Dimasa ini dimana tekhnologi sudah berada dipuncaknya, kini bermain game bukan hanya untuk bersenang-senang.
Game Freedom telah menjadi kehidupan kedua bagi semua orang,
.
Adi mencoba peruntungannya didalam game, didalam permainan dia bertemu banyak orang baru, melakukan berbagai petualangan seru, dan menghasilkan banyak uang.
.
Jadilah saksi petualangan Adi di dalam game, dan melihat bagaimana permainan bisa menjadi sesuatu yang penting bagi semua orang.
.
.
.
NB : Update ga tentu, yang pasti tiap hari diusahakan update minimal 1 chapter
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azis Yogatama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Melawan Hobgoblin
Setelah beberapa saat mengendap-endap, dengan hentakan kuat Adi melompat langsung ke punggung Hobgoblin.
Dengan Hobgoblin yang masih berfokus pada kegiatannya memperkos* seorang gadis penduduk desa, dia sama sekali tidak memperhatikan Adi menyergapnya. Posisinya yang sedang berjongkok juga memudahkan Adi mencapai punggungnya dengan satu lompatan.
Dengan tangan kanan Adi yang membawa pisau, Adi mengalungkan tangannya keleher Hobgoblin dan menusukkan pisaunya tepat pada sisi kiri leher Hobgoblin, dengan tarikan sepenuh tenaga Adi berhasil menggor*k leher Hobgoblin dari kiri kekanan.
-1.000, -1.000, -500, -300....
“Aarrrghhhh”
Tanpa mau memperhatikan serangkaian laporan kerusakan yang dia timbulkan, Adi segera menarik keluar pisaunya dan memunusukkan kembali tepat kearah mata kanan Hobgoblin.
-2.000
Namun Hobgoblin segera menangkap Adi, berbalik badan dan melemparnkannya kedepan.
-20 kerusakan keluar dari tubuh Adi.
“Arrgghh, manusia beraninya kau mengganggu kesenanganku, aku akan membunuhmu!”
Hobgoblin dengan marah berlari kearah Adi dan bersiap untuk memukulnya.
Tetapi Adi sudah siap untuk ini, dengan menggunakan kelemahan Hobgoblin, Adi meluncur kesisi kanan Hobgoblin.
Setelah berhasil meluncur kebelakang Hobgoblin, Adi segera berlari melompat kembali ke punggung Hobgoblin.
Karena pendarahan yang hebat terjadi dilehernya, Hobgoblin tidak mampu merespon gerakan Adi dengan cepat.
Tanpa mau kehilangan momen serangan, Adi segera menusukkan pisaunya kearah mata kiri Hobgoblin.
-2.000
“Aaaarrrghhhh.”
Namun karena gerakan Adi yang berulang Hobgoblin tidak mau lagi mengulangi kesalahan, dia menangkap Adi dan segera membantingnya ketanah.
-50
Kerusakan muncul di tubuh Adi, tetapi serangan benda tumpul tidak akan memberikan kerusakan yang berarti baginya, dengan total Hp 130 poin kini Adi masih memiliki sisa 60 poin di bar Hpnya.
“Ahk.”
Meskipun tersedak dan tidak dapat bernafas sesaat Adi segera menusukkan pisaunya kearah pergelangan tangan Hobgoblin.
“Arghhh.”
Hobgoblin melepaskan tangannya yang menggenggam erat lengan Adi, tapi Hobgoblin bukanlah sembarang monster dia adalah bos dari ribuan Goblin, karena itu kecerdasannya lebih tinggi daripada Goblin sebelumnya.
Walaupun dia melepas tangan kanannya, namun tangan kiri Hobgoblin segera menindaklanjuti serangan, dengan sigap dia meraih kaki Adi dan membantingnya sekali lagi.
-50
“Ahk Sial,”
Tahu jika dia akan mati kalau dibanting lagi, tanpa mempedulikan rasa sakit Adi meraih tangan Hobgoblin dan kembali menusuknya.
-100
Tetapi Hobgoblin kini tidak mau melepaskan cengkramannya, dengan keadaannya yang kini kehilangan kedua fungsi matanya akan berbahaya jika dia melepaskan Adi kembali.
Mengetahui serangnya tidak bekerja, Adi segera menarik pisaunya dan menyayat pergelangan tangan Hobgoblin.
-100, -150..
Tak mau menahan diri, Adi kembali di angkat keatas dengan satu ayunan kencang Hobgoblin mencoba kembali membanting tubuh Adi.
Tetapi Adi dengan pantang menyerah kembali menusuk dan menyayat tangan Hobgoblin.
-150, -80, 50..
Akhirnya pada saat-saat terakhir tangan Hobgoblin tidak mampu lagi menahan berat dari Adi, dan membiarkan Adi lolos dan berguling menjauh dari area serangannya.
Setelah semua, meskipun memiliki tubuh penuh otot dan tinggi 3 meter, namun ukuran Adi juga termasuk besar bila dibandingkan dengan tubuh Hobgoblin. Selain itu dia hanya mengangkat Adi dengan satu tangan, setelah 2 serangan Adi yang menyayat jauh kedalam dagingnya kekuatannya juga telah banyak berkurang.
Meskipun berhasil lolos, Adi tidak berani bergerak lebih jauh ke tempat lain, karena kondisi Hobgoblin yang buta, dia tidak akan mampu melihat dimana Adi berada. Jika Adi dengan gegabah bergerak, maka posisinya akan diketahui oleh Hobgoblin.
“Arrrghh, dimana kau bocah sialan!”
Memanfaatkan suara kemarahan Hobgoblin, Adi segera mengeluarkan Potion dari tasnya dan segera menelanya dalam satu tegukan.
Dalam sekejap Hp Adi yang tersisa 10 poin lembali penuh. Melihat Hobgoblin yang merambat dengan seluruh kemarahannya Adi dengan cermat mengatur langkah selanjutnya.
Sebelum botol potion hancur karena isinya telah habis, Adi melemparkannya kearah jebakan yang sudah dia persiapkan.
Sebelumnya Adi telah mempersiapkan jebakan untuk Hobgoblin, setelah mencuri pedang Hobgoblin Adi menggunakannya sebagai inti dari jebakan, dia meletakkan sebuah pedang besar yang di hadapkan terbalik menghadap sudut 45 derajat ke atas, pedang itu ditahan oleh retakan dari gua, yang membuatnya bertahan kokoh berdiri di sana.
Mendengar suara dari pecahan botol, tanpa menunggu apapun Hobgoblin segera berlari kearah suara, namun sayang bukan Adi yang menunggu disana tetapi sebuah pedang besar yang mengarah kepadanya.
“Jleb”
-10.000
“Arrrghhh”
Melihat jebakannya berkerja dengan sukses Adi segera berlari menuju Hobgoblin dan dengan dua kakinya Adi menendang punggung Hobgoblin agar pedang dapat menusuknya lebih dalam.
-2.000..
Namun sayang tangan Hobgoblin mampu menahan tubuhnya agar tidak jatuh kedepan.
“Menyerahlah sialan!”
Dengan kesal Adi kembali melompat ke punggung Hobgoblin dan menyayat lehernya dari belakang dan mencoba untuk memenggalnya.
-1.000. -600, -300 , -300
“Arrrrgghh”
Dengan teriakan menggema Adi melancarkan serangan dengan sekuat tenaga berusaha menghabisi monster elit level 10 sendirian.
Karena beban dari Adi dan tangannya yang penuh luka, Hobgoblin hanya bisa meraung kesakitan terkena serangan Adi. Jika dia meraih Adi dengan salah satu tangannya, maka tangan yang lain tidak akan dapat menahan berat dari mereka berdua, dan tubuhnya akan tertusuk lebih dalam oleh pandang jebakan Adi.
Namun dalam keadaan hidup dan mati, makhluk yang hanya Memilliki sedikit kecerdasan seperti Hobgoblin akan tetap mengandalkan nalurinya daripada bertindak secara logis.
Karena itu dia mengangkat tangan kanannya dan berusaha meraih Adi yang berada di atas punggungnya. Namun karena tangan kirinya penuh dengan luka, dia tidak mampu menahan berat dari mereka berdua.
Dengan suara “Jleb” tubuh Hobgoblin terjatuh kedepan tertusuk pedang besar yang kini menembus dadanya, serangkaian kerusakan muncul diatas kepalanya.
-10.000, -5.000, -5.000...
Meskipun tubuh penuh luka dan pedang besar tertancap diperutnya Hobgoblin masih meraung dengan sisa-sisa kesadarannya.
Adi juga tak tinggal diam, melihat bar Hp musuhnya masih tersisa setengah Adi terus menyayat leher Hobgoblin tanpa jeda, sampai pada akhirnya leher Hobgoblin terputus, dan kepalanya terguling kebawah.
“Gelundung, glundung”
Dengan kepala yang berhasil terpotong, sisa Hp Hobgoblin turun dengan kecepatan yang dapat dilihat mata telanjang, hanya beberapa detik kemudian Hp miliknya habis menyisakan tubuh yang telah kehilangan tanda-tanda kehidupan.
“Raaaaawrrr”
Melihat musuhnya mati, Adi meraung keras diatas mayat Hobgoblin. Melepaskan semua emosi yang selama ini dia tahan.
Meskipun pertarungan terlihat rumit, dari awal sampai akhir Adi berhasil membunuh Hobgoblin dalam kurun waktu yang cukup singkat, dia hanya membutuhkan waktu sedikit lebih dari 7 menit untuk melakukannya.
Memenangkan pertarungan ini adalah sebuah keajaiban bagi Adi, jika Hobgoblin ada dalam posisi yang benar dan menggunakan semua perlengkapan armor dan senjatanya, maka tidak akan ada peluang bagi Adi untuk membunuhnya seorang diri.
Tetapi pada pertarungan ini, Adi mendapati Hobgoblin ada pada keadaan telanjang, tidak mengenakan armor dan tidak memakai senjatanya. Terlebih Hobgoblin juga memberikan kesempatan kepada Adi untuk melakukan serangan pertamanya. Karena dapat memanfaatkan semua faktor itu Adi berhasil mengalahkannya meskipun Adi nyaris mati dibuatnya.