NovelToon NovelToon
The Queen

The Queen

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Balas Dendam / Pembunuhan / Chicklit / Tamat
Popularitas:120.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lia Herliani

Aleena Michel Vander

Adalah bos mafia, pemimpin besar (Ketua/pendiri) dari semua kalangan geng mafia yang ada di belanda.

Excel Emanuel

Adalah seorang pengacara yang cukup hebat, karena sudah memenangkan beberapa kali sidang. Bekerja di Firma hukum petrus.

Mereka selalu bekerja sama dalam menyelesaikan urusan masalah atau kasus yang muncul.

Akan kan mereka dapat menyelesaikan kasus tersebut? Atau tidak dapat sama sekali?

Ikutin terus kisahnya...

Selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia Herliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34.

Malam hari

Sesuai perkataannya semalam, sekarang alee dan excel pergi ke tempat tujuan. Di mana alee tadi menjemput excel ke rumahnya.

Penampilan alee

Penampilan excel

Gudang tak terpakai

Mereka sampai di tempat tujuan, kemudian turun dari mobil. Lalu berjalan masuk ke dalam.

Untuk ke dua kalinya excel datang ke sini. Pertama, saat dirinya menangkap orang suruhan pengacara rey yang mencelakainya. Sekarang, di mana menangkap orang suruhan musuhnya alee yang mencelakainya juga.

"Sepertinya mereka tidak akan aman" batin excel, melihat aura tajam, dingin dari alee. Dirinya merasakannya.

Setelah tiba di ruangan, di mana 2 orang berjaga di pintu. Alee masuk lebih dulu, begitu juga dengan excel, mengikutinya di belakang.

Di sana, ke 3 orang tersebut terikat kuat di kursi dan mulut mereka tertutup dengan lakban hitam. Melihat ke arah alee dan excel yang baru saja datang.

"Wow.. wah.. wah.. jullie zien er echt uit om zo vastgebonden te zitten (Wah.. wah.. wah.. kalian terlihat sangat menikmati duduk terikat seperti itu)" alee dingin.

Kemudian alee menarik dengan keras semua lakban yang menutup mulut mereka satu persatu, setelah di hadapan mereka. Hingga menimbulkan suara ringgisan dari mereka, karena sakit.

"Ik zal meteen ter zake komen, waar is je baas, Meena die zich verstopt? (Aku akan langsung pada intinya, di mana bos kalian, meena bersembunyi?)" alee dingin.

Excel diam, tidak berniat untuk mengganggu, hanya melihat apa yang akan alee lakukan pada mereka.

Mereka terdiam.

"Jullie zijn erg loyaal als zijn ondergeschikten, erg bewakend en beschermend de baas (Kalian sangat setia sebagai anak buahnya, sangat menjaga dan melindungi bosnya)" alee.

Kemudian tangan alee meronggoh masuk ke dalam saku blazer bajunya dan mengeluarkan senjata, pistolnya. Memainkan dengan tangan kanannya.

"Waar Meena zich ook verstopt, ik zal je baas zeker vinden. Dan zal ik al zijn leden vernietigen en doden, totdat er niets meer over is.

Als je meena vertelt waar ze is, zal ik bevrijden en deel gaan uitmaken van mijn lid VANDER, hoe? Anders ben je bereid door mijn handen te sterven.

Dus ik zal het nog een keer vragen. Waar is je baas? Is hier verstopt of waar? Laten we antwoorden!!.

(Tidak peduli meena bersembunyi di mana, aku pasti akan menemukan bos kalian. Lalu aku akan menghancurkan dan membunuh semua anggotanya, sampai tak tersisa.

Kalau kalian memberitahu keberadaan meena, aku akan membebaskan dan menjadi bagian dari anggota ku VANDER, bagaimana? Kalau tidak, berarti kalian bersiap untuk mati di tangan ku.

Jadi, aku akan tanya sekali lagi. Bos kalian ada di mana? Apakah bersembunyi di sini atau di mana? Ayo jawab!!)" alee.

Mereka tetap tidak menjawab, bungkam.

"Oké, aangezien het jouw keuze is, draag dan zelf de consequenties (Baiklah, karena itu pilihan kalian, maka tanggung akibatnya sendiri)" alee.

Menarik pelatuk pintolnya, mengarahkan senjata pintolnya dan menembak kepala mereka satu persatu. Suara tembakan dan peluru terdengar di gudang tak terpakai.

Dor.. dor.. dor..

Mereka akhirnya mengeluarkan darah dari kepala masing masing dan sudah tidak bernafas lagi, alias tidak bernyawa. Alee memanggil orang suruhannya dan mereka berdiri di hadapannya.

"Bakar mereka semua dan jangan sampai ada jejak" alee. "Baik" mereka, menjalankan perintahnya. Alee dan excel menyaksikan mereka yang di bakar.

Tak lupa, memvidionya untuk di kirim ke seseorang. Setelah cukup, alee mengajak excel untuk pergi. Meninggalkan orang suruhannya yang masih melakukan tugasnya.

Tapi baru beberapa langkah, alee menghentikan jalannya, otomatis excel juga ikut berhenti dan melihat ke arah alee.

"Kenapa? Apa ada yang tertinggal?" excel. "Tidak, ponsel ku bergetar" alee, berhenti karena ponsel. Mengambil dari saku belakang celana. Melihat nama lucas tertera di layar ponsel.

Mengangkatnya.

"Iya lucas" alee. "Aku sudah mencari sesuai perintah mu, tapi keberadaan meena tidak di temukan, sepertinya tidak ada di sini" lucas.

"Anak buahnya ada di sini, ke mungkinan meena juga ada di sini" alee. "Kau tahu? Sejak kapan?" lucas. "Baru baru ini" alee.

"Memang benar, meena ada di sana. Meena pergi bersama anak buahnya mengikuti aku, saat aku pergi untuk menemui kau dan cisca waktu itu. Sepertinya meena tahu bahwa aku akan pergi menemui mu.

Dan saat itu aku tidak tahu sama sekali, bahwa meena mengikuti aku di belakang bersama anak buahnya" lucas. "Tidak apa apa, toh kau juga tidak tahu sama sekali" alee.

"Jadi?" lucas. "Mungkin aku akan menyelesaikannya dulu di sini, sebelum kembali ke sana. Belakangan ini anak buah meena berhasil melukai paman dan excel, mereka di serang di rumah" alee.

"APA!! Lalu bagaimana keadaan paman?" lucas terkejut, khawatir. "Mereka menikam perut paman dengan pisau dan sekarang keadaan paman sudah tidak apa apa" alee.

"Syukurlah, maaf aku tidak membantu mu saat itu" lucas sedih. "Tidak apa apa, Aku mempunyai ponsel dari salah satu anak buahnya, nanti tolong kau lacak" alee.

"Iya, anak buahnya?" lucas. "Aku sudah membunuh dan membakar mereka. Saat sinyal ponselnya tertangkap, segera lacak keberadaannya" alee. "Baik" lucas.

Kemudian panggilan berakhir, alee dan excel kembali melangkahkan kakinya, setelah tertunda beberapa menit.

Perjalanan

Excel yang mengemudi, sedang kan alee memainkan ponselnya, dirinya sedang mengirim sesuatu pada seseorang. Tak lama, suara dari ponsel lain berdering.

Itu adalah ponsel salah satu anak buahnya meena. Alee langsung menyeringai, ketika melihat nomor yang tertera di layar ponsel itu. Lalu mengangkatnya, tanpa bicara.

"Jij, is de klus geklaard? Werkte het? Hé, antwoord. Waarom ben je stil? Hey wat is er gebeurd? (Kau, apakah tugasnya sudah di kerjakan? Apakah berhasil? Hei, jawab. Kenapa diam? Hei, Apa yang terjadi?)" meena.

Alee yang mendengar suara dari sebrang sana, tersenyum geli.

"Antwoord! Wil je dat ik dood? Antwoord snel (Jawab, Apa kau mau aku bunuh? Cepat jawab!)" teriak meena, sampai alee menjauhkan sedikit ponselnya.

"Hoe zit het met de video? Is het goed? (Bagaimana dengan vidionya? Apakah bagus?)" alee. "JIJ!! Waarom nam je de telefoon op? (KAU!! Kenapa kau yang mengangkat teleponnya?)" meena.

"Omdat de telefoon bij mij is, neem ik hem op (Karena ponselnya ada padaku, jadi aku yang mengangkatnya)" alee. "Ver***me, klo***ak alee (Si***n, bre****k kau alee)" meena marah.

"Ontspan meena, waarom? Boos op mij? Of wil je een verrassing van mij? (Santai meena, Kenapa? Marah pada ku? Atau kau suka dengan kejutan dari ku?)" alee.

"Ik zal je vermoorden (Aku akan membunuh mu)" meena. "Alsjeblieft, ben je in staat en in staat om me te doden? Je faalt altijd (Silahkan, memangnya kau mampu dan sanggung membunuh ku? Kau kan selalu gagal" alee.

"(Atau kau yang terlalu bodoh, sampai tidak bisa membunuhku?)" sambung alee. "Ver***me, pas maar op voor jou (Bre****k, awas saja kau)" meena.

"Ik zal erop wachten en wachten (Aku akan menunggu dan menantinya)" alee, lalu mengakhiri panggilannya. "Je kunt me nooit vermoorden (Kau tidak akan bisa membunuh ku, sampai kapan pun)" alee menyeringai.

Bersambung...

1
Isabela Devi
cerita ini bagus Krn ga bertele tela
Isabela Devi
yg pergi akan datang kembali
Isabela Devi
moga alee bs mengalahkan meean
Isabela Devi
moga meena tertangkap oleh anak buah alee
Isabela Devi
apakah alee tertembak
Isabela Devi
moga alee sadar ada yang ikutin
Isabela Devi
moga alee akan selamat
Isabela Devi
alee mulai marah
Isabela Devi
moga suatu saat alee yg akan menang
Isabela Devi
moga paman alee baik baika aja
Isabela Devi
hati hati alee Krn musuh ada di dekat dirimu
Isabela Devi
ih si Lucas knp ga nyadar sih, menjengkelkan
Isabela Devi
Lucas kamu knp moga menyadari kalo adabyg ikutin
Isabela Devi
Excel aja ga tau knp org itu ga jadi beli mall itu
Isabela Devi
hahahaha alee pemberani
Isabela Devi
Excel berdebar jantung
Isabela Devi
penyelamatan datang
Isabela Devi
alee dtg jg
Isabela Devi
rey Rey kamu salah org
Isabela Devi
tapi hati hati karena banyak penjahat berkeliaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!