Mereka membunuhnya karena dia manusia murni.
Kesalahan terbesar yang pernah Benua Sangakama buat.
Arjuna Sasrabahu bangkit dari kematian membawa sesuatu yang jauh lebih berbahaya dari dendam, sebuah sistem kekuatan warisan naga abyss yang haus akan darah dan kekuasaan. Di dunia yang memandang ras manusia sebagai kotoran paling hina, seorang pria yang seharusnya sudah mati justru sedang menghitung satu per satu nama di daftarnya.
Tujuh prefektur. Tujuh ras. Satu manusia murni dengan kalkulasi yang tidak pernah meleset.
Pertanyaannya bukan apakah dia akan menang? Pertanyaannya adalah berapa banyak yang akan jatuh sebelum Benua Sangakama menyadari kesalahan mereka?
[Ding!]
[Devil Dragon System teraktivasi sepenuhnya. Inang diterima]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BE SA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 Abyssal Fang: Jalan Sang Pembantai
Arjuna berdiri di dalam gua gelap yang tersembunyi jauh di tengah hutan, dan jauh dari jangkauan patroli Prefektur Ethereal, serta mata-mata Demonia.
Sepuluh jantung Etherion melayang di sekitarnya, dan berputar-putar dalam formasi lingkaran sempurna. Cahaya biru mereka bersinar dengan lembut.
Dia telah berlari selama dua jam untuk memastikan bahwa dia benar-benar aman, dan sekarang adalah waktu untuk mengumpulkan hasilnya.
“Sepertinya sudah aman,” gumam Arjuna menghela nafas panjang, tetapi suara nafasnya tidak menggema di dalam gua.
Panel hologram muncul di depan matanya menampilkan Teknik Kultivasi Devil Dragon Abyss yang baru saja didapatkan.
[Teknik Kultivasi: Devil Dragon Abyss]
[Deskripsi: Teknik yang memungkinkan inang untuk menyerap energi vital dari makhluk yang telah dibunuh, dan mempercepat proses kultivasi hingga 50 kali lipat. Penyerapan energi Ether tanpa bermeditasi untuk kultivasi pun ditingkatkan 50 kali lipat]
Arjuna membaca instruksi itu dengan hati-hati, matanya merah berkilau dengan fokus penuh. “Kekuatan ini terlalu kuat, tapi aku suka.”
Dia mengangkat tangan, cahaya merah mulai mengumpul di telapak tangannya, dan jantung pertama Etherion mulai tertarik ke arahnya.
Energi vital berwarna biru kemerahan itu mengalir masuk ke dalam tubuh Arjuna seperti air terjun yang tak terbendung, menembus kulit, menembus otot, dan menembus meridian yang sudah rusak sebelumnya.
Arjuna merasakan rasa sakit yang luar biasa, tapi juga pembakaran yang menyenangkan di dalam tubuhnya.
“Aaaargh! Teknik kultivasi ini … aaargh! Sa-sangat menyakitkan! Aaargh!”
Satu per satu, jantung ras Etherion terhisap ke dalam tubuhnya, dan energi mereka menyatu dengan energi Devil Dragon miliknya.
Cahaya panel terus menampilkan progress penyerapan jantung. Mulai dari 1 sampai 10 jantung.
Saat jantung kesepuluh hampir selesai diserap, tiba-tiba sosok bayangan muncul dari kegelapan gua.
Wirantaka berdiri dengan bentuk tubuhnya yang unik, kulit hijau gelap dengan telinga panjang yang melintir, dan mata merah yang berkilau dengan kecerdasan tinggi. Namun tubuhnya setinggi 200 cm dengan perut seperti roti sobek, dan otot yang menonjol di seluruh tubuh.
Dia adalah Hyper Goblin, sub ras Demonia yang memiliki kepintaran setara dengan manusia biasa atau bahkan mendekati ras High Human.
"Halo!” sapa Wirantaka, suaranya tenang, dan licik seperti ular yang berbisik. "Aku sudah mencari-carimu sejak pertempuran tadi."
Arjuna berhenti menyerap, matanya beralih ke Wirantaka dengan penuh kewaspadaan.
"Siapa kau?" tanya Arjuna, energi merah di tubuhnya mulai bersiap untuk menyerang kapan saja.
"Namaku Wirantaka," ucap goblin itu sambil melangkah maju perlahan. "Aku adalah salah satu utusan dari Prefektur Demonia. Aku datang untuk memberikan proposal kerjasama."
Wirantaka mengangkat tangan, dan sebuah jantung merah gelap muncul di telapak tangannya.
"Ini adalah jantung ras Demonia dari sub ras Vampire," lanjut Wirantaka, menunjukkan jantung itu ke arah Arjuna. "Seseorang dari kami telah mengambilnya beberapa saat yang lalu. Aku ingin memberikannya kepadamu sebagai tanda niat baik."
Arjuna menatap jantung itu dengan mata yang menyipit, mencoba memahami maksud tersembunyi di balik penawaran ini.
"Mengapa?" tanya Arjuna, suaranya datar dan penuh kecurigaan. "Apa yang kau inginkan?"
"Kerjasama yang saling menguntungkan," jawab Wirantaka dengan senyuman yang berbahaya. "Kau membunuh sepuluh prajurit Ethereal dalam satu malam. Itu adalah pencapaian yang luar biasa untuk seseorang yang baru saja naik ke lapisan ketiga."
Arjuna tidak menjawab, hanya menatap Wirantaka dengan mata yang kosong.
"Aku memiliki proposal sederhana untukmu," lanjut Wirantaka, matanya berkilau dengan maksud tersembunyi. "Bekerja sama dengan Demonia, dan kami akan memberikanmu kekuatan, informasi, dan perlindungan. Atau tolak, dan aku akan memberikan lokasimu saat ini kepada Komandan Wiryo.”
Arjuna membuka mulut untuk menjawab, tapi tiba-tiba ledakan cahaya biru yang sangat terang menembus dinding gua. Tangannya secepat kilat mengambil jantung yang berada di genggaman Wirantaka, lalu memasukannya ke inventaris sistem.
Puluhan prajurit Ethereal dengan Blue Light Cyborg Armor metalik muncul dari segala arah, dan melingkari gua dengan formasi pertempuran yang sempurna.
Mereka semua memiliki level Mortal Frame Realm Lapisan 3 sampai Lapisan 5. Rata-rata lebih kuat dari prajurit yang Arjuna bunuh sebelumnya.
Komandan Wiryo terbang di depan mereka. Mata biru miliknya berkilau dengan kemarahan yang membara.
"Arjuna Sasrabahu!" geram Komandan Wiryo, suaranya menggelegar di dalam gua. "Kau harus menyerah sekarang juga, atau semua orang di gua ini akan mati."
Wirantaka berbalik, matanya menatap Komandan Wiryo dengan ekspresi yang tetap tenang meskipun sudah dikelilingi.
"Prefektur Ethereal," balas Wirantaka, suaranya tenang namun penuh ancaman tersembunyi. "Kalian tidak punya wewenang untuk masuk ke wilayah netral ini."
"Diam kau!" bentak Komandan Wiryo, energi biru mengumpul di tangannya. "Kami hanya ingin Arjuna. Lepaskan dia, dan Demonia tidak akan kami ganggu!”
“Tidak kalian ganggu?” ulang Wirantaka satu matanya memicing, “Lalu bagaimana tanggung jawab kalian terhadap anggota prajurit Demonia yang sudah kalian bunuh sebelumnya?”
“Diam kau! Bajingan Demonia!” bentak Komandan Wiryo maju satu langkah dengan aura biru yang berkobar, “Kalian sendiri yang pertama menyerang kami. Jadi ras sampah seperti kalian pantas mati!”
Arjuna berdiri di antara keduanya, matanya bergerak dari Wirantaka ke Komandan Wiryo, dan kembali lagi ke arah Wirantaka.
Dia menghitung peluang, menghitung kalkulasi, dan menghitung setiap kemungkinan yang ada dalam beberapa detik.
“Aku tak peduli.” Arjuna bergumam sambil terus menyerap jantung terakhir diantara perdebatan antara Wirantaka, dan Komandan Wiryo yang semakin memanas.
Panel hologram muncul tiba-tiba di depan matanya.
[Misi tersembunyi berhasil]
[{}]^^^^^^^^^^^[{}]
[Misi: Penyerapan Jantung ras Etherion]
[Deskripsi: Serap 10 jantung ras Etherion. Progres saat ini: 10/10]
[Reward: Abyssal Fang Blade]
[{}]^^^^^^^^^^^[{}]
[Hadiah telah ditransfer ke inventaris sistem]
Arjuna menatap informasi itu dengan mata yang berkilau. Dalam pikirannya ia memerintahkan sistem untuk mengeluarkan Abyssal Fang Blade.
Tiba-tiba, cahaya merah gelap menyembur dari tubuhnya membentuk bentuk pedang yang indah dengan bilah berwarna merah darah, dan gagang hitam legam.
Abyssal Fang Blade telah terbentuk dalam genggaman Arjuna membuat aura Mortar Frame Realm: Golden Star miliknya semakin menguat.
Deru angin disertai fluktuasi udara menyingkap setiap inchi tanah di sekitarnya, dan menerbangkan bebatuan kecil.
"Aku membuat pilihan sendiri," ucap Arjuna, suaranya berubah menjadi dua nada sekaligus seperti sebelumnya, nada manusia dan nada naga bercampur menjadi satu.
Komandan Wiryo mengangkat tangannya, menandakan serangan akan dimulai kapan saja.
Wirantaka masih berdiri dengan tenang, menunggu untuk melihat apa yang akan Arjuna lakukan.
Sedangkan Arjuna memegang Abyssal Fang dengan erat, merasakan kekuatan pedang itu mengalir ke tubuhnya.
Dia terjebak di antara dua kekuatan besar, dengan hanya satu pilihan.
"Kalian sudah membuat kesalahan karena datang ke sini," ucap Arjuna, matanya bersinar dengan cahaya merah yang menakutkan. "Sekarang, aku akan menunjukkan kepada kalian apa yang sesungguhnya dari Abyssal Fang Blade."
[Membuka skill Flying Abyssal Dragon first phase: Devil Phantom Raijin]
[Skill Pasif: Venom Fang Poison telah menyatu ke dalam bilah Abyssal Fang]