seorang mahasiswi yang bernama Bening adalah penggemar dari seorang idola kampus yang bernama Gilar Argantha.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RayyanSA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lamaran
Siang itu Bening bersiap-siap untuk berangkat ke restauran tempat ia bekerja. sedangkan Gilar masih duduk di ruang tamu dengan memainkan gawainya seperti di rumahnya sendiri tanpa ia sadari Bening sudah bersiap.
"kak Gilar mau tetep disini?"
Gilar mendongak memperhatikan Bening yang berada di hadapannya dengan kedua tangan yang berkacak pinggang.
"gue masih belum mau pulang, gue masih betah disini" ucap Gilar yang masih fokus memainkan ponselnya.
"tapi Bening mau berangkat kerja kak Gilar.."
"lo fans gue kan?" Gilar menatap lekat Bening, dan hal itu di angguki Bening.
"yaudah berarti ini saat nya lo buktiin ke gue"
"maksudnya gimana kak?"
"ya kalo lo emang bener2 ngefans sama gue, hari ini lo ga boleh pergi karna gue mau di sini seharian dan lo harus masakin gue!"
* ini kenapa kak Gilar tiba2 tengil kaya gini, biasanya gue yang sesalu ngejar-ngejar. tapi kenapa hari ini kak Gilar malah yang pengen bareng gue?* Bening bingung dengan sikap Gilar terhadapnya.
"Gimana?" Gilar memastikan kepada Bening.
*emm mungkin ini emang kesempatan gue, mungkin kak Gilar emang udah mulai suka sama gue. makanya kak Gilar pengen disini bareng gue*
setelah berpikir singkat akhirnya Bening memutuskan untuk izin untuk tidak bekerja.
'drrrttt drrrtttt'
"iya halo..."
"...."
"oh ini kak, hari ini Bening izin ga kerja. ada apa kak?"
"...."
"ohh sorry kak hari ini Bening ga masuk kerja"
"...."
" ok bye kak.."
Bening mengakhiri sambungan telfonnya dengan seseorang.
"siapa?" tiba-tiba Gilar sudah berdiri di belakang Bening sehingga membuat Bening terkejut dan sedikit terjingkat.
"eh kak Gilar, ini tadi kak Ziko mau ke resto katanya mau ada yang di obrolin. tapi ga jadi karna Bening ga berangkat kerja"
"Oohh.."
*rasain lo anak baru, lo fikir enak ga bisa jalanin rencana lo*
____flashback on____
"Selly.." Ziko memanggil Sally saat berada di koridor kampus.
"iya kak Ziko kenapa?"
"gue mau minta tolong sama lo, dan lo ga boleh nolak okey"
" iya tapi minta tolong apa kak"
"hari ini gue mau nembak Bening dan lo harus bantu gue"
"beneran kak Ziko mau nembak Bening?"
"emm, gue akan bahagaian Bening dan bikin Bening lupain pria yang ga pernah hargain dia"
"maksud kak Ziko itu.. kak Gilar?"
"hemm.."
_____flashback off_____
"kak.. kak Gilar.. kak Gilar baik-baik aja kan?"Bening memanggil-manggil Gilar yang sedari tadi melamun.
"apaan si lo Ning, gue ini laper mending lo masakin gue sesuatu"
"kak Gilar mau Bening masakin apa?"
"apa aja yang penting enak"
Bening langsung pergi ke dapur dan mengambil beberapa bahan untuk ia masak.
Bening mulai memasak dan sesekali mengusap wajahnya dengan tangannya tanpa ia sadari matanya terasa perih karna terkena cipratan bawang merah.
Saat Bening sibuk mengucek matanya yang terasa perih tiba-tiba Gilar meniup-niup mata Bening sehingga mereka hanya berjarak beberapa senti saja.
"Bening..Gilar.."
tiba-tiba seseorang masuk dan mengagetkan Gilar dan Bening.
"kak Ziko, Selly ?kalian kok bisa kesini?"
"iya ini rencana kak Ziko buat nem.." belum selesai Selly berbicara tapi Ziko menghentikan Selly.
"nem apa..? sahut Gilar
"ini bukan urusan lo, dan kenapa lo bisa di rumah Bening?"
" gue temennya bang Reno, jadi gue mau ketemu bang Reno lah"
"tadi kak Gilar bilang ga ada urusan sama bang Reno, tau gitu kan Bening bisa telfon bang Reno"
Ziko menatap tajam Gilar yang sedang berdiri di hadapan Bening yang cukup dekat, dan membuat Ziko merasa tidak nyaman.
"ada apa ini kenapa kalian semua ada di dapur?" Reno yang saat itu baru sampai bertanya kepada Bening dan teman-temannya.
"ini bang, tadi kak..."
"gue mau lamar Bening bang" sahut Ziko dan berhasil membuat semuanya terkejut kecuali Selly yang sudah mengetahuinya dari awal.
"lo serius dengan apa yang lo katakan barusan Zik" ucap Reno.
"iya bang, gue serius . gue harap bang Reno bisa restuin kami"
"Bening ga mungkin bisa terima lo, karna Bening itu ngefans sama gue" sahut Gilar.
"gue tau Bening itu ngidolain lo, tapi Bening juga pernah bilang dia ga berharap lebih sama lo. dan dia juga pernah bilang mau terima orang yang cinta sama dia, asalkan orang itu mau nerima dia yang notabennya fans lo. dan orang itu adalah gue!"ucap Ziko panjang lebar.
"bang Reno, gue harap abang setuju" ucap Ziko
"emm keputusan ada di tangan adek gue Zik , kalo emang Bening mau terima lo gue juga bisa terima lo"
*waah bang Reno emang bijak banget, andai gue bisa jadi calon istrinya.. eits apaan si gue, bang Reno itu kan milik Reina tapi boleh kali jadi jodoh gue.. kekkkekkkek* batin Selly
"Gimana dek?"
"emm Bening hargain perasaan kak Ziko tapi..."
"tapi lo ga bisa terima Ziko kan Ning" sahut Gilar
"ehh apaan si kak Gilar, Bening kan belum selesai ngomong tau" timpal Selly
"emm bukannya bening nolak kak Ziko, tapi Bening belum bisa jawab sekarang"
" baik kalo itu keputusan lo Ning, tapi gue bakal setia nunggu sampe lo kasih jawabannya ke gue. dan gue harap lo terima ini" Ziko memberi sebuah cincin berlian untuk Bening
"tapi kak Bening ga bisa terima sekarang, kalo nanti akhirnya Bening terima perasaan kakak, hari itu juga Bening akan terima cincin itu"
"okey, kalo gitu lebih baik lo simpen cincin ini dan ketika lo terima perasaan gue lo pakek cincin ini" ucap Ziko dan akhirnya Bening menyimpan cincin itu.
"dan kalo Bening tolak berarti cincin itu harus kembali ke tangan lo" sahut Gilar.
*ini kenapa Gilar tiba kekanak-kanakan gini* batin Reno.
.
.
.
.bersambung.
.like coment dan vote ya teman-teman love you all .
.
tulisannya masih harus di perbaiki thor