NovelToon NovelToon
Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Di Benua Tianxu, setiap orang terlahir dengan kemampuan menyerap Qi untuk berkultivasi. Namun Xiao Yun, bocah yatim dari Desa Kabut, lahir tanpa memiliki Qi sedikit pun dan hidup sebagai bahan hinaan seluruh desa.
Setelah kakek angkatnya meninggal, Xiao Yun bertahan hidup seorang diri dengan mencari tanaman obat di Hutan Terlarang. Hingga suatu hari, sebuah kecelakaan membawanya ke Lembah Iblis — tempat ia bertemu roh petapa kuno bernama Luo Hai.
Tanpa disadari siapa pun, di dalam tubuh Xiao Yun tersegel kekuatan kuno bernama Nadi Kekosongan, kekuatan terlarang yang bahkan ditakuti langit.
Dari bocah tanpa Qi yang dipandang sampah, Xiao Yun memulai perjalanan untuk mengguncang dunia kultivasi.

{ Update setiap hari }

Mohon dukungannya 👍🏻⭐🔁

Terima kasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.18 — Awal Perjalanan Sang Pewaris

Angin dingin bertiup perlahan menyusuri setiap sudut Lembah Iblis, membawa aroma tanah lembap dan debu batu yang masih beterbangan setelah runtuhnya Altar Pertama. Di tempat yang belum lama sebelumnya berdiri bangunan kuno yang menyimpan warisan ribuan tahun, kini hanya tersisa sebuah kawah besar yang dipenuhi pecahan batu hitam dan retakan panjang yang menjalar ke segala arah. Aula megah tempat para pewaris berkumpul telah lenyap tanpa meninggalkan jejak. Sepuluh singgasana batu yang dahulu menjadi saksi perjalanan para Pewaris Nadi Kekosongan juga telah hancur bersama altar. Bahkan keberadaan roh penjaga yang selama ribuan tahun dengan setia menunggu kedatangan pewaris berikutnya kini benar-benar telah menghilang, seolah seluruh tugas yang dipikulnya sejak zaman kuno akhirnya berakhir setelah Kristal Warisan memilih pemilik barunya.

Xiao Yun berdiri diam di tepi kawah itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Angin perlahan mengibaskan ujung pakaiannya, sementara pandangannya tetap tertuju ke hamparan reruntuhan di hadapannya. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kehidupannya telah berubah sedemikian drastis hingga bahkan dirinya sendiri masih merasa sulit mempercayainya. Tidak lama sebelumnya ia hanyalah seorang bocah dari Desa Kabut yang setiap hari berjuang untuk bertahan hidup, bahkan pernah nyaris kehilangan nyawanya ketika dikejar Serigala Iblis hingga terjatuh ke dasar jurang Lembah Iblis. Namun takdir membawanya menemukan altar kuno, memperoleh Warisan Nadi Kekosongan, bertemu Luo Hai, mengetahui rahasia mengenai tubuhnya sendiri, menyaksikan kenangan perang yang telah lama hilang dari sejarah, serta menerima amanat yang diwariskan oleh para pewaris terdahulu. Semua pengalaman itu membuat jalan hidupnya berubah sepenuhnya. Tujuan yang kini berada di hadapannya tidak lagi sekadar menjadi lebih kuat demi melindungi diri sendiri, melainkan menapaki jalan panjang yang pernah ditempuh sembilan pewaris sebelumnya.

Luo Hai berdiri beberapa langkah di samping muridnya sambil ikut memandang reruntuhan tersebut. Wajah roh tua itu tampak tenang, tetapi di balik ketenangannya tersimpan emosi yang sulit dijelaskan. Sebagai seorang Dao Master yang telah hidup sangat lama, ia memahami arti dari runtuhnya tempat kuno itu jauh lebih dalam dibandingkan Xiao Yun. Setelah beberapa saat membiarkan kesunyian menyelimuti mereka, Luo Hai akhirnya berbicara dengan suara pelan namun penuh makna. "Ingatlah tempat ini baik-baik, Xiao Yun."

"Pada saat ini mungkin kau hanya melihat kawah dan puing-puing batu, tetapi suatu hari nanti, ketika perjalananmu telah mencapai tempat yang jauh lebih tinggi, kau akan menyadari bahwa semua yang terjadi di sini merupakan titik awal dari takdir yang sesungguhnya."

Xiao Yun menarik napas perlahan sebelum menganggukkan kepala. Ia tidak sepenuhnya memahami makna ucapan gurunya, tetapi ia dapat merasakan bahwa kata-kata itu bukan sekadar nasihat biasa. Dengan ekspresi penuh penghormatan, ia melangkah beberapa langkah mendekati reruntuhan altar, kemudian membungkukkan tubuhnya dengan khidmat. Penghormatan itu bukan hanya ditujukan kepada roh penjaga yang telah mengorbankan ribuan tahun keberadaannya demi menjaga warisan kuno, melainkan juga kepada sembilan pewaris terdahulu yang telah berjalan di jalan yang sama, berjuang melawan musuh yang bahkan namanya telah lenyap dari sejarah, dan akhirnya gagal mencapai tujuan akhir. Tanpa pengorbanan mereka, dirinya tidak mungkin dapat berdiri di tempat itu sebagai Pewaris Kesepuluh.

Setelah beberapa saat, Xiao Yun perlahan meluruskan tubuhnya. Pandangannya kembali menyapu kawah besar itu untuk terakhir kalinya sebelum akhirnya ia berbalik. Altar Pertama telah menyelesaikan tugasnya. Warisan telah berpindah ke tangannya, sedangkan reruntuhan yang tertinggal kini hanya menjadi bagian dari sejarah yang suatu hari mungkin akan benar-benar dilupakan oleh dunia. Namun baginya, tempat itu akan selalu menjadi awal dari seluruh perjalanan panjang yang menantinya.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Xiao Yun dan Luo Hai mulai meninggalkan bagian terdalam Lembah Iblis. Jalan sempit yang dahulu terasa begitu menyeramkan kini tampak sangat berbeda di mata Xiao Yun. Kabut hitam masih bergulung perlahan di antara pepohonan purba yang menjulang tinggi, sementara bebatuan besar dan akar-akar tua masih menciptakan bayangan menyerupai sosok monster di sepanjang perjalanan. Akan tetapi, ketakutan yang dahulu selalu memenuhi hatinya telah menghilang tanpa disadari. Bukan karena Lembah Iblis berubah menjadi tempat yang aman, melainkan karena dirinya sendiri telah mengalami perubahan yang sangat besar.

Sepanjang perjalanan keluar dari lembah, Xiao Yun tanpa sadar terus memperhatikan lingkungan di sekitarnya. Pendengarannya mampu menangkap suara dedaunan yang bergesekan tertiup angin dari tempat yang sangat jauh. Langkah-langkah kecil binatang liar yang bersembunyi di balik semak pun terdengar begitu jelas di telinganya. Bahkan aroma pepohonan, tanah, serta hembusan udara terasa jauh lebih nyata dibandingkan sebelumnya. Ketika pandangannya menyapu ke kejauhan, ia dapat melihat retakan kecil pada batang pohon yang sebelumnya mustahil ia sadari. Semua perubahan itu membuat Xiao Yun perlahan mengepalkan tangannya sambil tersenyum tipis.

"Warisan itu benar-benar mengubah tubuhku," gumamnya pelan.

Sambil terus mengamati kedua telapak tangannya yang kini terasa jauh lebih kuat daripada sebelumnya.

Luo Hai yang berjalan di sampingnya mendengar ucapan tersebut dan tersenyum kecil. "Perubahan yang kau rasakan sekarang hanyalah permulaan."

"Apa yang diwariskan Altar Pertama baru membuka sebagian kecil potensi yang selama ini tersegel di dalam Nadi Kekosongan."

"Jalan yang harus kau tempuh masih sangat panjang, sehingga jangan pernah merasa puas hanya karena memperoleh sedikit kekuatan."

Ucapan itu membuat Xiao Yun teringat kembali pada peta sembilan altar yang sempat diperlihatkan Kristal Warisan. Altar Pertama saja telah memberinya perubahan sebesar ini, sementara masih ada delapan altar lain yang tersebar di berbagai penjuru Benua Tianxu. Membayangkan hal itu saja sudah cukup membuat semangatnya berkobar.

Perjalanan mereka kemudian memasuki wilayah Hutan Terlarang. Cahaya matahari pagi mulai menembus sela-sela dedaunan raksasa, mengusir sebagian kabut yang menyelimuti kawasan tersebut. Suasana hutan perlahan dipenuhi suara burung liar serta berbagai binatang yang mulai mencari makan setelah malam berakhir. Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama.

Semak-semak lebat di depan mereka tiba-tiba berguncang keras, diikuti suara geraman rendah yang dipenuhi naluri buas. Sesaat kemudian seekor Serigala Taring Batu melompat keluar dari balik semak dengan kecepatan tinggi. Tubuh binatang iblis itu hampir sebesar kerbau dewasa, bulunya berwarna abu-abu gelap seperti batu cadas, sementara dua taring panjang yang mencuat dari rahangnya berkilau tajam bagaikan bilah pisau.

Xiao Yun langsung mengenali jenis binatang tersebut. Beberapa bulan yang lalu, seekor Serigala Taring Batu saja sudah cukup membuatnya memilih melarikan diri tanpa berpikir dua kali. Namun kali ini, ketika tatapan mereka saling bertemu, ia justru merasakan ketenangan yang belum pernah dimilikinya sebelumnya.

Serigala itu menggeram keras sebelum menerjang lurus ke arahnya dengan kecepatan luar biasa.

Xiao Yun sempat melirik Luo Hai yang berdiri tidak jauh di belakangnya.

"Guru?"

Luo Hai sama sekali tidak menunjukkan niat untuk turun tangan. Ia hanya menyilangkan kedua tangannya sambil berkata dengan santai, "Hadapi sendiri. Anggap saja ini kesempatan untuk memahami perubahan yang baru saja kau alami."

...BERSAMBUNG...

1
asri_hamdani
Sepertinya tidak ada paragraf yang menceritakan kemunculan tanda hitam tersebut
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: terima kasih koreksinya🙏🏻
kesalahan teknis auto koreksi keypad nya menyala,jeleknya keyboard handphone. 😅

segera di revisi.
total 1 replies
asri_hamdani
Sepertinya ada paragraf yang kurang.🤔
asri_hamdani
Ada yang aneh. Apa sebabnya dia jatuh kedalam jurang 🤔. Kesandung kelereng atau terpeleset 🤔?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: ada yg tertinggal di notepad sudah di revisi kak.

makasih sudah di koreksi 🙏🏻
total 1 replies
Jojo Shua
up
Jojo Shua
7
Arinto Ario Triharyanto
muter-muter terus Thor, tinggal pake warisan, satset satset beres
Arinto Ario Triharyanto
lama, muter-muter mulu
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
ujian nya adalah pilihan
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
sama kek berapa waktu kah ini?
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Jejak
𝐀⃝🥀ᴀʟᴇᴀˢ⍣⃟ₛ
gmn nasibmu stelah ini Xiao Yun ,ngeri juga ya masuk ke lembah iblis
☠️⃝✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘᎪℓ☘𝓡𝓳
aku kasih vote ya kk, semangat berkarya kk
☠️⃝ вͬяͦσᷤηᷠιͣк🏀zc❖
best
THE GIRL COOL😑
cerita panjang banget jirrr😭
Ney
aku hadir
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: makasih 🙏🏻
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
jejak jejak...
Yun ada kaitannya sama tokoh sblm nya nggak sih?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: gak ada
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!