NovelToon NovelToon
Menikah Karena Salah Paham

Menikah Karena Salah Paham

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Contest / Nikahmuda
Popularitas:164.2k
Nilai: 5
Nama Author: MedianaNana

Sejatinya pernikahan dilakukan karena adanya rasa cinta dan sayang diantara keduanya . Kamu dan pasanganmu haruslah memiliki ikatan secara batin dan lahir supaya dapat mengarungi rumah tangga dengan kesetiaan , kesabaran dan ketulusan .

Namun apa jadinya jika dua insan di persatukan dalam pernikahan karena adanya kesalah pahaman.

Itulah yang terjadi pada gadis cantik yang bersekolah menengah akhir harus disatukan dalam ikatan pernikahan dengan seorang pria dewasa darinya hanya karena kessalah pahaman.

Aleni Maulik Sifa nama seorang gadis cantik dan manis berumur 17 tahun , gadis sederhana yang tinggal bersama Ayah kandung , Ibu tiri dan kakak tiri yang sangat mengerikan untuk Aleni .

Karena satu kejadian dimana saat pria dewasa itu menolong Aleni yang sedang dalam keadaan yang berbahaya , namun karena fitnah seseorang Aleni dan pria dewasa itu harus terpaksa menikah atas dasar ke salah pahaman.

Apakah pernikahan mereka dapat berjalan langgeng atau sebaliknya ..?

Simak terus yaaa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MedianaNana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 Nelangsa

Di bawah terik matahari yang  terasa sangat menyengat kulit , Aleni menapaki pinggiran jalan trotoar yang terasa panas serasa membakar telapak kaki yang berlapis sepatu .... menuju rumah dengan menahan sesak atas rasa sakit hati karena perbuatan seorang pria yang seharusnya menjaga dan melindungi nya .

Mengingat perbuatan kejam Arjune Suaminya pada nya setengah jam lalu , terlintas pikiran untuk mengakhiri pernikahan yang tak berdasarkan rasa suka sama suka

atau bahkan Cinta melainkan hanya keterpaksaan yang di karena kan ke salah

pahaman semata … Pernikahan yang menyakiti satu sama lain di antara dirinya dan pria itu , bahkan Aleni merasa pernikahan ini ibarat jurang yang tak berdasar , entah ia akan mendarat dengan selamat dan baik baik saja atau akan hancur se hancur serpihan kaca yang pecah ... Aleni menghela nafas panjang dengan di iringi air mata yang mulai menetes membasahi pipi mulus nya tanpa bisa di cegahnya namun ia berpikir untuk kembali lagi ke rumah nya lagi , Aleni merasa berat karena itu bukan pilihan yang baik selama kakak tirinya masih berada di rumah itu .

Aleni berjalan dengan sesekali menghapus kasar air matanya saat menyadari tatapan aneh dari pengguna jalan lainnya yang melihat dirinya dalam keadaan yang menyedihkan ...

Terkadang Aleni harus beristirahat sejenak dengan berhenti didepan toko yang sedang tutup atau halte bis yang sepi untuk menghindari panas nya matahari yang seolah membakar kulit kepala nya , hanya untuk sekedar meluruskan kaki yang terasa pegal karena jauh nya ia berjalan juga meminum air mineral yang ia beli untuk dijadikan bekal ... Aleni meminum air mineral gelas an itu dalam sekali tegukan untuk melegakan kerongkongan

yang terasa kering , yang na’as nya sama sekali tak bisa mengganjal perut lapar nya .

Aleni meremas perutnya yang terasa melilit , gadis itu ingat jika ia tadi pagi tidak menghabiskan sarapan nya karena pesanan ojeknya yang keburu datang dan saat di sekolah pun gadis itu tak bisa membeli makanan untuk mengisi perut seperti biasanya karena tidak memiliki uang jajan … beruntung

Bima yang seperti mengerti keadaan nya memberinya air mineral dan sebungkus

roti , Ya walaupun sebungkus roti itu tak mampu mengganjal perutnya yang terasa

melilit karena lapar  tapi Aleni merasa bersyukur seenggaknya dari sekian banyak orang masih ada Bima yang beberapa hari ini bersikap baik kepada nya .

Aleni menatap pada jalanan yang terlihat padat kendaraan roda empat dan juga roda dua berlalu lalang  dengan hati yang nelangsa , di dalam hati Aleni memanjatkan doa berharap ada seseorang yang mengenalnya melihat dirinya dan menawarkan tumpangan pada nya karena Aleni sudah merasa lemas , di tambah kepala nya terasa pening karena kulit kepalanya langsung tersengat panasnya matahari

di tambah dengan perutnya yang kosong serta kaki yang sudah terasa panas dan

pegal karena jauhnya berjalan di atas trotoar yang terasa menyengat bahkan Aleni

merasa kaki nya terasa kebas seperti tak memakai alas sepatu sangking panas nya

cuaca yang menghantam jalanan yang ia pijak .

“ Udah hampir jam 3 siang dan perjalanan ku masih jauh “. Gumam Aleni yang melihat jam tangan yang melingkar di lengan nya sambil menyeka keringat yang membasahi pelipis mengucur hingga leher dan membasahi baju seragam nya.

“ Tapi kalau Cuma diam disini terus kapan sampai rumah nya “. Keluh Aleni dengan lemas dan mau tak mau terpaksa menyeret kembali langkah nya untuk menapaki langkah nya dengan tubuh yang terasa lemas  .

Dengan keringat yang bercucuran membasahi baju seragam nya dan menahan sakit kepala serta perutnya Aleni memaksakan untuk meneruskan perjalanan nya … Bayangan saat ia memohon atas tumpangan pada seorang pria yang bergelar suami yang seharusnya menjaga dan memberi rasa nyaman , malah menolaknya

dengan begitu tega nya , sungguh miris pikir Aleni ....

Rasa sesak itu terasa menghimpit dada nya bahkan Aleni sampai menekan dada nya berharap rasa sesak nya sedikit berkurang namun nyata nya tak berpengaruh malah bulir bening nya lah yang turun membasahi pipi

nya bercampur dengan peluh yang menyerbak dari pelipisnya menambah tampilan Aleni semakin menyedihkan .

“ Tuhan tolong kuatkan langkah kaki ku “. Doa Aleni dalam hati saat sakit di kepala dan perutnya semakin menjadi .

Aleni yang jalan dengan menunduk karena berusaha menahan sakit pada perut dan kepala nya tiba tiba tepat di depan sebuah klinik di kejutkan dengan suara klakson mobil yang berbunyi nyaring di telinga nya sehingga membuat Aleni terlonjak kaget .

“ TIIIIIIN TIIINNNN“

Mobil Fortuner putih berhenti tepat di depan Aleni yang terlihat memegangi kepala yang terasa semakin berputar bahkan saat seseorang berbicara padanya Aleni tak bisa fokus mendengarkan nya karena rasa sakit itu .

“ Dek kalau jalan tuh lihat depan dari tadi di klakson nin mobil mau lewat sampe gak denger denger “. Ucap Bapak Bapak dengan seragam keamanan .

Namun Aleni bukan nya menjawab malah berjongkok karena untuk menjawab ucapan Bapak itu rasa nya sudah sangat berat .

“ Eh bukan nya minggir malah jongkok disini , ayo minggir dulu itu mobil Bos saya mau masuk , Dek “. Ujar Bapak itu lagi yang sedikit

kesal dengan Aleni dan takut dengan Bos yang masih duduk di balik kemudi mobilnya .

“ AArggh sakiiitt , maaf Pak “. Erang Aleni seraya meminta maaf pada Bapak itu dan berusaha untuk berdiri dengan di bantu Bapak keamanan itu , memapah tubuh Aleni sedikit bergeser dari tempat nya berdiri agar mobil Bos

nya dapat masuk ke area parkir klinik .

“ Dek , kamu sakit ?”. tanya Bapak keamanan itu saat memapah Aleni yang tampak lemas dan pucat .

“ EEem sakit , Pak “. Keluh Aleni lagi yang merasakan sakit di kepala dan perutnya semakin menjadi hingga membuat Aleni tak kuat berdiri dan memilih berjongkok kembali membuat Bapak petugas keamanan itu tampak

bingung .

“ Loh loh ko malah sandaran di kaki saya , Dek … Dek bangun “. Ujar si Bapak itu yang merasa tubuh gadis yang tak di kenal nya bersandar

lemah di kaki nya .

“ Dek bangun … Aduuuh iki piye “. Keluh si Bapak dengan bingung karena tidak mendapat sahutan dari Aleni .

Seorang Pria dengan wajah tampan dan penampilan rapi yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Aleni dan pegawainya dari dalam mobilnya tampak

mengerutkan keningnya saat sekilas melihat wajah pucat Aleni .

“ Kaya nya gadis itu lagi gak baik baik aja “. Gumam Pria itu , Dia yang seorang Dokter bisa melihat jika gadis di depan klinik nya

sedang dalam keadaan yang tak baik baik aja hingga Pria itu pun turun dari

mobilnya dengan tak lupa membawa tas kerja nya menghampiri pegawai keamanan

yang terlihat bingung karena gadis itu duduk lemas bersandar pada kaki Bapak itu  .

“Pak Totok ada apa dengan gadis ini ?”. tanya Pria itu yang berjongkok tepat di depan Aleni .

Dengan perasaan tak enak hati karena melihat Bosnya berjongkok di depannya sedang ia tak bisa karena kaki nya di buat sandaran oleh

gadis yang tak ia kenal , Bapak yang bernama Totok itu menjawab “. Saya tidak tau pasti Dok Cuma dari tadi dia ngeluh sakit dan badannya lemas “.jawab Pak Totok dengan kepala yang menunduk melihat gadis dan Bos nya yang berjongkok di bawah nya .

Pria itu yang di ketahui seorang Dokter tak bisa melihat wajah gadis karena tertutup rambut panjang nya , merasa gadis di depannya dalam

keadaan yang tak baik baik saja Pria itu tanpa ragu langsung mengambil alih tubuh

lemah aleni untuk ia sandarkan pada dada nya dan tangan bebas nya ia gunakan untuk menyibak rambut yang menutupi wajah gadis di dekapan nya hingga terlihat wajah

pucat , mata terpejam dengan keringat membanjiri wajah cantik nya serta terdapat air

mata yang menggenang di pelupuk gadis itu .

Pria itu menepuk pelan pipi Aleni , tak mendapatkan respon dari gadis di dekapan nya , Pria itu berujar pada Pak Totok.

“ Pak , gadis ini pingsan “. Ucap Pria itu  seraya membopong tubuh lemah Aleni masuk ke

dalam klinik miliknya sekaligus tempat tugasnya .

Di dalam klinik Pria yang di ketahui sebagai Dokter itu lantas membaringkan tubuh lemah Aleni di atas tempat tidur untuk pasien nya

yang di ikuti oleh satu perawat nya yang membantu melepaskan sepatu dan membuka 2 kancing atas baju Aleni .

“ Dok , Siapa gadis ini ?”. tanya perawat dengan name tag Tia .

“ Saya tidak tau Sus tadi ketemu di depan dalam keadaan lemas “. Jawab si Dokter dengan tangan yang cekatan memeriksa tubuh lemah Aleni .

“ Gimana Dok keadaan nya ?”. tanya lagi sang perawat .

“ Tidak ada yang perlu di khawatirkan gadis ini hanya kelelahan dan perutnya kosong seperti nya ia baru jalan jauh sehingga tubuhnya lemas , sebentar lagi pasti ia segera siuman …” jawab Pria itu .

“ Syukurlah Dok “. Sahut perawat Tia .

“ Lebih baik kita tinggalkan biar ia istirahat … Mari kita mulai pemeriksaan untuk pasien pasien yang sudah menunggu Sus “. Ujar Pria itu yang di angguki Suster Tia seraya keluar dari ruangan .

“ Permisi Pak  “  ucap salah satu orang yang keluar dari dalam mobil pickup dengan membawa satu unit motor trail pada seorang petugas keamanan .

“ Iya Pak , ada kepentingan apa dan cari siapa ya ?’”. tanya petugas keamanan yang bernama Santo yang keluar hanya membuka pintu kecil di samping gerbang .

“ Ini Pak , Kami ingin mengantarkan motor untuk Mbak Aleni Maulik Sifa putri dari Bapak Aris Afendi .”jawab Pria itu .

“ Oh motornya Non Aleni , Iya sebentar saya buka dulu gerbangnya “.ucap Pak Santo sambil berlari membuka gerbang begitu pun pria itu yang juga kembali masuk ke dalam mobil .

Mobil itu pun masuk ke pelataran rumah untuk menurunkan motor , Pak Santo berlari masuk ke dalam rumah utama untuk melapor pada majikan nya .

“ Ada apa San ?”. tanya Papah Adi yang sedang duduk cemas di ruang tengah .

“ Itu Pak ada orang yang mengantarkan motor trail untuk Non Aleni dari Bapak Aris “. Jawab Pak Santo dan di angguki Papah Adi dengan

perasaan yang bingung  karena Papah Adi

berpikir jika yang mengantar motor untuk menantunya Aleni adalah Pak Aris besannya .

Papah Adi bingung apa yang akan ia katakana jika Pak Aris besan nya menanyakan keberadaan Aleni putrinya yang dia sendiri tak tau keberadaan nya dan itu semua terjadi atas ulah putra semata .

Dengan langkah gontai dan perasaan cemas Papah Adi berjalan menuju teras rumah menyusul Pak Santo yang sudah kembali lagi ke pos jaga nya .

Sampai nya di teras motor trial yang di kirim untuk Aleni menantunya sudah di turunkan dan seorang pemuda menghampiri Papah Adi .

“ Selamat siang Tuan maaf mengganggu kami hanya di perintah oleh Pak Aris untuk mengantarkan motor itu untuk Mbak Aleni dan sebagai bukti jika barang sudah di terima , kami minta Mbak Aleni berfoto dengan motor nya

untuk di kirim pada Pak Aris “. Ujar Pemuda itu dengan sopan .

“ Ya Siang … Em gini kebetulan menantu saya belum pulang , kalau sebagai bukti biar saya saja yang di foto bisa ? nanti saya sendiri yang

akan menghubungi Pak Aris untuk mengkonfirmasi langsung pada beliau “. Jawab

Papah Adi dengan perasaan lega .

“ Bisa Tuan “. Ucap Pemuda itu yang langsung mengambil gambar Papah Adi berfoto dengan motor milik Aleni .

“ Baik terimakasih Tuan , kami permisi”. Pamit Pemuda itu yang di angguki oleh Papah Adi sambil mengulurkan uang sebagai tips untuk

pemuda itu .

Setelah kepergian si pengantar motor menantunya , sesuai ucapan nya Papah Adi langsung merogoh ponsel di saku celana nya seraya duduk di kursi yang di sediakan di teras .

“ Tut tut tut “

“ Hallo Assalamualaikum Pak Aris “. Ucap Papah Adi yang menghubungi Ayah Aris besan nya

“ Ya waalaikumsalam Pak Adi “. Jawab Ayah Aris di seberang sana .

“ Ini saya ingin melapor jika motor yang Bapak kirim  untuk Aleni sudah sampai di rumah “. Ujar Papah Adi .

“ Oh iya Pak Adi syukurlah kalau gitu , Pak Adi apa di dekat Bapak ada Aleni soalnya sedari tadi saya menghubungi nya tidak bisa Pak , bisa saya bicara dengan nya ?“. tanya Ayah Aris seketika membuat Papah Adi cemas .

“ Em maaf Pak Aris , nak Aleni nya belum pulang dari sekolah tadi Arjune menghubungi saya jika ponsel Aleni lowbet dan Aleni sedang ada bimbel untuk menghadapi Ujian Nasional sebentar lagi Pak Aris “. Jawab Papah

Adi yang terpaksa berbohong pada besan nya .

“ Oh gitu ya sudah tidak apa apa Pak Adi , Saya titip putri saya ya Pak “. Ucap Ayah Aris dengan nada yang kecewa karena belum juga bisa

berbicara dengan putrinya di tengah perasaan nya yang tak nyaman .

“ Wah itu pasti Pak , anda jangan khawatir biar gimana pun sekarang ini Aleni juga putri kami jadi kami disini akan menjaga nya apalagi

ada Arjune Suaminya “.sahut Papah Adi dengan perasaan bersalah karena apa yang

di ucapkan nya salah .

“ Terimakasih banyak Pak “

Perbincangan antar besan itu berakhir , Papah Adi tampak menatap motor milik Aleni dengan sorot mata bersalah atas kebohongan nya pada

Besan nya atas keadaan putrinya Aleni serta kecewa pada perbuatan putra nya Arjune yang seperti tak bertanggung jawab .

Papah Adi pun kembali menghubungi anak buah serta Pak Budi supirnya yang ia perintahkan untuk mencari menantu nya .

Dan lagi lagi Papah Adi mendesah lemas saat orang orang suruhan nya belum menemukan menantunya .

“ Aleni dimana kamu nak ?”.

“ Papah khawatir nak … Pulang lah maafkan putra Papah , Aleni “. Gumam Papah Adi .

~~~~~~\=\=\=~~~~~~~~~~~~

1
Yanti Palar
sayang Lo kalo GK d lanjut
Mon Jihan
ini gini aja ni cerita nya gk ada lanjutan nya
Esma Martha Nappoe
suka dengam alur ceritanya thor
Afni Ni
next thor semangat
Siti Ismaidah
samangat thor lanjut
Siti Ismaidah
the best
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Erni Handayani
Kemana othor yaa semoga sehat dan baik2 aja
Kok gak UP lagi yaa
Jeung Arra
kok update nya lama bingit
Laelatul Inayah Inayah
waaaaaww
Laelatul Inayah Inayah
Abg ababil😀
Laelatul Inayah Inayah
kereenn aleni
Laelatul Inayah Inayah
seruuu
Evelyn
kok blm up kak?
ayudya
ini gak ada kelanjutan nya lagi ya.
muza collection
kpn lanjutnya thor
Fitri Irmaini
lanjut lh Thor lgi seruh"nya
Siti Ismaidah
ayo thor di lanjut
penasaran kelanjutannya
Sri Varida Lestari Varida
lama bener upnya bertapa apa
Lestari Agustus
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!