NovelToon NovelToon
Dua Darah

Dua Darah

Status: tamat
Genre:Epik Petualangan / Barat
Popularitas:283.4k
Nilai: 5
Nama Author: Resa Novia

Daniel Rex adalah seorang mahluk immortal yang memiliki dua jiwa monster ditubuhnya, serigala dan harimau. Itu karena ia terlahir dari dua orang tua yang berbeda. Lalu pada suatu hari, tempat tinggalnya diserang oleh bangsa iblis. Semuanya hancur termasuk ayah dan ibunya dibawa pergi oleh musuh. Lalu apa mereka masih hidup? Apa yang akan dilakukan oleh Daniel? Mampukah ia bertahan dan mengembalikan semuanya? Baca sekarang juga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Resa Novia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Kunjungan

"Lain kali aku ingin berkunjung ke Lightmoon pack, apa boleh Daniel?" tanya luna Liza ketika mengantarkan Daniel ke depan mansion.

"Tentu luna, Lightmoon pack senang di kunjungi oleh luna" timpal Daniel.

"Aku jadi tidak sabar, bagaimana jika nanti saat meeting laporan kedua kerjasama antara kamu dan Tristan. Aku ikut ke Lightmoon pack?" tanya Liza.

"Boleh luna" jawab Daniel tersenyum lembut.

"Bagaimana tadi makannya? Apa kurang enak? Aku takut kamu tidak menyukainya" tanya Liza.

"Sangat enak luna, aku jadi merindukan masakan bunda ku" ujar Daniel jujur.

Daniel benar-benar merindukan ibunya, membayangkan jadi Tristan yang senantiasa makan atau sarapan bersama dengan sosok lembut sangatlah membuat iri.

Kapan Daniel merasakannya? Apa dia akan mengalami hal seperti itu lagi? Atau justru sebaliknya? Takdir sampai sekarang masih mempermainkannya.

Liza sendiri jadi bingung harus menjawab apa, dia tahu bahwasanya alpha dan luna Lighmoon pack dikatakan hilang. Entah mereka mati atau masih hidup, yang jelas hampir seluruh bangsa serigala mengakui jika Lightmoon pack tidak lagi dipimpin alpha yang bijaksana luar biasa.

Grep!

Dorongan seorang ibu membuat Liza memeluk Daniel, mereka tiba di depan mobil Daniel dan membuat semua orang yang berada di sana terkejut dengan perlakuan Liza.

Bahkan Tristan pun begitu, dia yang sedari tadi berjalan beriringan dengan ibunya syok melihat dia memeluk Daniel. Walaupun dalam hati Tristan menghangat karena ibunya memang sosok yang lembut.

"Aku tahu, Kelly adalah ibu yang beruntung mempunyai anak seperti mu. Tampan, baik, dan pemimpin yang bijak" ujar Liza.

"Luna mengenal bunda?" gumam Daniel dalam pelukan Liza.

Jujur dia merasa nyaman sekali diposisi itu, dia jadi bisa mengingat kembali hangatnya pelukan Kelly waktu kecil dulu.

"Kami berteman dekat sekali, aku ingat Kelly yang menyemangati ku dan membuat ku yakin menjadi luna seperti sekarang" jawab Liza.

"Dia perempuan kuat yang sebenarnya" imbuhnya.

Sret!

Liza melepaskan pelukannya, dan menatap Daniel dengan air mata yang siap tumpah.

"Katakan apa saja, aku akan membantu mu mencari kedua orangtua mu" ujar Liza.

"Terimakasih luna, aku sangat menghargai itu" timpal Daniel.

"Jangan sungkan lagi Daniel, orangtua mu baik sekali. Dari mereka aku belajar arti hubungan baik sebenarnya, bukan lagi antara rekan bisnis. Melainkan keluarga yang saling menjaga satu sama lain" ujar Liza.

"Jadi aku akan membantu" imbuhnya.

"Aku pasti akan meminta bantuan itu jika perlu, untuk saat ini aku hanya ingin Bluemoon pack turut mendoakan kedua orangtua ku agar mereka selalu baik-baik saja" ujar Daniel tulus.

"Daniel.." lirih Liza.

Perempuan itu bingung harus bersikap seperti apa lagi, dia tidak percaya dengan sikap Daniel. Sungguh, lelaki didepannya itu sangat tulus dan kuat.

"Sekali lagi terimakasih untuk makan malamnya luna, aku suka sekali" ujar Daniel pamit pergi.

"Sama-sama, lain kali mampirlah tanpa sungkan. Bluemoon pack terbuka lebar untuk mu Daniel" timpal Liza tersenyum.

Daniel balas tersenyum.

"Kalau begitu aku pamit luna, Tristan" ujar Daniel.

"Hati-hati Daniel" timpal Tristan.

Brak!

Daniel dan Zean pun menaiki mobilnya, mereka tersenyum ketika Liza dan Tristan melambaikan tangannya.

"Mereka baik sekali" ujar Zean.

Brum!

Mobil mereka berdua pergi meninggalkan Bluemoon pack. Yang tanpa disadari, sejak tadi ada sepasang mata yang senantiasa mengawasi mereka.

Di mansion Lightmoon pack, Azura sedang memfokuskan diri bersemedi. Dia sedang mencoba melakukan ritual penyihir yang sampai sekarang belum pernah dia lakukan, intinya semedi ini adalah yang pertama kali dicoba.

Sebelumnya Azura tidak pernah merasa sependapat ini tentang aura seseorang, apalagi seorang penyihir identik tidak pernah tertarik dengan hal-hal yang berbau manusia.

Bagi mereka, kaum penyihir. Bangsa manusia hanya golongan lemah yang bahkan tidak pantas untuk ditolong.

Akan tetapi kasus ini berbeda untuk Daniel dan Lusi, mungkin karena perempuan itu adalah ratu iblis. Pasti kekuatan dan sisi magis nya sangat kuat, dan bisa disetarakan dengan penyihir tingkat tinggi.

Semedi ini bertujuan untuk menyelidiki lebih dalam, alasan kenapa Lusi memiliki aura yang hampir sama dengan Daniel.

Seorang anak saja memiliki aura berbeda dengan kedua orangtuanya, dan ini Lusi bisa dengan mudah memiliki aura serupa dengan Daniel. Otomatis itu menjadi pertanyaan besar.

Dalam keadaan duduk Azura memejamkan matanya, bayangan yang muncul adalah suasana gelap.

'Dimana ini? Kenapa aku tidak bisa melihat apa-apa' -batin Azura.

Tap!

Tap!

Tap!

Dalam telepati yang di kirimnya, Azura mencoba berjalan melangkah. Tidak peduli dengan dingin pijakan yang dilewati kakinya.

'Tapi aku merasakan sesuatu menarik ku' -batin Azura lagi.

Perlahan tapi pasti, bayangan dimata Azura berubah. Suasana yang tadinya gelap menjadi semakin menyeramkan.

Ya, menyeramkan untuk seorang Azura dan menakutkan untuk sebuah tempat bersel.

'Apa ini sebuah penjara? Tampak seperti dicerita-cerita zaman dulu' -batin Azura.

'Dan kenapa seseram ini!' -imbuhnya.

Tapi Azura tidak berhenti, kakinya terus melangkah ke arah aura kuat yang menariknya.

Srek!

Srek!

Srek!

Azura mengernyit ketika sebuah suara gesekan menyapa telinganya, memang dalam keadaan semedi seperti ini tidak sembarang orang bisa melihat wujudnya.

Akan tetapi tetap saja rasanya tetap saja menakutkan berada di sebuah penjara jaman dulu, dengan tidak ada lampu sama sekali selain dari celah-celah kecil yang sengaja dibuat.

Ditambah suara gesekan seperti itu, rasanya semua buku kuduk Azura berdiri.

'Sial, kenapa rasa penasaran ku lebih besar daripada rasa takut ku' -batin Azura.

Tap!

Tap!

Tap!

Azura terus melangkah dan menajamkan pendengarannya.

Srek!

Srek!

Srek!

Dirinya sudah sampai di ujung penjara tapi tidak menemukan apapun, perasaannya semakin takut ketika suara itu terdengar semakin jelas.

'Mamah aku ingin pulang!' -batin Azura.

'Tapi bagaimana cara aku mengakhiri semedi ini! Aku tidak belajar!' -imbuhnya histeris.

Jika saja Azura bisa berbicara, mungkin saat ini dia akan berteriak sekencang-kencangnya.

Srek!

Srek!

'Suara itu seperti gesekan rantai, tapi tidak ada apa-apa di sini' -batin Azura mengedarkan pandangannya keseluruh tempat.

Akan tetapi sama saja, hanya bercak darah di setiap sel dilihatnya. Tidak ada kehidupan sama sekali selain itu.

'Kata mamah jika kamu takut jangan melihat ke atas atau kebawah!' -batin Azura sembari merapalkan doa dihatinya.

'Jangan melihat ke atas atau bawah' -Azura terus mengucapkan kalimat itu didalam hatinya sembari menutup mata dan kembali ke tempat semula dia datang.

Mungkin dengan kembali ketempat itu, jiwanya yang pergi bisa kembali ke raganya yang ada di mansion Daniel.

Sret!

'Aaa!!' -Azura berteriak dalam hati ketik ujung rok hitam yang dikenakannya ditarik sesuatu.

'Aku berharap itu bukan potongan tangan seperti di film' -batin Azura.

Walaupun takut penyihir itu memberanikan diri untuk melihat ke bawah, larangan yang diberikan ibunya.

Sret!

'Aaa!!'

'Apa itu?'

Azura bingung, matanya membulat menyadari itu adalah pijakan papan kayu di bawah kakinya. Kait yang digunakan untuk menguncinya, menarik roknya.

'Ada ruangan bawah tanah' -batin Azura.

Sret!

Tanpa pikir panjang lagi, dan tidak peduli dengan ketakutannya. Azura tergugu untuk membuka papan kayu itu.

Ceklek!

"Ada tamu tak diundang datang kemari, kamu sangat cantik"

Degh!

Azura membeku mendengar suara dingin dan menakutkan menyapa telinganya, dengan pelan kepalanya berbalik.

"Hihihi!!!"

"Aaa!" teriak Azura.

Bugh!

Wush!

Azura terhempas ketika sosok menyeramkan bertanduk, dan memiliki gigi runcing seperti hiu melemparkannya dengan kekuatan penuh yang panas.

Ini gimana? Feel horornya gimana? Maafken kalau gak dapet atau malah jadi abstrud. Takut sih sama jendre itu wkwk.

Ada yang jatuh cinta sama luna Liza nggak? Huwaa dia baik banget ya sama Daniel. Tapi tulus gak nih? Atau mau aku buat jadi musuh dalam selimut 🤣

Apapun itu jangan lupa untuk selalu.

Vote dan komentar, bantu share agar semakin banyak orang membaca cerita ini.

^^^Salam hangat^^^

^^^Resa Novia^^^

1
Luvy
kak..
Ya Fi
Luar biasa
Yunani Ani
ceritany bgus sekli
arfan
up
Athena✨
keren kakk ceritanya
Candra Wulandari
seru
Dyana
sgt menarik
Dyana
yahhh ga jd bebas 😭
Senja Ayu
semangat...
Senja Ayu
🥰🥰🥰
Senja Ayu
wlpun banyak bahasa yg asing bagiku, menurutku ceritanya seru...
Senja Ayu
mate itu apa ya? banyak kata yg gk aku ngerti
Adam Setiawan
terlalu bertele2, sampah
jaka saba jati
lanjut bagus
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Arii
terusin min
Ari Darisman
karya yang bagus, cuma kurang greget dalam penyampaian ide cerita
Rinegan Uzumaki
keren ka cerita nya ga sabar nunggu lanjutan nya ,mampir iya ke cerita ku juga judul nya pendamping kasih review dan vote biar cerita ku berkembang
M Rafli Rafli
hhhh
Indah Katiandagho
sangat bagus ceritanya🤍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!