Aku masuk ke dalam dunia novel dan menjadi tokoh antagonis yang memiliki kisah hidup yang tragis.
Bagaimanapun juga aku harus tetap hidup! Dan membuatmu jatuh cinta kepadaku...
▫️▫️▫️▫️▫️▫️
100% hasil pemikiran Author. Bukan novel terjemahan.
Genre : fantasy, time travel, misteri, romance.
Time Travel, tapi tidak mengandung unsur reinkarnasi.
▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ThePalecat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32 : Secret
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
" hah? Garpu? Berdarah?".
Semua mata tertuju padaku, tatapan yang berbeda-beda dari mereka membuatku kelagapan.
" ah, itu,".
Otak ku masih berputar-putar memikirkan garpu itu. Hal yang aneh nya, bukankah saat aku menusuk oliver dengan garpu itu hanya ilusi? Kenapa bisa berdarah padahal itu bukanlah hal yang nyata?
Tapi, bagaimana jika aku benar-benar menusuk oliver? Tidak mungkin, sangat tidak mungkin. Oliver masih baik-baik saja setelah ilusi itu. Tapi, kenapa ada darah?.
Atau sekarang aku juga berada dalam ilusi yang dibuat oliver lagi? Ah, aku tidak bisa membedakan nya.
" Kamu terluka?!!!". Teriak joseph lalu mencengkram bahu ku kuat hingga aku meringis kesakitan.
" t-tidak! Aku tidak-".
" kenapa kamu melukai dirimu sendiri?!! Apa aku jahat padamu? Apa hana membuatmu tidak nyaman? Atau ravel tidak bisa menjadi pengawal yang kamu inginkan?!! Aku bisa memecat mereka sekarang". Tanya joseph bertubi-tubi padaku. Mata tajam nya itu masih menatapku intens.
" Y-yang Mulia-". Ucap Ravel dan Hana serentak.
" DIAM KALIAN!!!". Hana dan Ravel langsung mengunci mulut mereka rapat-rapat.
" tenang dulu, aku tidak terluka. Mereka juga sangat baik dan patuh padaku. Jadi, tidak perlu seperti itu". Ucap ku menenangkan joseph.
" Kalian berdua, ". Panggil joseph dingin. Ravel dan Hana terlihat terkejut setengah mati.
Astagadragon! Itu dia mau pecat Ravel sama hana?!! Gue musti gimana?!!.
" Cepat panggil dokter". Aku mengusap dadaku lega.
Mereka berdua mengangguk cepat dan langsung berlari keluar ruangan untuk memanggil dokter sesuai perintah joseph.
" kenapa kamu melukai dirimu sendiri?". Tanya joseph padaku. Aku langsung menggeleng cepat.
" tidak".
" apa kamu mau aku menyingkirkan semua garpu di istana ini? Aku tidak mau kamu terluka, elisha". Ucap joseph lembut.
" aku tidak apa-apa joseph. Percayalah, aku juga tidak tahu kenapa garpu itu ada di kamar". Ucap ku berusaha meyakinkan joseph.
" Elisha, aku sangat mencintaimu, Kumohon jangan membuat ku khawatir lagi. Aku benar-benar takut kehilangan mu".
Joseph meraih tangan kanan ku dan mengecup punggung tanganku lembut. Perlakuan manis nya ini semakin membuat wajahku memerah dan jantung ku berdegup kencang.
" aku tidak akan membuatmu khawatir lagi. Aku janji".
" dokter sudah datang, yang mulia".
" tidak jadi".
Baru saja ravel akan membuka pintu, joseph langsung menarik ku pergi keluar ruangan. Mereka saling bertatapan kebingungan satu sama lain karena kelakuan joseph.
" hei! Kenapa berubah pikiran?".
" aku percaya padamu". Jawab joseph singkat. Aku tersenyum samar, tingkah nya benar-benar imut.
" lalu kita akan pergi ke mana?".
" ketempat rahasia kita". Joseph mempererat genggaman tangan kami.
Aku tersenyum kegirangan mendengar ucapannya. Sudah lama aku dan joseph tidak pergi ke tempat rahasia kami berdua. Tempat tersembunyi yang tidak sengaja kami temukan ketika tersesat di hutan.
Aku tersenyum mengingat kisah itu, saat itu aku masih berusia 12 tahun dan joseph 14 tahun. Aku mengajak joseph, tidak mengajak sebenarnya, tapi memaksa nya untuk pergi bersama ke hutan ketika malam. Aku sangat penasaran karena film-film fantasi yang pernah ku tonton ketika di dunia modern dulu.
Dalam khayalan ku, hutan didunia ini indah dan penuh hal-hal misterius seperti dalam film-film. Nyatanya, ekspetasi tidak sesuai dengan realita. Bahkan hutan di dunia ini lebih mengerikan, tanaman liar yang beracun dimana-mana, dan raungan-raungan serigala yang saling bersahutan menambah kesan suram.
Semakin kami masuk kedalam hutan, tiba-tiba 3 ekor beruang madu mengejar kami berdua. Aku yang sangat ketakutan, langsung menarik tangan joseph dan berlari sekuat tenaga. Dan sialnya jalan yang kami berdua buntu, tebing-tebing yang sangat tinggi menutupi jalan kami.
Aku benar-benar sudah hilang akal lalu memejamkan mataku ketakutan. Aku menyudutkan tubuhku ke dinding tebing tinggi itu dan menutup telingaku dengan kedua tangan agar tidak mendengarkan suara-suara mengerikan.
" buka mata mu".
" ha? Kamu terluka?". Joseph menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Tapi, cairan kental berwarna merah mulai mengalir dari lengan kirinya.
" mana beruang-beruang tadi? Apa yang kamu lakukan pada mereka?".
" aku tidak melakukan apa-apa". Balasnya dingin. Seketika rasa menyesal muncul, jika aku tidak memaksanya untuk pergi kesini mungkin dia tidak akan terluka.
Pergi ke hutan saat malam dan tidak membawa sejata apapun adalah hal yang sangat berbahaya. Aku bodoh sekali.
Aku langsung merobek gaun ku dan mengikatkan nya ke lengan joseph untuk menghambat pendarahan.
" shh..."
" tahan sebentar". Aku mengikat nya pelan-pelan karena joseph terlihat sangat kesakitan.
" maafkan aku, aku seharusnya tidak memaksa mu pergi ke hutan".
" tidak apa, ayo pulang".
Joseph langsung berjalan di depanku dan aku mengekor di belakangnya. Tidak terlihat kesakitan sedikitpun di wajahnya, dan itu membuat rasa menyesal ku semakin bertambah melihatnya.
Waktu itu, aku dan joseph masih belum dekat. Dia selalu dingin dan menghiraukan ku setiap saat.
" wahhh". Aku berdecak kagum melihat tempat yang ada di depan kami.
Sebuah pohon sakura dengan kunang-kunang berterbangan dan dikelilingi kolam yang penuh dengan bungan teratai. Ini adalah tempat terindah yang pernah aku dan joseph temui.
" ayo jadikan ini sebagai tempat rahasia kita". Ucap joseph dan tersenyum padaku untuk pertama kalinya. Senyuman yang menghangatkan hati dan wajah tampan itu membuatku terpana.
" ya". Aku membalas senyuman nya.
" Yang Mulia... Tuan Putri...". Terdengar panggilan yang sudah tidak jauh, dan artinya kami berdua bisa kembali.
Joseph mengenggam tanganku erat. " ayo pergi sebelum mereka mengetahui tempat rahasia kita". Aku tersenyum dan mengangguk cepat.
▫️▫️▫️▫️▫️
" elisha?". Panggil joseph menyadarkan lamunan ku.
" ah, ya?".
" kenapa dari tadi kamu hanya melihat lantai dan tersenyum? Merindukan tempat rahasia kita, hm?". Aku tersenyum manis kepadanya, tentu saja.
Tiba-tiba joseph menghentikan langkah nya lalu mengayunkan tangannya, Ravel langsung datang dan joseph membisikan sesuatu padanya.
Aku kebingungan melihat mereka, ekspresi yang tidak bersahabat di wajah joseph membuat firasat ku buruk. Aku berusaha menguping tapi yang aku dengar hanya,
" arah jam 2".
Tentu saja aku semakin bingung, apa maksudnya itu? Ditambah lagi joseph mulai mengeluarkan aura-aura menyeramkan dan ravel langsung pergi dengan cepat setelah itu.
" joseph? Ada apa?". Pikiran ku mulai bercabang kemana-mana.
" Elisha, bagaimana jika rencana itu kita undur dulu?".
" ha?".
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
Jangan lupa like, comment dan tambahkan ke favorit.
Beri vote dan rating bintang 5 supaya author semakin semangat untuk melanjutkan novel ini.
Salam hangat
_ThePaleCat
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️