Kisah seorang wanita yang di sia-siakan oleh lelaki yang paling di cintai nya.
"Tega sekali kamu Andra, aku sudah berkorban banyak sekali untuk mu, aku meninggalkan Ayah dan Ibu ku demi kamu, bahkan Ibu ku hampir bunuh diri demi kamu bisa di terima oleh Ayah ku, tapi apa balasan kamu, kamu menyakiti aku"
Indah Paramita.
"Aku tidak pernah meminta mu untuk berkorban untuk ku, Aku tidak pernah memaksa mu untuk meninggalkan orang tua mu demi aku dan aku tidak pernah memaksamu untuk menikah dengan ku. Jadi jangan kau anggap kau hebat atas pengorbananmu, ingat! aku tidak pernah memintanya.
Andra wirawan
Lalu bagai manakah kisah selanjutnya?
Akankah Indah akan tetap mempertahankan cinta yang lama yang kini mulai menyakitinya.
Ataukah Indah lebih memilih pergi dengan mencari cinta yang baru dan meninggalkan kenangan lama yang awalnya bahagia tapi akhirnya hampa.
Ataukah Indah akan pergi namun tidak lagi percaya dengan laki-laki karena Indah sudah sangat benci dengan laki-laki karena Ia menganggap lelaki semua penghianat!
Inilah kisahnya
TALAK TIGA (Perjalanan Cinta Indah)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
"Kalau kau hanya Art dan merangkap jadi Asisten pribadi Nona Vega tundukan kepalamu saat berbicara dengan ku!" kata Arfan dengan angkuhnya.
"Kenapa begitu Tuan" tanya Indah.
"Karena derajat kita berbeda kau jauh di bawah ku dan kau harus tau batasan orang seperti mu" Kata Arfan dengan membentak Indah.
"Ya, Anda benar Tuan orang seperti saya memang pantas menundukan kepada di hadapa orang hebat seperti Anda tuan"
"Bagus kalau sadar!" kerus Arfan.
"Anda tau tuan kenapa orang kaya itu harus di takuti dan di hormati Tuan?" Indah bertanya pada Arfan dengan merendahkan dirinya.
"Karena kami memiliki kekuasaan dan kekayaan yang bisa membuat kalian di tendang dari bumi yang kalian pijaki" Jawab Arfan dengan suara tegasnya.
"Anda salah Tuan"
Arfan sangat terkejut mendengar ucapan Indah.
"Baru kali ini ada orang miskin yang berani pada ku.Orang kaya saja tidak ada yang berani tapi kenapa Indah begitu bernyali" batin Arfan.
"Lalu apa maksud mu?"
"Karena orang kaya seperti anda tidak akan mati tuan, nyawa kalian bisa kalian beli pada TUHAN. Dan kenapa kami mati itu karena kami tidak mampu membeli nyawa seperti orang kaya seperti Anda tuan"
Deeg!
Arfan tidak percaya orang seperti Indah berani menyindir dirinya.
"Mapus dah lu Boss" batin Yeni.
"OMG, Bos Arfan beri tepuk tangan pada Indah" batin Bimo.
"Oh Boss Arfan kuat kan iman mu menghadapi cobaan ini" batin Vega.
"Ini baru dapat lawan yang pas tuan Arfan ayo tunjukan ke angkuhan mu itu" batin Dino.
"Kamu berani sekali kepada saya"
Arfan mengepalkan tangannya matanya memerah urat-urat putih nampak muncul di sela-sala tangan terkepalnya, rahangnya pun tampak mengeras.
"Saya membatalkan kontrak kerja sama ini Nona Vega" kata Arfan pada Vega.
Vega membulatkan matanya menatap tidak percaya mendengar ucapan Arfan.
"Tapi tuan" kata Vega dengan wajah yang pucat.
"Kalau Anda mau kerja sama kita berlanjut pecat wanita kurang ajar ini" kata Arfan sambil menunjuk Indah dengan emosinya yang memuncak.
Vega bingung apa yang akan dia lakukan kakinya terasa lemas keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.
"Kalau begini caranya, bukan Boss Indah yang saya pecat tapi saya yang akan di gantung oleh Boss Indah tuan" batin Vega, ia tidak mampu lagi berbicara ia hanya pokus menahan kakinya yang gemetar.
"Kalau Anda memutuskan kerja sama ini secara sepihak dan tanpa alasan yan jelas Anda harus membayar denda sebesar sepulu trilium" jawab Indah dengan santai.
"Apa maksud mu?" tanya Arfan
"Di kontrak kerja sama yang kita tanda tangani jelas tertulis Tuan. Bila salah satu dari kedua belah pihak Prusahaan memutuskan kerja sama secara sepihak maka di wajib kan membayar denda sebesar sepuluh triliun rupiah" Indah menjelaskan dengan sangat tegas.
"Kenapa ruangan ini mendadak bau pesing" tanya Bimo.
"Iya bim, kamu benar padahal dari tadi engga ada bau pesing begini" kata Yeni.
Yeni mencari bau pesing itu sampai menunduk ke bawah kolong meja.
"Vega kamu ngompol" tanya Yeni dengan terkejut dan menutup hidungnya.
"Iya" Vega menjawab sambil menganguk dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena menahan malu.
Semua mata menatap Vega tanpa berkadip Vega yang tubuhnya cantik dan sexy bisa mempunyai sipat jorok seperti itu tentu saja semua orang di ruangan itu sangat syok.
"Kamu jorok sekali" kata Yeni.
"Hehehe" Vega tertawa renyah.
"Atasan dan bawahan tidak ada yang beres" kata Arfan lalu berdiri dari duduknya.
"Tuan kerja samanya tetap berlanjut atau batal dan Anda siap membayar denda?" tanya Bimo pada Arfan.
Arfan menatap tajam ke arah Bimo, Bimo menunduk tidak berani membalas tatapan tuannya, lalu mata Arfan tertuju pada Vega dan Indah secara bergantian.
"Sial!"
"Baik kontraknya kita lanjut kan" kata Arfan lalu pergi tanpa pamit dari ruang rapat itu tanpa permisi karena ia sudah sangat jengkel dengan ke adaan itu.
"Kami pamit Ndah " kata Yeni yang melihat Bos nya pergi ia pun mengkuti bossnya keluar dari ruang itu begitu juga dengan Bimo.
"Vega aku suka sama kamu" kata Bimo ketika melewati Vega.
Deeg!
Jantung Vega berdetak mukanya memerah karena Bimo membisikan kata suka padanya.
"Kamu kenapa" Indah bertanya karena setelah Bimo membisikan sesuatu di telinga Vega ia tampak semakin pucat.
"Hehehe" Vega tertawa terpaksa.
"Saya permisi Nona" Dino keluar dari ruangan itu tidak ada yang tau apa yang ada di pikiran, Dino karena ia memang orang yang tidak banyak bicara, dan tidak mau tau dengan urusan yang bulan urusannya.
"Kamu jorok sekali Vega" Indah juga pergi meninggalkan Vega sendiri di ruang rapat itu.
"Aduh mereka semua menyalahkan aku, apa mereka tidak tau aku lah di sini yang terluka, Bos Arfan berbicara padaku dengan pertanyaan yang tidak bisa ku jawab, dan Buk Bos Indah juga mengancam aku, TUHAN aku di sini yang tersakiti"
"Hiks hiks hiks."
Vega juga keluar dari ruang rapat itu dengan menghentakan kakinya, karena menahan kesal pada kedua Bosnya itu.
"Aku do'a in itu Bos jodoh biar akur dan aku engga jadi korban" Vega terus mengucap kan sumpah serapahnya kepada kedua manusia yang membuatnya ngompol itu.
***
"Aku lapar, aduh aku lupa makan siang, sabar ya Nak kita cari tempat makan dulu"
Indah saat ini sedang mengemudikan mobilnya,karena ia ingin pulang dan bersantai di rumah karena pekerjaannya di kantor sudah selesai untuk saat ini dan yang belum selesai ia menyuruh Vega yang mengerjakannyan.
"Oh ya aku lupa aku kan dapat makan gratis di Restaurant Bos kutub Utara itu"
Indah memarkirkan mobilnya di Restorant milik Arfan karena Indah mengingat ia punya kesempatan untuk makan gratis.
Tap tap tap
Indah berjalan masuk ke dalam Restaurant itu. Ia menghentikan langkanya dan mengedarkan pandanganya dan matanya metap sang pemilik Restaurant sedang duduk menikmati makan siangnya bersama Yeni dan Bimo, tanpa pikir panjang Indah berjalan melangkah menuju ketiga orang yang sedang menikmati makan siangnya itu.
"Ehem" Indah berdehem dan lansung duduk di bangku kosong yang ada di situ.
"Indah" Yeni terkejut dengan kedatangan Indah yang tiba-tiba, ketiga pasang mata yang duduk di sana menatap Indah.
Dengan santai Indah lansung memakan semua makanan yang ada di sana, bahkan Indah mengambil makanan Arfan yang belum sama sekali ia sentuh,.
"Tidak sopan, dasar gembel sialan" setelah mengatakan itu Arfan langsung pergi dari tempat itu, dia lebih memilih masuk ke dalam, ruang pribadinya yang ada si Restaurant itu untuk melanjutkan makan siangnya yang terganggu.