertanya, kok.”

“Lah, terus?”

“Itu perasaan aku dan sekarang aku tanya perasaan kamu gimana?”

“Nggak tahu dan aku nggak ngerti. Ini tuh terlalu cepat.”

“Ya udah aku tunggu nanti malam.”

“Nunggu apa?” Ingin sekali Cinta memukul bocah ini, apa bedanya sekarang dan nanti malam. Masalahnya bukan sekedar menjawab, tapi meyakini bagaimana isi hatinya.

“katanya perlu waktu untuk ngerti perasaan kamu, ya udah aku kasih waktu sampai nanti malam. Oke.”

Obrolan mereka terhenti karena pelayan membawakan pesanan, tangan Cinta masih dalam genggaman Eru. Sudah melirik agar melepas, nyatanya Eru cuek saja bahkan tanpa malu mengecup punggung tangannya.

“Ru,” tegur Cinta lirih.

“Makasih ya mbak,” ucap Eru pada pelayan.

“Lepas ih, kamu bikin malu aja. Ngapain juga pesan makan banyak banget.” Ada dua jenis minuman dingin, 2 botol air mineral. Dua jenis slice cake, kentang goreng dan sepiring pasta.

“Buat temen ngobrol sambil nunggu mall buka.”

“Ngapain ke mall?”

“Kencanlah. Nonton, makan, shopping kalau kamu mau,” ujar Eru lalu meraih gelas dan meneguk isinya.

Entah CInta harus gembira dengan ungkapan cinta Eru atau sedih dengan menolaknya, mengingat usia mereka agak jauh meski hanya 4 tahun. Situasi yang canggung itu perlahan mencair dengan obrolan yang terus mengalir, sesekali terbahak bersama. Cinta tidak ragu memukul lengan Eru, disela obrolan mereka. Eru pun tidak segan meraih tangan dan mengusap kepala Cinta.

“Enak ‘kan!” Cinta mengangguk, meraih tisu mengelap bibirnya. Eru menikmati pasta sambil menyuapi Cinta. “Cakenya juga lumayan.”

“Kamu sering ke sini?”

“Sering sih nggak, beberapa kali kayaknya.”

“sama cewek dong,” cetus Cinta.

Eru tersenyum, mengambil alih botol air mineral yang dipegang Cinta lalu membuka seal dan dikembalikannya.

“Kenapa, cemburu ya.”

“Ngapain cemburu. Nggak mungkin kamu datang sendiri atau sama circle kamu sesama cowok. Pasti sama pacar.”

Masih dengan tersenyum ia menggeleng. Beberapa kali ke tempat itu, bertemu dengan sepupunya. Pernah juga bertemu dengan Ayah Akbar membicarakan masalah perusahaan, tapi di private room.

“Urusan bisnis.”

“Bisnis? Kamu punya bisnis?”

Eru mengangguk. “Untuk masa depan, aku dan kamu.”

***

“Ini serius kita mau nonton?” tanya Cinta sambil melepas helm dan menyerahkan pada Eru.

“Iya, dong.”

Eru sempat menatap sekitar, pandangannya tertuju pada mobil yang baru saja lewat di jalur mobil, mengarah naik ke parkiran di atas. Berjalan meninggalkan parkiran motor, Eru merangkul bahu Cinta. Ia terkekeh karena perbedaan tinggi mereka.

“Kenapa?”

“Dulu nggak pernah olahraga ya, waktu masa pertumbuhan. Jadi pendek gini.”

“Kamunya aja makan galah, jangkung kayak tiang listrik. Kalau kata anak sekarang, aku botol yakult kamu botol kecap.”

Eru terkekeh dengan sebutan itu. “Oke, botol yakult mau makan dulu atau nonton dulu.”

“Nonton ah, aku masih kenyang.”

Eru menoleh ke belakang, menghela nafasnya. Ada yang aneh, pikirnya. Mobil yang mengekor sebelum sampai di café dan mengikuti sampai ke sini. Bahkan sempat melihat pengemudi mobil itu saat lewat di parkiran tadi, nyatanya sekarang ada disekitarnya lagi.

“Aku ke toilet dulu ya. Mau ikut nggak?”

Cinta mendorong tubuh Eru menjauh. “Eru ih, ngaco kamu.”

“Maksudnya mau ke toilet juga atau nggak. Bukan ngajak kamu ke toilet bareng, mending bawa kamu ke apartemen aja lebih private."

“Aku tunggu di sana.” Menunjuk kursi tunggu di depan store pakaian tidak jauh dari toilet.

“Oke.”

Bukan sepenuhnya ingin ke toilet, Eru mengeluarkan ponsel mencari kontak seseorang dan menghubunginya. Tiga kali nada tunggu akhirnya terjawab.

“Iya, Ru.”

“Ayah suruh orang awasi aku?”

“Loh, semua keluarga Arkatama memang diawasi demi keamanan dan keselamatan. Apalagi kamu.”

“Bukan, bukan itu. Ini beda lagi. Orang suruhan Ayah ‘kan?”

Terdengar hela nafas di ujung sana.

“Untuk apa?”

“Demi kebaikan kamu, Mahameru Arkatama. KAmu penerus Digital Corp, keturunan langsung Artha Arkatama. Keselamatan kamu tentu saja penting.”

Eru mengusap kasar wajahnya ingin sekali mengump4t kalau tidak ingat Akbar adalah orang tua dan kerabatnya.

“Aku tahu itu, tapi menyelamatkan dari apa? Maksud Ayah, Cinta? Memang CInta mau jahati aku macam mana?”

“Ru ….”

“Siapa aku saja dia tidak tahu, mana mungkin punya rencana jahat. Tadi, aku baru utarakan perasaanku, apa dia langsung jawab? Tidak, yah. Kalau memang dia punya rencana jahat, tidak akan tunggu aku suka dengannya, dia yang akan mengejar aku. Masalah perasaanku, tolong Ayah jangan ikut campur.”

“Eru ….”

Panggilan pun diakhiri oleh Er, ia mengatur nafasnya berusaha meredakan emosi. Ponselnya bergetar ternyata pesan masuk.

 

...Mami Maura...

Ru, Meilan bilang kamu temui Langit. Kamu libur hari ini, terus kemana?

Jangan bilang kamu sama Cinta

^^^Iya, kami kencan^^^

Eru!

^^^Nanti mih, aku sibuk^^^

Mahameru, sejak kapan kamu mengabaikan mami begini

 

1
Iccha Risa
pengawas berjalan, tau aja dech urusan mami yg lage ngedar🤭
Iccha Risa
hahaha kejebak mami, Ru jgn kek bapak2 ngawasin anak gadisnya dech... pokona kudu cari tau soal cowok yg katanya rekan 🤭🤣🤣
Ranita Rani
udahlah ra nurut ja ma rendra,,,biar dia temuin anakmu tuk minta restu cz dia jg kebelet kawin sama kyak ankmu eru😂😂😂
mmh nengmuti
ini Rendra yg dlu pegang bukti bukti Arta TDK bersalahkan,anaknya pengacara arta
mmh nengmuti: berarti Maura dpt duren sawit(duda keren sarang duit)🤭
total 2 replies
sikepang
sat set biar ga di goda setan y kn rendra 🤣🤭
Shee_👚
dah lah renda sama eru sama² somplak bakalan cocok lah ya🤣🤣🤣
Iccha Risa: calon anak bapak tiri yg klop...
total 1 replies
Shee_👚
eru gak sabaran banget nunggu di kenalin😂
Wahyuni Abuzar
anak muda minggir dulu...now giliran yang tua jatuh cinta 🤣🤣
Shee_👚
kena kan mamih😂
dah mih jujur aja gak usah muter²😁
juwita
aduh si mamih dpt berondong tajir🤭🤭🤭🤭.
Iccha Risa
heuleh modus ae Broo... dari dulu udh tau spesial kalo gak mana mungkin dijadikan istrimu Ru
Nandi Ni
bengek bgt aku ame modus Eru deh🤣🤣🤣sok sokan bawaan bayi,itu mah akalanmu aja kaleeeee
Shee_👚
gambal ta jangan mau, tutup rapet kunci ganda kalau perlu🤣🤣🤣
Shee_👚
astaga anak mamih maura ngomong kagak ada filternya 😂
Shee_👚
wah jangan2 eru berhasil dalam misi menghamili cinta🤭
Shee_👚
ternyata sadar juga, ini lagi ngigo atau emang beneran sadar🤔
Shee_👚
mungkin karena akbar merasa bersalah dan udah sadar akan perbuatannya
Shee_👚
tuh sadar, tapi kenapa masih kepala batu😏
Shee_👚
itu hasil apa yang dia tanam, jadi biarkan saja. toh dia gak mau di kasih perhatian dan sayangin.
mmh nengmuti
kaya KLO kamu hamil s eru bakal tambah manja 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!