NovelToon NovelToon
Sugar Baby

Sugar Baby

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: BILANOUR

Kesetiaan itu memang ada. Hanya saja, situasi dan kondisi yang membuat itu tiada. Saat kita menerima dia sepenuh jiwa, tapi kondisi memintanya sesuatu yang tak terduga. Maka, kita harus bersiap dengan kemungkinannya yang akan membuat kita kecewa dan menderita.

Pengorbanan hati dan harga diri demi dia yang kita sayang. Apakah dia akan menerima meski hati terluka, atau dia akan menjauh dengan hati yang runtuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BILANOUR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

Alhamdulillah, sampai detik ini viewersnya udah hampir 1k, tapi yang like baru puluhan. 😬

Sedih akutuh🤧😭

Luangkan jarinya untuk menekan like, ya, kesayangan. Terimakasih telah membaca karya-karyaku. 🙏

Love U all. 😘😍

🌺🌺🌺🌺

"Ndre, ada apa?" Ibu bertanya pada Andre saat anaknya datang dengan keadaan seperti orang tidak makan selama satu minggu.

Tidak ada respon yang diberikan Andre. Dia melangkah cepat dengan tubuh sempoyongan. Menutup pintu dengan kerasa dan mengunci diri.

"Andre, kenapa, Nak? buka pintunya." Ibu masih berteriak dari depan kamar.

Andre kesal. Dia marah dengan membanting barang-barang yang ada di kamarnya. Suara gemuruh itu membuat semua orang yang ada di rumah itu terkejut.

Supir, tukang kebun dan para pelayan segera berlarian menuju lantai atas. Termasuk ayahnya.

"Ada apa, Bu? kenapa dengan Mas Andre?" tanya supir.

"Saya tidak tahu, Pak. Dia tadi datang di antar orang. Wajahnya pucat terus masuk marah-marah kaya gini."

Arrrghhh!

Terdengar teriakan dari dalam. Semua orang semakin panik dan berusaha menggedor pintu kamar.

"Biarkan saja. Setelah puas, dia akan keluar sendiri. Namanya juga lagi patah hati."

"Ayah gimana, sih? Anak kita kalau kenapa-kenapa, gimana?"

"Ayah tahu anak Ayah seperti apa. Jangan khawatir. Ayo! semuanya kembali bekerja," perintah Ayah. Semua orang membubarkan diri meski dengan raut wajah yang cemas.

Kegaduhan itu masih berlangsung bahkan sampai semua orang kembali pada aktifitasnya.

"Ndre, pilih-pilih kalau mau banting barang. Itu jam buat aku aja," goda Anggela.

Andre memecahkan kaca lemari dan semua kaca di kamarnya. Dia menepiskan buku dan barang-barang yang ada di meja dan nakas.

Sampailah dia pada lemari kayu. Tangannya berhenti bergerak saat menyadari bahwa fotonya bersama Raya, sobek. Tidak ada lagi wajah Raya di sana.

Andre semakin frustasi. Dia menarik rambutnya kencang. Meneriakkan nama Raya.

Wajah Andre terlihat seperti mengingat sesuatu. Dia segera membuka lemari bajunya dan benar. Pakaian yang Raya berikan waktu dulu, hilang.

"Maaf, Sayang." Andre rubuh ke lantai. Dia menekuk lututnya dan menangis histeris.

Betapa besar rasa bersalah Andre pada Raya. Dia melepaskan Raya demi wanita yang Andre anggap munafik. Mia yang dulu begitu dia cintai karena dianggap sebagai wanita Solehah, ternyata hanya wanita sampah.

Otak Andre berusaha menepis. Berusaha menyangkal dan mencari alsan untuk tetap menganggap Ahwa Mia adalah Mia yang dulu dia kenal. Namun, dia masih ingat betapa intensnya kebersamaan Mia dengan Thomas. Juga dengan laki-laki berbeda saat di hotel.

Andre tidak keluar kamar selama dua hari. Tidak ada yang bisa masuk ke kamarnya. Hal itu membuat rasa wajar ayahnya berubah. Dia meminta satpam dan para pekerja laki-laki yang ada di rumah itu untuk mendobrak pintu kamar Andre.

Pintu itu terbuka sebelum para pekerja sampai ke pintu, alhasil, mereka jatuh bersamaan. Terjerembab.

"Andre mau pergi."

"Pergilah, tapi jaga kepercayaan Ayah."

Andre berlalu tanpa mengatakan apa-apa.

****

Di sebuah kafe.

Satya dan Andre diam dalam pikiran masing-masing. Satya hanya menatap sahabatnya dengan iba, sementara Andre hanya mengaduk-aduk kopi pesanannya.

"Ndre. Pesen makanan, ya. Elu makan dulu."

"Kagak! gue gak laper."

"Jangan sampai Elu sakit gara-gara wanita murahan itu."

"Gue pengen kembali jadi tukang ojek."

Satya hanya menghela nafas dalam-dalam. Dia tahu, sahabatnya merindukan Raya.

"Motornya masih gue simpen, kok. Bisa Lu ambil lagi. Gak usah dibalikin lagi ke Gue entar."

"Harus ke mana Gue nyari Raya? semua keluarganya bungkam. Mereka hanya bilang kalau Raya ke Belanda."

"Gue pengen bantu, tapi Gue bisa apa? Gue aja masih bingung harus kerja di mana. Bokap gak bolehin Gue kerja di perusahaan dia. Gak percaya katanya."

"Iyalah! yang ada tuh berlian pada ilang dibagiin sama cewek."

"Sialan!"

Mereka kembali dalam diam. Satya masih sangat perihatin dengan kondisi sahabatnya itu. Mia gadis yang membuat dia rela pergi dari rumah, lalu ada Raya yang membuat dia kembali ke rumah dengan segala pengorbanan yang diberikan. Keduanya pergi dalam waktu nyaris bersamaan.

Raya pergi dengan jiwa raganya. Sementara Mia pergi dengan harga dirinya.

"Balik."

"Gue masih mau pergi."

"Ke mana?"

"Ke pangkalan ojek. Di sana Gue bisa dengerin kisah yang lebih buruk dari hidup Gue. Sapa tau, Gue bisa bersyukur."

"Ya udah. Gue balik duluan."

"Yups!" Andre mengangkat telapak tangannya.

Tidak lama setelah Satya pergi, Andre pun beranjak. Menyusuri jalanan yang masih saja ramai dengan kendaraan. Bunyi klaksonnya terdengar dari berbagai arah. Kesibukan terlihat di mana-mana.

Andre menyalakan musik untuk menghilangkan suara bersisik dari luar. Beruntung dia tidak membawa mobil hitamnya, macet seperti ini akan membuatnya mobil itu over heat.

...🌺🌺🌺...

...Sayang kau di mana aku ingin bersama...

...Aku butuh semua untuk tepiskan rindu...

...Mungkinkah kau di sana merasa yang sama...

...Seperti diriku ... di malam ini...

...Rintik gerimis mengundang...

...Kekasih di malam ini...

...Kita menari dalam rindu yang indah...

...🌺🌺🌺...

Andre hanyut dalam alunan lagu yang dia dengar. Tanpa sadar air matanya menetes. Sesuatu yang tidak terjadi saat Mia pergi, dulu.

Andre mengerjapkan matanya. Berusaha agar air mata itu tidak kembali turun. Andre bukanlah laki-laki yang cengeng, dia tidak akan bisa mengeluarkan air mata jika tidak menggores relung hatinya yang paling dalam.

Begitu sampai di pangkalan tempat teman-temannya berkumpul. Andre segera membenahi diri. Tidak mungkin dia keluar dalam keadaan mata masih basah.

"Hai, Bang." Andre menyapa salah satu temannya yang sedang menatap layar ponsel. Dia sedang menanti orderan yang tak kunjung datang.

"Hei, Ndre. Makin ganteng aja kamu. Apa kabar?"

"Baik, Bang."

"Weeeh, ada Andre."

"Apa kabar, Ndre?"

"Baru datang?"

"Hai, Bro. Makin cakep aja."

"Aduuuh, Bos datang, nih."

Begitulah sapaan dari beberapa teman ojeknya dulu.

"Pak Tata mana?" tanya Andre.

"Dia lagi kencing. Tunggu aja."

"Oke, deh." Andre duduk di samping temannya yang pertama dia sapa.

"Napa, Bang? belum ada orderan?"

"Iya, nih. Mana anak di rawat lagi."

"Kenapa?"

"Tipes katanya, sih. Udah mau empat hari ini."

"Di rumah sakit mana? "

"Itu, yang belakang stasiun. Klinik kecil. Biar agak murah."

"Gak usah pusing, Bang. Nanti aku yang bayar semua biayanya. Mina no rekening aja, deh. Kirim pesan. Masih ada kan nomorku?"

"Serius?"

"Masa becanda? kalau ada duit cash, sih, aku kasih sekarang. Duitnya gak bawa banyak. Cuma ada dikit buat bagiin temen-temen di sini."

"Owalah, baik tenan kamu, Ndre. Makasih, yo."

"Sama-sama."

"Ndre. Baru datang?"

"Eh, Pak. Iya, nih. Lama aku tidak ke sini."

"Pasti sibukkah. Gak apa-apa. Kamu masih ingat kami pun, kami sudah senang. Kamu tidak melupakan kami rakyat jelata."

"Ah! Bapak bisa aja. O, iya. Gimana keadaan Bapak dan keluarga. Udah lama Andre gak kasih Ibu buat belanja."

Pak Tata menarik nafas dalam. "Kamu itu jangan terlalu memanjakan ibumu itu. Nanti dia keenakan. Lagi pula, uang bulanan yang kamu kasih, udah lebih dari cukup."

"Uang bulanan?"

"Iya, toh. Selama ini kamu selalu kirim kami uang. Kata Neng Raya, itu–"

"Raya?"

"Lah, kamu gimana? Neng Raya itu selalu ngasih uang bulanan. Katanya itu dari kamu. Kami terima aja karena kami pikir kalian itu udah beneran tunangan. Gitu kan?"

"Iya, Pak. Tapi ...."

"Kenapa? ada masalah?"

"Pak, Raya suka ngasih kabar gak? nelpon atau semacamnya."

"Masih. Kemarin dia bilang lagi kuliah di kedokteran yang terkenal itu. Apa ya nama kampusnya? lupa."

"Di Jakarta?"

"Iya."

Raya, ada apa sebenarnya? apa kamu sengaja sembunyi?

1
Arfaza Putri
luar biasa 🌹💞
Andien Zahro
luar biasa baru kali ini ada novel alurnya g bertele" g banyak konflik rumit, pokoknya the best dech❤️❤️❤️
Hayati Nufus
saya mewek bacanya biarin raya tinggalin Andre kasih pelajaran dulu biar memantapkan hatinya pada siapa
Hayati Nufus
Andre cowok plin plan
Mat Grobak
mampir
Lailatul Nikmah
thor tak tunggu kelanjutan ceritanya
Bunda silvia
Sukurrr membuang berlian demi mendapatkan imitasi
Alfiatun Khasanah
kapok...andre...kurang tegas milihnya ke raya aja yg pasti jujur karakternya
Alfiatun Khasanah
andre kenapa gak bisa bedakan berlian asli dan palsu ya 🤔
Yolanda Yokanda Putri
judulnya sugar baby.. tpi koq ceritanya jauh dri kt judulnya y
Ica Rismawati
raya artis Thailand
Ica Rismawati
emang namanya Andre kan dari episode awal
Meili Mekel
ceritax cuma pendrk
Meili Mekel
semangat thuor
Meili Mekel
next up
Meili Mekel
penasaran ceritax
Meili Mekel
mia sdh mati atau hax sandiwara
Meili Mekel
lanjut
Meili Mekel
andre sdh jadian
Meili Mekel
waw andre mia kupu kupu malam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!