Seorang wanita Muslim bernama Hannah tak sengaja bertemu dengan idol korea bernama Wobin di bandara, pertemuan itu langsung mencuri hati Wobin, ia terpikat oleh Hannah dan tergerak untuk membantunya keluar dari masalahnya. Wobin, yang ingin menghormati keyakinan Hannah sebagai seorang Muslim, berusaha untuk melindungi dan menjaganya, akankah usaha Wobin untuk melindung Hannah dan membantunya menyelesaikan masalah, mampu meluluhkan hati Hannah?
Informasi Buku:
Setiap halaman berisi 500 kata
Terdiri dari 120 halaman, terbagi dalam 2 bagian cerita
Waktu baca per halaman 3 menit
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Wulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Page Number 32 - Hinaan Ibu Wobin Denganku
"Ajak makan lagi sus" perintah suho ke susi agar aku mau makan lagi
"Ayo mba saya masak ayam crispy" ucap susi
Karna susi terus memaksaku akhirnya aku mau makan berdua dengan susi sepertinya suho mau membicarakan hal penting dengan mereka bertiga dan tidak mau aku mendengar nya
"Jangan lupa bersihkan piring dan bersihkan kamar wobin" perintah ibunya wobin denganku
"Iya" jawabku sambil pergi ke dapur dengan susi
Setelah makan bersama dengan susi di dapur aku langsung membersihkan piring kotor, cucian piringnya lumayan banyak aku yakin susi setiap saat memasak apalagi dirumah wobin ada ibu dan kakaknya, masaknya pasti banyak
"Biar saya bantu ya mba" ucap susi
"Gausah kamu bersihin kamarnya wobin aja" ucapku
Susi langsung ke kamar wobin, waktu mencuci piring tiba tiba aku ingat nana, aku melihat ke bawah siapa tau nana sedang makan tapi tidak ada, aku memperhatikan kamar wobin siapa tau melihat nana, wobin melihatku sambil makan sepertinya dia tau aku sedang mencari nana, aku melanjutkan mencuci piring dan mengelap buah buahan kalau dibersihkan dengan air cepat busuk dan merubah rasanya kecuali langsung dimakan makanya aku lap saja
Tiba tiba suho membuka obrolan dengan wobin dari nadanya seperti nya dia sedang bertanya, aku hanya fokus mengelap buah dan meletakkannya di meja aku berusaha tidak mau tau apa yang mereka ucapkan, tapi secara tiba tiba suho menyebut namaku aku refleks langsung menoleh melihat suho dan wobin, wobin hanya melihatku dia terdiam dan tidak menjawab pertanyaan suho, aku tidak tau pertanyaan suho dengan wobin apa kenapa ada namaku
Aku yakin mereka berdua sedang membicarakanku, suho hanya melihat wobin yang diam saja sepertinya wobin tidak mau menjawab pertanyaan suho, lalu ibunya wobin secara tiba tiba menjawab pertanyaan suho dari nada bicaranya seperti nya membicarakanku dan menghinaku, taylor langsung melihat ke arahku termasuk wobin dan suho, perasaanku mulai tidak enak refleks aku langsung pergi dari rumah Wobin
"Mau kemana?" ucap suho sambil menahan tanganku
"Meskipun aku gak bisa bahasa korea kamu gak bisa seenaknya membicarakanku, aku yakin kalian semua menjelek-jelekanku, karna aku cuma numpang hidup sama kalian" ucapku sambil menangis, tiba tiba aku langsung ingat ibuku aku merasa tidak ada orang yang peduli denganku kecuali ibuku
"Kita sama sekali tidak membicarakan kejelekan kamu, kamu cuma salah paham" ucap suho aku yakin suho berbohong karna jelas jelas bibinya membicarakan kejelekanku meskipun aku tidak mengerti instingku tidak pernah salah aku yakin ibunya wobin dan taylor menjelek-jelekkanku
"Mulai hari ini aku gak mau kerja sama kamu lagi, ini handphone kamu dan ini handphoneku buat ganti uang yang aku pinjem" ucapku sambil memberikan Handphoneku dan Handphone suho yang sebelum nya dia berikan untukku, aku pergi begitu saja tanpa mendengarkan panggilan suho
Aku menangis sejadi jadinya selama ini aku berusaha menjadi wanita yang baik tapi masih ada orang yang menjelek-jelekanku, ini pertama kalinya aku mendapatkan kata kata buruk dari orang lain, meskipun aku tidak mengerti tapi aku sangat malu sekali dengan semua ucapan ibunya wobin, aku tidak mau di kasihani orang lagi aku akan berusaha mencari uang sendiri untuk pulang, aku harap ibu sabar menungguku untuk waktu yang sedikit lebih lama karna aku harus mencari pekerjaan baru
"Hannah" teriak suho sambil berlari mengejarku yang mulai jauh dari rumah Wobin
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Korban Perasaan