AILEEN LOVATA
seorang gadis yang cerdik dan memiliki prinsip hidup yang tinggi yaitu:
"jika bisa yang mudah kenapa harus pilih yang sulit."
itulah prinsip hidup yang dijunjung tinggi oleh seorang Aileen.
aileen juga memiliki sejuta misteri di balik sikap tenangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria ardila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 32
"ayah."kata itu meluncur saja dari mulut Aileen .
bisakah ia memeluknya ,bisakah ia kembali bermanja dengannya ,bisakah ia menjadi anak nakal yang selalu dinasehati oleh ayah terus menerus.
Aileen merindukan itu semua.
disaat rindu yang begitu membuncah di dada Aileen bersamaan dengan itu pula otaknya memutar video masa lalu yang begitu menyakitkan.
"anak sialan."
PLAKK
"DASAR TAK TAU DIUNTUNG ,UNTUNG AKU TIDAK MENGUSIR MU DAN MEMBUATMU MENJADI GELANDANGAN."
"tak ada kah sopan santun dalam dirimu."
"dasar jalang."
CUKUP
Aileen memegang kepalanya yang terus memutar video menyakitkan itu.
"apa kamu baik baik saja nak?"kata sang ayah sambil memegang tangan Aileen yang memegang kepalanya.
"jangan sentuh tangan jalang ini tuan Divandra yang terhormat."kata Aileen menyingkirkan tangan ayah Divan dengan kasar.
deggg
jantung Divan berdetak cepat ,ia tak menyangka anaknya masih mengingat ucapan yang ia lontarkan tiga tahun yang lalu.
kata kata yang begitu kasar dan menyakitkan yang pernah ia tujukan pada sang anak hanya karena hasutan seorang jalang dan anaknya.
"nak…Aileen."panggil Divan dengan suara yang begitu lembut ,suara yang selalu Aileen nantikan dari mulut sang ayah saat memanggilnya, dulu.
Aileen tersenyum miris , haruskah ia terjadi saat hatinya benar benar telah dihancurkan sehancur hancurnya .haruskah semua doanya dulu ,harus dikabulkan disaat sang hati telah berhenti meminta.
disaat hati yang sudah benar benar beku ,semua datang dengan segala kehangatan yang mereka berikan.
menyedihkan
bolehkah Aileen egois ???
hatinya benar benar sudah beku dan luka itu benar benar sudah tertoreh begitu dalam di ulu hatinya.
bolehkah ia menjauh dari mereka semua??
Aileen benar benar sudah muak akan candaan dunia ini ,ia terlalu rapuh buat candaan yang begitu menguras emosi ini.
bolehkah ia mati saja sekarang??
rasa sakit itu tak bisa diobati ,rasa sakit itu benar benar menguras seluruh emosinya.rasanya sudah lelah ia akan semua ini.
kenapa ibu tidak membawa Aileen saja dulu??
"jangan kotorkan mulut anda karna menyebut nama jalang ini."kata Aileen begitu menusuk.
Divan benar benar tertampar akan kata kata yang dikeluarkan oleh sang anak.
"maafkan ayah Aileen."kata divan benar benar tulus.
"hahahahahha."Aileen tertawa begitu keras ,suaranya menggelegar keseluruh rumah mewah itu.
tapi,bersamaan dengan itu air matanya juga menetes satu persatu .
benar kata orang bagaimanapun ekspresi wajahmu ,air mata akan selalu berkata jujur.
tawa dan tangisan bercampur satu .
"hahahhahah ,jangan bercanda tuan itu terlalu menyakitkan untuk dijadikan candaan."kata Aileen masih dengan tawanya dan juga air mata yang mengalir di pipinya .
deggg
'semenyakitkan itu ??'kata hati Divan.
"maaf. kau tau 'maaf' adalah kata yang paling banyak aku ucapkan untuk dirimu tuan."kata Aileen yang berubah tajam tak ada lagi tawa yang menggelegar tadi.
"tidakkah kau ingat saat anak remaja yang pulang membawa piala itu."
"tidakkah kau ingat bagaimana bahagianya dia memasuki rumah besar mu ini dan tidakkah kau ingat apa yang kau lakukan padanya."tatapan tajam dan menusuk Aileen berikan pada Divan.
"tidakkah kau ingat hahh!!! bagaimana dengan kasarnya kau mengambil piala itu dan membantingnya tanpa perasaan kelantai.tidakkah kau ingat itu tuan!!!!"pekik Aileen.
Divan terdiam ,ini memang salah dirinya.
"tidakkah kau ingat hari hari yang aku lalui hemm,"
"pagi dimulai dengan hinaan ,siang diberi pukulan dan malam ditemani oleh kendirian. itulah keseharian yang harus aku rasakan."
.
.
.
bersambung
jangan lupa like and vote ya 😉😉
salam hangat dari author 😘😘😘