Remaja! masa dimana kalian bebas melakukan apa yang kalian suka, bebas berekspresi, dan bebas menentukan pilihan hidup kalian sendiri. Tapi tidak dengan aku.
Keila anak yang selalu diabaikan keluarganya bahkan tidak ada yang percaya dengannya dan mendukung cita-cita yang ingin ia gapai. Keila berasal dari keluarga sederhana dengan banyaknya hutang yang membuat Keila merasa bertanggung jawab untuk membuat orang tuanya lepas dari hutang dan bahagia.
Radith pemilik perusahaan properti dan juga pemilik saham terbesar perusahaan brand fashion yang dikelola kakeknya.
Kedua orang tua Radith sudah meninggal dari ia berumur 5 tahun dan Papanya Radith juga punya anak dari pernikahan siri.
Karena suatu hal yang mengharuskan Radith untuk segera menikah. Akhirnya ia memilih Keila yang belum pernah ia kenal untuk mau menikah dengannya.
Bagaimana jika 2 insan yang punya banyak luka di hatinya, bertemu tanpa cinta dan menikah kontrak ?
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 🤗
Hanny Sun 💎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanny sun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 Butuh Dokter
Radith POV
Setelah keluar dari lift perasaan Radith tidak tenang seperti ada yang mengganjal di hatinya.
“Ambil dokumennya di ruanganku dan tunggu di mobil” langsung berlari kembali ke lift yang ada di lantai ruangannya, sampai semua karyawan melihat ke Radith yang dirasa tidak seperti biasanya.
Setelah sampai ke lantai paling atas ia melihat ke setiap sudut taman dan dilihatnya Keila yang duduk dengan tertawa bahagia di depan Randi sambil menikmati makanannya.
Deg.. Radith langsung berbalik memasuk lift kembali.
“Sial” Memukul dinding lift sampai tangannya luka dan mengeluarkan darah.
Radith sudah masuk ke mobil dengan nafas yang tidak karuan ia pun melonggarkan dasinya.
Erik melihat tangan Radith yang luka dari kaca mobil namun ia tidak berani untuk bertanya.
“Jalan” ucap Radit dan Erik langsung menancapkan gas mobilnya mengikuti perintah.
“Suruh bibi pindahkan semua baju Keila ke Apartemen”
“Baik Tuan”
“Hari ini antar dan tunggu dia selesai mengajar.”
“Baik Tuan”
Menunjang kursi jok di depannya tepat yang diduduki Erik “Tidak ada kata yang bisa kau ucapkan selain itu” Jerit Radith dengan nafas yang tidak karuan.
“Maaf Tuan. Oya Randi..”
“Aku tidak ingin mendengar tentangnya dari mulutmu itu. Bukannya kalian berteman dan tenang saja, aku juga tidak memukulnya”
“Pertemanan kami sudah lama berakhir”
Menghembuskan nafasnya dengan kasar “Kenapa di sini sakit sekali” menekan dadanya.
“Apa aku perlu memanggil Dokter Kevin”
“Tidak perlu. Selesai bertemu klien, Kita yang mendatanginya”
“Baik Tuan”
Radith sudah selesai bertemu klien dan saat ini sudah berada di rumah sakit tepatnya diruangan Kevin.
“Kalau hanya luka sekecil ini tidak perlu repot-repot datang ke sini Tuan muda” Ketus Dr. Kevin.
“Itu buka urusan anda Dokter” Erik.
“Hm.. ini semua ulahmu” menunjuk Erik “Kamana saja kau saat Radith mendapatkan luka ini, bukannya kau yang seharudnya menjaga Radith”
“Bukan salah Erik. Selain ini, aku mau tanya sakit yang lain”
“Sakit apa”
“Di sini” menunjuk dadanya “Sepertinya aku harus CT-Scan”
“Kenapa tidak bilang dari tadi” Langsung menelepon bagian radiologi.
“Buka kancing bajumu biar aku periksa dulu” Radith menuruti perintah Kevin.
“Sepertinya normal. Memang sakitnya seperti apa”
“Sakit sekali seperti akan mati di tempat” ketus Radith.
Kevin mengernyit “Sekarang masih?”
“Tidak separah tadi”
“Tadi! Kapan? Jangan bilang saat kau berkelahi.”
“Aku tidak berkelahi” Ketus Radith.
“Jadi luka itu” Menunjuk tangan Radith.
“Rahasia! Sebenarnya kau bisa menyembuhkanku tidak” sudah bangkit dari duduknya.
“Bagaimana aku mau tau penyakitmu kalau kau merahasiakannya. Ayo ikut aku” keluar dari ruangan diikuti dengan Radith dan juga Erik.
Kevin sahabatnya Radith sejak dari masih sekolah dasar. Radith orang yang suka menyendiri namun Kevin selalu mendekat dan mengajak Radith berteman dengan tidak malunya walau sudah sering direndahkan.
Radith masih di periksa oleh dokter radiologi, Kevin pun mendekat ke Erik. “Sebenarnya apa yang terjadi” bisiknya.
“Tuan Radith bilang itu rahasia” Berbicara dengan datar.
“Kau ingin melihatnya mati! Aku bertanya juga karena dia sahabatku” Ketus Kevin.
Lama Erik berpikir “Randi sudah kembali”
“Terus! Biasanya juga dia tidak peduli dengan adiknya itu”
“Tuan Radith melihat kedekatan nona Keila dan Randi”
“Haa.. serius.” Membulatkan matanya. “Tapi apa hubungannya! Radith menikahi Keila juga karena Nenek dan kakek kan”
“Tuan Muda juga melihat Nona Keila berpegangan tangan dengan Randi”
Kevin tertawa “Ha ha.. dia cemburu! waah.. tidak disangka Nona Keila bisa mencairkan hati Tuan muda yang beku itu”
“Jangan salah sangka. Tuan muda hanya marah dengan Randi sampai bisa memukul tembok! Itu tidak seperti apa yang Dr. Kevin pikirkan “
Kevin masih terus tertawa “Sepertinya lu dan bos lu itu sama saja. Sama-sama lugu” merangkul pundak Erik.
Erik langsung sigap menarik tangan Kevin dan memelintir lengannya “Lepas. Kau bisa menghancurkan asetku yang berharga” Jerit Kevin.
“Lakukan tugasmu sebagai Dokter dan jangan bilang Tuan muda apa yang sudah aku katakan.”
“Baiklah. Sekarang lepas”
Radith sudah selesai melakukan CT-Scan dan hasilnya juga sudah keluar.
“Kalian kenapa!” melihat Erik dan Kevin secara bergantian.
“Tidak bisakah kau ganti saja sekretarismu ini.” Ketus Kevin memijat-mijat tangannya sendiri yang masih terasa sakit.
“Tidak” Tegas Radith.
Mengernyit sambil melihat hasil CT-Scan Radith “Sepertinya tidak ada masalah apa pun. Kalau kau merasakan sakitnya lagi hubungi aku segera”
“Oya bagaimana kabar anak yang mengidap leukimia”
“Anak itu siapamu? Dia bukan anak dari hubungan gelapmu dengan wanita selain Nona Keila dan...”
“Jawab saja pertanyaanku”
“Masih terus menjalani kemoterapi dan sepertinya harus dilakukan transfusi sum-sum tulang belakang”
“Lakukan saja yang penting anak itu sembuh”
“Masalahnya kami belum dapat pendonornya. Selagi di sini kau tidak ingin melihat anak itu?”
“Tidak”
“Sepertinya dia akan cepat sembuh, karena dia anak yang ceria dan punya semangat.”
Tidak ingin berlama-lama mendengar ocehan Kevin “Aku pulang”
“Kau benar tidak ingin melihatnya?”
“Tidak”
Setelah Radith dan Erik pergi. Kevin masuk ke kamar anaknya Doni.
“Dokter” Tersenyum Ceria.
“Apa kabarnya anak cantik”
“Lihat deh Puput sudah sehat dok” Jawabnya Tetawa bahagia.
“Sepertinya Puput tidak perlu dipindah ke ruang rawat pribadi Dok. Lagian kami tidak sanggup membayarnya” sambung mama Puput
“Sudah ada yang membayarkannya!” “Dan ini untuk kamu” Memberikan boneka ke Puput.
“Terima kasih dokter” Tersenyum walupun sebenarnya Puput tidak terlalu suka boneka.
“Nanti dokter sampaikan ke penggemar puput yang memberi boneka itu”
Melihat ke mamanya meminta persetujuan “Tidak apa sayang” ucap mamanya.
dr awal aku sdh suka ceritanya,.. ❤❤❤
syukurlah akhirnya keila dan mas radith direstui, semoga berikutnya hanya ada bahagia utk mereka🤧😍😍
jd, cerita ini dah selesai ya kak... ga ada lanjutannya lg? 😭 bakalan kangen banget sama keila dan mas radith 😭
❤❤❤❤❤❤❤❤❤
terimakasih banyak kak Hanny 😘😘😘
❤❤❤
jangan pisah mereka lagi thor.. keila sama radith sdh saatnya bahagia🤧 selamanya ❤
Thor mulai sekarang biarkan keila bahagia sama radith, tumbuhkan lah cinta sebener-bener cinta utk radith di hatinya ❤️
luar biasa, dilanjut Thor 👍👍😍
bagus ceritanya❤
lanjut thor... 💪😍😍😍🙏🙏🙏🙏
iih gemes deh sama Nisa... Abang adek mo dimilikinya 😡
sabar ya keila... mas radith cm cinta sama kamu
sll penasaran dg cerita selanjutnya tp nungguny lama 😁✌
mas Radit 👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤
kangen keila sama mas Radit 💚💚💚