NovelToon NovelToon
KONTRAK GELAP SANG PROFESOR

KONTRAK GELAP SANG PROFESOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Dosen / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: gendiz

"sebuah kontrak yang menyelamatkan namun siksaan dari profesor untuk mahasiswinya..."

Akankah yang awalnya siksaan itu menjadi sebuah kenikmatan atau kebahagiaan, bisa jadi penyesalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gendiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: Keringat sang Ibu Tangguh dan Rahasia Kecil Bernama Arka

BAB 31: Keringat sang Ibu Tangguh dan Rahasia Kecil Bernama Arka

​Empat tahun telah berlalu sejak malam kelam yang menghancurkan seluruh dunianya di ibu kota.

​Kini, kehidupan Kiara telah berubah total. Ia memilih mengubur dalam-dalam impiannya untuk menyandang gelar sarjana, melarikan diri sejauh mungkin ke sebuah daerah pinggiran kota yang masih asri, di mana udara pagi masih diselimuti kabut tipis dan pemandangan sejauh mata memandang didominasi oleh rimbunnya pepohonan serta hamparan sawah hijau yang membentang. Di tempat terpencil inilah, di sebuah rumah kontrakan berdinding papan yang sederhana, Kiara membangun kembali puing-puing hidupnya yang hancur sebagai seorang wanita tangguh.

​Matahari pagi baru saja terbit, memantulkan cahaya hangat di atas permukaan air kolam ikan sebuah rumah makan lesehan bergaya tradisional di pinggir kota. Tempat itu cukup ramai dikunjungi oleh pelancong dari kota yang merindukan suasana pedesaan.

​Kiara berdiri di depan cermin kecil di ruang istirahat karyawan, sedang merapikan seragam waitress-nya—sebuah kebaya lurik sederhana berwarna cokelat tanah yang dipadukan dengan kain batik sepanjang lutut. Rambut hitam panjangnya yang dulu sering diusap lembut oleh Adrian, kini digelung rapi ke atas, menyisakan beberapa helai anak rambut yang membingkai wajahnya yang tampak sedikit lebih dewasa, namun tetap memancarkan kecantikan yang alami.

​"Bunda..."

​Sebuah suara cempreng nan lembut khas anak kecil mendadak memecah konsentrasi Kiara. Begitu memutar tubuhnya, seulas senyuman tulus yang teramat manis langsung terukir di bibir ranum Kiara.

​Seorang anak laki-laki berusia tiga tahun berjalan tertatih menghampirinya sambil memeluk sebuah robot mainan plastik yang sudah pudar warnanya. Anak itu bernama Arka. Anak kandung yang Kiara lahirkan dan besarkan seorang diri tanpa pernah mendapatkan pengakuan dari seorang ayah.

​Kiara berlutut, menyetarakan tingginya dengan sang putra, lalu mengusap lembut pipi gembil Arka. Namun, setiap kali Kiara menatap wajah putranya, dada Kiara selalu berdesir hebat disertai rasa sesak yang teramat pekat.

​Arka tumbuh menjadi anak yang sangat tenang, mandiri, dan jarang menangis. Dan yang paling membuat hati Kiara teriris adalah fisiknya. Sepasang mata elang yang tajam, garis rahang yang tegas, bahkan gaya tengil anak itu saat memiringkan kepalanya adalah jiplakan sempurna dari sosok Profesor Adrian Alkatiri. Arka adalah bayangan hidup dari pria yang teramat dicintai sekaligus dibenci oleh Kiara.

​"Arka sayang, hari ini mainnya di pondok belakang dekat tempat pencucian piring saja ya? Jangan lari ke area depan, nanti banyak tamu yang datang," bisik Kiara lembut, membenarkan letak kerah kaos oblong Arka yang sudah mulai kekecilan. Karena tidak memiliki biaya untuk menitipkan anak di tempat penitipan, Kiara terpaksa membawa Arka ke tempatnya bekerja, beruntung pemilik rumah makan yang baik hati mengizinkannya.

​Arka kecil mengangguk patuh dengan ekspresi wajahnya yang datar—lagi-lagi, sifat sedingin es itu menurun mutlak dari genetik sang dosen keren. "Iya, Bunda. Arka tidak nakal. Arka mau main robot saja."

​Kiara memeluk tubuh mungil Arka dengan teramat erat, menghirup aroma tubuh anaknya yang menjadi satu-satunya alasan bagi Kiara untuk tetap tegak berdiri menghadapi kerasnya dunia. Sifat tangguhnya berbisik, bahwa selama Arka aman di sisinya, menjadi pelayan dengan upah pas-pasan pun akan ia lakukan dengan ikhlas.

​Siang harinya, suasana rumah makan lesehan itu kian ramai. Udara pedesaan yang mulai menghangat berpadu dengan aroma harum ayam bakar taliwang dan sambal terasi yang membakar selera. Kiara bergerak dengan sangat cekatan, membawa nampan-nampan kayu besar berisi pesanan makanan, berjalan mondar-mandir di antara pondok-pondok bambu yang berdiri di atas kolam ikan. Keringat tipis mulai membasahi pelipis dan leher jenjangnya, namun senyuman profesional sebagai waitress tidak pernah pudar dari wajah cantiknya.

​Namun, ketenangan hidup Kiara di pinggiran kota yang damai itu mendadak terancam berhenti berputar saat sebuah deretan mobil mewah berwarna hitam legam—yang sangat tidak cocok dengan jalanan tanah berbatu di daerah itu—meluncur perlahan memasuki area parkir rumah makan.

​Di barisan paling depan, sebuah mobil Rolls-Royce Phantom hitam berkilau berhenti dengan anggun. Beberapa pria berbadan tegap dengan setelan jas hitam formal langsung turun, berdiri tegap memagari pintu penumpang bagian belakang, menarik perhatian seluruh pengunjung dan karyawan rumah makan yang udik itu.

​Sret.

​Pintu mobil dibuka oleh salah satu bodyguard. Dan dari dalam mobil mewah itu, melangkah keluar seorang pria bertubuh tegap, jangkung, dengan aura dominasi yang teramat pekat dan mengintimidasi batin siapa saja yang melihatnya.

​Pria itu adalah Adrian Alkatiri.

​Empat tahun telah mengubah sang dosen keren menjadi sosok yang jauh lebih berbahaya. Kini, ia menjabat sebagai CEO tertinggi Alkatiri Group setelah berhasil menumbangkan taktik manipulatif ibunya sendiri. Setelan jas tiga bagian berwarna abu-abu arang melekat sempurna di tubuh atletisnya. Kacamata bacanya sudah tidak ada, digantikan oleh tatapan mata elang yang luar biasa dingin, kejam, tanpa emosi, dan memancarkan aura birahi yang tak tersentuh.

​Sejak Kiara pergi meninggalkannya demi uang, Adrian bertransformasi menjadi iblis korporat yang tidak pernah membiarkan wanita mana pun menyentuh kulitnya. Dan siang ini, karena ada agenda peninjauan lahan proyek resor mewah di pinggiran kota, takdir dengan kejamnya membawa langkah kaki sang CEO berdarah dingin itu tepat ke tempat pelarian sang wanita tangguh.

​Dari kejauhan, di balik pilar bambu tempatnya berdiri, Kiara membeku total. Nampan kayu di genggamannya bergetar hebat hingga piring-piring di atasnya berdenting nyaring. Seluruh pasokan oksigen di paru-parunya seolah lenyap seketika. Sepasang matanya melebar sempurna menatap sosok mantan suaminya yang kian perkasa, sementara di pondok belakang, Arka kecil sedang asyik bermain tanpa tahu bahwa sang ayah kandung telah berada di tempat yang sama. Bom waktu takdir yang sempat mati selama empat tahun... kini kembali berdetik dengan sangat kencang.

1
Blu Lovfres
profesor sinting😁
Blu Lovfres
saya liat di semua judul novel mu, semuanya hott😁
cynth
KIND OF NOVEL I'VE BEEN LOOKING FOR (ToT)! Ini jatuhnya kayak dark romance kah, Thor? Gragas banget si Adrian 😭
Yolan Manik: yasudah, semangat ya thor💪
total 4 replies
cynth
Serem 😭
gendiz: ayo kita ngumpet kak 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!