NovelToon NovelToon
WANITA SAMARAN UNTUK CEO

WANITA SAMARAN UNTUK CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Pengganti / Tamat
Popularitas:19.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Widya Pratiwi

Demi pergi bersama selingkuhannya seorang wanita bernama Camila tega menempatkan saudari kembarnya bernama Camelia disisi suaminya bernama Dion. Camila lebih memilih pria selingkuhannya lantaran Dion selalu saja bersikap kasar dan menyiksanya saat sedang kesal kepadanya.

Malam pertama ketika Camelia berada di kediaman Dion, semua pelayan merasakan sesuatu yang janggal pada sikap Camelia yang mereka anggap adalah Camila. Tentu saja karena Camelia dan Camila memiliki sikap yang sangat bertolak belakang, lagipula tidak ada yang mengetahui bahwa Camelia dan Camila adalah saudari kembar termasuk Dion.

Bagaimana hari-hari yang akan dijalani Camelia sebagai wanita samaran untuk Dion?
Apakah Camelia bisa menempatkan dirinya sebagai Camila tanpa sepengetahuan Dion?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widya Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku juga korban!

Dion terbangun sembari meringis lantaran kepalanya terasa sakit akibat pengaruh minuman beralkohol yang ia minum semalam. Ia duduk di atas ranjang itu dan melihat pakaian yang kenakan semalam berceceran di lantai kamar. Dion lantas membuka selimut yang membalut tubuhnya dan mendapati dirinya sedang tidak mengenakan sehelai benang pun. Ia pun berusaha untuk mengingat kembali apa yang telah terjadi padanya.

"Aaaahh, aku melakukannya lagi dengan wanita itu!" ucap Dion kesal pada dirinya sendiri.

"Aku juga mengatakan semua yang aku ketahui mengenai dia! Aaahh, bodohnya aku ... gara-gara mabuk aku mengatakan semua rencanaku untuk membalas mereka!" ucap Dion lagi.

Lalu Dion melirik Camelia yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan bathrobe saja ditubuhnya. Lirikan Dion tersebut sama sekali tidak dibalas oleh Camelia yang terus melangkah menghampiri lemari pakaian.

Camelia merasa dirinya tidak perlu malu lagi di hadapan Dion, lantaran ia berpikir Dion sudah lebih dari sekali melihat tubuhnya dalam keadaan polos. Camelia pun mengenakan pakaiannya dihadapan Dion yang sedari tadi terus meliriknya. Dion merasa tidak senang karena pagi itu ia melihat Camelia tampak rapi.

"Mau kemana kau?" tanya Dion.

"Aku ingin mengunjungi ibuku!" sahut Camelia.

"Evelin?" ujar Dion sembari menyunggingkan senyumnya.

Camelia yang sedang duduk di depan cermin lantas menoleh dan menatap Dion dengan tatapan kesal.

"Apa? Kenapa kau kesal? Aku kan hanya bertanya saja!" ucap Dion lagi.

"Kau bahkan sudah tau siapa aku dan masih ingin mempermainkan aku, hah?" teriak Camelia kesal.

"Kau dan keluargamu yang sudah mempermainkan aku! Apa kau ingin memutar balikkan fakta, hah?" balas Dion berteriak kepada Camelia.

"Mereka bukan keluargaku! Aku hanya memiliki seorang ibu di dunia ini yang sedang terbaring dirumah sakit yang kita lewati semalam!" pekik Camelia semakin kesal.

Dion lantas emosi lalu turun dari ranjang itu dan menghampiri Camelia kemudian mencengkram lengan serta wajahnya dengan kasar.

"Kalau kau menganggap Baren dan Camila bukan keluargamu, lalu kenapa kau merasa bersalah saat kau bercinta denganku?" tanya Dion sembari mencengkram wajah Camelia dan menatapnya bengis.

"Kau bilang kau bukan pria bodoh kan, lalu kenapa kah masih bertanya kenapa aku berusaha menolakmu semalam? Kau dan aku tidak memiliki hubungan apa-apa, bukan ... jadi sebaiknya kau lepaskan aku!" sahut Camelia membalas tatapan Dion dengan tatapan yang mematikan.

"Sampai mati pun aku tidak akan melepaskanmu! Kau juga harus ikut merasakan apa yang akan keluargamu rasakan ketika aku membalas perbuatan mereka nanti!" ujar Dion semakin kuat mencengkram wajah Camelia.

"Aku sudah katakan padamu bahwa mereka bukan keluargaku!" teriak Camelia sembari berontak untuk terlepas dari cengkraman Dion.

"Aku tidak perduli hubunganmu dengan mereka ... yang aku tau kau adalah bagian dari mereka dan sudah ikut menipuku!" ujar Dion lagi.

"Aku juga korban dari mereka!" teriak Camelia menegaskan.

"Jangan berteriak padaku atau aku akan membuat hidupmu lebih menderita dari sebelumnya!" ancam Dion.

Dion lalu menghempaskan tubuh Camelia dengan sedikit mendorongnya hingga Camelia jatuh ke lantai kamar. Dion lantas mengutip pakaiannya serta mengenakannya.

"Kau akan tetap berada di kamarmu ... tidak ada satu orang pun yang bisa mengizinkanmu keluar dari kediaman ku!" ucap Dion kemudian melangkah keluar dari kamar tersebut lalu mengunci pintunya dari luar.

Tau bahwa dirinya kembali dikurung dalam kamar itu dan kembali gagal untuk mengunjungi ibunya yang berada dirumah sakit, Camelia hanya bisa mengumpat Dion habis-habisan sambil berteriak kesal. Sementara Dion lebih memilih untuk mengacuhkan semua umpatan Camelia untuk dirinya dan terus melangkah pergi menuju ruang kamarnya.

Setelah puas berteriak sembari mengumpat Dion habis-habisan, tak ada yang bisa Camelia lakukan lagi selain menangis sejadi-jadinya lantaran dirinya tidak bisa pergi untuk melihat kondisi ibunya dirumah sakit. Perasaan dendam terhadap Baren, Camila serta Evelin semakin menumpuk dihatinya karena apa yang terjadi pada Camelia saat ini adalah perbuatan mereka.

"Aku akan membalas mereka dua kali lipat rasanya dari ini! Lihat saja nanti!" ucap Camelia dengan perasaan dendam yang kian menumpuk dihatinya.

Diruang tengah Fara menghampiri Bella yang sedang membersihkan perabotan disana sembari menemani Lisa yang sedang belajar mewarnai.

"Bella, apa kau mendengar apa yang terjadi pada tuan Dion dan nyonya Camelia?" tanya Fara.

"Tentu saja!" sahut Bella.

"Haaah, bagaimana kita akan menjodohkan mereka kalau mereka terus saja bertengkar? Bahkan tadi sebelum tuan Dion pergi dia menitipkan kunci kamar nyonya Camelia padaku ... itu berarti tuan Dion mengurung nyonya Camelia lagi!" kata Fara tampak khawatir pada Camelia.

"Itu masih mendingan kita bisa menemui nyonya Camelia untuk membujuknya agar dia mau bersikap baik pada tuan Dion!" sahut Bella.

"Apa maksudmu?" tanya Fara bingung.

"Kalau ingin menjodohkan mereka berdua, kuncinya hanya satu yaitu pada sikap nyonya Camelia! Menurutku untuk mengambil hati tuan Dion masih bisa dibilang mudah, karena seperti yang kau lihat sendiri bagaimana cara tuan Dion menatap nyonya Camelia semalam!" sahut Bella menjelaskan.

"Ya, menurutku tuan Dion mulai tertarik pada nyonya Camelia!" kata Fara.

"Nah, tugas kita sekarang adalah membujuk nyonya Camelia untuk bersikap baik pada tuan Dion!" kata Bella.

"Bagaimana caranya? Sikap tuan Dion pada nyonya Camelia pasti akan membuat nyonya Camelia semakin membencinya!" tanya Fara.

"Nanti siang saat kita membawakan makan siang untuk nyonya Camelia, aku akan berusaha membujuknya dan kau hanya perlu membantuku saja! Aku yakin kali ini pasti berhasil!" kata Bella sembari menyeringai.

"Aku harap kau tidak melakukan kesalahan yang akan memperburuk semuanya!" ujar Fara meragukan Bella.

"Huh, kau selalu saja meragukan kemampuan ku!" gerutu Bella sewot.

"Bella, apa aku boleh membantu kalian menjodohkan papa dengan Camelia?" tanya Lisa.

"Tidak!" seru Bella dan Fara serentak.

"Huh, dasar menyebalkan!" gerutu Lisa ikutan sewot.

Siang harinya Fara dan Bella pun mendatangi kamar Camelia dengan membawakan makan siang untuknya. Fara membuka pintu kamar dan melihat Camelia sedang meringkuk di atas ranjang sambil menangis. Fara dan Bella menghela nafas panjang lantaran kasihan dengan kondisi Camelia saat itu.

"Nyonya, kami membawakan makan siang untuk anda," ucap Fara pada Camelia.

"Terima kasih, Fara ... tapi aku sedang selera apapun." sahut Camelia.

Bella meletakkan makanan-makanan itu diatas meja, lalu ia mendekati Camelia yang masih meringkuk di ranjang.

"Nyonya, apa anda tidak lelah seperti ini?" tanya Bella mulai membujuk Camelia.

"Aku bahkan ingin mati saja!" sahut Camelia.

"Kalau anda mati bagaimana dengan ibu anda? Apa anda tidak kasihan padanya? Dia pasti sedang menanti anda disana!" kata Bella.

Camelia kembali terisak saat Bella menyinggung perihal ibunya.

"Apa yang bisa aku lakukan saat ini,  Bella? Semenjak aku masuk kerumah ini aku tidak bisa keluar lagi, hiks...hiks...hiks...." ucap Camelia menangis.

"Nyonya, anda bisa keluar masuk rumah ini dengan mudah asalkan anda bisa mengambil hati tuan Dion!" kata Bella.

1
petronela naimnule
Kecewa
petronela naimnule
Buruk
Dg Nambung
Luar biasa
Mamah Anisah
seru
Winda Puspa Anggraeni
ok
siti yanti
Hadeeuuhh bang Navier yang pingsan mulu nih
Panjilah Panjilah
MMG best mantap
Ica Susanti
sayang boleh tapi otak dipake buat berpikir klu sudah begitu kan yg rugi siapa
siti yanti
baca ke 3 kalinya tak bosan2 juga,selalu aja kangen kesomplakan,kegesrekan dan kocaknya para penghuni ini novel eh bukan ci author yg benar hihi, lope lope looe sakebon lah bwt ci author tercintah emuuaach
siti yanti
hahahaha cara daddy Simon sayang sama anaknya agar segera dirilis calon cucu dan segera launcing
siti yanti
wakwakwakwakwakwak haduuh Adam kocak somplak abis calon pamud
siti yanti
Sampe sakit ni perut ketawa ngakak ngikik ngekek benar2 Lucas somplak bin gesrek abis
siti yanti
hehehehe Camila dapat lawan yang sepadan yaitu Lucas
siti yanti
Seteah Navier ada Lucas
Kevinasaputri Putri Vina
🤣🤣🤣🤣
❀∂я🄼🄾🄾🄽 ɾαʝα 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
dibongkar sama lisa 🤣🤣🤣
❀∂я🄼🄾🄾🄽 ɾαʝα 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
🤣🤣🤣
Sundari Sekariputi
ceritanya bgs thor 👍👍👍
chaaa
kocak bgt Camelia ini 🤣
chaaa
pantes Dion benci penghianatan. ternyata udh pernah d selingkuhi sblum nya sama mamanya Lisa.dan skrg sama si Camila..sebenar nya Dion ini baik kalau org itu setia..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!