NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ausilir Rahmi

Demi melunasi hutang sang ayah, Maureen terpaksa menggantikan kakak nya sebagai mempelai. la dinikahi oleh Alarick Carlson, pria yang digambarkan kejam dan buruk rupa, hingga keluarga nya enggan menyerahkan Maura putri kesayangan mereka.

Kini Maureen harus menghadapi pernikahan yang sarat misteri dan ketidakpastian dari suami nya. Mampukah ia menjalankan takdir yang dipaksakan kepada nya? Dan mampu kah Maureen bertahan dengan pernikahan yang dilandasi keterpaksaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Arik menatap tajam asisten nya, Harris yang sudah paham dan sudah berdiri setia di samping, dia segera menghampiri lalu memberikan foto Maura di mana saat itu menjadi pilihan bos nya pada tuan Hans.

"Tuan besar maaf," Ujar nya memberikan selembar foto sembari membungkukkan badan penuh hormat.

Kedua alis Hans mengerut, lalu melihat jelas jika wajah Maura dan wanita yang sudah di dipersunting oleh putra nya ternyata berbeda.

"Apa yang di katakan oleh putra ku benar Herman? Kau telah melanggar kesepakatan pernikahan ini?" ucap Hans mendelik melontarkan satu pertanyaan dengan nada tinggi penuh penekanan.

Herman mengangkat bahu, wajah tua nya memucat keringat dingin pun mulai membasahi seluruh tubuh nya. " A-aku bisa menjelaskan nya Hans,ini hanya ada kesalahan paham saja." ucap Herman.

Mendengar penjelasan ayah mertua nya, Arik tersenyum getir. Dan ia sangat muak jelas-jelas beberapa hari lalu dia menginginkan Maura sebagai calon istri nya, malah di ganti dengan Maureen.

"Keluarga tidak tahu diri, kau pikir aku bodoh? ini penipua seret mereka ke penjara!" Titah Arik. Suara bariton nya menggema menusuk gendang telinga semua orang.

Maureen tercengang, saat melihat tatapan mata elang dan jari telunjuk suami nya mengarah tepat ke dua wajah kedua orang tua yang sangat ia sayangi. Apa lagi mengingat riwayat sang ayah yang memiliki penyakit jantung.

"Pe-penjara? Tidak!"

"Papa!"

Susan segera menahan tubuh sang suami yang hampir ambruk, Maureen menangis segera memohon ampun pada Arik dan kedua mertua nya. Agar tidak menghukum sang ayah.

"Tidak mas. Tolong jangan hukum Papa dan Mama ku seperti itu. Ini semua salah ku. Aku yang mau mengambil alih posisi kak Maura." Pinta Maureen menangis memohon di bawah kaki Arik, demi kedua orang yang sangat dia sayangi.

Arik mendengus kesal, menyingkirkan tangan Maureen yang melingkar di kaki, bagi nya permintaan maaf Maureen tak sebanding dengan harga diri nya sebagai seorang pria yang sudah di sepelekan, hanya karena wajah nya tak sempurna hingga membuat mertua nya begitu lancang mengelabui.

"Kami mohon ampuni kami tuan, ini semua karena salah putri kami yang memaksa ingin mengambil posisi kakak nya," ucap Susan tak sungkan memojokkan Maureen dengan sikap manipulatif nya, bahkan memasang wajah memelas di depan kedua besan.

Maureen menatap sedih, saat melihat ibu nya begitu tega. Tapi melihat sang ayah bernafas dengan nafas tersengal sembari memegang dada membuat la tak tega.

"Yang Mama katakan benar mas. Papi dan Mami jika ini salah ku biarkan saja aku yang di penjara," Usul Maureen menangis.

Tak kuasa melihat ayah tersayang, lalu berusaha membantu untuk meminumkan obat yang selalu di bawa ibu nya.

Hans menggelengkan kepala nya, apa yang di katakan oleh putra nya bukanlah cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah dua keluarga yang baru saja bersatu.

Banyak hal yang harus di pikirkan, selain image keluarga dan perusahaan yang akan terdampak dengan cemoohan para pesaing dan terutama di khalayak umum. Rasa nya tak ingin menanggung malu jika mereka tahu betapa kacau nya pernikahan ini.

"Seperti nya kalian semua memang cocok di penjara!" ujar Arik melirik dan memberi kode pada Harris dan para pengawal lain nya.

Tak berani membangkang, Harris dan kedua rekan nya menghampiri Maureen dan kedua orangtua nya.

"Nyonya, mari ikut kami." Harrjs yg baru saja menghampiri bersama dengan kedua rekan nya.

Tapi tuan Hans segera menghentikan. "Cukup!"

Membuat ketiga pria berjas hitam itu pun menghentikan langkah nya, sampai tak berani berkutik lagi.

Arik mengangkat kedua alis tebal nya, lalu menatap pada sang ayah dan bertanya mengapa menghentikan perintah yang dia berikan.

"Arik! Ini bukan keputusan yang baik untuk mu dan keluarga kita." ucap Hans dengan tegas.

Seketika darah Arikk mendidih, saat mendengar perkataan ayah nya yang seolah malah membela Herman sekeluarga.

"Papi masih ingin membela keluarga penipu yang tidak tahu diri ini? Aku tidak bisa memaafkan mereka," Protes Arik terkekeh yang ingin mereka semua menanggung akibat nya.

Hans menghela nafas kasar, lalu menjelaskan. Jika semua orang tahu masalah besar ini yang ada mereka akan jadi bahan bulan-bulanan masyarakat dan beberapa paparazi media masa.

Terlebih lagi, perusahaan properti mereka saat ini sedang naik daun, karena belum ada yang bisa menyaingi power besar nya yang memiliki cabang di beberapa negara lain.

"Arik! Papi tahu ini tidak benar. Tapi sebaik nya pikirkan dulu. Papi tidak ingin orang lain menertawakan keluarga kita hanya karena pernikahan yang keliru ini, Istri mu juga tak kalah cantik dari Maura, kalian cobalah bersama beberapa bulan atau beberapa tahun. Yang jelas tidak boleh ada perceraian atau masalah yang tembus ke luar saat ini!" Tegas Hans mengutarakan pendapat nya.

Nyonya Marisa termangu, ia tidak mengerti kenapa bisa suami nya mengusulkan hal seperti itu. Rasa nya itu sangat tidak benar. Kenapa harus ada ide yang sulit untuk di mengerti.

Tapi sebagai seorang istri, yang begitu paham akan kepribadian suami nya yang bijaksana. Nyonya Marisa yakin jika ada alasan di balik usulan itu.

"Nak! Ada yang di katakan papi benar, tidak baik baru saja menikah kalian sudah mau cerai, apa lagi memenjarakan mereka, besok lusa nenek akan berkunjung kemari apa yang akan dia katakan jika cucubnya malah seperti ini?" ucap Nyonya Marisa mengingatkan.

Arik terdiam, dia tahu jika nenek nya begitu ingin melihat cucu mantu yang selama ini di nantikan. Tapi tetap saja, bagi nya Herman dan keluarga benar-benar keterlaluan terhadap nya.

Tak ingin bicara lagi, Arik lebih memutuskan pergi ke perusahaan dan di ikuti oleh asisten nya tanpa menghiraukan nasihat kedua orang tua yang menurutn ya hanya memikirkan nama baik keluarga tanpa memikirkan perasaan hati nya.

"Arik! Tunggu kamu mau kemana nak?" Panggil Marisa cemas.

Hans segera meraih lengan sang istri sembari menggelengkan kepala, mengisyaratkan agar membiarkan putra sulung nya itu untuk memiliki ruang sendiri setelah apa yang di lakukan oleh besan nya.

Nyonya Marisa hanya bisa patuh, dia berharap jika masalah ini bisa ada jalan keluar nya, meskipun dia sendiri juga kesal karena begitu tega besan mereka membuat putra nya kecewa dan marah.

Setelah Maureen membantu meminum obat ayah nya, ia sedikit bernafas lega. Begitu juga dengan Susan yang kaget setengah mati saat melihat betapa mengerikan nya seorang Arik.

"Benar-benar keterlaluan kamu Herman, aku sudah banyak membantu mu. Dari memberi mu pinjaman jutaan dollar. Memberikan mahar pernikahan yang besar untuk putri mu. Inikah balasan mu untuk kami?!" Pertanyaan dari Hans yang bernada sindiran keras membuat Herman dan sang istri tertunduk malu.

"Papi, Mami. Tolong maafkan aku. Aku yang ingin menikahi mas Arik. Jika mau menghukum, hukum saja aku," ujar Maureen memohon maaf pada kedua mertua nya.

Meskipun dia harus berlutut di depan mereka, membuat nya tidak peduli yang jelas ayah nya tidak boleh stres dan kembali jatuh sakit lagi.

Hans dan istri nya saling menatap, meskipun sangat marah dan kecewa. Tapi melihat Maureen meminta maaf dengan tulus membuat hati kedua nya sedikit tersentuh.

"Berdirilah nak, kamu tidak pantas berlutut seperti itu di kaki kami." ucap Marisa dengen lembut sembari mengulurkan tangan nya untuk membantu Maureen berdiri.

          *

Bersambung....................

1
Reni Anjarwani
mending sama jevan aja mauren yg benar2 cinta , buar arik bucin sama maureen thor
Ariany Sudjana
ga kebayang gimana reaksi Oma Eva kalau tahu Arik dan Maureen hanya menikah pura-pura, dan status Maureen hanya pengganti Maura
Ariany Sudjana
Brian saja tahu kalau mereka nikah pura-pura, entah gimana reaksi Oma pas tahu kejadian yang sebenarnya
Ariany Sudjana
jangan-jangan nanti calon istrinya Brian tergoda sama Arik lagi 😂😂🤣🤣
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!