NovelToon NovelToon
Salah Kamar

Salah Kamar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Nikahkontrak / Cintamanis
Popularitas:41.3k
Nilai: 5
Nama Author: Salwaa RJ

'Salah kamar bukan salah jodoh'

Kisah 2 insan yang memiliki kisah tersendiri. Di mana Kinan yang sangat menjunjung tinggi kriteria untuk pasangannya dan Bram yang bergelut dengan lukanya di masa lalu. Siapa sangka? Keduanya dipertemukan dalam keadaan tak terduga yang justru membuat mereka harus terpaksa menikah.

Up : Jum'at & Minggu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salwaa RJ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#33 Overthinking

Kinan tersenyum sembari menggenggam tangan oma Rosa. Dia menggantikan Bram yang kini sedang makan siang untuk menjaga oma Rosa. "Oma bisa aja."

"Oma serius. Kamu lebih cantik dari biasanya."

Kinan terkekeh mendengar ucapan sang oma. Mungkin karena rambutnya yang lebih panjang dari biasanya dan dia membiarkannya terurai. Dia sebenarnya lebih suka rambutnya dikuncir kuda. Namun, karena tak sempat akhirnya dia hanya mengurai rambutnya dan mengenakan sebuah jepit agar rambutnya tak terus menghalangi pemandangan.

"Nan, kamu sama Bram udah nikah 3 bulan. Kalian gak akan kasih cicit ke oma nih?" tanya oma Rosa dengan gurauan. Dia sebenarnya tak menuntut Kinan dan Bram. Namun, dia merasa keduanya harus mendapat dorongan agar tak selalu sibuk dengan pekerjaan.

"Nanti ya, oma. Lagi diusahain." Sebenarnya ini hanya sebuah pengalihan. Kinan masih belum siap meski sekarang usianya sudah menginjak 30 tahun. Dia masih dibayangi kegagalan rumah tangga sang ibu. Memang, apa yang terjadi ke depannya adalah rahasia takdir. Namun, dia masih terlalu takut.

"Oma gak sabar mau gendong cicit. Pasti lucu kalo mirip kamu atau Bram. Bram itu dulu nakal banget."

Suara dehaman membuat Kinan menoleh. Orang yang sedang dibicarakan ternyata tiba-tiba muncul dengan pakaian yang sudah berganti. Namun, wajahnya cemberut karena mungkin Kinan salah membawakan baju.

"Ini mah baju tidur, Nan."

Kinan terkekeh melihat bagaimana kaus abu-abu itu benar-benar pas di tubuh suaminya. Tadinya dia membawakan baju itu agar Bram lebih nyaman. Ternyata itu malah membuatnya kesal. "Nanti Kinan bawain baju lain. Sementara yang itu dulu, gapapa 'kan?"

Bram mengangguk meski dengan wajah yang masih kesal. Dia kemudian duduk di kursi yang ada dengan wajah yang masih ditekuk. Melihat hal ini, membuat Kinan akhirnya melepas blazer yang dia kenakan. Memang terlalu kecil untuk Bram. Namun, dengan disampirkan saja, tubuhnya takkan terlalu terekspos.

"Kinan ke kantor dulu ya, oma. Ada yang harus Kinan urusin di sana." Kinan melangkah keluar. Namun, dia tak benar-benar pergi ke kantornya. Dia mencari poli kandungan yang ada di sana dan memutuskan untuk konsultasi terlebih dahulu. Memang, seharusnya dia pergi bersama Bram, tetapi dia tak ingin memberikan harapan kosong nantinya.

Kinan memilih duduk paling pojok. Dia berusaha keras agar tak ada yang mengenalinya. Dia juga tak mau jika tiba-tiba harus berhadapan dengan orang yang dia kenal di situasi saat ini. Namun, yang lebih dia takutkan adalah bertemu dengan Bram.

Antriannya tak terlalu panjang. Jadi, hanya menunggu beberapa saat, Kinan langsung terpanggil. Dengan ragu dia membuka pintu ruangan itu dan duduk di depan meja dengan tulisan nama dokter tersebut.

"Silakan duduk," ucap dokter tersebut. Ini sungguh membuat Kinan benar-benar gugup. Apalagi, dia datang hanya sendiri. "Ada keluhan apa?"

Kinan mengerutkan dahi kemudian segera menggeleng. Dia baik-baik saja belakangan ini. Bahkan, dia bisa melakukan banyak hal seperti biasanya. "Ah ... saya cuma mau konsultasi aja. Usia saya kan udah 30 taun nih, apa ada resiko kalo saya hamil?"

Kinan mulai mendengarkan segala penjelasan dokter itu. Memang banyak risiko yang mungkin terjadi jika Kinan hamil di usianya. Namun, itu tak menutup kemungkinan kehamilannya akan lancar. Dokter itu menyarankan beberapa hal termasuk konsultasi bersama suaminya.

"Mungkin untuk lebih jelasnya kita lakukan pemeriksaan. Jadi bisa tahu apa yang perlu dipersiapkan untuk kehamilannya."

...***...

Kinan melamun sembari mengendarai mobilnya. Segala penjelasan dan pemeriksaan menunjukan hasil yang normal. Namun, dia malah semakin takut sekarang. Terlalu banyak pikiran buruk yang menghantuinya hingga dia merasa jika apa pun yang dia lakukan tak akan jaminan apa-apa.

Dokter itu memintanya untuk datang 2 minggu lagi. Entah apa yang membuat dokter tersebut memintanya datang kembali dalam waktu dekat. Tadi dia sempat menolak untuk pemeriksaan kandungan karena itu mungkin bisa membuatnya berada dalam rasa bimbang yang teramat. Jadi, dia hanya disarankan memperbanyak istirahat dan mengonsumsi makanan sehat.

"Masa gue hamil? kalo diitung dari bulan madu itu, baru seminggu," gumam Kinan kemudian menggeleng. Namun, jika benar dia hamil, mana mungkin tubuhnya tak bereaksi. Dia tahu setiap calon ibu pasti merasakan hal-hal tak enak seperti mual-mual, sakit kepala, hingga mengidam, tapi Kinan sama sekali tak merasakannya.

Kinan berbelok saat tiba di kediaman megah milik suaminya. Dia segera memarkirkan mobil dan berjalan masuk untuk mengistirahatkan tubuhnya. Dia benar-benar tak memikirkan soal bisnisnya lagi. Sekarang dia mulai overthinking soal dirinya hamil atau tidak.

"Bibi lagi pada belanja. Tolong dong."

Kinan memutar malas matanya meski tetap saja dia mengambil apel serta pisau yang disodorkan Lia. Andai dia tak punya hati nurani, dia sudah menolaknya.

"Saya tau, pernikahan kalian kontrak 'kan?"

Pertanyaan itu membuat Kinan berhenti mengupas apel tersebut. "Kontrak?"

Lia tertawa merendahkan. "Kamu pikir saya gak tau? Kamu sama mas Bram cuma sebatas kontrak. Sebentar lagi juga kamu pergi dari sini."

Kinan memutar malas matanya. Dia malas menghadapi Lia hingga memutuskan untuk meletakan apel juga pisau itu. Dia sudah sangat pusing dengan masalah yang ada. Untuk apa dia mengurus ucapan Lia yang terus menyudutkannya?

"Gimana kalo oma tau soal itu?"

...***...

Kinan tersenyum saat Bram pulang kemudian memeluknya. "Kenapa udah pulang?"

"Raka yang jagain oma. Oma terus ngoceh nyuruh mas pulang. Jadi, mas pulang aja." Bram memang mengerti mengapa sang oma cerewet. Mungkin karena sudah mulai tua. Jadi, Bram memilih untuk menurut saja alih-alih membuat sang oma terus mengoceh.

"Mas ... Kinan mau tanya."

"Soal?" tanya Bram sembari menggantung jas yang sudah dia kenakan. Dia kemudian meraih kaus lain dan mengganti di sana.

"Apa boleh Kinan ngajuin kontrak dengan poin baru?"

"Poin baru?"

"Kinan pengen mas selamanya sama Kinan."

Bram tersenyum mendengar ucapan sang istri. Apa perlu kontrak untuk hal seperti itu? Lagipula, dia memang berencana melakukannya. Dia tak ingin mencari orang lain. Dia akan menjadikan Kinan satu-satunya wanita dalam hidupnya. Kecuali jika ada seorang putri.

"Kinan gak mau mas pergi."

Bram menarik Kinan dalam dekapannya. "Mas gak akan ke mana-mana kok. Kamu tiba-tiba banget."

"Kinan cuma takut. Apalagi hubungan kita cuma kontrak setaun."

Bram melepas pelukan itu kemudian menangkup kedua pipi Kinan. Dia juga berpikir hubungan mereka agak beresiko. Namun, pernikahan mereka dilakukan dengan sah meski berkedok sebuah kontrak. "I love you for the rest of my life."

"Kinan cuma takut kalo tiba-tiba mas berubah. Apalagi, ada kemungkinan soal kehamilan. Kalo enggak, mana mungkin dokternya nyuruh periksa lagi 'kan?" gumam Kinan dalam hatinya.

"Kecuali kalo ada anak cewe. Cintanya mas mungkin kebagi 2," ujar Bram diakhiri kekehan.

...****************...

1
Yus Warkop
up nya sedikit padahal lama up nya 🙏🙏lanjut thor
Yus Warkop
semoga bayinya selamat
Yus Warkop
yg nabrak siapa yah
Yuli Alfian
up nya masih lama kak
Yus Warkop
nyesek banget nih hatiku
Yuli Alfian
kok udah g pernah update ya. .
Yuli Alfian: ok kak di tunggu update annya. .
tp masih di lanjut kan kak kapan2
total 2 replies
Yus Warkop
harusnya bram terus terang aja jujur . itu akan lebih menyakitkan kinan
Yus Warkop
baiknya bram terus terang aj biar jujur deh
Yus Warkop
makin sensitif aja kinan nih
Salwaa Roudlootul: iyaaa nih🤣
total 1 replies
𝐘𝔲𝚒k̷α Z̷𝐮𝚔oཽ
Semangat kak, btw mampir di Master Dunia Game ya, jangan lupa tinggalkan jejak♡⁠(⁠Ӧ⁠v⁠Ӧ⁠。⁠)
Salwaa Roudlootul: siap laksanakan
total 1 replies
𝐘𝔲𝚒k̷α Z̷𝐮𝚔oཽ
Akhirnya sampai sini
Yus Warkop
makasih thor semoga bram cepet bisa menemukan orang yg dicurigai
Salwaa Roudlootul: mksih juga udah dukung karya inii✨
total 1 replies
Yus Warkop
lanjut
Salwaa Roudlootul: siap laksanakan
total 1 replies
Yus Warkop
kinan ngidam kayanya yah thor
Salwaa Roudlootul: wah spertinya iya😶
total 1 replies
Yus Warkop
lanjut thor
Salwaa Roudlootul: siap laksanakan
total 1 replies
Abid Aqila
semangat thor
Salwaa Roudlootul: siap 86!👌
total 1 replies
Yus Warkop
lanjut
Salwaa Roudlootul: siap!!!
total 1 replies
Yus Warkop
asiiik nih kan walinya udah ketemu sama bram
Salwaa Roudlootul: 😂😂 awal kisahnya bnr2 dimulai
total 1 replies
Yus Warkop
ok
Ratih Shakiya
kurang greget ah😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!