Lima tahun yang lalu dia mengubah identitasnya, membuang jauh masa lalunya karna rasa kecewa pada suaminya.
Dan kini di saat dua buah hatinya menanyakan sang ayah, apakah yang akan di lakukan ALEA, akankah dia berkompromi pada hatinya demi kebahagian buah hati tercinta. Atau dia mengabaikan demi gengsi dan harga dirinya walau sebenarnya dia masih sangat mencintai pria tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvi Barta Jadul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Peristiwa lima tahun lalu
Leea masih memeluk tubuh Ziga yang sudah mulai tenang, dia tetap mengelus lembut punggung suaminya seolah ingin menghapus semua beban yang di rasakan pria tersebut.
" Ceritakan padaku apa sebenarnya yang membuat Mamah berubah menjadi membencimu ?" tanya Leea penasaran, karna sepengetahuannya Ayu sangat menyayangi Ziga secara Ziga adalah putra semata wayangnya.
Ziga terdiam, sejujurnya dia belum siap untuk menceritakan itu semua. Tapi bagaimanapun juga Leea pasti akan mengetahuinya. Maka dari itu Ziga memutuskan untuk mengatakannya secara jujur pada Leea.
#Flashback on
Sudah hampir bulan kepergian Via, dan hampir dua minggu itu pula Ziga terus mencari ke semua tempat yang ia ketahui untuk mencari keberadaan Via. Ziga menelantarkan semua pekerjaannya bahkan hampir tak peduli dengan kesehatannya.
Malam itu tepatnya lima tahun lalu, Ziga membenamkan diri dengan minuman keras untuk melupakan semua permasalahannya.
Dia duduk sudut sebuah bar terkenal di negara S seorang diri.
Entah berapa botol minuman yang sudah di tenggaknya. Saat ini dua pasang mata sedang mengawasinya, seorang wanita cantik dengan seorang pria berambut perak. Seringai jahat nampak di wajah keduanya.
"Kali ini aku akan mendapatkannya kemudian menghancurkannya berkeping keping" ucap si wanita kepada pria tersebut.
"Gunakan kesempatanmu sebaik baiknya" ucap si pria mendukung perbuatan wanita tersebut.
Si wanita tersebut berjalan menghampiri Ziga,
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya wanita tersebut sambil menggelayut manja di lengan Ziga.
Ziga yang sudah mulai mabuk berhalusinasi dengan penglihatannya.
"Vi kemana saja kamu sayang?", tahukah kamu aku sangat merindukanmu" ucap Ziga sambil memeluk tubuh wanita tersebut.
Pelukan Ziga di sambut hangat oleh si wanita, kemudian dia segera membawa Ziga meninggalkan tempat tersebut.
Si wanita mengedipkan mata ke arah si pria berambut perak, seringai jahat muncul kembali di bibirnya.
"Tak kusangka kau menjadi lemah karna seorang wanita Ziga" gumam wanita tersebut saat dia membawa Ziga ke salah satu kamar pribadi yang tersedia di bar tersebut.
Sementara itu Danu yang sudah geram dengan kelakuan anaknya datang langsung ke negara S untuk memberi pelajaran bagi putra tersebut. Ziga telah menelantarkan semua pekerjaannya sehingga perusahaan anjlok.
Danu mencari Ziga di Mansionnya tetapi hasilnya nihil. Danu pun segera mencari Erik untuk bertanya, karna satu satunya orang yang paling mengenal Ziga adalah Erik, yang telah mengikutinya sejak kecil.
"Erik, dimana Ziga ?" tanya Danu pada Erik yang sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan yang di tinggalkan Ziga.
"Maaf Tuan, sa-saya tidak tahu keberadaan Tuan Muda" jawab Erik sedikit gugup. Dia tidak ingin Danu mengetahui apa yang sedang terjadi pada anaknya tersebut.
"Jangan bohong padaku Rik" ucap Danu sedikit marah, dia tahu Erik pasti menutupi segala perbuatan Ziga, karna dia sangat menghormati dan juga menyayangi Tuan Mudanya tersebut seperti saudara kandung.
"Aku bertanya sebagai seorang ayah bukan sebagai Tuanmu" lanjut Danu yang sudah menganggap Erik sebagai anaknya sendiri.
Erik terdiam, dia tidak mau berkhianat pada Ziga , akan tetapi dia juga tidak mungkin membohongi Danu yang sudah begitu baik pada dirinya dan juga keluarganya.
"Tu-Tuan Muda pergi ke bar Tuan" jawab Erik pada akhirnya, dia memutuskan untuk bicara sejujurnya pada Danu.
Danu menggebrak meja yang ada di hadapannya membuat Erik berjengkit karna terkejut.
"Apa yang di lakukan anak itu, dia sudah menikah tapi masih tidak bertanggung jawab" umpat Danu kesal.
"Cepat antar aku kesana" ucap Danu pada Erik.
Erik akhirnya hanya bisa menuruti keinginan Danu, walau sebenarnya dia tidak berniat mengkhianati Ziga.
Setibanya di Black X bar tempat biasa Ziga berkunjung, Erik dan Danu pun langsung mencari cari keberadaan Ziga. Tetapi setelah beberapa lama mencari dia sama sekali tidak menemukan keberadaan Tuannya tersebut.
"Apa kau melihat Tuan Muda Ziga?" tanya Erik kepada salah seorang pelayan di sana. Ziga dan Erik memang sering mengunjungi bar tersebut semenjak kepergian Via jadi tak heran jika para pelayan di sana sudah mengenal mereka.
"Tadi saya melihat Tuan Muda bersama seorang wanita masuk ke dalam sebuah ruangan pribadi" jawab pelayan tersebut jujur.
Seketika Danu meradang mendengar jawaban pelayan tersebut.
"Cepat tunjukan dimana ruangan tersebut" bentak Danu, dia sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi.
"Ba-baik Tuan" jawab pelayan tersebut ketakutan, dia pun dengan segera mengantar Erik dan Danu menuju ruangan tempat Ziga berada.
Ternyata ruangan tempat Ziga berada di jaga oleh dua orang bodyguard suruhan wanita yang membawa Ziga tadi.
"Cepat buka pintunya" perintah Danu pada kedua orang tersebut.
Tapi ternyata kedua orang tersebut malah menyerang Danu dan Erik, beruntung Erik memiliki ilmu beladiri yang cukup tinggi, jadi dia dapat dengan mudah mengalahkan kedua orang tersebut.
Danu pun segera menendang pintu ruangan tersebut, betapa terkejutnya dia ketika melihat Ziga berada di dalam sana dengan seorang wanita yang tengah duduk di pangkuannya. Ziga dalam keadaan mabuk dan bertelanjang dada, sedangkan wanita itu sendiri dalam keadaan setengah telanjang.
"Dasar anak kurang ajar" umpat Danu dengan segera menarik tangan Ziga sehingga membuat Ziga dan Sarah yang tengah duduk di pangkuannya terjatuh.
"Dan kau *******, masih saja kau mengganggu anakku yang sudah menikah" bentak Danu pada Sarah.
"Erik cepat hubungi pihak kepolisian wanita ini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya" perintah Danu pada Erik yang sedang membantu Ziga untuk berdiri.
"Apa Anda tidak salah Tuan, harusnya aku yang minta pertanggung jawaban anak Anda karna telah melecehkan ku" ucap Sarah dengan sombong.
"Tanggung jawab, dalam mimpimu" bentak Dahulu lagi.
"Kau pikir aku tidak tahu perbuatanmu menyabotase pesta ulang tahun perusahaanku" ucap Danu dengan marah.
Sarah pun seketika menjadi ketakutan, dia berusaha untuk melarikan diri dari tempat itu, tapi ada Erik yang menghalangi jalannya.
"Anda mau kemana Nona?" tanya Erik sambil mencekal pergelangan tangan Sarah.
"Ahh" Sarah meringis ketakutan.
"Apa yang Papah lakukan, Papah menyakiti istriku" ucap Ziga tanpa sadar karna pengaruh alkohol.
Danu semakin meradang mendengar ucapan putranya, kemudian dia menampar Ziga dengan kuat sehingga membuat Ziga terjungkal.
"Istri katamu, kau lihat baik-baik siapa wanita ****** itu" ucah Danu penuh dengan emosi.
Ziga pun menatap wajah Sarah dengan bodohnya.
"Kau kau bukan istriku, kau bukan Via" ucap Ziga yang kesadarannya masih belum pulih.
Ziga pun terduduk di lantai dalam keadaan lemas.
"Via mengapa kau pergi meninggalkanku sayang" lirih Ziga yang masih dapat di dengar oleh Danu.
"Pergi meninggalkanmu?" tanya Danu tak yakin.
"Jelaskan apa yang sebenarnya terjadi Erik?" tanya Danu pada Erik, karna dia pikir tidak akan ada gunanya bertanya pada Ziga yang tengah mabuk.
"Ah itu Tuan" jawab Erik gugup, dia tidak tahu harus menjawab apa, karna Danu dan Ayu sangat menyayangi Via dan selama ini mereka belum tahu kalau Via telah meninggalkan Ziga.
"Via pergi meninggalkanku, karna aku menyakitinya" jawab Ziga meracau karna masih terpengaruh alkohol.
"Aku sangat mencintainya, walau pernikahan kami awalnya hanya pernikahan kontrak tapi kini aku benar benar mencintainya.
"Pernikahan kontrak?" ucap Danu sambil memegang dadanya. Dia tidak menyangka pernikahan putranya tersebut adalah sebuah pernikahan kontrak. Danu pun langsung tak sadarkan diri karna tak kuat lagi menahan sakit di dadanya.
#Flashback off
Leea terdiam mendengar semua penjelasan Ziga, dia masih mencerna apa yang baru saja di dengarnya.
"Maafkan aku, ini semua salahku"ucap Leea setelah cukup lama terdiam.
"Apa yang kau katakan sayang, semua bukanlah salahmu" ucap Ziga sembari membelai lembut rambut istrinya tersebut.
"Jika aku tidak pergi meninggalkanmu, kau tidak akan seperti itu dan Papah juga tidak mungkin meninggal, lalu Mamah tak akan membencimu" ucap Leea penuh penyesalan, dia pun terisak di pelukan Ziga.
"Jangan menyalahkan dirimu sayang, semua sudah takdir Tuhan" ucap Ziga sembari mengecup puncak kepala Leea.
Leea semakin membenamkan wajahnya di dada Ziga, dia merasa bersalah atas semua yang terjadi di keluarga suaminya tersebut.
Ziga sendiri berusaha menenangkan Leea, dia tidak tahu istrinya pasti merasa bersalah jika dia menceritakan semua yang terjadi setelah kepergiannya. Akan tetapi Ziga tak punya pilihan lain, karna suatu saat Leea pasti akan mengetahuinya.