NovelToon NovelToon
AKU NYAMAN BERSAMAMU

AKU NYAMAN BERSAMAMU

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:238.6k
Nilai: 5
Nama Author: L. ROSA

Frida yang seorang wakil direktur perusahaan lebih memilih hidup sederhana di desa dengan seorang pemuda desa yang telah memikat hatinya sejak dipersatukan dalam pernikahan terpaksa di masa lalunya ketika usianya masih 18 tahun. Herdi, nama lelaki itu, telah menerima dirinya apa adanya dan mau menikahinya walau dirinya pernah depresi dan hamil karena menjadi korban perkosaan. Ketulusan Herdi dan kebaikannya tidak dapat dilupakan oleh Frida walau Papanya telah memaksa mereka berpisah setelah bayi itu lahir. Bahkan Herdi memohon agar bayi itu dirawat olehnya sebagai kenang-kenangan Frida. Pak Danu, papa Frida tentu saja senang dan tak perlu repot menyembunyikan bayi yang tak diharapkan itu. Setelah beberapa tahun kemudian, cinta Frida dan Herdi tak tergoyahkan. Cinta mereka penuh perjuangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon L. ROSA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 TENTANG NATHAN

Nathan, Pria berusia 27 tahun, seorang GM Hotel D, teman Galih dari kecil, dengan tubuh atletis dan wajah blasteran karena Maminya blasteran Indonesia -Australia menjadi daya tarik para kaum hawa untuk mendekatinya.

Tapi hati Nathan sudah tertambat pada seorang gadis kecil yang dulu selalu di kuncir dua, yang selalu dijahilinya, yang kini tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik.

Cinta pertamanya yang belum sempat diucapkan karena setelah lulus SMP, kedua orangtuanya pindah ke Australia. Dan sekarang sudah 2 tahun keluarganya kembali lagi untuk menetap di Jakarta.

Di Australia, banyak gadis-gadis yang mendekatinya.

Cantik-cantik dan pandai. Tapi entah mengapa Nathan tidak tertarik. Ada satu orang gadis yang selalu mengikutinya di sekolah. Kemanapun Nathan pergi, gadis itu menempel tanpa bisa dicegah. Gadis yang berasal sama dari Indonesia yang bernama Sherly. Mungkin karena di sekolah itu Nathan satu-satunya teman Indonesianya, Sherly jadi tidak sungkan untuk meminta bantuan ataupun mengajaknya mengobrol.

Hingga kuliah, walau mengambil jurusan yang berbeda, Sherly tetap mengikutinya. Sehingga banyak yng mengira mereka pacaran. Nathan tak mau mengajak Sherly ke rumahnya walau Sherly sangat ingin berkenalan dengan keluarga Nathan. Untunglah kini Nathan kembali ke Indonesia. Walau Sherly masih mengganggunya dengan chat-annya, yang kadang di balas kadang tidak oleh Nathan.

Di hati Nathan hanya ada Frida, adik teman masa kecilnya. Pertama ke Jakarta lagi, Nathan menghubungi Galih. Dari Galihlah Nathan tahu bahwa Frida sedang kuliah di Inggris. Juga mengenai kedatangan Frida ke Jakarta dan pengangkatan Frida menjadi Wakil Direktur AMC Group.

"Nathan, perkenalkan gadismu ke Mami. Kamu belum pernah mengajak seorang gadis ke sini," kata Maminya.

"Sabar, Mami. Gadisku baru datang dari luar negeri," jawab Nathan.

"Siapa gadis itu? Apa Mami pernah melihatnya?" tanya Maminya penasaran.

"Nanti Mami juga akan tahu," jawab Nathan, membuat Maminya makin penasaran.

Dan ketika pertemuan tak sengaja Mami dan Papi dengan keluarga Pak Danu di Restauran Seafood, barulah Maminya mengerti. Ternyata gadis yang dimaksud Nathan adalah Frida. Tentu saja Mami merasa senang. Karena Mami sudah mengenal sejak lama keluarga Pak Danu.

Nathan selalu bertanya tentang Frida ketika Pak Danu pada suatu kesempatan berkunjung ke rumah Pak Roni setelah keluarga Pak Roni tiba di Tanah Air lagi. Dari Pak Danulah Nathan tahu bahwa Frida belum punya kekasih.

Nathan semakin senang karena Pak Danu mendukungnya untuk bertunangan dengan Frida. Mulanya pertunangan akan dilakukan bulan depan. Tapi Pak Danu kemudian memberitahu bahwa bulan depan agenda Frida sangat padat. Jadi Pak Danu meminta Nathan untuk mempercepat acara pertunangan itu.

Nathan sangat bahagia karena akhirnya acara pertunangan dirinya dengan Frida dapat terwujud dan berjalan lancar. Nathan tak henti-hentinya menatap Frida sewaktu saling menyematkan cincin pertunangan. Nathan pun dapat mencium kening Frida tanpa penolakan.

"Frida pulang dari kantor nanti aku jemput ya," kata Nathan pada suatu siang.

"Enggak usah Kak. Aku bawa mobil sendiri," jawab Frida.

"Ayolah Frida. Kita belum pernah jalan berdua sejak kita tunangan. Aku sudah minta izin ke Papamu buat ngajak kamu jalan," kata Nathan.

Frida berdecak. Nathan selalu saja menggunakan Papanya sebagai kelemahannya. Karena Frida pasti tidak bisa menolak bila sudah seizin Papanya.

"Baiklah," jawab Frida. Jawaban Frida membuat Nathan tertawa senang.

.

"Aku jemput jam 5 ya. Tunggu aku, my love," bisik Nathan di ponsel. Frida menghempaskan tubuhnya ke belakang, di sandaran sofanya yang nyaman.

Lamunannya melayang pada beberapa tahun silam, ke masa kecilnya. Waktu itu ia yang masih kelas 1 SD selalu dijahili Nathan yang kelas 4. Rambutnya yang dikucir 2 selalu dijahili Nathan dengan menarik kuciran Frida, hingga Frida menangis. Tapi anehnya bila ada anak laki-laki lain yang menjahilinya, Nathan akan ikut marah seperti Galih, hingga berkelahi dengan anak laki-laki itu.

Pernah pula sewaktu kelas 5, Frida kebingungan mencari buku latihan matematikanya yang ditinggalkannya sewaktu istirahat. Tahu - tahu setelah hampir menangis, Nathan memberikan buku itu pada waktu jam pelajaran matematika dimulai. Sekolah Nathan dan Frida memang satu Yayasan yang mendirikan sekolah dari TK sampai SMA. Jadi ia tidak tahu ada anak SMP yang berkeliaran ke kelasnya menjahilinya, yang ternyata Nathan.

Tok

Tok

Tok

Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Frida.

"Masuk!" kata Frida. Pintupun terbuka. Salma masuk.

"Bu, ada Pak Nathan," kata Salma.

"Suruh masuk," jawab Frida.

Tak lama setelah Salma keluar, Nathan pun masuk.

"Sore cantik. udah siap belum?" tanya Nathan.

"Kalau gak jadi gimana?" Frida balik bertanya.

"Kok enggak jadi sih? Aku udah ke sini. Memangnya ada apa? Kenapa?" tanya Nathan sambil menghampiri Frida yang masih duduk di kursi kerjanya.

"Kak Nathan, mengapa Kak Nathan bertunangan denganku tanpa bertanya padaku terlebih dahulu?" Frida bertanya yang menjadi unek-uneknya.

"Memangnya harus bertanya apa? Bukannya kamu udah setuju?" Nathan balik bertanya juga.

"Seharusnya sebelum ke rumah, Kak Nathan bertanya langsung padaku dulu," seru Frida, "Kak Nathan enggak nanya, apa aku mau atau enggak bertunangan? Bahkan tidak bertanya, apa aku juga cinta atau enggak pada Kak Nathan," ucap Frida.

Nathan terkekeh. Kemudian mengambil tangan Frida dan menggenggamnya.

"Aku sudah yakin, kamu enggak akan nolak," kata Nathan.

"Pe-de sekali! Mungkin bagi gadis lain iya. Tapi bagiku ...," Frida tidak meneruskan kata-katanya. Karena Nathan sudah membungkam bibir Frida dengan bibir Nathan. Setelah beberapa detik, Frida barulah menyadari rasa keterkejutannya atas tindakan Nathan, Frida mendorong tubuh Nathan. Nathan terhuyung, setelah dapat menguasai diri, ia dapat berdiri tegak.

"Aku enggak suka penolakan! Jadi kupastikan kamu gak akan menolakku!" Nathan memegang lengan Frida kemudian menyeretnya ke luar ruangan.

"Aku bisa jalan sendiri!" Frida menepis tangan Nathan. Kemudian berjalan cepat menuju lift, diikuti Nathan. Salma cuma melihat dua orang itu dengan bingung.

Di dalam lift, Frida diam saja. Ia masih kesal atas tindakan Nathan. Nathan yang melihat Frida diam saja merasa tidak enak. Nathan merasa bersalah.

"Maafkan tindakanku tadi. Kuharap kamu mengerti. Itu kulakukan karena aku sangat mencintaimu. Dari dulu. Dari aku SMP," kata Nathan.

Frida yang tadinya acuh, jadi terbelalak. Tidak menyangka.

"Ya, aku naksir kamu sejak aku SMP. Aku tak sempat memberitahumu karena aku keburu pindah ke Australia," kata Nathan lagi, "Mungkin dari SD karena aku suka ngejahili kamu, aku jadi gak bisa ngelupain kamu. Aku selalu teringat gadis manis berkuncir dua."

Ting! Lift telah sampai di lantai dasar. pintu lift pun terbuka, Nathan dan Frida keluar dari lift. Banyak karyawan yang berpapasan dengan mereka menunduk hormat. Frida dan Nathan tersenyum pada mereka, kemudian berjalan menuju mobil Nathan. Nathan membukakan pintu mobil untuk Frida. Setelah Frida masuk dan duduk, Nathanpun mengitari mobil dan membuka pintu untuknya kemudian duduk dibelakang kemudi. Mobil pun mulai meninggalkan gedung itu. Sementara itu Frida menelpon supirnya agar mengantarkan mobil Frida ke rumah, karena Frida naik mobil Nathan.

*****

HAPPY READING

HAPPY WEEKEND

1
aira aira
bagus
auliasiamatir
aku setia pada mu kak
auliasiamatir
gelar barunya ok juga tuh Frida buk bos
auliasiamatir
langsung banyak fans nya yah frida
auliasiamatir
sumpah keren kak
auliasiamatir
selamat yb herdi dan Frida
auliasiamatir
marahin aja author nya herdi.. dia yang nyuruh kita datang ,
auliasiamatir
hore... kita di undang dong Frida, mau dandan cantik nih buat kondangan
auliasiamatir
akhirnya si Danu yang keras kepala ngasih restu juga.
Nyoman Kusumayani
lanjut
auliasiamatir
aku puas baca part ini, tapi aku stop dl kak, mau masak dl nih
auliasiamatir
pengen kasih 11 jempol buat kak Lia Rosita
auliasiamatir
jadi sedih 😭😭😭
auliasiamatir
akhirnya... kk author bikin aku mewek lagi
auliasiamatir
hahaha mampus si Danu
auliasiamatir
pasti di tolak sama Danu sialan itu
auliasiamatir
yah... pak Danu gak dapat membatu sesuai yang dia mau kkkkkkk
auliasiamatir
lama lama Frida jadi goblok yah
auliasiamatir
jadi malas sama Frida,
Lemod
kalau gak suka yah jangan mau dibpaksa dong.
auliasiamatir
kalau aku jadi Frida, aku kabur deh, masa ia gak punya peluang kabur..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!