NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Aruna

Cinta Untuk Aruna

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:386.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fhatt Trah

JANGAN DIBACA !!!
Cerita ini tidak akan sesuai harapan kalian. Nanti menyesal.

S1 : END

Kehilangan orang tua membuat Aruna harus berjuang demi rupiah untuk biaya hidupnya dan untuk membiayai adiknya yang masih duduk di bangku sekolah.

Berkat sepupunya akhirnya Aruna mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan yang cukup besar meskipun hanya sebagai Cleaning Service.

Namun siapa sangka dua pria tampan,putra dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja itu justru menaruh hati padanya. Dan di sisi lain ada sang sekretaris yang selalu berusaha menyingkirkannya demi mendapatkan sang pujaan hatinya.

Disinilah sebuah kisah cinta segi tiga di mulai. Hingga akhirnya kisah cinta ini membuatnya terjebak di antara dua hati. Membuatnya harus memilih cinta diantara dua cinta.

S2 : END

Hadirnya kembali sosok yang telah pergi tanpa pamit meninggalkan Aruna dan telah membawa separuh hatinya itu. Menghadirkan kebimbangan. Dan menjadi duri dalam kehidupan rumah tangganya. Akankah Aruna akan kembali ke dalam pelukannya dan mengakhiri rumah tangganya?

Ikuti kisahnya ...

ig@fhatt87


Cerita ini hanyalah fiksi. Tidak lebih hanya khayalan semata. Mohon maaf bila terdapat kesamaan tokoh,karakter,latar hingga alir cerita. Karya ini murni hasil pikiran penulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fhatt Trah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CUA Bab 33

Entah kemana langkah kakinya akan membawanya kini. Aruna terus saja melangkahkan kakinya tanpa arah. Tak tahu harus ke mana. Yang dia inginkan saat ini hanyalah pergi menjauh.

Kejadian tadi sudah cukup membuatnya sadar bahwa selama ini dia telah di bohongi. Dia telah mencintai orang yang salah. Sakit rasanya hati ini. Tanpa Aruna sadari, air matanya kini jatuh membasahi pipinya.

Aruna semakin mempercepat langkahnya kala terdengar suara Bram yang terus memanggil namanya dan masih berusaha mengejarnya. Aruna tidak peduli meski ada banyak pasang mata yang memperhatikannya, bahkan ada yang mencibirnya begitu melihat Bram yang tengah mengejarnya saat ini.

"Aruna,tunggu. Aku bisa jelasin ini. Tolong dengarkan dulu penjelasan ku." Seru Bram dari kejauhan sambil terus mengejar Aruna.

Aruna tetap tidak menghiraukan Bram yang sedari tadi terus memanggilnya. Yang ada dalam pikirannya saat ini adalah pergi yang jauh,menjauh dari orang yang tega membohonginya selama ini.

Aruna terus melangkahkan kakinya dengan cepat, melewati lobby kantor, melewati berpasang-pasang mata yang menatapnya heran. Hingga akhirnya langkahnya terhenti karena tanpa sengaja dia menabrak punggung seorang pria.

Hampir saja Aruna jatuh. Beruntung dengan sigap pria itu berbalik dan meraih pinggang Aruna dalam dekapannya sebelum Aruna jatuh ke lantai.

Seketika tatapan mata mereka pun beradu.Tatapan teduh pria itu seketika membuat Aruna merasa malu. Malu akan keadaan dirinya saat ini.

Dengan pelan pria itu pun melepaskan tubuh Aruna dari dekapannya.

"Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Pria itu yang tidak lain adalah Dicko.

Aruna mengangguk pelan sembari menyeka air mata yang telah terlanjur membasahi pipinya itu.

"Aruna," seru Bram begitu dia mendapati Aruna sedang berdiri bersama Dicko.

Serentak Aruna dan Dicko menoleh ke arah Bram yang melangkah perlahan menghampiri mereka.

"Aruna, bisa kita bicara sebentar?" pinta Bram.

"Maaf, saya permisi dulu." Aruna malah memilih pergi untuk menjauh dari Bram daripada mendengarkan penjelasan Bram perihal apa yang baru saja terjadi di antara mereka.

Namun langkah kakinya tertahan karena Bram mencekal lengannya dengan kuat.

"Tolong dengarkan dulu penjelasanku." Pinta Bram sekali lagi.

Aruna masih tidak mempedulikan permintaan Bram. Dengan sekuat tenaga dia berusaha melepaskan cengkeraman Bram dari lengannya itu.

Melihat Aruna yang tampak kesakitan oleh cengkeraman tangan Bram itu, tiba-tiba saja Dicko meraih tangan Bram dan memintanya melepaskan tangan Aruna.

Entah ada hubungan apa di antara mereka berdua, tapi Dicko tidak bisa melihat Aruna kesakitan seperti itu.

Dan hal itu membuat Bram menatap heran pada Dicko.

"Lepaskan tangan kamu. Kamu tidak lihat dia kesakitan seperti itu?" pinta Dicko.

"Ini antara aku dan dia, Kak Dicko tolong jangan ikut campur," kata Bram masih dengan tangan mencengkeram lengan Aruna.

"Dia karyawan ku, jadi ini juga jadi urusan ku."

"Tapi dia pacarku, kekasihku, dia wanita yang aku cintai."

Apa kata Bram tadi?

Pacar? Kekasih? Wanita yang dia cintai? Seketika itu juga ada perasaan aneh yang terasa begitu menusuk hingga ke dasar hatinya. Rasanya sakit, begitu sakit. Dicko seakan merasakan sakit mendengar ucapan Bram.

Dicko pun akhirnya melepaskan genggamannya dari tangan Bram. Wajahnya mendadak lesu. Kemudian di tatapnya kembali adik kesayangannya itu.

"Maaf aku jadi memperkenalkan dia dengan cara seperti ini." Ucap Bram.

"Tolong lepaskan tanganku," pinta Aruna sambil berusaha melepaskan cengkraman Bram dari lengannya.

Namun Bram tidak menghiraukannya, dia justru menarik lengan Aruna, menyeretnya dan membawanya menuju ke tempat parkir. Dan memaksa Aruna masuk ke mobilnya kemudian.

Bram pun kemudian melajukan mobilnya meninggalkan area parkir.

****

Kini mereka tengah berada di taman yang tak jauh dari TRF. Duduk bersebelahan di satu bangku kecil yang ada di taman itu.

Aruna menundukkan wajahnya. Betapa dia menyadari kebodohannya sendiri, begitu mudahnya dia mempercayai seseorang yang jelas-jelas sudah membodohi nya sejak awal.

"Hari ini kamu cantik." Puji Bram sembari mengamati penampilan Aruna yang begitu berbeda dari biasanya. Bram bahkan terpesona melihatnya.

Sementara Aruna hanya tersenyum tipis mendengar pujian itu.

"Aku minta maaf, tadi itu tidak seperti yang kamu kira. Tiba-tiba Hanna merasa pusing, dia hampir saja jatuh. Dan aku hanya membantunya saja." Tutur Bram mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

"Ternyata kamu adalah Bram. Kenapa kamu tega berbohong seperti ini," ucap Aruna lirih.

"Maaf, aku tidak bermaksud membohongi kamu dengan menyembunyikan identitas ku yang sebenarnya. Aku hanya takut kamu akan menjauh dariku jika kamu tahu siapa aku sebenarnya."

"Kenapa? Kenapa harus aku?"

Bram memiringkan tubuhnya, menghadap Aruna lalu meraih jemari Aruna dalam genggaman tangannya.

Aruna mengangkat wajahnya, menatap Bram dengan seksama. Dan tatapan mereka pun saling bertemu satu sama lain.

"Karna aku sangat mencintaimu. Aku melakukan ini karena aku tidak ingin kehilangan kamu." Ucap Bram lirih sembari menatap Aruna lekat - lekat.

"Tapi itu bukan alasan yang tepat. Aku memang bodoh sudah mempercayai orang seperti kamu. Bagaimana bisa aku mencintai tunangan orang lain. Bahkan orang itu atasan aku sendiri. Apa kata orang nanti tentang diriku. Aku bahkan sudah di anggap gadis murahan oleh sekertaris kamu itu."

"Jangan berpikiran bodoh. Aruna, dengarkan aku..." sambil merangkum wajah mungil Aruna, "Apapun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku tidak peduli apa kata orang. Yang aku tau, aku mencintaimu. Sangat mencintaimu."

"Tapi tetap saja ini salah. Maafkan aku. Au tidak bisa lagi melanjutkan hubungan ini. Aku tidak ingin kamu jadi bahan cemoohan orang karena mencintai wanita yang salah. Wanita yang tidak sederajat denganmu. Dan aku tidak ingin merebut tunangan orang lain. Maafkan aku."

Setelah mengatakan isi hatinya, Aruna kemudian beranjak pergi meninggalkan Bram. Sengaja dia mempercepat langkahnya karena tidak ingin Bram mengikutinya.

"Aruna..." Panggil Bram seraya bangkit dari duduknya.

"Lelucon macam apa ini? Secepat inikah hubungan kita berakhir? Aruna ... Please ... Tolong mengertilah."

Namun Aruna tidak menghiraukan. Bram pun mendengus berat, sembari mengacak kasar rambutnya.

"Aaakh ... Kenapa aku bisa sebodoh ini. Harusnya dari awal aku jujur padanya. Aruna, tolong jangan lakukan ini padaku." Bram berkata pada dirinya sendiri.

Ya, seharusnya sejak awal dia jujur jika tidak ingin hal ini terjadi. Sekarang semua sudah terlanjur terjadi. Hubungannya sudah berakhir. Dia sudah kehilangan cintanya. Hal yang dia takuti akhirnya terjadi juga. Yang bisa dia lakukan saat ini hanyalah menyalahkan diri sendiri.

Begitu dia kembali ke kantor, dia malah mendapati sebuah amplop putih tergeletak di meja kerjanya yang tidak lain adalah surat pengunduran diri Aruna.

Lagi-lagi Bram mengacak rambutnya kasar. Ingin rasanya dia berteriak sekencang mungkin untuk menumpahkan kekesalannya atas kebodohannya sendiri.

"Aaaaakh.... bodoh, aku benar-benar bodoh." Gerutu Bram pada dirinya sendiri.

"Ada apa Bram? kamu kenapa? kamu baik-baik saja kan?" tanya Hanna saat dia memasuki ruangan Bram.

Sejak tadi dia menunggu Bram. Begitu melihat Bram datang dia pun tidak ingin melewatkan kesempatan ini. Dia begitu penasaran akan apa yang terjadi di antara Bram dan Aruna.

Dan dia pun merasa senang begitu melihat surat pengunduran diri Aruna yang ada di tangan Bram. Senyum sinisnya mengembang seketika. Artinya, rencananya sudah berhasil. Akhirnya dia bisa menyingkirkan gadis rendahan itu begitu mudahnya.

Dan tentu saja pertunangannya dengan Bram bisa berjalan dengan mulus. Akhirnya Bram akan menjadi miliknya. Dia tidak menyangka semudah itu menghancurkan hubungan mereka.

*

*

*

-Bersambung-

...****************...

JANGAN LUPA **RITUALNYA...☺️

1 LIKE DAN KOMEN DARI KALIAN ADALAH MOOD BOOSTER BUAT AUTHOR RECEH INI.

TERIMA KASIH ATAS LIKE,KOMEN,RATE,VOTE(NGAREP) DARI KALIAN.

JANGAN LUPA JAGA KESEHATAN 🤗

SAMPAI JUMPA DI EPISODE BERIKUTNYA ☺️

MAAF JIKA CERITANYA SEDIKIT MEMBOSANKAN**...

1
Ida
aku kurang suka dengan karakter aruna
Jong Nyuk Tjen
dugaan ku ternyata benar ya thor . Jaka itu ternyata s bram
Jong Nyuk Tjen
s jaka kyny s bram deh , anak kandung dr bos besar. Dicko hati2 nih bakal bucin kamu ke aruna /Grin/
Siti Yuliani
cinta yang rumit🤔
Siti Yuliani
jangan sampe jadi tunangan lh gk seru klo gk berjodoh
IG: Saya_Muchu
otw
Nayra Nabila
lihat notif aruna langsung cuzz..
Daryati Idar
aku tunggu kk
Erna Sikumbang
aku mampir
Yukity
Dukung di dini Thor...
like😍
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿
smngt yah
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿
smngt up y
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿
boomlike
Yukity
mampir disini ..👍🏼😍
Darah Biru (Bangsawan)
favorit ♥️ rate bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 saling mendukung 💕
Darah Biru (Bangsawan)
❤️
Darah Biru (Bangsawan)
mantap
Darah Biru (Bangsawan)
jejak
Niswa mandailing
next
.
Sayang endingnya mlh bukan sm bram
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!