Sebuah kisah cinta Andhara Trisha gadis tomboi berusia 23 tahun dengan seorang OB sebuah hotel,Bagas Pratama cowok berusia 25 tahun.
Di saat Bagas sudah siap untuk meminang Andhara, hadirlah seorang cowok dingin yang mendekati Andhara.
Bagaimana perjalanan kisah cinta mereka?
Siapakah cowok dingin tersebut?
Dan siapakah pelabuhan terakhir cinta Andhara?
Ikuti kelanjutannya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TRIO A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
Pandya menghubungi Andhara bahwa ia telah datang menemui orangtua Andhara, sungguh ini mengejutkan Andhara karena selama ini Andhara belum mengenalkan Pandya dengan mereka. Dan yang mereka tahu cuma Bagas seorang.
Melalui perdebatan yang cukup serius meskipun lewat ponsel, Pandya akhirnya mampu menyuruh pulang Andhara ke Blitar untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.
Kata terakhir bisa berarti sebuah ancaman yang membuat Andhara memang harus pulang adalah (kalau Adik tak pulang berarti tak ada kesempatan lagi untuk bertemu Kakak. Mamaku sudah meninggal dan sekarang ini hanya kamu seorang di hatiku).
Entahlah seperti mimpi saja secepat itu Andhara pulang ke Blitar dengan alasan ingin bertunangan, tentu saja diijinkan selama dua minggu.
Sesampainya di Blitar Andhara sudah membuat janji dengan Pandya ingin ketemuan secara diam-diam. Dan dalam pertemuan tersebut Pandya menyatakan isi hatinya bahwa ingin memiliki Andhara seutuhnya dengan kaki bersimpuh di bawah kaki Andhara yang duduk di hadapannya.
Andhara sangat terharu dengan sikap pernyataan Pandya apalagi saat teringat jika saat ini cowok yang bersimpuh di hadapannya adakah piatu. Piatu yang sangat hormat dan berbakti pada almarhumah sang Mama.
Meskipun belum sempat bertatap muka namun dari cerita Pandya tentang sosok sang Mama, sudah cukup memberikan penilaian luar biasa pada sosok wanita idola Pandya.
"Kak, tapi aku belum bisa menerima lamaran Kakak," ucap Andhara lirih.
"Ya, tapi apa alasannya," kata Pandya dengan kaki tetap bersimpuh di hadapan Andhara.
"Adik belum memutuskan Bagas," ucap Andhara lirih.
"Jadi, karena alasan itu, Adik belum bisa menerima lamaran Kakak?"
Andhara mengangguk pelan, dan Pandya baru beranjak dari posisinya duduk berhadapan dengan Andhara.
"Sebaiknya Adik, Kakak antar pulang dulu. Kuatir orang di rumah menunggu," kata Pandya pelan.
"Baiklah, tapi tak perlu Kakak mengantar pulang. Adik bisa sendiri naik ojek online."
Pandya menggelengkan kepalanya, beranjak dari tempat duduknya dan menarik tangan Andhara sampai tempat parkir. Tampak motor matic berwarna hitam mengkilap terparkir berjajar dengan motor-motor yang lain. Pandya menghentikan langkahnya tepat di dekat motor matic hitam tersebut, mangambil helm yang berada di dalam jok dan memakaikan di kepala Andhara.
Sungguh ini membuat Andhara merasa semakin menaruh hati pada Pandya, cekatan tanpa basa-basi. Pandya menyalakan mesin motornya dan mempersilahkan Andhara duduk di belakang. Dengan pelan Pandya melajukan motornya, udara sore hari sangat terasa sejuk.
"Dik, pegangan ke Kakak ya. Kakak mau kencangin motornya biar cepat sampai," ujar Pandya menarik menggenggam tangan kiri Andhara dengan tangan tangan kirinya. Karena tangan kanan Pandya fokus mengatur kendali laju motor.
Dan dengan ragu-ragu Andhara menyabukkan kedua tangannya di pinggang Pandya. Serontak hati Pandya semakin lega, karena Andhara merespon baik maksudnya.
Dan benar, Pandya melajukan motornya lebih cepat, dengan gesit Pandya mengemudikan motornya. Tapi tetap mematuhi rambu-rambu lalulintas. Saat bersimpangan dengan motor yang sama halnya melaju kencang tapi tampak ugal-ugalan. Posisinya mendahului kendaraan yang lain salah, dia mendahului pada saat melintas jalan dengan tanda gatis putih full.
"Dasar g****k, gak ngerti aturan," gerutu Pandya.
Andhara sangat kaget mendengar gerutuan Pandya.
"Emang kenapa sih Kak, marah-marah gitu,"
"lihat gak barusan, motor yang bersimpangan dengan kita. Seharusnya kalau tanda jalan putih ini full panjang gak putus-putus itu, tak boleh mendahului kendaraan yang lain. Baru kalau tandanya putus-putus boleh mendahului kendaraan yang lain. Paham Adik"
"siap Kak, paham tapi gak mungkin berani Adik berkendara sendirian ke kota."
Pandya tetap fokus pandangannya ke depan, meskipun terkadang mengobrol dengan Andhara.
Akhirnya mereka tiba di rumah Andhara, dan tak tampak kecemasan atapun ketegangan di wajah Pandya, justru Andhara yang cemas karena tidak langsung pulang justru pulang diantar Pandya.
"Assalamualaikum,"
"waalaikumsalam, loh kok bareng Pandya," ucapan Lestari dengan tatapan kurang ramah.
"Iya Bu, tadi Kak Pandya dan aku janjian di stasiun sekalian dia antar aku pulang."
Lestari tampak kecewa karena, kuatir Andhara salah mengenal Pandya. Karena Andhara dan Pandya hanya kenal singkat. Tentunya sebagai seorang ibu, Lestari sangat kuatir dengan masa depan putrinya.
"Masuk dulu Kak,"
"iya," sahut Pandya mengekor di belakang Andhara masuk ke dalam rumah.
Tak berapa lama kemudian Bambang datang, duduk berhadapan dengan Pandya. Tak sedikitpun tampak kegugupan Pandya, tetap tenang dan sopan. Pandya mencium punggung telapak tangan Bambang. Dan mulailah percakapan antara Pandya dan Bapak Andhara.
"Sudah seserius apa kamu dengan Andhara?"
"serius ingin melamarnya Pak?"
"apakah kamu bisa bertanggung jawab dengan ucapan kamu ini. Melamar putriku betarti siap bertanggungjawab padanya baik lahir maupun batin. Tidak cukup sekedar jawaban saja."
"Iya Pak, saya akan mengajak Papa saya untuk membicarakan masalah ini,"
"kenapa hanya Papa kamu, tidak sekalian Mama kamu?"
Deg, seketika wajah Pandya tampak lemas, tubuhnya bergetar dan ia berusaha menetralkan diri dengan meremas-remas jari tangannya.
-Bersambung-
Jangan lupa tekan like ya, komentar juga kasih vote maupun hadiah untuk Author ya
Terimakasih
Salam Manis
TRIO A
wehhh pakaian dinas malam yg membuat Pandya panas dingin 🤪
nah lo siapa yg minta tolong
pandya habis jalan* nanti makan masakan ibu mertua mu yah awas klw ga ku jewer nanti kamu yah🤭🤣
like♥️
Saling dukung ya
Mampir di novelku
GADIS TIGA KARAKTER
mas makanlahhh masakan ibu mertuamu walau tidak sesuai seleramu hargailahhh toh kamu kan tidak setiap hr disitu