NovelToon NovelToon
Nikah Dulu Pacaran Kemudian

Nikah Dulu Pacaran Kemudian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:321.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rifky Adek

Gema adalah seorang Manajer Pemasaran pada salah satu perusahaan di Jakarta. Kerja keras dan semangatnya untuk meniti masa depan melupakannya untuk mencari pasangan.

Beberapa kali ia bertemu wanita, tetapi selalu saja ia tolak. Standar yang terlalu tinggi untuk mencari wanita yang sempurna, membuat dirinya belum bisa menikah.

Sampai akhirnya mama Gema menjodohkannya dengan seorang gadis desa bernama Ratih. Ratih sendiri merupakan gadis polos dan cantik, yang baru saja pindah ke Jakarta beberapa bulan lalu karena berhasil diangkat menjadi PNS di Tanggerang Selatan.

Awalnya hubungan mereka selalu dihiasi dengan adu mulut dan saling benci satu sama lain. Perilaku tidak senonoh Gema kepada Ratih juga membuat Ratih semakin tidak menyukainya.

Namun siapa sangka, mereka seperti menjilat ludah sendiri, ketika sebuah rasa hadir dalam hubungan mereka. Membuat mereka sadar bahwa menikah dahulu dan pacaran setelahnya adalah jalan terbaik yang Tuhan berikan kepada mereka berdua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifky Adek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peperangan

"Dek?" Mata Gema bergidik ngeri.

"Panas," ucap Ratih pelan.

Kali ini Ratih sudah duduk di atas tubuh Gema. Napasnya tersengal dan beberapa keringat terlihat menetes melewati dahinya. Matanya yang sayu seakan menjelaskan bahwa ada hasrat yang tak tertahankan.

Anehnya Gema yang merasa ketakutan. Dia tak menyangka efek obat yang dia berikan membuat istrinya sangat buas. Semua itu diluar ekspektasinya. Mulutnya menganga seperti tidak percaya.

Kemudian Ratih mengusap dada Gema. Bibirnya digigit gemas yang terlihat dari cahaya remang lampu tidur. Matanya menutup pelan dan membuka lagi secara perlahan. Kali ini Gema tidak bisa menghindar. Dia terjebak dalam permainan yang dia buat sendiri.

Karena Gema hanya membeku menatap istrinya. Membuat Ratih semakin liar. Dia merebahkan tubuhnya. Membuat kulit mereka saling bersentuhan. Pria itu merasa merinding. Hal yang sama juga terlihat pada Ratih.

Tapi Ratih tidak menghiraukan sengatan listrik yang terasa mengaliri tubuhnya. Terlihat pada gerakan tubuhnya yang menggoda Gema. Bahasa tubuh wanita itu seperti menginginkan sesuatu dari pria yang sedang dia duduki. Mencoba mencari tahu sesuatu dari tubuh kekar Gema.

"Dek, kamu ken-"

Belum selesai Gema berbicara. Ratih sudah menutup mulut pria itu. Kini bibir Ratih memainkan peran utama untuk membungkam mulut suaminya yang terus mengoceh. Bibir tebal, kenyal dan lembut kepunyaan suaminya dia ***** dengan lembut.

Kecupan demi kecupan terus Ratih berikan membuat Gema tak melawan. Bagi Gema, ada perasaan ingin berlari dari situasi ini. Tapi tubuhnya seperti tidak mau melawan.

"Gua pengen lari, tapi badan gua kaya gamau diajak kerja sama. Tapi setelah gua rasa. Terusin aja kali ya hehe," batin Gema.

Saat Ratih sibuk memainkan bibir Gema. Sebuah tangan memeluk punggungnya. Dengan sekejap mata wanita bertubuh mungil itu dibalikan dengan cepat.

Kali ini dia yang terbaring di atas tempat tidur. Sementara Gema yang sudah berada di atas. Merebahkan diri pada tubuh istrinya. Ratih Sempat kaget dengan yang dilakukan Gema. Ternyata suaminya bisa memberikan perlawanan juga.

Saatnya menunjukan siapa raja yang sebenarnya. Gema tak mau hanya menjadi pemain yang pasif. Lalu dengan cepat Gema memegangi pipi istrinya yang keliatan sudah memerah. Keringat mulai mengucur deras melewati lehernya yang putih.

Ingin rasanya Gema mengecup leher itu.

Gema dan Ratih kini saling bertatapan. Kegiatan mereka terhenti sejenak. Mereka seperti sepasang manusia yang saling berperang. Namun saat ini, melakukan gencatan senjata untuk sementara waktu.

"Kamu yakin?" tanya Gema.

Mata pria itu kini sejajar dengan wanita yang berada di bawahnya. Dengan mata sayu dan napas yang masih tersengal seraya menatap Gema. Sebelum melakukannya Gema seperti ingin bertanya kepada istrinya kembali. Karena menurutnya, hal yang akan meraka lakukan adalah bentuk cinta dan komunikasi tertinggi suatu pasangan.

Ratih menggigit jari. Dia hanya mengangguk pelan. Mengisyaratkan hal yang Gema maksud boleh dilakukan. Tetapi sepertinya bukan hanya Gema saja yang ingin seperti hari sebelumnya.

Ratih yang menjadi istrinya juga tak bisa menahan hasrat yang menggebu. Sorot matanya menjelaskan pesan yang bertuliskan aku menginginkan kamu kepada Gema. Menantikan sebuah hal akan terjadi.

Tanpa basa-basi peperangan dilanjutkan kembali. Kali ini pihak Gema melancarkan serangan. Dia ******* bibir istrinya yang tipis. Kemudian lidah mereka saling menari layaknya sebuah dansa.

Mata Ratih menutup. Suara kecupan demi kecupan terdengar jelas. Rasa manis, kenyal dan lembut membuat Ratih tak bisa lepas dari bibir suaminya. Ingin sekali Ratih menciumi bibir itu selamanya. Begitu juga dengan Gema.

Tapi tak hanya sampai di sana. Gema melancarkan serangan selanjutnya. Dia menciumi leher Ratih dengan lembut. Membuat Wanita itu menggeliat. Lalu menatap istrinya dengan perasaan cinta.

Ratih terlihat malu. Pipinya mengeluarkan rona merah. Namun bibirnya masih saja menggigit gemas. Gema hanya tersenyum kemudian melanjutkan apa yang harus dilanjutkan.

Gema menelan ludah, hal yang dia dambakan kini sudah di depan mata. Beragam rintangan Gema lewati hingga sampai di tahap ini. Butuh waktu dan kesabaran agar Gema bisa merasakan kenikmatan dunia, yang kata sebagian orang tiada duanya.

Dengan menghela napas panjang Gema melancarkan aksinya. Melakukan hal yang harus dilakukan. Menunjukan kejantanan layaknya lelaki sejati. Sementara Ratih berusaha menuruti, layaknya seorang istri yang berbakti.

...****************...

Cucuran keringat saling bertukar pada tubuh Gema dan Ratih. Keduanya saling berpelukan ditutupi dengan sebuah selimut. Ratih merebahkan kepalanya pada dada Gema yang bidang. Beradu kulit dengan tubuh yang hangat. Masih terasa sengatan energi saat area sensitif Ratih menyentuh tubuh Gema. Namun, tak berusaha dia hiraukan.

Ratih yang terlihat kelelahan seperti bermanja kepada Gema. Pria itu paham kemudian mengecup kening istrinya. Lalu, mengusap lembut rambut Ratih perlahan secara berirama.

"Aku cinta kamu Dek," bisik Gema.

"Aku juga cinta kamu Mas." Balas Ratih dengan mengelus pipi suaminya.

"Benar kata ustadz, nikah itu satu persen enak. 99 persen lainnya enak sekali haha." Gema terkekeh dalam hati.

Hubungan suami istri yang dia lakukan ternyata menumbuhkan rasa yang tak terduga. Setelah melakukannya. Entah kenapa Gema seperti mencintai istriny. Terlihat dari Gema yang memeluk Ratih erat. Seakan tidak membiarkan wanita itu jauh darinya sedikit pun.

"Dek lagi," celetuk Gema.

"Lagi apa Mas?"

"Perang," bisik Gema.

"Ha? Baru aja selesai. Masa udah aktif lagi Mas?" Ratih tersentak dengan mata terbelalak.

"Hehe, kan udah lumayan lama dek istirahatnya." Gema menyeringai.

"Iya Sayang," ucap Ratih lembut. Lalu mengecup pipi Gema.

"Yess!" Gema mengangkat tangan. Hidungnya kembang kempis karena senang.

"Tapi Mas," papar Ratih dengan wajah yang sedikit takut.

"Kenapa sayang?" tanya Gema.

"Pelan-pelan ya." Ratih menatap Gema, "sakit," tambahnya dengan nada yang manja.

Gema mengangguk dan paham apa yang dikatakan istrinya. Dia menatap alas kasur yang terlihat meninggalkan bekas pertempuran. Memang benar, sepertinya Gema harus melakukannya dengan pelan-pelan dan penuh kasih sayang. Pikir Gema menerawang.

"Eh Dek, Mas mau tanya sesuatu deh." Ucap Gema sambil menyiapkan posisi.

"Apa Mas?" Ratih menghela napas mencoba menenangkan diri.

"Mas kira kamu gatau caranya. Kaya kemaren aja kamu bilang gandengan bisa bikin hamil. Rupanya kamu lebih buas dari Mas."

Ratih menjulurkan lidah lalu berkata, "Hehe maaf Mas. Kemaren aku belum siap. Makanya cari alesan aja."

Karena gemas dengan jawaban istrinya. Gema melancarkan serangannya dengan cepat. Memenuhi ruangan kamar dengan perasaan cinta. Ditemani malam yang menjadi saksi hubungan mereka berdua.

Bagi Gema hal yang mereka lakukan membuat mereka merasa hidup. Tidak mau kehilangan satu sama lain. Perasaan cinta yang membuncah yang belum pernah dirasakan. Saat itu juga Gema merasa bahwa dia mencintai istrinya dengan sangat.

Instagram : rifky.adek

1
Ilmara
Harus sabar2 Gema ngadepin temen kayar erick
Ilmara
gema, gema
Abdy Mensuk
bagus
abdan syakura
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
hi kak Rifky
salken yaa..
Neng Win
br nyimak
Kartika Rika
lanjut Thor
Yessyka June
mantaappp thorrrr....
salam buat urang minang, salam utk urang kampuang awak...
urang minang nihh.. othor orng mana nih??
jd kangen main ka taplau😄
Wiwit Wilowati
lanjut Thor ceritanya bagus banget
dite
😹😹😹😹😹😹😹😹
astaga
Cahaya
Ni othornya cewek/cowok y..
soalnya jarang bgt Nemu novel othornya cowok..ceritanya mnarik, rapih lg,,ga tw dh slanjutnya..
lanjut ja dh,,smangat KK othornya y..
gia anggi🌷
ga ditamatin disini ya?
waduuuh nanggung amat yaa
gia anggi🌷
ya wanita jantan❎
IYA wanita jantan ✅
gia anggi🌷
kirain yg disiapin sarapan special,, rau nya roti susu doank😅
gia anggi🌷
aga aneh yaa...biasanya kan cewe tuh yg ngerasa ketakutan dinikahin pria yg ga dikenalnya
gia anggi🌷
eh ini authornya laki2 yaa...
salken yaa
gia anggi🌷
buahahahah...ga bisa ngebedain apah antara chocochip dan tombol lift🤣🤣🤣
gia anggi🌷
tanya Gema...mestinya
Phi Nindy
hobby banget ya itu jari pencet yang sensitif 😀😂😂
Sutiah
kenapa Thor, kok blm up jg 😯
Cici moci
tenang masih bnyak wktu wt bikin ratih...smgat..😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!